Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Hak Menolak





"Lelaki itu bisa memilih wanita manapun untuk menjadi istrinya. Itu mutlak hak bangsa lelaki. 

Tetapi tentu saja, wanita manapun bisa memilih menerima atau menolak pilihan tersebut. Itu hak istimewa bangsa wanita.” Tere Liye, 

Hem, jadi ingat tentang ... ya tentang seseorang, atau kisah orang lain yang nasibnya sama.

Akhwat : Maaf, saya sudah pertimbangkan untuk tidak melanjutkan. 
Ikhwan : kenapa? saya akan tunggu ukhti sampai siap
Akhwat : Tapi maaf, beneran saya gak bisa melanjutkan.
Ikhwan agak marah. 
Celakalah jika seseorang menolak lamaran seorang laki-laki. Aku ingat sebuah hadits itu ukht.
Semoga ukhti tidak yang termasuk. 

Ooh... di ikhwan mengancam? 
Sabar ya ukht. 
Di sini letak kesabaran memilih dan ditolak. 

Me : Cengengesan ^_^ :P

Bagi lelaki shalih, ketika ia jatuh cinta pada wanita, pilihannya hanya 2: segera meminangnya atau mempersilakan lelaki shalih lain yang menjemputnya. Karena baginya, tidak pantas bermain dengan hawa nafsu dan janji yang tak pasti.
Nadhif Fa’izun, 2011 (via farahmafaza)




"Lelaki itu bisa memilih wanita manapun untuk menjadi istrinya. Itu mutlak hak bangsa lelaki. 

Tetapi tentu saja, wanita manapun bisa memilih menerima atau menolak pilihan tersebut. Itu hak istimewa bangsa wanita.” Tere Liye, 

Hem, jadi ingat tentang ... ya tentang seseorang, atau kisah orang lain yang nasibnya sama.

Akhwat : Maaf, saya sudah pertimbangkan untuk tidak melanjutkan. 
Ikhwan : kenapa? saya akan tunggu ukhti sampai siap
Akhwat : Tapi maaf, beneran saya gak bisa melanjutkan.
Ikhwan agak marah. 
Celakalah jika seseorang menolak lamaran seorang laki-laki. Aku ingat sebuah hadits itu ukht.
Semoga ukhti tidak yang termasuk. 

Ooh... di ikhwan mengancam? 
Sabar ya ukht. 
Di sini letak kesabaran memilih dan ditolak. 

Me : Cengengesan ^_^ :P

Bagi lelaki shalih, ketika ia jatuh cinta pada wanita, pilihannya hanya 2: segera meminangnya atau mempersilakan lelaki shalih lain yang menjemputnya. Karena baginya, tidak pantas bermain dengan hawa nafsu dan janji yang tak pasti.
Nadhif Fa’izun, 2011 (via farahmafaza)

Yang mengejutkan





Beberapa hari yang lalu saya sempat dirundung masalah dengan kucing. Si ibunda kucing memaksa memasukkan anak-anak yang baru lahir ke kamar saya. Saya cuma bisa pasrah, hingga akhirnya tragedi perang melawan kucing. eh bukan berantem. Tepatnya saya merasa bau tak sedap mulai muncul, meski si kucing udah dikasih alas kardus. Tapi saya gak mau kasih akhirnya saya bau keluar dari rumah tepatnya di teras depan rumah.

Entahlah pukul berapa, yang pasti sudah malam sekitar jam 12 lebih, adik saya terbangun karena mendengar suara anak kucing meraung-raung melulu. akhirnya dibukalah pintu kamar dan yang terjadi di depan pintu kamar ketiga anak kucing berceceran, salah satunya berceceran darah dengan nafas terengah-engah. Na'asnya ia berdarah saat digigit induk laki-laki.
Persis adik saya melihatnya, tapi malang tak bisa dibantu karena mungkin pertollongan terlambat. Digigitnya sudah lama.
Akhirnya penyesalan muncul dari kami sekeluarga. Oh, Ya Allah tahu begini saya biarkan ia masuk ke kamar. Saya baru tahu kalau kucing jantan itu kejam, kok sadis banget bunuh anaknya sendiri? paling tertua yang meninggal di atas karpet.

Akhirnya kamipun memasukkan ke kamar kedua anak kucing yang masih hidup. Hingga paginya saya merasa aman, beraktivitas meninggalkan kamar. Sekitar pukul 6 setelah mandi saya masuk ke kamar mendengaranak  kucing meraung-raun, saya tetap tak peduli. Barangkali ini menjadi hal biasa, tapi tidak.
Terkejutnya diriku melihat anak kucing pindah posisi di atas karpet hijau dekat lemari pakaian dengan berlumuran darah di bagian sisi perutnya.

Ku perhatikan dan segera diberi pertolongan pertama, ternyata anak kucing tersebut berlinangan air mata. hiks, saya sempat merasakan sedih yang mendalam. Semalam sudah terkantuk-kantuk jadi tak perhatikan kalau anak kucing ini juga berdarah sebenarnya.

Hingga si ibu kucing sepertinya mulai marah berada di rumahku dan memindahkan keduanya ke rumah tetanggaku, tapi malang si ibu menyimpan kedua anak itu di dalam rumah yang tertutup sehingga si ibu saat mencari makan dan akan kembali tak bisa menyusui. Meninggalah semuanya.
mengejutkan dan mengharukan. Jadi untuk teman-teman barangkali melihat anak kucing berkeliaran lebih baik cepat dibantu dicarikan tempat teraman bagi mereka dan si ibu kucing, agar tidak diganggu.

Nur.. nur kamu kenapa sih?

Yang saya temukan di googling:
Beberapa kucing mungkin hamil terlalu dini ketika naluri keibuannya belum matang sepenuhnya. Dalam kasus ini induk kucing membunuh anaknya karena kebingungan, karena suara si anak kucing justru membangkitkan naluri berburunya. Kemungkinan lainnya adalah karena faktor kebiasaan dan keturunan. Dalam artian, anak kucing tersebut mewarisi gen dari induknya, dimana dalam keluarga tersebut jika anak kucing berhasil melarikan diri dari induknya, di masa depan anak kucing tersebut akan kembali dan justru membunuh induknya. Dalam kasus ini, motif membunuh terjadi karena "adat istiadat" mereka, yaitu membunuh atau dibunuh.

Si induk kucing mungkin memiliki naluri yang sangat kuat untuk menebak apakah anak kucingnya tersebut memiliki tubuh yang dapat bertahan hingga tumbuh dewasa atau tidak. Jika menurutnya, si anak kucing memiliki tubuh yang lemah dan kemungkinan bertahan hidupnya sangat kecil, maka dia akan membunuhnya karena tidak ingin buang-buang air susu untuk anakan yang tidak punya harapan hidup. Bahkan terkadang ada yang memakan anaknya sendiri untuk memulihkan tenaganya dan berharap kelak dapat melahirkan anak dengan kondisi yang lebih sehat.

Terkadang anak kucing mati sendiri setelah beberapa menit dilahirkan. Dalam kasus ini si induk kucing mungkin akan memakan bangkai anaknya tersebut dengan alasan agar tidak memancing datangnya predator yang mungkin mengancam anaknya yang lain. Atau bisa juga demi mensterilkan tempat tinggalnya, agar bangkai anak kucingnya yang mati tersebut tidak menularkan penyakit kepada anak-anaknya yang lain.

Seperti yang kita tahu, induk kucing yang baru melahirkan biasanya akan berpindah-pindah tempat tinggal untuk menjauhkan anak-anaknya dari predator. Namun jika dia sudah berpindah beberapa kali dan berpikir tidak ada lagi tempat yang aman untuk mereka, mungkin si induk kucing akan membunuh anaknya karena dia tahu kesempatan mereka untuk bertahan hidup sangat mustahil. Atau yang lebih sering terjadi adalah si anak kucing tanpa sengaja terbunuh saat si induk kucing membawanya pindah rumah. So, untuk berjaga-jaga tentang kemungkinan tersebut, sebaiknya anda membaca artikel kami sebelumnya yang berjudul Agar induk kucing tidak membawa anaknya pindah-pindah rumah. 


Beberapa induk kucing merasa stress karena malahirkan pada musim yang salah. Sehingga induk kucing membunuh anaknya dan berharap dapat melahirkan lagi pada musim yang benar. Hal ini sering terjadi pada kucing-kucing jalanan yang tinggal di negara-negara yang mengalami musim dingin. Anak kucing yang lahir di musim dingin memiliki harapan hidup yang sangat kecil, sehingga induknya berpikir akan lebih baik untuk membunuhnya saja.

Alasan lainnya adalah, pada saat anak kucing baru saja lahir, anakan tersebut sudah disentuh oleh orang asing. Sehingga si induk tak lagi mengenali bau anaknya tersebut yang sudah tercampur dengan bau orang asing yang menyentuhnya. Oleh karena itu sering terjadi si anak kucing mati terinjak atau tidak terawat karena induk mereka mengira dia bukan anaknya.  

Demikianlah alasan-alasan yang paling sering terjadi sebagai penyebab induk kucing membunuh anaknya. Namun kejadiaan tersebut tergolong sangat langka sekali. Terutama pada kucing-kucing peliharaan. Kucing-kucing peliharaan cenderung yakin kalau orang-orang yang berada di rumah adalah orang-orang baik yang akan membantunya merawat anak-anaknya.

sumber : kucing 




Beberapa hari yang lalu saya sempat dirundung masalah dengan kucing. Si ibunda kucing memaksa memasukkan anak-anak yang baru lahir ke kamar saya. Saya cuma bisa pasrah, hingga akhirnya tragedi perang melawan kucing. eh bukan berantem. Tepatnya saya merasa bau tak sedap mulai muncul, meski si kucing udah dikasih alas kardus. Tapi saya gak mau kasih akhirnya saya bau keluar dari rumah tepatnya di teras depan rumah.

Entahlah pukul berapa, yang pasti sudah malam sekitar jam 12 lebih, adik saya terbangun karena mendengar suara anak kucing meraung-raung melulu. akhirnya dibukalah pintu kamar dan yang terjadi di depan pintu kamar ketiga anak kucing berceceran, salah satunya berceceran darah dengan nafas terengah-engah. Na'asnya ia berdarah saat digigit induk laki-laki.
Persis adik saya melihatnya, tapi malang tak bisa dibantu karena mungkin pertollongan terlambat. Digigitnya sudah lama.
Akhirnya penyesalan muncul dari kami sekeluarga. Oh, Ya Allah tahu begini saya biarkan ia masuk ke kamar. Saya baru tahu kalau kucing jantan itu kejam, kok sadis banget bunuh anaknya sendiri? paling tertua yang meninggal di atas karpet.

Akhirnya kamipun memasukkan ke kamar kedua anak kucing yang masih hidup. Hingga paginya saya merasa aman, beraktivitas meninggalkan kamar. Sekitar pukul 6 setelah mandi saya masuk ke kamar mendengaranak  kucing meraung-raun, saya tetap tak peduli. Barangkali ini menjadi hal biasa, tapi tidak.
Terkejutnya diriku melihat anak kucing pindah posisi di atas karpet hijau dekat lemari pakaian dengan berlumuran darah di bagian sisi perutnya.

Ku perhatikan dan segera diberi pertolongan pertama, ternyata anak kucing tersebut berlinangan air mata. hiks, saya sempat merasakan sedih yang mendalam. Semalam sudah terkantuk-kantuk jadi tak perhatikan kalau anak kucing ini juga berdarah sebenarnya.

Hingga si ibu kucing sepertinya mulai marah berada di rumahku dan memindahkan keduanya ke rumah tetanggaku, tapi malang si ibu menyimpan kedua anak itu di dalam rumah yang tertutup sehingga si ibu saat mencari makan dan akan kembali tak bisa menyusui. Meninggalah semuanya.
mengejutkan dan mengharukan. Jadi untuk teman-teman barangkali melihat anak kucing berkeliaran lebih baik cepat dibantu dicarikan tempat teraman bagi mereka dan si ibu kucing, agar tidak diganggu.

Nur.. nur kamu kenapa sih?

Yang saya temukan di googling:
Beberapa kucing mungkin hamil terlalu dini ketika naluri keibuannya belum matang sepenuhnya. Dalam kasus ini induk kucing membunuh anaknya karena kebingungan, karena suara si anak kucing justru membangkitkan naluri berburunya. Kemungkinan lainnya adalah karena faktor kebiasaan dan keturunan. Dalam artian, anak kucing tersebut mewarisi gen dari induknya, dimana dalam keluarga tersebut jika anak kucing berhasil melarikan diri dari induknya, di masa depan anak kucing tersebut akan kembali dan justru membunuh induknya. Dalam kasus ini, motif membunuh terjadi karena "adat istiadat" mereka, yaitu membunuh atau dibunuh.

Si induk kucing mungkin memiliki naluri yang sangat kuat untuk menebak apakah anak kucingnya tersebut memiliki tubuh yang dapat bertahan hingga tumbuh dewasa atau tidak. Jika menurutnya, si anak kucing memiliki tubuh yang lemah dan kemungkinan bertahan hidupnya sangat kecil, maka dia akan membunuhnya karena tidak ingin buang-buang air susu untuk anakan yang tidak punya harapan hidup. Bahkan terkadang ada yang memakan anaknya sendiri untuk memulihkan tenaganya dan berharap kelak dapat melahirkan anak dengan kondisi yang lebih sehat.

Terkadang anak kucing mati sendiri setelah beberapa menit dilahirkan. Dalam kasus ini si induk kucing mungkin akan memakan bangkai anaknya tersebut dengan alasan agar tidak memancing datangnya predator yang mungkin mengancam anaknya yang lain. Atau bisa juga demi mensterilkan tempat tinggalnya, agar bangkai anak kucingnya yang mati tersebut tidak menularkan penyakit kepada anak-anaknya yang lain.

Seperti yang kita tahu, induk kucing yang baru melahirkan biasanya akan berpindah-pindah tempat tinggal untuk menjauhkan anak-anaknya dari predator. Namun jika dia sudah berpindah beberapa kali dan berpikir tidak ada lagi tempat yang aman untuk mereka, mungkin si induk kucing akan membunuh anaknya karena dia tahu kesempatan mereka untuk bertahan hidup sangat mustahil. Atau yang lebih sering terjadi adalah si anak kucing tanpa sengaja terbunuh saat si induk kucing membawanya pindah rumah. So, untuk berjaga-jaga tentang kemungkinan tersebut, sebaiknya anda membaca artikel kami sebelumnya yang berjudul Agar induk kucing tidak membawa anaknya pindah-pindah rumah. 


