Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Bulan Rajab tidak ada amalan khusus

Bismillahirrohmanirrohim. 
Lama tak mampir ke lapak saya sendiri. hem...
Kemarin baca status teman Facebook membahas atau share tentang bulan Rajab. 

Gak masalah kalau memang kurang pemahaman bulan Rajab, tapi sebaiknya kita cari bukti yang kuat sebelum share. 
Jika sebagai seorang teman, pasti inginnya memperbaiki dan meluruskan pemahaman yang salah.
Eh, pas lihat komentarnya waduh. Galak banget nih uztad. Saya gak tahu sih uztad siapa?

Tapi si uztad udah kayak kebakaran jenggot.
Teman-teman bisa lihat sendiri, tanggapannya bagaimana jika ada orang bertanya tentang status hadist yang kita share, hadistnya dhoif gak? 
eh malah dijawab dengan marah-marah.
Kan tinggal dijawab saja, cara halus. setahu saya uztad yang berpengalaman juga akan bijak dalam menanggapi ini. Eh malah disuruh ketemuan!

Mungkin biasa ya, orang komentar saling salah paham. Saya tergelitik saja bacanya, ingin share dan memberi masukkan terbaik. Agar kita hati-hati jangan gampang emosi jika ada pertanyaan baik atau menyudutkan.

Uztad kan guru, ditiru lan digugu.

Yuk, mari kita kaji sebentar

Mengkhususkan Berpuasa di Bulan Rajab

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

”Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban, jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.

Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Bahkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.” (Majmu’ Al Fatawa, 25/290-291)

Bahkan telah dicontohkan oleh para sahabat bahwa mereka melarang berpuasa pada seluruh hari bulan Rajab karena ditakutkan akan sama dengan puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana hal ini pernah dicontohkan oleh ’Umar bin Khottob. Ketika bulan Rajab, ’Umar pernah memaksa seseorang untuk makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan,

”Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan bulan Ramadhan.” (Riwayat ini dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 25/290 dan beliau mengatakannya shahih. Begitu pula riwayat ini dikatakan bahwa sanadnya shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Adapun perintah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam untuk berpuasa di bulan-bulan haram yaitu bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, maka ini adalah perintah untuk berpuasa pada empat bulan tersebut dan beliau tidak mengkhususkan untuk berpuasa pada bulan Rajab saja. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 25/291)

Imam Ahmad mengatakan, ”Sebaiknya seseorang tidak berpuasa (pada bulan Rajab) satu atau dua hari.” Imam Asy Syafi’i mengatakan, ”Aku tidak suka jika ada orang yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.” Beliau berdalil dengan hadits ’Aisyah yaitu ’Aisyah tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lainnya sebagaimana beliau menyempurnakan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. (Latho-if Ma’arif, 215)

Ringkasnya, berpuasa penuh di bulan Rajab itu terlarang jika memenuhi tiga point berikut.

  1. Jika dikhususkan berpuasa penuh pada bulan tersebut, tidak seperti bulan lainnya sehingga orang-orang awam dapat menganggapnya sama seperti puasa Ramadhan.
  2. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut adalah puasa yang dikhususkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagaimana sunnah rawatib (sunnah yang mengiringi amalan yang wajib).
  3. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut memiliki keutamaan pahala yang lebih dari puasa di bulan-bulan lainnya. (Lihat Al Hawadits wal Bida’, hal. 130-131. Dinukil dari Al Bida’ Al Hawliyah, 235-236
Perayaan Isro’ Mi’roj

Sebelum kita menilai apakah merayakan Isro’ Mi’roj ada tuntunan dalam agama ini ataukah tidak, perlu kita tinjau terlebih dahulu, apakah Isro’ Mi’roj betul terjadi pada bulan Rajab?

Perlu diketahui bahwa para ulama berselisih pendapat kapan terjadinya Isro’ Mi’roj. Ada ulama yang mengatakan pada bulan Rajab. Ada pula yang mengatakan pada bulan Ramadhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan, ”Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Abu Syamah mengatakan, ”Sebagian orang menceritakan bahwa Isro’ Mi’roj terjadi di bulan Rajab. Namun para pakar Jarh wa Ta’dil (pengkritik perowi hadits) menyatakan bahwa klaim tersebut adalah suatu kedustaan.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 274)

Setelah kita mengetahui bahwa penetapan Isro’ Mi’roj sendiri masih diperselisihkan, lalu bagaimanakah hukum merayakannya?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Tidak dikenal dari seorang dari ulama kaum muslimin yang menjadikan malam Isro’ memiliki keutamaan dari malam lainnya, lebih-lebih dari malam Lailatul Qadr. Begitu pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak pernah mengkhususkan malam Isro’ untuk perayaan-perayaan tertentu dan mereka pun tidak menyebutkannya. Oleh karena itu, tidak diketahui tanggal pasti dari malam Isro’ tersebut.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Begitu pula Syaikhul Islam mengatakan,

“Adapun melaksanakan perayaan tertentu selain dari hari raya yang disyari’atkan (yaitu idul fithri dan idul adha, pen) seperti perayaan pada sebagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal (yang disebut dengan malam Maulid Nabi), perayaan pada sebagian malam Rojab (perayaan Isro’ Mi’roj), hari ke-8 Dzulhijjah, awal Jum’at dari bulan Rojab atau perayaan hari ke-8 Syawal -yang dinamakan orang yang sok pintar (alias bodoh) dengan Idul Abror (ketupat lebaran)-; ini semua adalah bid’ah yang tidak dianjurkan oleh para salaf (sahabat yang merupakan generasi terbaik umat ini) dan mereka juga tidak pernah melaksanakannya.” (Majmu’ Fatawa, 25/298)

Ibnul Haaj mengatakan, ”Di antara ajaran yang tidak ada tuntunan yang diada-adakan di bulan Rajab adalah perayaan malam Isro’ Mi’roj pada tanggal 27 Rajab.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 275)

Catatan penting:

Banyak tersebar di tengah-tengah kaum muslimin sebuah riwayat dari Anas bin Malik. Beliau mengatakan, ”Ketika tiba bulan Rajab, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasa mengucapkan,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

”Allahumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya’ban wa ballignaa Romadhon [Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan].” Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Suniy dalam ’Amalul Yaum wal Lailah. Namun perlu diketahui bahwa hadits ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) karena di dalamnya ada perowi yang bernama Zaidah bin Abi Ar Ruqod. Zaidah adalah munkarul hadits (banyak keliru dalam meriwayatkan hadits) sehingga hadits ini termasuk hadits dho’if. Hadits ini dikatakan dho’if (lemah) oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif (218), Syaikh Al Albani dalam tahqiq Misykatul Mashobih (1369), dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam takhrij Musnad Imam Ahmad.

Demikian pembahasan kami mengenai amalan-amalan di bulan Rajab dan beberapa amalan yang keliru yang dilakukan di bulan tersebut. Semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah kepada kaum muslimin. Semoga Allah menunjuki kita ke jalan kebenaran.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Kalau ingin lebih penasaran lagi, cari di sini http