Beberapa induk kucing merasa stress karena malahirkan pada musim yang salah. Sehingga induk kucing membunuh anaknya dan berharap dapat melahirkan lagi pada musim yang benar. Hal ini sering terjadi pada kucing-kucing jalanan yang tinggal di negara-negara yang mengalami musim dingin. Anak kucing yang lahir di musim dingin memiliki harapan hidup yang sangat kecil, sehingga induknya berpikir akan lebih baik untuk membunuhnya saja.

Alasan lainnya adalah, pada saat anak kucing baru saja lahir, anakan tersebut sudah disentuh oleh orang asing. Sehingga si induk tak lagi mengenali bau anaknya tersebut yang sudah tercampur dengan bau orang asing yang menyentuhnya. Oleh karena itu sering terjadi si anak kucing mati terinjak atau tidak terawat karena induk mereka mengira dia bukan anaknya.  

Demikianlah alasan-alasan yang paling sering terjadi sebagai penyebab induk kucing membunuh anaknya. Namun kejadiaan tersebut tergolong sangat langka sekali. Terutama pada kucing-kucing peliharaan. Kucing-kucing peliharaan cenderung yakin kalau orang-orang yang berada di rumah adalah orang-orang baik yang akan membantunya merawat anak-anaknya.

sumber : kucing 

Etika Tertawa


Jangan terlalu banyak tawa
Karena tawa bisa mencederai akalnya
Jangan terlalu banyak tawa
Bisa-bisa pendek akalnya


Akhir-akhir ini saya sangat resah dengan media televisi. Bagaimana tidak? Saat anak-anak kecil sudah mulai mengenali gadget canggih, saat dunia sudah modern. Televisi tanah air kita malah diserang tayangan tak bermanfaat. Bahkan yang menjadi ditakutkan oleh saya adalah ketika penontonnya adalah para pelajar. Entahlah hiburan seperti apa yang sedang digalakkan. Sayangnya sikap kita seakan terlalu biasa saja terhadap tayangan seperti ini. 
Apalagi jika ada wanita tertawa "NGAKAK" Duh, aku risih. Meski begitu aku pernah melakukannya. Tapi ketika mendengar orang lain begitu rasanya miris. Jadi intropeksi diri dulu hingga akhirnya tersadar. setiap yang terbaik bagi umatNya pasti ada aturannya. 


Hukum Tertawa Sudah ada dan pasti di Islam selalu diatur dari hal terkecil apapun. 

Pengertian dan Jenis Tertawa

Jenis-jenis dan tingkatan-tingkatan tertawa menurut kamus bahasa Arab:

  1. Tabassum (tersenyum): Yaitu tingkatan dibawah tertawa dan merupakan tertawa yang paling baik.
  2. Tertawa terbahak-bahak (Antagha)
  3. Tertawa yang apabila ditampakkan berupa dengungan (Alkhanna wal khaniinan).
  4. Tertawa terbahak-bahak yang paling buruk (Thaikhun thaikhun).
  5. Tertawa yang melengking (Atthahthahatun)
  6. Tertawa yang lebih dari tersenyum (Alhanuufu). Sebagian orang Arab menkhusukkan yang satu ini dengan tertawanya para wanita.


Secara Ibadah
• Merupakan sedekah.
• Memberi kesan berseri dan optimis.
• Penawar bagi rohani, obat bagi jiwa dan ketenangan bagi sanubari yang lelah setelah berusaha dan bekerja   (Syaikh A-idh al-Qarni).
• Tanda kemurahan hati, isyarat bagi suatu temperamen yang mantap, tanda bagi murninya suatu tujuan (Syaikh A-idh al-Qarni).
• Menunjukkan kebahagiaan.

Tertawanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam


  1. Berupa senyuman yang menarik.
  2. Tidak tertawa, kecuali apabila berhubungan dengan kebenaran.
  3. Tidak berlebihan dalam tertawanya hingga tubuhnya bergoyang atau hingga tubuhnya miring atau hingga terlihatlah langit-langit mulut beliau.
  4. Bukan berupa hal yang sia-sia atau permainan semata atau hanya sekedar pengisi waktu lengang semata.


Adab/Etika

a. Meneladani Nabi dalam senyuman dan tawa beliau.

Dari Ka’ab bin Malik r.a, ia berkata: ”Rasulullah apabila (ada sesuatu yang membuatnya) senang (maka) wajah beliau akan bersinar seolah-olah wajah beliau sepenggal rembulan.“ (HR Al-Bukhari kitab al-Maghaazi bab Hadiits Ka’ab bin Malik (no. 4418), al-Fat-h (VIII/142))

b. Tidak tertawa untuk mengejek, mengolok, mencela dan sebagainya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Hujurat: 11)

c. Tidak memperbanyak tertawa.
“Berhati-hatilah dengan tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (Hadits shahih, Shahiibul Jaami’ (no.7435))

d. Tidak menjadikannya sebagai sebuah profesi seperti halnya saat ini.

”Celakalah bagi orang-orang yang bercakap-cakap dengan suatu perkataan untuk membuat sekelompok orang tertawa (dengan perkataan tersebut), sedang ia berbohong dalam percakapannya itu, celakalah baginya dan celakalah baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi kitab az-Zuhd bab Man Takallama bi Kalimatin Yudh-hiku bihan Naas (no. 2315), telah di hasankan oleh Syaikh al-Albani dengan nomor yang sama, terbitan Baitul Afkar ad-Dauliyah)

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi bahwa maknanya adalah apabila seseorang berbicara dengan suatu pembicaraan yang benar untuk membuat orang lain tertawa, hukumnya adalah boleh.
Al-Ghazali berkata, ”Jika demikian, haruslah sesuai dengan canda Rasulullah, tidak dilakukan kecuali dengan benar, tidak menyakiti hati dan tidak pula berlebih-lebihan.”

e. Tidak berlebih-lebihan dalam tertawa dan terbahak-bahak dengan suara yang keras.

”Aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum semata.” (HR. Al-Bukhari kitab al-Aadab bab at-Tabassum wadh Dhahik (no. 6092), al-Fat-h (X/617))
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, ”Yaitu, tidaklah aku melihat beliau berkumpul dalam hal tertawa, di mana beliau tertawa dengan sempurna dan suka akan hal tersebut secara keseluruhan.”

Berdusta saat bercanda. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud). Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari hadist tersebut di atas sudah sangat jelas. "CELAKALAH...CELAKAH. Masih Kurang paham? Tanyakan pada hati kita masing-masing!


diambil dari beberapa sumber. 

Jangan terlalu banyak tawa
Karena tawa bisa mencederai akalnya
Jangan terlalu banyak tawa
Bisa-bisa pendek akalnya


Akhir-akhir ini saya sangat resah dengan media televisi. Bagaimana tidak? Saat anak-anak kecil sudah mulai mengenali gadget canggih, saat dunia sudah modern. Televisi tanah air kita malah diserang tayangan tak bermanfaat. Bahkan yang menjadi ditakutkan oleh saya adalah ketika penontonnya adalah para pelajar. Entahlah hiburan seperti apa yang sedang digalakkan. Sayangnya sikap kita seakan terlalu biasa saja terhadap tayangan seperti ini. 
Apalagi jika ada wanita tertawa "NGAKAK" Duh, aku risih. Meski begitu aku pernah melakukannya. Tapi ketika mendengar orang lain begitu rasanya miris. Jadi intropeksi diri dulu hingga akhirnya tersadar. setiap yang terbaik bagi umatNya pasti ada aturannya. 


Hukum Tertawa Sudah ada dan pasti di Islam selalu diatur dari hal terkecil apapun. 

Pengertian dan Jenis Tertawa

Jenis-jenis dan tingkatan-tingkatan tertawa menurut kamus bahasa Arab:

  1. Tabassum (tersenyum): Yaitu tingkatan dibawah tertawa dan merupakan tertawa yang paling baik.
  2. Tertawa terbahak-bahak (Antagha)
  3. Tertawa yang apabila ditampakkan berupa dengungan (Alkhanna wal khaniinan).
  4. Tertawa terbahak-bahak yang paling buruk (Thaikhun thaikhun).
  5. Tertawa yang melengking (Atthahthahatun)
  6. Tertawa yang lebih dari tersenyum (Alhanuufu). Sebagian orang Arab menkhusukkan yang satu ini dengan tertawanya para wanita.


Secara Ibadah
• Merupakan sedekah.
• Memberi kesan berseri dan optimis.
• Penawar bagi rohani, obat bagi jiwa dan ketenangan bagi sanubari yang lelah setelah berusaha dan bekerja   (Syaikh A-idh al-Qarni).
• Tanda kemurahan hati, isyarat bagi suatu temperamen yang mantap, tanda bagi murninya suatu tujuan (Syaikh A-idh al-Qarni).
• Menunjukkan kebahagiaan.

Tertawanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam


  1. Berupa senyuman yang menarik.
  2. Tidak tertawa, kecuali apabila berhubungan dengan kebenaran.
  3. Tidak berlebihan dalam tertawanya hingga tubuhnya bergoyang atau hingga tubuhnya miring atau hingga terlihatlah langit-langit mulut beliau.
  4. Bukan berupa hal yang sia-sia atau permainan semata atau hanya sekedar pengisi waktu lengang semata.


Adab/Etika

a. Meneladani Nabi dalam senyuman dan tawa beliau.

Dari Ka’ab bin Malik r.a, ia berkata: ”Rasulullah apabila (ada sesuatu yang membuatnya) senang (maka) wajah beliau akan bersinar seolah-olah wajah beliau sepenggal rembulan.“ (HR Al-Bukhari kitab al-Maghaazi bab Hadiits Ka’ab bin Malik (no. 4418), al-Fat-h (VIII/142))

b. Tidak tertawa untuk mengejek, mengolok, mencela dan sebagainya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Hujurat: 11)

c. Tidak memperbanyak tertawa.
“Berhati-hatilah dengan tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (Hadits shahih, Shahiibul Jaami’ (no.7435))

d. Tidak menjadikannya sebagai sebuah profesi seperti halnya saat ini.

”Celakalah bagi orang-orang yang bercakap-cakap dengan suatu perkataan untuk membuat sekelompok orang tertawa (dengan perkataan tersebut), sedang ia berbohong dalam percakapannya itu, celakalah baginya dan celakalah baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi kitab az-Zuhd bab Man Takallama bi Kalimatin Yudh-hiku bihan Naas (no. 2315), telah di hasankan oleh Syaikh al-Albani dengan nomor yang sama, terbitan Baitul Afkar ad-Dauliyah)

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi bahwa maknanya adalah apabila seseorang berbicara dengan suatu pembicaraan yang benar untuk membuat orang lain tertawa, hukumnya adalah boleh.
Al-Ghazali berkata, ”Jika demikian, haruslah sesuai dengan canda Rasulullah, tidak dilakukan kecuali dengan benar, tidak menyakiti hati dan tidak pula berlebih-lebihan.”

e. Tidak berlebih-lebihan dalam tertawa dan terbahak-bahak dengan suara yang keras.

”Aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum semata.” (HR. Al-Bukhari kitab al-Aadab bab at-Tabassum wadh Dhahik (no. 6092), al-Fat-h (X/617))
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, ”Yaitu, tidaklah aku melihat beliau berkumpul dalam hal tertawa, di mana beliau tertawa dengan sempurna dan suka akan hal tersebut secara keseluruhan.”

Berdusta saat bercanda. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud). Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari hadist tersebut di atas sudah sangat jelas. "CELAKALAH...CELAKAH. Masih Kurang paham? Tanyakan pada hati kita masing-masing!


diambil dari beberapa sumber. 

8 HARAPAN HIDUP

Langit masih memayungi, 
Semesta masih berzikir
lantas aku haruskah berlari?
padahal harapanku harusnya terpikir


8 Harapan hidup kita terletak pada doa / sholat kita setiap kali kita duduk diantara dua sujud. 

1. Rabbighfirli - Tuhan ampunilah aku
2. Warhamni - Sayangilah aku
3. Wajburni - Cukupilah kekuranganku
4. Warfa'ni - Tinggikanlah derajatku
5. Warzuqni - Berikanlah aku rezeki
6. Wahdini - Berikanlah aku petunjuk
7. Wa'afini - Sehatkanlah aku
8. Wa'fu'anni - Maafkanlah aku

Pernahkah tersadari oleh kita semua betapa indahnya saat kita tahu kita sedang memohon, bukan cepat-cepat menyelesaikan sholat kita. 
Terkadang yang terbesit dibenak kita adalah yang penting doa. Cepat itu lebih baik. Padahal kita tahu 8 harapan hidup kita ada pada duduk diantara dua sujud. 
Coba saja, saat kita tahu memperlama duduk kita. Kita renungi kita benar-benar membaca sambil menghayati artinya. Disinilah tempat terindah kita. Kita memohon doa dengan lengkap. 

Di antara sunah yang banyak ditinggalkan adalah ‘memperlama duduk di antara dua sujud’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang memperlama duduk di antara dua sujud, sampai makmum mengatakan, ‘Beliau lupa.’ (H.R. Bukhari)

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sunah semacam ini ditinggalkan banyak orang setalah berakhirnya zaman para sahabat.” (Zadul Ma’ad, 1/230)
Setiap sholat kadang kita tidak menyadari hal ini.  Bukan sekedar menyadari tapi menghayati. 
Dengan kesadaran kita, akan menikmati sholat duduk diantara dua sujud. 
Jadi, sudahkah sholat kita selama ini benar?

Sama halnya jika kita menghafal Al-quran tanpa dikaji bukan sekedar mengaji nanti jadinya tak afdol, hati masih kurang bisa berpikir. Tapi Allah masih memberikan kita pikiran untuk berpikir mencari ilmu dan menambah ilmu.

Bahwasanya kita tidak boleh bercepat-cepat dalam sholat dan sombong. Jangan pernah merasa sok suci. Karena Allah Maha Tahu siapa yang suci. Wallahu’alam.
Maaf tidak bisa menulis banyak-banyak rangkaian tentang duduk diantara dua sujud dari point pertama. Saya telat mendengarkan kajian. 

Mari kita perlama duduk dua diantara sujud kita, kita renungi lagi. Biarlah sholat kita lama asal kita bisa tenang mengamalkan ibadah kita dengan baik. Ingat jangan merasa bangga dengan ibadah kita.
Ayo terbarkan kebaikan, sebarkan kebenaran. 

Wallahu'alam.


Langit masih memayungi, 
Semesta masih berzikir
lantas aku haruskah berlari?
padahal harapanku harusnya terpikir


8 Harapan hidup kita terletak pada doa / sholat kita setiap kali kita duduk diantara dua sujud. 

1. Rabbighfirli - Tuhan ampunilah aku
2. Warhamni - Sayangilah aku
3. Wajburni - Cukupilah kekuranganku
4. Warfa'ni - Tinggikanlah derajatku
5. Warzuqni - Berikanlah aku rezeki
6. Wahdini - Berikanlah aku petunjuk
7. Wa'afini - Sehatkanlah aku
8. Wa'fu'anni - Maafkanlah aku

Pernahkah tersadari oleh kita semua betapa indahnya saat kita tahu kita sedang memohon, bukan cepat-cepat menyelesaikan sholat kita. 
Terkadang yang terbesit dibenak kita adalah yang penting doa. Cepat itu lebih baik. Padahal kita tahu 8 harapan hidup kita ada pada duduk diantara dua sujud. 
Coba saja, saat kita tahu memperlama duduk kita. Kita renungi kita benar-benar membaca sambil menghayati artinya. Disinilah tempat terindah kita. Kita memohon doa dengan lengkap. 

Di antara sunah yang banyak ditinggalkan adalah ‘memperlama duduk di antara dua sujud’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang memperlama duduk di antara dua sujud, sampai makmum mengatakan, ‘Beliau lupa.’ (H.R. Bukhari)

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sunah semacam ini ditinggalkan banyak orang setalah berakhirnya zaman para sahabat.” (Zadul Ma’ad, 1/230)
Setiap sholat kadang kita tidak menyadari hal ini.  Bukan sekedar menyadari tapi menghayati. 
Dengan kesadaran kita, akan menikmati sholat duduk diantara dua sujud. 
Jadi, sudahkah sholat kita selama ini benar?

Sama halnya jika kita menghafal Al-quran tanpa dikaji bukan sekedar mengaji nanti jadinya tak afdol, hati masih kurang bisa berpikir. Tapi Allah masih memberikan kita pikiran untuk berpikir mencari ilmu dan menambah ilmu.

Bahwasanya kita tidak boleh bercepat-cepat dalam sholat dan sombong. Jangan pernah merasa sok suci. Karena Allah Maha Tahu siapa yang suci. Wallahu’alam.
Maaf tidak bisa menulis banyak-banyak rangkaian tentang duduk diantara dua sujud dari point pertama. Saya telat mendengarkan kajian. 

Mari kita perlama duduk dua diantara sujud kita, kita renungi lagi. Biarlah sholat kita lama asal kita bisa tenang mengamalkan ibadah kita dengan baik. Ingat jangan merasa bangga dengan ibadah kita.
Ayo terbarkan kebaikan, sebarkan kebenaran. 

Wallahu'alam.


ADAB-ADAB BERBUSANA


بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


CREDIT

1). Tidak berlebih-lebihan dalam berbusana

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : 

"Makan, minum, bersedekah dan berpakaianlah tanpa disertai dengan sikap berlebih-lebihan atau sikap sombong."

(HR.an-nasa'i dan ibnu majah dari jalur amru bin syu'aib. sanadnya hasan)

2). Do'a syar'i ketika mengenakan pakaian baru :

Diriwayatkan dari abu sa'id al-khudri radiyallahu 'anhu,ia berkata,

"Sesungguhnya apabila rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memakai pakaian baru atau sorban baru, atau gamis baru atau kain baru, beliau mengucapkan asma Allah kemudian membaca :

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ انْتَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِع لَهُ

"Ya Allah,segala puji bagimu, engkaulah yang telah memberiku pakaian. aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang tlah ditetapkan atasnya. Aku berlindung kepadamu dari keburukannya dan keburukan yang telah ditetapkan atasnya. " (HR. abu dawud,at-tirmidzi,an-nasa'i )


3). Memulai dari yang sebelah kanan

Berdasarkan hadits 'aisyah radiyallahu 'anha, ia berkata :

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suka mendahulukan bagian kanan ketika memakai sandal, berhias dan bersuci serta dalam semua pekerjaannya."

4). Larangan terhadap wanita untuk melepaskan pakaiannya atau menyikap auratnya kecuali di rumah mahramnya
diriwayatkan dari 'aisyah radiyallahu 'anhu, ia berkata : 

"Tidaklah seorang wanita menanggalkan pakaiannya di luar rumah sendiri melainkan ia tlah merobek apa yg ada antara ia dan allah subhanahu wa ta'ala." (HR. abu dawud, at-tirmidzi,ibnu majah)

Semoga Allah menjadikan kita hambanya yang selalu bertakwa,selalu melaksanakan kewajibanNYA,dan memudahkan kita untuk menjauhi laranganNya dan kita bisa berkumpul disurgaNYA.

Aamiiin

****

Jadilah orang baik dan tutuplah aurat mu.

Sumber : Ummu Fahrian Ida. 




بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


CREDIT

1). Tidak berlebih-lebihan dalam berbusana

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : 

"Makan, minum, bersedekah dan berpakaianlah tanpa disertai dengan sikap berlebih-lebihan atau sikap sombong."

(HR.an-nasa'i dan ibnu majah dari jalur amru bin syu'aib. sanadnya hasan)

2). Do'a syar'i ketika mengenakan pakaian baru :

Diriwayatkan dari abu sa'id al-khudri radiyallahu 'anhu,ia berkata,

"Sesungguhnya apabila rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memakai pakaian baru atau sorban baru, atau gamis baru atau kain baru, beliau mengucapkan asma Allah kemudian membaca :

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ انْتَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِع لَهُ

"Ya Allah,segala puji bagimu, engkaulah yang telah memberiku pakaian. aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang tlah ditetapkan atasnya. Aku berlindung kepadamu dari keburukannya dan keburukan yang telah ditetapkan atasnya. " (HR. abu dawud,at-tirmidzi,an-nasa'i )


3). Memulai dari yang sebelah kanan

Berdasarkan hadits 'aisyah radiyallahu 'anha, ia berkata :

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suka mendahulukan bagian kanan ketika memakai sandal, berhias dan bersuci serta dalam semua pekerjaannya."

4). Larangan terhadap wanita untuk melepaskan pakaiannya atau menyikap auratnya kecuali di rumah mahramnya
diriwayatkan dari 'aisyah radiyallahu 'anhu, ia berkata : 

"Tidaklah seorang wanita menanggalkan pakaiannya di luar rumah sendiri melainkan ia tlah merobek apa yg ada antara ia dan allah subhanahu wa ta'ala." (HR. abu dawud, at-tirmidzi,ibnu majah)

Semoga Allah menjadikan kita hambanya yang selalu bertakwa,selalu melaksanakan kewajibanNYA,dan memudahkan kita untuk menjauhi laranganNya dan kita bisa berkumpul disurgaNYA.

Aamiiin

****

Jadilah orang baik dan tutuplah aurat mu.

Sumber : Ummu Fahrian Ida. 



Bulan Muharram, Antara Sunnah & yang menyelisihinya.



credit

Keutamaan:

1. Termasuk dari 4 bulan haram.
(Lihat QS.At-Taubah:36)
Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(Qs. at Taubah : 36)

2. Termasuk bulan yang mulia
(Lihat,HR.al-Bukhari,no.2958 dr Abu Bakrah).
Ketika haji wada’ Rasulallah bersabda : Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharram dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).

3. Puasa di bulan Muharram lebih utama setelah Ramadhan (Lihat,HR.Muslim,no.1982), 

khususnya tgl 10 Muharram dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.(Lihat,HR.Muslim lainnya)

> Amalan Yang dianjurkan:

1. Tidak berbuat dzalim pada bulan ini,baik yang kecil maupun yang besar. 
     (Lihat,QS.At-Taubah:36 & HR.Muslim)

2. Puasa 10 Muharram (Asyura`). 

Nabi pernah ditanya ttg puasa di hari 'Asyura, maka beliau menjawab ,"Puasa itu bisa menghapuskan(dosa-dosa kecil) pada tahun sebelumnya."

“ Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurahman bahwa dia mendengar Mu'awiyah bin Abu Sufyan radiyallahhu anhuma pada hari asyura ketika tahun penyelenggaraan haji atas mimbar berkata : "Wahai penduduk Madinah, mana para 'Ulama kalian? Aku pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda : "Ini (10 Muharrom) adalah hari 'Asyuro dan Allah belum mewajibkan puasa atas kalian dan sekarang aku sedang berpuasa, maka siapa yang mau silahkan berpuasa dan siapa yang tidak mau silahkan berbuka (tidak berpuasa) “ (Bukhori :1899 dan Muslim : 2653)

  • Dengan pahala akan diampuni dosa tahun yang lalu :

“Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu “. (Muslim : 2746).
  • Sangat dianjurkan untuk ditambah agar bisa berpuasa di hari yang ke-Sembilan, seperti yang telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang artinya ;

“Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” ( Muslim : 1134/2666)
  • Lebih bagus lagi jika ditambah hari yang ke-Sebelas seperti disebutkan dalan sebuah riwayat dari sahabat Abdullah ibn Abbas :
“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan berbedalah dengan orang Yahudi, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya” (Ibnu Khuzaimah: 2095).


  • Lebih dari itu berpuasa disepanjang bulan Muharom adalah sebaik baik puasa seperti disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits yang disebutkan Imam Muslim :
  • ”Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom” (Muslim No: 2755).


Disukai puasa ‘Asyura` disertai dengan Tasu’a (9 Muharram) untuk menyelisihi orang-orang Yahudi & Nashrani atau disertai dengan puasa tgl 11 Muharram. Atau yg lebih utama puasa tgl 9,10&11 Muharram.

credit

> Keyakinan&Amalan Yang Menyelisihi Sunnah:

  1. 1. Doa akhir tahun dibaca sesudah shalat ‘Ashar,&doa awal tahunnya dibaca sesudah shalat Maghrib (Hadits Palsu)
  2. Puasa akhir bulan Dzulhijjah &puasa awal Muharram (Hadits Palsu)
  3. Pencataan amalan sesorg ditutup pada bulan Muharram& barangsiapa yang mengingatkan akan terbebas dari neraka.(Tidak ada asal-usulnya dari Nabi)
  4. Saling ma’af & mema’afkan (Ma’af & mema’afkan kapan saja waktunya jika diperlukan)
  5. Shalat&dzikir-dzikir khusus, yang disebut dengan shalat ‘Asyura. (Hadits Palsu)
  6.  Bulan Muharram,bulan Anak Yatim (Hadits Palsu)
  7. Mandi Janabah,bercelak,memakai minyak rambut& mewarnai kuku & menyemir rambut karena meyakini ada keutamaan tertentu.(Hadits Palsu)
  8. Dan amalan-amalan yang lain yang tidak ada asal-susulnya dalam syari’at Islam.


> Peringatan: Nabi bersabda,

1. “Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja,maka hendaknya ia menempati tampat duduknya di Neraka.” (HR. al-Bukhari)

2. “Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dirinya,maka amalan tersebut tertolak'."(HR.al-Bukhari&Muslim)

Maka berhati-hatilah..!! 

Semoga bermanfaat. 

Wallohu a’lam bishshowab

Berbagai sumber. 

Silahkan download kalender terbaru 1435 H
KLIK DISINI




credit

Keutamaan:

1. Termasuk dari 4 bulan haram.
(Lihat QS.At-Taubah:36)
Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(Qs. at Taubah : 36)

2. Termasuk bulan yang mulia
(Lihat,HR.al-Bukhari,no.2958 dr Abu Bakrah).
Ketika haji wada’ Rasulallah bersabda : Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharram dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).

3. Puasa di bulan Muharram lebih utama setelah Ramadhan (Lihat,HR.Muslim,no.1982), 

khususnya tgl 10 Muharram dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.(Lihat,HR.Muslim lainnya)

> Amalan Yang dianjurkan:

1. Tidak berbuat dzalim pada bulan ini,baik yang kecil maupun yang besar. 
     (Lihat,QS.At-Taubah:36 & HR.Muslim)

2. Puasa 10 Muharram (Asyura`). 

Nabi pernah ditanya ttg puasa di hari 'Asyura, maka beliau menjawab ,"Puasa itu bisa menghapuskan(dosa-dosa kecil) pada tahun sebelumnya."

“ Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurahman bahwa dia mendengar Mu'awiyah bin Abu Sufyan radiyallahhu anhuma pada hari asyura ketika tahun penyelenggaraan haji atas mimbar berkata : "Wahai penduduk Madinah, mana para 'Ulama kalian? Aku pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda : "Ini (10 Muharrom) adalah hari 'Asyuro dan Allah belum mewajibkan puasa atas kalian dan sekarang aku sedang berpuasa, maka siapa yang mau silahkan berpuasa dan siapa yang tidak mau silahkan berbuka (tidak berpuasa) “ (Bukhori :1899 dan Muslim : 2653)

  • Dengan pahala akan diampuni dosa tahun yang lalu :

“Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu “. (Muslim : 2746).
  • Sangat dianjurkan untuk ditambah agar bisa berpuasa di hari yang ke-Sembilan, seperti yang telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang artinya ;

“Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” ( Muslim : 1134/2666)
  • Lebih bagus lagi jika ditambah hari yang ke-Sebelas seperti disebutkan dalan sebuah riwayat dari sahabat Abdullah ibn Abbas :
“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan berbedalah dengan orang Yahudi, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya” (Ibnu Khuzaimah: 2095).


  • Lebih dari itu berpuasa disepanjang bulan Muharom adalah sebaik baik puasa seperti disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits yang disebutkan Imam Muslim :
  • ”Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom” (Muslim No: 2755).


Disukai puasa ‘Asyura` disertai dengan Tasu’a (9 Muharram) untuk menyelisihi orang-orang Yahudi & Nashrani atau disertai dengan puasa tgl 11 Muharram. Atau yg lebih utama puasa tgl 9,10&11 Muharram.

credit

> Keyakinan&Amalan Yang Menyelisihi Sunnah:

  1. 1. Doa akhir tahun dibaca sesudah shalat ‘Ashar,&doa awal tahunnya dibaca sesudah shalat Maghrib (Hadits Palsu)
  2. Puasa akhir bulan Dzulhijjah &puasa awal Muharram (Hadits Palsu)
  3. Pencataan amalan sesorg ditutup pada bulan Muharram& barangsiapa yang mengingatkan akan terbebas dari neraka.(Tidak ada asal-usulnya dari Nabi)
  4. Saling ma’af & mema’afkan (Ma’af & mema’afkan kapan saja waktunya jika diperlukan)
  5. Shalat&dzikir-dzikir khusus, yang disebut dengan shalat ‘Asyura. (Hadits Palsu)
  6.  Bulan Muharram,bulan Anak Yatim (Hadits Palsu)
  7. Mandi Janabah,bercelak,memakai minyak rambut& mewarnai kuku & menyemir rambut karena meyakini ada keutamaan tertentu.(Hadits Palsu)
  8. Dan amalan-amalan yang lain yang tidak ada asal-susulnya dalam syari’at Islam.


> Peringatan: Nabi bersabda,

1. “Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja,maka hendaknya ia menempati tampat duduknya di Neraka.” (HR. al-Bukhari)

2. “Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dirinya,maka amalan tersebut tertolak'."(HR.al-Bukhari&Muslim)

Maka berhati-hatilah..!! 

Semoga bermanfaat. 

Wallohu a’lam bishshowab

Berbagai sumber. 

Silahkan download kalender terbaru 1435 H
KLIK DISINI


Menghargai Diri




Seketika saya dikepung rasa bingung. Entah kenapa tanda tanya besar mulai berputar mengitari ingatanku. Waktu sudah terlalu cepat berlalu. Tapi diri ini kadang masih ingin menengok ke belakang pelan-pelan. Menengok untuk mencoba menghapus jejaknya, menengok untuk mencoba mengenang kisahnya.

Ada wajah-wajah bosan diantara wajah-wajah setia pada kenangan.
Ada wajah-wajah ayu menggugu menunggu waktu melaju.

Sadari kita pernah bertanya dalam diri ini, mengapa orang lain tak bisa menghargaiku?
Menghargai aku ada di hadapannya!
Menghargai aku sebagai kakaknya!
Menghargai aku sebagai atasannya!
Menghargai aku sebagai tetangganya!
Menghargai ucapanku yang sejujurnya!
Menghargai aku sebagai manusia!

Pernahkah terpikir begitu? Atau mungkin baru saja kita merasa tidak dihargai?
Oh, tidak! Ini semua pasti pernah terjadi kepadapun siapapun dimanapun. Mungkin baru detik tadi.

Kemudian rasa itu mengepung dan menyumbul diantara masalah hidup yang dirasakan menderita tak berkesudahan. Hei, tuan dan nona istirahatlah sejenak. Aku punya solusi terbaik.
Biarlah orang lain tak menghargai kita, yang penting kita ini berharga di mata Allah.

Biarlah kita tidak dihargai namun kita berusaha menghargai. Teguran terindah adalah ketika sadar mungkin saja diri ini di mataNya jauh lebih tak berharga.

Tanyakan apa yang ku lakukan apa pantas dihadapanNYa?
Atau aku terlalu sibuk memikirkan dunia? Bersenang-senang sesuka hati tanpa mengenal pedoman terindah Al-qur’an?
Mungkin saja Allah lebih tahu kau sama sekali  sesungguhnya kita tak berharga bagiNya. #Sedihnya.

Maka pantaskanlah diri ini untuk menghargai diri kita sendiri. Berharga dihadapanNya. Menjadi solusi terbaik dari masalah menghargai sesungguhnya. 
 

Bukan masalah jika manusia tidak lagi menghargai kita, ada yang lebih menyedihkan yaitu ketika diri tidak lagi berharga #kutipan mba rindu,  bukan milikku.

Tuhan pasti punya rencana besar dari cara "menghargai diri".
“Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

sumber gambar : google tumblr


Salam hangat 
Annur Karimah





Seketika saya dikepung rasa bingung. Entah kenapa tanda tanya besar mulai berputar mengitari ingatanku. Waktu sudah terlalu cepat berlalu. Tapi diri ini kadang masih ingin menengok ke belakang pelan-pelan. Menengok untuk mencoba menghapus jejaknya, menengok untuk mencoba mengenang kisahnya.

Ada wajah-wajah bosan diantara wajah-wajah setia pada kenangan.
Ada wajah-wajah ayu menggugu menunggu waktu melaju.

Sadari kita pernah bertanya dalam diri ini, mengapa orang lain tak bisa menghargaiku?
Menghargai aku ada di hadapannya!
Menghargai aku sebagai kakaknya!
Menghargai aku sebagai atasannya!
Menghargai aku sebagai tetangganya!
Menghargai ucapanku yang sejujurnya!
Menghargai aku sebagai manusia!

Pernahkah terpikir begitu? Atau mungkin baru saja kita merasa tidak dihargai?
Oh, tidak! Ini semua pasti pernah terjadi kepadapun siapapun dimanapun. Mungkin baru detik tadi.

Kemudian rasa itu mengepung dan menyumbul diantara masalah hidup yang dirasakan menderita tak berkesudahan. Hei, tuan dan nona istirahatlah sejenak. Aku punya solusi terbaik.
Biarlah orang lain tak menghargai kita, yang penting kita ini berharga di mata Allah.

Biarlah kita tidak dihargai namun kita berusaha menghargai. Teguran terindah adalah ketika sadar mungkin saja diri ini di mataNya jauh lebih tak berharga.

Tanyakan apa yang ku lakukan apa pantas dihadapanNYa?
Atau aku terlalu sibuk memikirkan dunia? Bersenang-senang sesuka hati tanpa mengenal pedoman terindah Al-qur’an?
Mungkin saja Allah lebih tahu kau sama sekali  sesungguhnya kita tak berharga bagiNya. #Sedihnya.

Maka pantaskanlah diri ini untuk menghargai diri kita sendiri. Berharga dihadapanNya. Menjadi solusi terbaik dari masalah menghargai sesungguhnya. 
 

Bukan masalah jika manusia tidak lagi menghargai kita, ada yang lebih menyedihkan yaitu ketika diri tidak lagi berharga #kutipan mba rindu,  bukan milikku.

Tuhan pasti punya rencana besar dari cara "menghargai diri".
“Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

sumber gambar : google tumblr


Salam hangat 
Annur Karimah


Catatan Virus Merah Jambu

Bismillahirrohmanirrohim.
Siang ini saja, aku ingin bercengkrama dengan masa lalu. Catatan Virus Merah Jambu, bukan Terapi Virus Merah Jambu yang sebenarnya. 
Untuk edisi kali ini, sebagai pengingat diri dan mengingati diri semua ummahat agar kita tidak terjerumus maksiat. 
Jujur terkadang aku merasa pelik bahkan panik. Ya ini bukan sekedar "kebenaran belaka" ini hanya ada di dunia nyata. Tak pernah bisa jadi berada di dunia maya, mungkin yang pernah mengalami dunia maya?
Ah, aku sebenarnya tak pernah tertarik menengok masa lalu. Tapi aku merasa khawatir dengan masa kini yang datanganya terlalu pagi.Pagi-pagi kau sudah pamerkan aksimu, gayamu, kendaraan mewahmu, fuih sesak nafasku tuan. 
Aku sedang bicara apa sih?
Begini, ini tentang seseorang yang terjangkit virus merah jambu! Eitz siapa bilang virus merah jambu selalu berbinar-binar ataupun berbunga-bunga layaknya bunga-bunga di taman?
akhir-akhir ini aku selalu mencoba bersabar dalam menghadapi sifat si jambu merah ini. Tapi batas kenyamananku tak bisa ditolerir. Kya... harus diakhiri. 
Semoga.

Wahai hati tuan yang tak bernona
menunggu tanpa mengenal lelah
merasa yakin bersajak ria 
padahal nafas sudah terlihat jengah

Wahai hati yang tak bermajlis ilmu
singkirkan saja masa lalu
dia nona yang bersyair lurus tak menepi
jangan sakiti, baginya kamu tak berarti

idih apaan ini?
Aku sedang merasakan musibah kawan, kenapa? karena ada tuan tak tahu hati berprasangka baik. Dia tak pernah tersadar telah menyumbul diantara ribuan batu, ya dia bagaikan pasir sehingga batu kecil itu tertutupi batu. 
Kadang ia menggalau, tingkah lakunya bagai patah hati perkeping-keping terkena pisau belati. 
Tubuhnya merasa meronta sembari meraung-raung dalam ungkapan "galau" lalu ia posting dalam status tak tak mengenal masa.

Pernahkah merasa tersiksa?
Saya seringkali teman, diintimidasi perasaan bersalah terhadap bayang-bayang lelaki tak berbaik sangka kepada Allah SWT. Ah, bagaimana bisa menemakan ini sebuah penolakan yang tegas. Ketika kita tahu ada seseorang yang diam-diam mencoba mencuri hati kita dari sangkarnya?
Diam-diam bukannya tak tahu, tapi seperti terlihat bodoh merajai. Dulu saat jaman ababil SMA, tetanggaku juga diam-diam salah mengartikanku. Sikapku memang selalu ramah terhadap semua orang, tak disangka tak dingana diam-diam ku mulai mendengar lewat angkasa suara dia mengirimkan salam melalui satelit ruang bernamakan radio. 

LINK
Oh, dunia kemudian ada lagi yang akhirnya hingga detik ini tak mau kabur dari hadapanku. Ku sudah menolaknya pelan. Namun masih hadir diam-diam, ku acuhkan bukannya menghilang malah menjadi. Ku redam untuk berprasangka baik. Tapi tetap mendrama korea terjebak india. (Lari-larinya dibawah matahari terik panas pohonnya gersang bak di musim gugur) #nyesek tuan. 

Jika perasaan ini berubah ngefans kepadaku? sebaiknya buanglah. Saya tahu terkadang sosok tubuh manusia itu bisa jadi musibah bila keindahannya menarik perhatianmu. Tapi kenanglah aku ini tumbuh dari air yang hina, sama seperti tuan-tuan.
**

Dulu, ya aku mungkin sebelum behijab juga sama. menyukai seseorang tapi apa iya diriku sampai segila ini? Ditolak lantas aku masih berusaha cari make-up, cari bunga, cari batu; lalu timpuk dia biar melihatku?
Ku tahu, kau masih congak tuan, harusnya kau sadar diri. Disini merasa tersiksa.#tekanan batin.

Ku harapkan semoga kau cepat dapat jodoh. Jadi tak mengharapku dengan memperlihatkan keangkuhanmu agar dunia ini terlirik melihatmu. Jadinya melulu tersungut. Dan harapanku, ku bisa resign dari pekerjaanku dan menemukan waktu yang tak terbatas bukan hanya khayalan virus merah jambu.


Dengan tangis tak bekesudahan ku tahu galaunya itu berlebihan.
Sampai-sampai hatiku menggila ; pekik "dasar lelaki aneh"
Protective sekali terhadapku, selesai pulang berkelana kau mencuri waktu diam-diam untuk menengokku.
Hei, aku terhijabi, tuan pun harusnya sama.

Teruntuk ummahat.
Virus ini bahayanya luar biasa. virus komputerpun lewat. Virus ini kalau meradang dan kumat tak ada obat bisa jadi membuat semakin menggila, bahkan bunuh diri, depresi, stress, berangan-angan nyasar ke lapak orang pula.
Jadikanlah cintamu hanya PadaNYA sampai benar-benar ada yang halal.
Islam memang tidak melarang "jatuh cinta" tapi cintailah dulu Allah, baru bisa mencintai yang lain bukan?

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-Nissa : 30)

 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya……” (An-Nissa : 31)


Bismillahirrohmanirrohim.
Siang ini saja, aku ingin bercengkrama dengan masa lalu. Catatan Virus Merah Jambu, bukan Terapi Virus Merah Jambu yang sebenarnya. 
Untuk edisi kali ini, sebagai pengingat diri dan mengingati diri semua ummahat agar kita tidak terjerumus maksiat. 
Jujur terkadang aku merasa pelik bahkan panik. Ya ini bukan sekedar "kebenaran belaka" ini hanya ada di dunia nyata. Tak pernah bisa jadi berada di dunia maya, mungkin yang pernah mengalami dunia maya?
Ah, aku sebenarnya tak pernah tertarik menengok masa lalu. Tapi aku merasa khawatir dengan masa kini yang datanganya terlalu pagi.Pagi-pagi kau sudah pamerkan aksimu, gayamu, kendaraan mewahmu, fuih sesak nafasku tuan. 
Aku sedang bicara apa sih?
Begini, ini tentang seseorang yang terjangkit virus merah jambu! Eitz siapa bilang virus merah jambu selalu berbinar-binar ataupun berbunga-bunga layaknya bunga-bunga di taman?
akhir-akhir ini aku selalu mencoba bersabar dalam menghadapi sifat si jambu merah ini. Tapi batas kenyamananku tak bisa ditolerir. Kya... harus diakhiri. 
Semoga.

Wahai hati tuan yang tak bernona
menunggu tanpa mengenal lelah
merasa yakin bersajak ria 
padahal nafas sudah terlihat jengah

Wahai hati yang tak bermajlis ilmu
singkirkan saja masa lalu
dia nona yang bersyair lurus tak menepi
jangan sakiti, baginya kamu tak berarti

idih apaan ini?
Aku sedang merasakan musibah kawan, kenapa? karena ada tuan tak tahu hati berprasangka baik. Dia tak pernah tersadar telah menyumbul diantara ribuan batu, ya dia bagaikan pasir sehingga batu kecil itu tertutupi batu. 
Kadang ia menggalau, tingkah lakunya bagai patah hati perkeping-keping terkena pisau belati. 
Tubuhnya merasa meronta sembari meraung-raung dalam ungkapan "galau" lalu ia posting dalam status tak tak mengenal masa.

Pernahkah merasa tersiksa?
Saya seringkali teman, diintimidasi perasaan bersalah terhadap bayang-bayang lelaki tak berbaik sangka kepada Allah SWT. Ah, bagaimana bisa menemakan ini sebuah penolakan yang tegas. Ketika kita tahu ada seseorang yang diam-diam mencoba mencuri hati kita dari sangkarnya?
Diam-diam bukannya tak tahu, tapi seperti terlihat bodoh merajai. Dulu saat jaman ababil SMA, tetanggaku juga diam-diam salah mengartikanku. Sikapku memang selalu ramah terhadap semua orang, tak disangka tak dingana diam-diam ku mulai mendengar lewat angkasa suara dia mengirimkan salam melalui satelit ruang bernamakan radio. 

LINK
Oh, dunia kemudian ada lagi yang akhirnya hingga detik ini tak mau kabur dari hadapanku. Ku sudah menolaknya pelan. Namun masih hadir diam-diam, ku acuhkan bukannya menghilang malah menjadi. Ku redam untuk berprasangka baik. Tapi tetap mendrama korea terjebak india. (Lari-larinya dibawah matahari terik panas pohonnya gersang bak di musim gugur) #nyesek tuan. 

Jika perasaan ini berubah ngefans kepadaku? sebaiknya buanglah. Saya tahu terkadang sosok tubuh manusia itu bisa jadi musibah bila keindahannya menarik perhatianmu. Tapi kenanglah aku ini tumbuh dari air yang hina, sama seperti tuan-tuan.
**

Dulu, ya aku mungkin sebelum behijab juga sama. menyukai seseorang tapi apa iya diriku sampai segila ini? Ditolak lantas aku masih berusaha cari make-up, cari bunga, cari batu; lalu timpuk dia biar melihatku?
Ku tahu, kau masih congak tuan, harusnya kau sadar diri. Disini merasa tersiksa.#tekanan batin.

Ku harapkan semoga kau cepat dapat jodoh. Jadi tak mengharapku dengan memperlihatkan keangkuhanmu agar dunia ini terlirik melihatmu. Jadinya melulu tersungut. Dan harapanku, ku bisa resign dari pekerjaanku dan menemukan waktu yang tak terbatas bukan hanya khayalan virus merah jambu.


Dengan tangis tak bekesudahan ku tahu galaunya itu berlebihan.
Sampai-sampai hatiku menggila ; pekik "dasar lelaki aneh"
Protective sekali terhadapku, selesai pulang berkelana kau mencuri waktu diam-diam untuk menengokku.
Hei, aku terhijabi, tuan pun harusnya sama.

Teruntuk ummahat.
Virus ini bahayanya luar biasa. virus komputerpun lewat. Virus ini kalau meradang dan kumat tak ada obat bisa jadi membuat semakin menggila, bahkan bunuh diri, depresi, stress, berangan-angan nyasar ke lapak orang pula.
Jadikanlah cintamu hanya PadaNYA sampai benar-benar ada yang halal.
Islam memang tidak melarang "jatuh cinta" tapi cintailah dulu Allah, baru bisa mencintai yang lain bukan?

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-Nissa : 30)

 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya……” (An-Nissa : 31)


Si cantik & Si Buruk Rupa


Mungkin lebih dari 6 akhwat yang telah di-nazhar Aa. Tapi tak satu pun yang sesuai dengan pilihan hatinya. Padahal mayoritas dari mereka adalah akhwat yang aktif di lingkungan taklim dan pondok pesantren. Kurang apalagi? “Kurang cantik…” pengakuan polos si Aa. Kontan ia pun mendapat julukan ikhwan pilih-pilih plus tukang nazhar!

“Afwan, ukhti bisa kirimkan foto terbaru?” pinta seorang ikhwan. Pikirnya karena jarak mereka cukup jauh ia ingin melihat sekilas gambaran wajah sang akhwat. “Saya takut udah jauh-jauh ternyata enggak cocok wajah dan fisiknya….” demikianlah kilahnya.

Sang akhwat yang tak pede dengan wajah dan fisiknya pun menjawab, “Afwan juga, saya tak bisa melakukan, saya enggak suka cara antum! Akhi termasuk laki-laki yang hanya mempertimbangkan fisik!” Akhirnya sang akhwat pun memutuskan proses taarufnya karena merasa tersinggung.

KRITERIA  CANTIK

Ada dua kubu yang berbeda pendapat. Wanita biasa menyatakan bahwa cantik itu relatif. Namun tidak dengan laki-laki yang suka menyatakan cantik itu absolut. Jalan tengahnya? Cantik itu bisa secara fisik atau bisa juga dari sisi lain?

Cantik secara fisik memang sudah standar. Parameter umum adalah adanya keseimbangan, misalnya antara mata, hidung, bibir dan bentuk wajahnya. Tinggi dan berat badan juga kadang menjadi bumbu penilaian seorang wanita itu cantik atau tidak. Bintang iklan sabun mandi – nastaghfirullah, sering terlihat baik sengaja maupun tidak sengaja- adalah salah satu manisfestasi kecantikan wanita secara fisik.

Lalu bagaimana cantik dalam arti relatif? Adalah penilaian cantik berdasarkan nilai keseluruhan meliputi kepribadian atau akhlak, adab, akidah dan manhaj yang lurus. Kadang wajah sekadar bumbu untuk menambah nilai kecantikan seorang wanita. Seorang wanita yang tidak berjilbab walaupun wajahnya bak bintang iklan sabun tentu tak bernilai cantik. Namun seorang wanita yang akidah dan manhajnya lurus, akhlaknya mulia ditambah lagi wajah yang cantik adalah wanita ideal dambaan laki-laki. Masalahnya, kebanyakan wanita berwajah tidak cantik. Umumnya biasa dan sebagian diberi wajah oleh Allah kurang dari rata-rata.

FENOMENA BURUK RUPA

Semuanya adalah anugerah Allah. Setiap manusia harus bersyukur dengan pemberian-Nya. Siapa yang bersyukur pasti Allah akan tambah anugerah-Nya.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)

Seorang wanita memang tidak perlu merasa rendah diri karena wajah dan penampilannya yang kurang menarik. Jika itu di kalangan umum (masyarakat yang tak berjilbab) biasanya mereka merasa khawatir. Selain jumlah wanitanya jauh lebih banyak, para laki-lakinya pun amat mementingkan kecantikan fisik daripada akhlak. Sehingga banyak wanita yang secara fisik tidak menarik amat sulit mendapatkan jodoh.

Sedikit berbeda di kalangan yang lebih islami, karena tarbiyah islam menempatkan kecantikan agama sebagai kuncinya, faktor kekurangmenarikan pada wajah bisa ditutupi. Selain itu perbandingan jumlah wanita dan laki-laki cukup relatif. Jama’ah satu majelis taklim kadang lebih banyak ikhwannya dari akhwatnya. Sehingga bisa jadi dua orang ikhwan saling berebut seorang wanita. Sebagaimana sebuah kasus di sebuah kota di Jawa Timur, seorang laki-laki dengan gagah berani mengkhianati sebuah perjanjian dengan saudaranya demi mendapatkan wanita incarannya.

APAKAH SALAH JIKA LAKI-LAKI INGIN YANG CANTIK?

Dalam sebuah hadist dijelaskan, ada empat hal yang biasa menjadi pertimbangan seorang laki-laki untuk menetapkan pilihannya atas seorang wanita yang ingin ia nikahi. Orang Jawa mungkin biasa merangkumnya dalam istilah “bibit, bebet, bobot”. Pertimbangan keturunan atau nasab, hartanya, kecantikannya atau karena agamanya.

Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Wanita dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya, maka carilah agamanya (kalau tidak) engkau akan celaka.” (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi di dalam syarah Muslim menjelaskan bahwa barangsiapa yang lebih memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah serta terlindung dari berbagai mafsadat. Ini sebagai buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.

Seorang laki-laki memang punya hak untuk memilih wanita dan cantik. Dan dalam satu kondisi masalah selera ini bisa menjadi bibit konflik di belakang hari karena adanya keterpaksaan dikala memilihnya. Seorang istri yang kebetulan wajahnya kurang menarik dan tak pandai berdandan guna memenuhi kesenangan suaminya, mampu menyebabkan sang suami hilang sakinahnya. Namun bagaimanapun juga harus disadari bahwa seorang wanita yang cantik wajahnya dan baik agamanya adalah hal yang amat jarang ditemui.

Pernah seorang laki-laki mengeluh kepada Rasulullah bahwa istrinya adalah seorang yang tak mampu menahan tangan laki-laki lain. Kemudian Rasulullah menyuruh untuk menceraikan saja. Namun laki-laki tadi berkata, bahwa ia masih suka dn cinta kepada istrinya. Lalu Rasulullah pun memutuskan untuk kembali kepada istrinya untuk sekadar mencari kesenangan.

Dalam kisah tersebut tersirat keterangan bahwa seorang wanita yang tidak baik agamanya bisa saja masih mampu untuk memberi manfaat dalam satu sisi dan sakinah dalam bercengkrama. Namun tidak dalam hal lain, terbukti laki-laki tadi mengadukan permasalahannya kepada Rasulullah.

Tinggal mana pilihan yang akan diambil, punya istri cantik namun kurang agamanya? Atau istri tidak cantik namun baik agamanya? Jika cantik dan juga baik agamanya tentu siapa pun akan mau! Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat pada jasad dan penampilan kalian, akan tetapi Dia akan melihat pada hati kalian.” (Hadist riwayat Muslim)

INNER BEAUTY



Kecantikan hati merupakan cermin dari bersihnya hati dan kekotoran yang menutupi keindahannya. Agak beda dengan wajah, kecantikan hati ini bisa diupayakan melalui tips dan trik tertentu. Semakin baik melaksanakan tips dan trik itu maka hati akan terus bertambah cantik. Dan yang menarik , kecantikan ini tak akan lekang oleh zaman. Nah bagaimana kiatnya? Secara ringkas ada beberapa tips yang bis dipraktekkan.

Smart dengan Ilmu Agama

Seorang wanita akan bertambah cantik dengan kepintarannya dalam beragama. Realita menunjukkan semakin umat ini paham dengan agama maka bergeser pula pertimbangannya dalam memilih wanita idamannya. Jika dahulu karena cantik fisik maka pintar dalam agama kini juga banyak dijadikan pertimbangan. Yang jelas pintar dalam beragama harus disertai niat ikhlas dalam beribadah hanya kepada-Nya. Sebab bisa saja wanita memoles dirinya dengan kecantikan agama, namun hanya ingin sekadar mendapatkan jodoh.

Menjalankan Fardhu dan Sunnah

Ini merupakan tips utama mempercantik hati. Bahkan tips sisanya tak banyak berguna bila yang fardhu tak ditunaikan. Shalat yang 5 waktu misalnya. Boleh jadi seseorang menjalankan berbagai amal kebajikan namun bila ia meninggalkan shalat, maka amalan yang lain tak akan memperindah hati.

Tilawah Al-Quran

Tips ini sangat ampuh untk menghilangkan penyakit yang memperburuk penampilan hati. Bagaimana tidak, Allah sendiri berfirman tentang Al-Quran.

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit  (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Dzikrullah

Bibir yang terawat dengan baik akan menambah kecantikan. Bibir yang diberi resp khusus pun akan semakin mempercantik hati. Caranya adalah membasahi bibir dengan dzikir kepada Allah. Termasuk juga menghindarkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kekotoran, seperti menggunjing, berkata kotor, dusta dan ingkar janji.

Shalat Lail

Shalat malam adalah amalan utama yang menjadi kebiasaan orang-orang shalih terdahulu. Karena perbuatan ini dicinta Allah maka hati yang indah pun bisa diraih dengannya.

Menjaga Pergaulan

Seorang wanita yang jauh dari sentuhan tangan lelaki asing tentu lebih terhormat kedudukannya. Demikian pula wanita yang terjaga lisannya dari banyak berbicara dengan kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Wanita cantik tentu mahal kehormatannya, tak ternilai dengan dunia dan seisinya. Kemurnian kehormatan akan menambah kecantikannya.

Taubat dan Istighfar

Taubat dan istighfar ibarat pembersih wajah yang mengangkat kotoran. Debu, asap, atau daki dosa kemaksiatan yang menempel insyaallah akan segera lenyap dengan taubat yang nasuha. Kekotoran hati sebenarnya terbentuk dari dosa dan maksiat.

“Sesungguhnya jika seorang mukmin mengerjakan dosa, maka ada noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti dari dosa tersebut dan beristighfar maka hatinya kembali bersih. Jika dosanya bertambah maka bertambah pula noda hitamnya hingga menutup hatinya.” (Hadist riwayat An-Nasai dan At-Tirmidzi)

Ingatkan diri untuk tidak menunda taubat. Karena hal ini akan menambah keras dan karat hati. Rasulullah, teladan kita dan orang yang paling bersih hatinya tak pernah berhenti dari bertaubat dan beristighfar kepada Allah Ta’ala.

“Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, karena aku bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali.” (Hadist riwayat Muslim)

Berdoa

Allah Ta’ala yang mampu mengubah hati para hamba-Nya. Hati yang semula buruk bisa berubah indah karena perlongongan-Nya. Maka jangan lewatkan setiap kesempatan waktu-waktu mustajab untuk berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai hati yang cantik.

Jangan Remehkan Setiap Kebaikan

Kebaikan sekecil apapun adalah pembersih yang menyebabkan hati putih dan cantik.  Maka kerjakanlah kebajikan sekecil apapun walah sekadar berwajah ceria ketika bertemu dengan saudara muslimah. Sebaliknya hindari setiap kejahatan, karena sekecil apapun merupakan kotoran yang memburukkan hati. Tinggalkan kejelekan dan harapkan pahala dari Allah. InsyaAllah hati ini akan putih, cantik dan cemerlang.


Sumber tulisan Journal of the journeys

Mungkin lebih dari 6 akhwat yang telah di-nazhar Aa. Tapi tak satu pun yang sesuai dengan pilihan hatinya. Padahal mayoritas dari mereka adalah akhwat yang aktif di lingkungan taklim dan pondok pesantren. Kurang apalagi? “Kurang cantik…” pengakuan polos si Aa. Kontan ia pun mendapat julukan ikhwan pilih-pilih plus tukang nazhar!

“Afwan, ukhti bisa kirimkan foto terbaru?” pinta seorang ikhwan. Pikirnya karena jarak mereka cukup jauh ia ingin melihat sekilas gambaran wajah sang akhwat. “Saya takut udah jauh-jauh ternyata enggak cocok wajah dan fisiknya….” demikianlah kilahnya.

Sang akhwat yang tak pede dengan wajah dan fisiknya pun menjawab, “Afwan juga, saya tak bisa melakukan, saya enggak suka cara antum! Akhi termasuk laki-laki yang hanya mempertimbangkan fisik!” Akhirnya sang akhwat pun memutuskan proses taarufnya karena merasa tersinggung.

KRITERIA  CANTIK

Ada dua kubu yang berbeda pendapat. Wanita biasa menyatakan bahwa cantik itu relatif. Namun tidak dengan laki-laki yang suka menyatakan cantik itu absolut. Jalan tengahnya? Cantik itu bisa secara fisik atau bisa juga dari sisi lain?

Cantik secara fisik memang sudah standar. Parameter umum adalah adanya keseimbangan, misalnya antara mata, hidung, bibir dan bentuk wajahnya. Tinggi dan berat badan juga kadang menjadi bumbu penilaian seorang wanita itu cantik atau tidak. Bintang iklan sabun mandi – nastaghfirullah, sering terlihat baik sengaja maupun tidak sengaja- adalah salah satu manisfestasi kecantikan wanita secara fisik.

Lalu bagaimana cantik dalam arti relatif? Adalah penilaian cantik berdasarkan nilai keseluruhan meliputi kepribadian atau akhlak, adab, akidah dan manhaj yang lurus. Kadang wajah sekadar bumbu untuk menambah nilai kecantikan seorang wanita. Seorang wanita yang tidak berjilbab walaupun wajahnya bak bintang iklan sabun tentu tak bernilai cantik. Namun seorang wanita yang akidah dan manhajnya lurus, akhlaknya mulia ditambah lagi wajah yang cantik adalah wanita ideal dambaan laki-laki. Masalahnya, kebanyakan wanita berwajah tidak cantik. Umumnya biasa dan sebagian diberi wajah oleh Allah kurang dari rata-rata.

FENOMENA BURUK RUPA

Semuanya adalah anugerah Allah. Setiap manusia harus bersyukur dengan pemberian-Nya. Siapa yang bersyukur pasti Allah akan tambah anugerah-Nya.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)

Seorang wanita memang tidak perlu merasa rendah diri karena wajah dan penampilannya yang kurang menarik. Jika itu di kalangan umum (masyarakat yang tak berjilbab) biasanya mereka merasa khawatir. Selain jumlah wanitanya jauh lebih banyak, para laki-lakinya pun amat mementingkan kecantikan fisik daripada akhlak. Sehingga banyak wanita yang secara fisik tidak menarik amat sulit mendapatkan jodoh.

Sedikit berbeda di kalangan yang lebih islami, karena tarbiyah islam menempatkan kecantikan agama sebagai kuncinya, faktor kekurangmenarikan pada wajah bisa ditutupi. Selain itu perbandingan jumlah wanita dan laki-laki cukup relatif. Jama’ah satu majelis taklim kadang lebih banyak ikhwannya dari akhwatnya. Sehingga bisa jadi dua orang ikhwan saling berebut seorang wanita. Sebagaimana sebuah kasus di sebuah kota di Jawa Timur, seorang laki-laki dengan gagah berani mengkhianati sebuah perjanjian dengan saudaranya demi mendapatkan wanita incarannya.

APAKAH SALAH JIKA LAKI-LAKI INGIN YANG CANTIK?

Dalam sebuah hadist dijelaskan, ada empat hal yang biasa menjadi pertimbangan seorang laki-laki untuk menetapkan pilihannya atas seorang wanita yang ingin ia nikahi. Orang Jawa mungkin biasa merangkumnya dalam istilah “bibit, bebet, bobot”. Pertimbangan keturunan atau nasab, hartanya, kecantikannya atau karena agamanya.

Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Wanita dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya, maka carilah agamanya (kalau tidak) engkau akan celaka.” (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi di dalam syarah Muslim menjelaskan bahwa barangsiapa yang lebih memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah serta terlindung dari berbagai mafsadat. Ini sebagai buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.

Seorang laki-laki memang punya hak untuk memilih wanita dan cantik. Dan dalam satu kondisi masalah selera ini bisa menjadi bibit konflik di belakang hari karena adanya keterpaksaan dikala memilihnya. Seorang istri yang kebetulan wajahnya kurang menarik dan tak pandai berdandan guna memenuhi kesenangan suaminya, mampu menyebabkan sang suami hilang sakinahnya. Namun bagaimanapun juga harus disadari bahwa seorang wanita yang cantik wajahnya dan baik agamanya adalah hal yang amat jarang ditemui.

Pernah seorang laki-laki mengeluh kepada Rasulullah bahwa istrinya adalah seorang yang tak mampu menahan tangan laki-laki lain. Kemudian Rasulullah menyuruh untuk menceraikan saja. Namun laki-laki tadi berkata, bahwa ia masih suka dn cinta kepada istrinya. Lalu Rasulullah pun memutuskan untuk kembali kepada istrinya untuk sekadar mencari kesenangan.

Dalam kisah tersebut tersirat keterangan bahwa seorang wanita yang tidak baik agamanya bisa saja masih mampu untuk memberi manfaat dalam satu sisi dan sakinah dalam bercengkrama. Namun tidak dalam hal lain, terbukti laki-laki tadi mengadukan permasalahannya kepada Rasulullah.

Tinggal mana pilihan yang akan diambil, punya istri cantik namun kurang agamanya? Atau istri tidak cantik namun baik agamanya? Jika cantik dan juga baik agamanya tentu siapa pun akan mau! Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat pada jasad dan penampilan kalian, akan tetapi Dia akan melihat pada hati kalian.” (Hadist riwayat Muslim)

INNER BEAUTY



Kecantikan hati merupakan cermin dari bersihnya hati dan kekotoran yang menutupi keindahannya. Agak beda dengan wajah, kecantikan hati ini bisa diupayakan melalui tips dan trik tertentu. Semakin baik melaksanakan tips dan trik itu maka hati akan terus bertambah cantik. Dan yang menarik , kecantikan ini tak akan lekang oleh zaman. Nah bagaimana kiatnya? Secara ringkas ada beberapa tips yang bis dipraktekkan.

Smart dengan Ilmu Agama

Seorang wanita akan bertambah cantik dengan kepintarannya dalam beragama. Realita menunjukkan semakin umat ini paham dengan agama maka bergeser pula pertimbangannya dalam memilih wanita idamannya. Jika dahulu karena cantik fisik maka pintar dalam agama kini juga banyak dijadikan pertimbangan. Yang jelas pintar dalam beragama harus disertai niat ikhlas dalam beribadah hanya kepada-Nya. Sebab bisa saja wanita memoles dirinya dengan kecantikan agama, namun hanya ingin sekadar mendapatkan jodoh.

Menjalankan Fardhu dan Sunnah

Ini merupakan tips utama mempercantik hati. Bahkan tips sisanya tak banyak berguna bila yang fardhu tak ditunaikan. Shalat yang 5 waktu misalnya. Boleh jadi seseorang menjalankan berbagai amal kebajikan namun bila ia meninggalkan shalat, maka amalan yang lain tak akan memperindah hati.

Tilawah Al-Quran

Tips ini sangat ampuh untk menghilangkan penyakit yang memperburuk penampilan hati. Bagaimana tidak, Allah sendiri berfirman tentang Al-Quran.

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit  (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Dzikrullah

Bibir yang terawat dengan baik akan menambah kecantikan. Bibir yang diberi resp khusus pun akan semakin mempercantik hati. Caranya adalah membasahi bibir dengan dzikir kepada Allah. Termasuk juga menghindarkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kekotoran, seperti menggunjing, berkata kotor, dusta dan ingkar janji.

Shalat Lail

Shalat malam adalah amalan utama yang menjadi kebiasaan orang-orang shalih terdahulu. Karena perbuatan ini dicinta Allah maka hati yang indah pun bisa diraih dengannya.

Menjaga Pergaulan

Seorang wanita yang jauh dari sentuhan tangan lelaki asing tentu lebih terhormat kedudukannya. Demikian pula wanita yang terjaga lisannya dari banyak berbicara dengan kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Wanita cantik tentu mahal kehormatannya, tak ternilai dengan dunia dan seisinya. Kemurnian kehormatan akan menambah kecantikannya.

Taubat dan Istighfar

Taubat dan istighfar ibarat pembersih wajah yang mengangkat kotoran. Debu, asap, atau daki dosa kemaksiatan yang menempel insyaallah akan segera lenyap dengan taubat yang nasuha. Kekotoran hati sebenarnya terbentuk dari dosa dan maksiat.

“Sesungguhnya jika seorang mukmin mengerjakan dosa, maka ada noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti dari dosa tersebut dan beristighfar maka hatinya kembali bersih. Jika dosanya bertambah maka bertambah pula noda hitamnya hingga menutup hatinya.” (Hadist riwayat An-Nasai dan At-Tirmidzi)

Ingatkan diri untuk tidak menunda taubat. Karena hal ini akan menambah keras dan karat hati. Rasulullah, teladan kita dan orang yang paling bersih hatinya tak pernah berhenti dari bertaubat dan beristighfar kepada Allah Ta’ala.

“Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, karena aku bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali.” (Hadist riwayat Muslim)

Berdoa

Allah Ta’ala yang mampu mengubah hati para hamba-Nya. Hati yang semula buruk bisa berubah indah karena perlongongan-Nya. Maka jangan lewatkan setiap kesempatan waktu-waktu mustajab untuk berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai hati yang cantik.

Jangan Remehkan Setiap Kebaikan

Kebaikan sekecil apapun adalah pembersih yang menyebabkan hati putih dan cantik.  Maka kerjakanlah kebajikan sekecil apapun walah sekadar berwajah ceria ketika bertemu dengan saudara muslimah. Sebaliknya hindari setiap kejahatan, karena sekecil apapun merupakan kotoran yang memburukkan hati. Tinggalkan kejelekan dan harapkan pahala dari Allah. InsyaAllah hati ini akan putih, cantik dan cemerlang.


Sumber tulisan Journal of the journeys

Harapan Baru

Duhai Hati 
Biar Sendiri, tetaplah berteguh hati. Tetap Berdiri.
Kita atau aku,
Begini saja ku katakan aku.

Hari ini aku sedang berharap menjadi lebih baik
Aku bukan orang baik-baik
jadi hati-hatilah mengenalku, jangan asal baik
ya, cuma sedang berusaha menjadi lebih baik
meski belum sempat menjadi yang terbaik.
Tapi
bagaimana akan menjadi lebih baik kalau diriku tak baik-baik?
Asal hatiku baik-baik dan berusaha membaik
moga akhirnya baik-baik saja,
Allooh itu Maha Baik
dan semoga mendapatkan yang baik paling terbaik
Insya Allooh.

Antara do'a yang baik maka Allooh akan berikan yang baik, lebih baik lagi.
berulang-ulang lebih asik.
Yuk, kawanku yang baik


Terbayang betapa bahagianya bila kita menjadi orang yang baik hati,
 yang benar-benar baik sampai kelubuk hati terdalam. (AA. GYM)


Hello September 
My Sweetheart 


Duhai Hati 
Biar Sendiri, tetaplah berteguh hati. Tetap Berdiri.
Kita atau aku,
Begini saja ku katakan aku.

Hari ini aku sedang berharap menjadi lebih baik
Aku bukan orang baik-baik
jadi hati-hatilah mengenalku, jangan asal baik
ya, cuma sedang berusaha menjadi lebih baik
meski belum sempat menjadi yang terbaik.
Tapi
bagaimana akan menjadi lebih baik kalau diriku tak baik-baik?
Asal hatiku baik-baik dan berusaha membaik
moga akhirnya baik-baik saja,
Allooh itu Maha Baik
dan semoga mendapatkan yang baik paling terbaik
Insya Allooh.

Antara do'a yang baik maka Allooh akan berikan yang baik, lebih baik lagi.
berulang-ulang lebih asik.
Yuk, kawanku yang baik


Terbayang betapa bahagianya bila kita menjadi orang yang baik hati,
 yang benar-benar baik sampai kelubuk hati terdalam. (AA. GYM)


Hello September 
My Sweetheart 


Jangan banyak tidur

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat : 17-18)

GBR 1

Seperti itu juga Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk tidak banyak tidur, dan mengganti apa yang telah dikurangi dari waktu tidur di malam, pada waktu siang. Allah swt berfirman :


“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu´) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (QS. Al Muzzammil : 1-7)


Apa Pelajaran yang Kita Petik

1. Jangan terlalu banyak tidur, dan bangunlah di saat shalat subuh. Ini akan menambah kekuatan jantung dan meningkatkan kesehatan serta menambah kegairahan untuk beraktifitas. Gantilah sebagian kekurangan tidur kita di waktu malam dengan tidur sejenak di waktu siang.

2. Manfaatkan waktu tidur kita dengan mendengarkan tilawah Al Qur'an murattal. otak akan bekerja menyimpan ayat-ayat yang dibacakan itu saat kita tidur. Ini adalah slah satu cara untuk membantu kita menghafal Kitabullah. Saya menerapkan cara ini dan saya telah mampu menghafal Al Quran tanpa kesulitan yang berarti. Alhamdulillah.

3. Hal pertama yang harus dilakukan setelah bangun langsung adalah berdo’a sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw,


**
Tersadar diriku:
Terkadang aku malu Tuhan, aku terlupa karena terlelap hingga suara azan berkumandang. Aku malu tak bisa memahami satu ayat ini. Satu ayat saja aku terlalu sulit merenungi bahkan terlalu berbelit-belit mencari alasan. 
Bukankah kita tetap bertunduk serendah-rendahnya karena Engkau.! sekali lagi, PencitaanNya terbaik. 

Gbr 2
Mari kita terus bangunkan diri kita untuk menjadi lebih baik. Pahami ayat ini meski hanya satu ayat. Ini bukan sekedar sunnah biasa, melainkan lebih baik sedikit tidur perintah luar biasa untuk tetap bercinta dalam jarak dekat. Allohu Akbar.




Jangan berlari-lari dalam dunia untuk mencari berkah rezeki
satu yang terlupa bekal diri sejati pada sebuah kalam Illahi (Annur El Karimah)


WALI AKEH GENDONGANE KEBEG IKU LUWIH APIK: 
(Wali : Wong Tua Neng Gili ) 
kata ibuku bilang kalau sudah tua di gili itu artinya Menua di jalanan atau tepi jalan. Maksudnya jangan sibuk pagi sampai petang mencari dunia tak bawa bekal apa-apa. Tapi sebaliknya, jadi pintar-pintarlah membawa diri, karena hidup bukan sekedar Bekerja, makan minum, istirahat. 
Tapi bagaimana kita Memegang satu amanah yang sengaja Alloh buat tentang adanya penciptaan manusia. 

Wallahu alam bishowab.

24 Syawal 1434 H

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat : 17-18)

GBR 1

Seperti itu juga Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk tidak banyak tidur, dan mengganti apa yang telah dikurangi dari waktu tidur di malam, pada waktu siang. Allah swt berfirman :


“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu´) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (QS. Al Muzzammil : 1-7)


Apa Pelajaran yang Kita Petik

1. Jangan terlalu banyak tidur, dan bangunlah di saat shalat subuh. Ini akan menambah kekuatan jantung dan meningkatkan kesehatan serta menambah kegairahan untuk beraktifitas. Gantilah sebagian kekurangan tidur kita di waktu malam dengan tidur sejenak di waktu siang.

2. Manfaatkan waktu tidur kita dengan mendengarkan tilawah Al Qur'an murattal. otak akan bekerja menyimpan ayat-ayat yang dibacakan itu saat kita tidur. Ini adalah slah satu cara untuk membantu kita menghafal Kitabullah. Saya menerapkan cara ini dan saya telah mampu menghafal Al Quran tanpa kesulitan yang berarti. Alhamdulillah.

3. Hal pertama yang harus dilakukan setelah bangun langsung adalah berdo’a sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw,


**
Tersadar diriku:
Terkadang aku malu Tuhan, aku terlupa karena terlelap hingga suara azan berkumandang. Aku malu tak bisa memahami satu ayat ini. Satu ayat saja aku terlalu sulit merenungi bahkan terlalu berbelit-belit mencari alasan. 
Bukankah kita tetap bertunduk serendah-rendahnya karena Engkau.! sekali lagi, PencitaanNya terbaik. 

Gbr 2
Mari kita terus bangunkan diri kita untuk menjadi lebih baik. Pahami ayat ini meski hanya satu ayat. Ini bukan sekedar sunnah biasa, melainkan lebih baik sedikit tidur perintah luar biasa untuk tetap bercinta dalam jarak dekat. Allohu Akbar.




Jangan berlari-lari dalam dunia untuk mencari berkah rezeki
satu yang terlupa bekal diri sejati pada sebuah kalam Illahi (Annur El Karimah)


WALI AKEH GENDONGANE KEBEG IKU LUWIH APIK: 
(Wali : Wong Tua Neng Gili ) 
kata ibuku bilang kalau sudah tua di gili itu artinya Menua di jalanan atau tepi jalan. Maksudnya jangan sibuk pagi sampai petang mencari dunia tak bawa bekal apa-apa. Tapi sebaliknya, jadi pintar-pintarlah membawa diri, karena hidup bukan sekedar Bekerja, makan minum, istirahat. 
Tapi bagaimana kita Memegang satu amanah yang sengaja Alloh buat tentang adanya penciptaan manusia. 

Wallahu alam bishowab.

24 Syawal 1434 H

Pentingkah Karya Wisata untuk murid?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Hari ini saya ingin mengajak kembali pada dunia sekolah. Dunia yang selalu ada karya wisata disetiap tahunnya, terutama untuk siswa-siswi SMA. SMP, SD, TK juga, tapi kita lihat untuk SMA dulu.
Saya ingat akan pesan status bang tere liye
Ketika Guru ikut wisata maka mereka akan mendapatkan tiket gratis. Karena keuntungan yang diperoleh dari banyaknya siswa/siswi yang ikut. 
Perlu digaris bawahi memang jika ini ada unsur mengambil keuntungan. Oke secara manusia yang kaya raya mungkin tak masalah. Masalahnya adalah ketika unsur pemaksaan.
Contoh untuk adikku yang kini duduk di bangku kelas XI atau 2 SMA. Lagi-lagi setiap SMA di Kota Tegal selalu wisata ke BALI. Ada apa dengan BALI?
Dan kenyataannya ada pantai. Pantai maksiat yang terdapat BUGIL. Bukan begitu? Ya, kebanyakan dan itu menurut teman-temanku yang dulu juga ikut ke Bali. Bersyukur sekolahku dulu di SMA N 2 Tegal saat ke BALI  itu tidak mewajibkan bahkan tidak memberikan tugas lain.
Sedangkan adikku nanti jika tidak ke BALI Wajib ke JOGYA jika tidak ke pabrik buat proposal. UUD ujung-ujungnya Dana/ Duit. 
Sumber gambar : link
Kenapa wajib? Mereka anak-anak kerjanya kan belajar dan menodong minta uang buat kebutuhan sekolah. Sekarang orang tua yang cape cari kerja aja boro-boro bisa jalan-jalan /rekreasi dengan mengeluarkan pengeluaran yang tak terduga. Bahkan tidak semua orang / siswa-siswi itu mampu untuk membayar. 
Ada yang bilang BALI SURGANYA INDONESIA. Percaya? Bagi saya tidak, tapi sebaliknya. 
Mungkin keindahan alam pantai selalu menjadi pilihan para artis luar negeri dll. Tapi satu hal meskipun saya orang Indonesia. Wisata terbaik adalah ketika anak-anak mampu mengambil pelajaran dari wisatanya tersebut. 

Wisata ke museum, puncak tapi sekali lagi jangan memberatkan. 


Berikut Postingan Tere Liye
Jika sekolah kalian tetap mengadakan karya wisata, maka pastikan:

1. Tidak wajib, murid berhak menolak ikut.
2. Guru2 membayar sendiri kalau ikut.

Guru2 itu punya kehormatan profesi. Jika kalian tetap merasa guru berhak ikut tanpa membayar, kita berbeda langit dan bumi memahami masalah ini. Tidak akan ketemu. Silahkan gigit pendapat kalian jika kalian merasa itu benar.

*Tere Lije
Tidak ada yang melarang sekolah melakukan karya wisata / study tour. Silahkan. Tapi pastikan tidak wajib, memaksa, bahkan mengancam murid2.

Jika sekolah kalian tidak melakukan pemaksaan itu, baik secara halus maupun secara kasar, maka itu keren sekali. Pertahankan. 

Tidak ada alasan yg bisa membenarkan guru2 mewajibkan karya wisata kepada murid2nya. Tidak ada tapi, tapi, dan tapi. Pikirkanlah 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

*Tere Lije
Apakah murid2 jadi dirugikan jika karya wisata dihapuskan?

Saya kira kalau dibatalkan malah lebih baik. Guru2 tidak perlu repot menyiapkannya, tidak perlu ngomel bilang capek, tidak perlu mengeluarkan uang utk ikut membayar karya wisata (asumsi menjaga kehormatan, memilih bayar sendiri). Orang tua murid tidak harus menyiapkan uang jauh2 hari. Mau hanya 100ribu (apalagi jutaan), tetap saja itu uang yang dipungut.

Dibatalkan saja. Bila perlu dihapus total. Sesimpel itu. Nah, kalau mau tetap karya wisata, ajak murid2nya jalan kaki biar sehat melihat sekitar sekolah sdh lebih dari cukup. Lihat pasar, lihat kebun, lihat hutan. 

Atau memang karya wisata itu WAJIB sekali harus dilakukan? Jika tidak dilakukan maka ada kerugian besar? Murid2nya yg rugi? Atau guru2nya yang rugi? Coba dipikirkan.

*Tere Lije
Menulis kata2 motivasi di page ini mudah, semua orang suka. Tapi mengingatkan sesuatu, meluruskan sesuatu, sesopan apapun kalimatnya, tetap saja ada yang tersinggung.

Tidak boleh sekolah mewajibkan 'karya wisata/study tour' bagi seluruh murid2. Bahkan kalaupun itu disepakati oleh rapat guru, wali murid, dll.

Murid berhak menolak ikut jika tidak bersedia. Dan dia harus dilindungi dari 'sanksi sosial' (seperti ijasah ditahan, dll) jika menolak ikut. 

*Tere Lije
**Secara massif sy akan terus mengguyur page ini dgn postingan tentang sekolah hingga beberapa hari ke depan. Kalian keliru paham jika merasa sy membenci guru2, saya bahkan menulis banyak buku ttg betapa mulianya seorang guru. 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

Maaf jika ada kesalahan kata atau menyinggung, karena memang tidak ada unsur demikian. 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Hari ini saya ingin mengajak kembali pada dunia sekolah. Dunia yang selalu ada karya wisata disetiap tahunnya, terutama untuk siswa-siswi SMA. SMP, SD, TK juga, tapi kita lihat untuk SMA dulu.
Saya ingat akan pesan status bang tere liye
Ketika Guru ikut wisata maka mereka akan mendapatkan tiket gratis. Karena keuntungan yang diperoleh dari banyaknya siswa/siswi yang ikut. 
Perlu digaris bawahi memang jika ini ada unsur mengambil keuntungan. Oke secara manusia yang kaya raya mungkin tak masalah. Masalahnya adalah ketika unsur pemaksaan.
Contoh untuk adikku yang kini duduk di bangku kelas XI atau 2 SMA. Lagi-lagi setiap SMA di Kota Tegal selalu wisata ke BALI. Ada apa dengan BALI?
Dan kenyataannya ada pantai. Pantai maksiat yang terdapat BUGIL. Bukan begitu? Ya, kebanyakan dan itu menurut teman-temanku yang dulu juga ikut ke Bali. Bersyukur sekolahku dulu di SMA N 2 Tegal saat ke BALI  itu tidak mewajibkan bahkan tidak memberikan tugas lain.
Sedangkan adikku nanti jika tidak ke BALI Wajib ke JOGYA jika tidak ke pabrik buat proposal. UUD ujung-ujungnya Dana/ Duit. 
Sumber gambar : link
Kenapa wajib? Mereka anak-anak kerjanya kan belajar dan menodong minta uang buat kebutuhan sekolah. Sekarang orang tua yang cape cari kerja aja boro-boro bisa jalan-jalan /rekreasi dengan mengeluarkan pengeluaran yang tak terduga. Bahkan tidak semua orang / siswa-siswi itu mampu untuk membayar. 
Ada yang bilang BALI SURGANYA INDONESIA. Percaya? Bagi saya tidak, tapi sebaliknya. 
Mungkin keindahan alam pantai selalu menjadi pilihan para artis luar negeri dll. Tapi satu hal meskipun saya orang Indonesia. Wisata terbaik adalah ketika anak-anak mampu mengambil pelajaran dari wisatanya tersebut. 

Wisata ke museum, puncak tapi sekali lagi jangan memberatkan. 


Berikut Postingan Tere Liye
Jika sekolah kalian tetap mengadakan karya wisata, maka pastikan:

1. Tidak wajib, murid berhak menolak ikut.
2. Guru2 membayar sendiri kalau ikut.

Guru2 itu punya kehormatan profesi. Jika kalian tetap merasa guru berhak ikut tanpa membayar, kita berbeda langit dan bumi memahami masalah ini. Tidak akan ketemu. Silahkan gigit pendapat kalian jika kalian merasa itu benar.

*Tere Lije
Tidak ada yang melarang sekolah melakukan karya wisata / study tour. Silahkan. Tapi pastikan tidak wajib, memaksa, bahkan mengancam murid2.

Jika sekolah kalian tidak melakukan pemaksaan itu, baik secara halus maupun secara kasar, maka itu keren sekali. Pertahankan. 

Tidak ada alasan yg bisa membenarkan guru2 mewajibkan karya wisata kepada murid2nya. Tidak ada tapi, tapi, dan tapi. Pikirkanlah 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

*Tere Lije
Apakah murid2 jadi dirugikan jika karya wisata dihapuskan?

Saya kira kalau dibatalkan malah lebih baik. Guru2 tidak perlu repot menyiapkannya, tidak perlu ngomel bilang capek, tidak perlu mengeluarkan uang utk ikut membayar karya wisata (asumsi menjaga kehormatan, memilih bayar sendiri). Orang tua murid tidak harus menyiapkan uang jauh2 hari. Mau hanya 100ribu (apalagi jutaan), tetap saja itu uang yang dipungut.

Dibatalkan saja. Bila perlu dihapus total. Sesimpel itu. Nah, kalau mau tetap karya wisata, ajak murid2nya jalan kaki biar sehat melihat sekitar sekolah sdh lebih dari cukup. Lihat pasar, lihat kebun, lihat hutan. 

Atau memang karya wisata itu WAJIB sekali harus dilakukan? Jika tidak dilakukan maka ada kerugian besar? Murid2nya yg rugi? Atau guru2nya yang rugi? Coba dipikirkan.

*Tere Lije
Menulis kata2 motivasi di page ini mudah, semua orang suka. Tapi mengingatkan sesuatu, meluruskan sesuatu, sesopan apapun kalimatnya, tetap saja ada yang tersinggung.

Tidak boleh sekolah mewajibkan 'karya wisata/study tour' bagi seluruh murid2. Bahkan kalaupun itu disepakati oleh rapat guru, wali murid, dll.

Murid berhak menolak ikut jika tidak bersedia. Dan dia harus dilindungi dari 'sanksi sosial' (seperti ijasah ditahan, dll) jika menolak ikut. 

*Tere Lije
**Secara massif sy akan terus mengguyur page ini dgn postingan tentang sekolah hingga beberapa hari ke depan. Kalian keliru paham jika merasa sy membenci guru2, saya bahkan menulis banyak buku ttg betapa mulianya seorang guru. 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

Maaf jika ada kesalahan kata atau menyinggung, karena memang tidak ada unsur demikian. 

Jaga Lisanmu

Lisan yang terjaga 
Adalah lisannya orang-orang yang bertaqwa
Sebaliknya
Lisan yang ternoda
Adalah lisannya orang yang durhaka





Durhaka kepada siapakah? 
Ah, seandainya Ilmu itu menjadi ukuran segalanya, maka akan luar biasa hidup ini. Cobalah sesekali tengok apa yang sudah kita perbuat dan orang lain perbuat untuk kita.
Entahlah, apa penyebabnya menjadi tetangga yang berjauhan namun seperti ditampar sebuah balok. Mungkinkah terjadi di saat sebuah penantian sedang terjadi. 

Aku paling tidak suka ketika ada orang lain mencampuri urusan orang lain yang sama sekali kita tidak tahu menahu apa yang terjadi bahkan sebenarnya tidak terjadi apa-apa. 
Dukaku tiba-tiba seolah sedikit mereda saat sudah berdoa untuk warga Islam di Negara asing sana terutama Mesir usai dipanjatkan. Tapi, tiba-tiba suatu musibah atau fitnah datang bertubi-tubi.
Hidup dalam kehidupan bersosialisasi begitu indah, namun jika tak bisa toleransi pun akan musnah.

“Anaknya Ibu … perawan tua, lihat saja belum pada nikah.”

Makjleb, ibu mendengar ini dari mulut tetangga sebelah yang notabennya ibu-ibu. Ibu sebelah ditegur dengan ibu yang rumahnya berbeda RT dariku. 

Wah, ibuku baru tahu dan sadar, kalau mulutnya terlalu berlebihan dalam mengambil tindakan. 
Dan hatiku merasa makjleb, seperti ada duri yang terinjak. Tapi setelah itu ku sadar seraya beristighfar. Kekuatan kita berada dalam kekuatan Allah. Siapa menghina, mencaci maki, memusuhi bahkan menghianati. Doakan saja yang baik-baik.

Aku sadar, usia aku belum genap 25 Tahun, tapi apakah pantas disebut PERAWAN TUA?
Adik aku  masih baru lulus SMA, dan paling bungsu masih 16 tahun. Bisakah disebut perawan tua?
Oh no, keusilan lisannya begitu tajam. 

Aku sadar lisan kotor itu bukan sekali dua kali menyebut nama keluargaku yang jadi bahan perbincangan. Aku adalah muslimah yang selalu saja disindir bahkan sering kali dianggap dipingitlah, menutupi aiblah karena sekarang berpakaian rapat menutup aurat. 

Paradigma penantian kembali lagi pada diriku, saat tersadari teman-teman yang dulu akrab apalagi tetanggan sudah menikah semua, apalagi semuanya mengalami kecelakaan terlebih dahulu sebelum menikah dan sudah memiliki buah hati. 
Ini bertambah kehati-hatian aku dan memilih untuk menjadi seorang muslimah yang menjaga auratnya dan perhiasannya. 

Kembali tersadar saat lebaran tiba, meski saudara sering menanyakan kapan menikah?
Jawaban senyum sederhana ku pasang dengan ikhlas. “Allah berkehendak lebih cepat nantinya, aamiinkan saja” ucapku dalam batin yang memang tak pernah marah ditanya kapan menikah.

Karena bagiku, ini urusan kehati-hatianku, aku sadar pernah menolak lamaran seorang pria bahkan jika ku ingin menikah lebih cepat kenapa tidak? Aku pernah menolak bukan karena tanpa alasan. Tapi karena Allah belum mengijinkan, aku selalu menenamkan diri untuk melakukan Sholat Istikharah untuk hal yang satu ini. Tahun kemarin atau lulus sekolah aku bisa saja mengambil keputusan untuk menikah. Tapi itu tidak mudah bagiku segera menjadi seorang isteri. Bagiku selektif adalah pilihan terbaik, bukan masalah modal atau sebuah ketakutan, melainkan ketetapan Allah belum terjadi. 


Justru semakin tuaku menjalani hari, maka semakin lebih pandai ku menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin. Jika tidak? Ini merugi seumur hidupku. Dan aku tak ingin menjadi wanita yang seperti Raithah digambarkan dalam Al-quran.

Dalam al-Quran, ALLAH s.w.t telah berfirman: 
       Terjemahan:
“Dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan yang telah merombak satu persatu benda yang dipintalnya,

sesudah ia selesai memintalnya kuat teguh dengan kamu menjadikan sumpah kamu sebagai tipu daya (untuk mencabuli perjanjian yang telah dimeteraikan) sesama kamu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih ramai dari golongan lain. Sesungguhnya ALLAH hanya mahu menguji kamu dengan yang demikian itu dan Dia sudah tentu akan menerangkan kepada kamu pada hari kiamat, apa yang kamu berselisihan padanya.”
(Surah An-Nahl 16:92)


Dalam al-Quran ada disebutkan kisah Raithah. Di sini ALLAH mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya agar tidak menggagalkan usaha sendiri, dan tidak mensia-siakan kemampuan tenaga yang dikurniakan-Nya. Kisah Raithah adalah salah satu contoh kegagalan dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam keadaan yang menyedihkan, kurus, lemah dan tidak bersemangat, Raithah meninggal dunia.
Lisan yang kotor berasal dari hati yang keruh, sebaliknya. 

Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Pada pagi hari, seluruh anggota tubuh anak Adam semuanya tunduk pada lisan, dan berkata: (wahai lisan), bertakwalah kamu kepada Alloh atas (keselamatan) kami. Karena keadaan kami tergantung engkau. Jika engkau istiqomah, kami akan istiqomah. Jika engkau menyimpang, kami (juga) menyimpang”.
[HR. at Tirmidzi dari Abu Said al-Khudry, al-Munawy menyatakan bahwa sanadnya shohih dalam Faydhul Qodiir)

-Ahnaf bin Qois –seorang tabi’i- menyatakan:
 “Mengucapkan kalimat yang baik lebih baik dari diam, dan diam lebih baik dari ucapan yang sia-sia dan batil. Duduk bersama orang sholih lebih baik dari menyendiri. Menyendiri lebih baik dari duduk bersama orang yang jahat"
[disebutkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitab ‘At-Tamhiid’ juz 17 hal 447]

“Kak Lais kan bukan barang dagangan yang bisa ditawarkan ke sana-kemari?” Ucapan kritis orang terdidik yang tidak suka perjodohan. TERE LIYE BIDADARI SURGA.

Ibu yang baik tahu siapa anak gadisnya, Ia tidak akan pernah meridoi anaknya dibeli bahkan ditawar dengan harga rendah. 

Yang terbaik ketika dalam masa penantian adalah istiqomah, diriku yakin setan memang selalu mengusik melalui kerikil kecil seperti orang lain yang padahal muslim.

Semoga kita mampu menjaga lisan-lisan kita, agar tak menyakiti orang-orang yang ada di sekitar kita, termasuk orang-orang yang dapat menjaga lisan-lisan ini agar tidak melukai saudara kita sendiri.

Terima kasih sudah menjadikan saya lebih kuat, meski mendengarnya sedikit menggores luka. Saya akan tetap tersenyum hangat menyapa anda yang telah berbuat lisan tak baik. Karena bagiku, hanya Allah yang wajib mengadili semua perbuatan kita. Meski begitu tetap menyerukan kebaikan.  

Wajar setiap insan merindukan pasangan dalam hidupnya, yang tidak wajar adalah orang yang selalu mengusik ketenangannya. Annur E.K

Imam Ahmad dan para penyusun kitab as-Sunan meriwayatkan sebuah hadits panjang bahwa Mu'adz bin Jabal menemui Nabi saw. dan berkata, 
"Tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang  akan mem¬buatku masuk surga." Rasulullah saw menjawab, "...Engkau harus menjaga ini sambil menunjuk ke arah lidahnya." Mu'adz  mengulangi lagi pertanyaan yang sama, maka Rasulullah saw. bersabda, "Celaka engkau  Mu'adz, bukan¬kah manusia itu tersungkur di dalam neraka hanya karena akibat dari ucapan  mereka. Tirmidzi berkata, "Hadits ini adalah  hadits hasan shahih. 


8 DOSA LISAN
Lisan ibarat pisau bermata dua,bisa mendatangkan kemaslahatan (kebaikan). dan kemudhratan.
Berikut diantaranya penyakit lisan yang harus dihindari:

1. Pembicaraan yang tidak Bermanfaat

2. Perdebatan dan Pertengkaran

3. Suka Melaknat

4. Bercanda yang Berlebihan

5. Mengejek dan Mencemoohkan orang lain

6. Ghibah (gosip)

7. Namimah (mengadu domba)

8. Memuji berlebihan

^_^
Lisan yang terjaga 
Adalah lisannya orang-orang yang bertaqwa
Sebaliknya
Lisan yang ternoda
Adalah lisannya orang yang durhaka





Durhaka kepada siapakah? 
Ah, seandainya Ilmu itu menjadi ukuran segalanya, maka akan luar biasa hidup ini. Cobalah sesekali tengok apa yang sudah kita perbuat dan orang lain perbuat untuk kita.
Entahlah, apa penyebabnya menjadi tetangga yang berjauhan namun seperti ditampar sebuah balok. Mungkinkah terjadi di saat sebuah penantian sedang terjadi. 

Aku paling tidak suka ketika ada orang lain mencampuri urusan orang lain yang sama sekali kita tidak tahu menahu apa yang terjadi bahkan sebenarnya tidak terjadi apa-apa. 
Dukaku tiba-tiba seolah sedikit mereda saat sudah berdoa untuk warga Islam di Negara asing sana terutama Mesir usai dipanjatkan. Tapi, tiba-tiba suatu musibah atau fitnah datang bertubi-tubi.
Hidup dalam kehidupan bersosialisasi begitu indah, namun jika tak bisa toleransi pun akan musnah.

“Anaknya Ibu … perawan tua, lihat saja belum pada nikah.”

Makjleb, ibu mendengar ini dari mulut tetangga sebelah yang notabennya ibu-ibu. Ibu sebelah ditegur dengan ibu yang rumahnya berbeda RT dariku. 

Wah, ibuku baru tahu dan sadar, kalau mulutnya terlalu berlebihan dalam mengambil tindakan. 
Dan hatiku merasa makjleb, seperti ada duri yang terinjak. Tapi setelah itu ku sadar seraya beristighfar. Kekuatan kita berada dalam kekuatan Allah. Siapa menghina, mencaci maki, memusuhi bahkan menghianati. Doakan saja yang baik-baik.

Aku sadar, usia aku belum genap 25 Tahun, tapi apakah pantas disebut PERAWAN TUA?
Adik aku  masih baru lulus SMA, dan paling bungsu masih 16 tahun. Bisakah disebut perawan tua?
Oh no, keusilan lisannya begitu tajam. 

Aku sadar lisan kotor itu bukan sekali dua kali menyebut nama keluargaku yang jadi bahan perbincangan. Aku adalah muslimah yang selalu saja disindir bahkan sering kali dianggap dipingitlah, menutupi aiblah karena sekarang berpakaian rapat menutup aurat. 

Paradigma penantian kembali lagi pada diriku, saat tersadari teman-teman yang dulu akrab apalagi tetanggan sudah menikah semua, apalagi semuanya mengalami kecelakaan terlebih dahulu sebelum menikah dan sudah memiliki buah hati. 
Ini bertambah kehati-hatian aku dan memilih untuk menjadi seorang muslimah yang menjaga auratnya dan perhiasannya. 

Kembali tersadar saat lebaran tiba, meski saudara sering menanyakan kapan menikah?
Jawaban senyum sederhana ku pasang dengan ikhlas. “Allah berkehendak lebih cepat nantinya, aamiinkan saja” ucapku dalam batin yang memang tak pernah marah ditanya kapan menikah.

Karena bagiku, ini urusan kehati-hatianku, aku sadar pernah menolak lamaran seorang pria bahkan jika ku ingin menikah lebih cepat kenapa tidak? Aku pernah menolak bukan karena tanpa alasan. Tapi karena Allah belum mengijinkan, aku selalu menenamkan diri untuk melakukan Sholat Istikharah untuk hal yang satu ini. Tahun kemarin atau lulus sekolah aku bisa saja mengambil keputusan untuk menikah. Tapi itu tidak mudah bagiku segera menjadi seorang isteri. Bagiku selektif adalah pilihan terbaik, bukan masalah modal atau sebuah ketakutan, melainkan ketetapan Allah belum terjadi. 


Justru semakin tuaku menjalani hari, maka semakin lebih pandai ku menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin. Jika tidak? Ini merugi seumur hidupku. Dan aku tak ingin menjadi wanita yang seperti Raithah digambarkan dalam Al-quran.

Dalam al-Quran, ALLAH s.w.t telah berfirman: 
       Terjemahan:
“Dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan yang telah merombak satu persatu benda yang dipintalnya,

sesudah ia selesai memintalnya kuat teguh dengan kamu menjadikan sumpah kamu sebagai tipu daya (untuk mencabuli perjanjian yang telah dimeteraikan) sesama kamu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih ramai dari golongan lain. Sesungguhnya ALLAH hanya mahu menguji kamu dengan yang demikian itu dan Dia sudah tentu akan menerangkan kepada kamu pada hari kiamat, apa yang kamu berselisihan padanya.”
(Surah An-Nahl 16:92)


Dalam al-Quran ada disebutkan kisah Raithah. Di sini ALLAH mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya agar tidak menggagalkan usaha sendiri, dan tidak mensia-siakan kemampuan tenaga yang dikurniakan-Nya. Kisah Raithah adalah salah satu contoh kegagalan dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam keadaan yang menyedihkan, kurus, lemah dan tidak bersemangat, Raithah meninggal dunia.
Lisan yang kotor berasal dari hati yang keruh, sebaliknya. 

Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Pada pagi hari, seluruh anggota tubuh anak Adam semuanya tunduk pada lisan, dan berkata: (wahai lisan), bertakwalah kamu kepada Alloh atas (keselamatan) kami. Karena keadaan kami tergantung engkau. Jika engkau istiqomah, kami akan istiqomah. Jika engkau menyimpang, kami (juga) menyimpang”.
[HR. at Tirmidzi dari Abu Said al-Khudry, al-Munawy menyatakan bahwa sanadnya shohih dalam Faydhul Qodiir)

-Ahnaf bin Qois –seorang tabi’i- menyatakan:
 “Mengucapkan kalimat yang baik lebih baik dari diam, dan diam lebih baik dari ucapan yang sia-sia dan batil. Duduk bersama orang sholih lebih baik dari menyendiri. Menyendiri lebih baik dari duduk bersama orang yang jahat"
[disebutkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitab ‘At-Tamhiid’ juz 17 hal 447]

“Kak Lais kan bukan barang dagangan yang bisa ditawarkan ke sana-kemari?” Ucapan kritis orang terdidik yang tidak suka perjodohan. TERE LIYE BIDADARI SURGA.

Ibu yang baik tahu siapa anak gadisnya, Ia tidak akan pernah meridoi anaknya dibeli bahkan ditawar dengan harga rendah. 

Yang terbaik ketika dalam masa penantian adalah istiqomah, diriku yakin setan memang selalu mengusik melalui kerikil kecil seperti orang lain yang padahal muslim.

Semoga kita mampu menjaga lisan-lisan kita, agar tak menyakiti orang-orang yang ada di sekitar kita, termasuk orang-orang yang dapat menjaga lisan-lisan ini agar tidak melukai saudara kita sendiri.

Terima kasih sudah menjadikan saya lebih kuat, meski mendengarnya sedikit menggores luka. Saya akan tetap tersenyum hangat menyapa anda yang telah berbuat lisan tak baik. Karena bagiku, hanya Allah yang wajib mengadili semua perbuatan kita. Meski begitu tetap menyerukan kebaikan.  

Wajar setiap insan merindukan pasangan dalam hidupnya, yang tidak wajar adalah orang yang selalu mengusik ketenangannya. Annur E.K

Imam Ahmad dan para penyusun kitab as-Sunan meriwayatkan sebuah hadits panjang bahwa Mu'adz bin Jabal menemui Nabi saw. dan berkata, 
"Tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang  akan mem¬buatku masuk surga." Rasulullah saw menjawab, "...Engkau harus menjaga ini sambil menunjuk ke arah lidahnya." Mu'adz  mengulangi lagi pertanyaan yang sama, maka Rasulullah saw. bersabda, "Celaka engkau  Mu'adz, bukan¬kah manusia itu tersungkur di dalam neraka hanya karena akibat dari ucapan  mereka. Tirmidzi berkata, "Hadits ini adalah  hadits hasan shahih. 


8 DOSA LISAN
Lisan ibarat pisau bermata dua,bisa mendatangkan kemaslahatan (kebaikan). dan kemudhratan.
Berikut diantaranya penyakit lisan yang harus dihindari:

1. Pembicaraan yang tidak Bermanfaat

2. Perdebatan dan Pertengkaran

3. Suka Melaknat

4. Bercanda yang Berlebihan

5. Mengejek dan Mencemoohkan orang lain

6. Ghibah (gosip)

7. Namimah (mengadu domba)

8. Memuji berlebihan

^_^
 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template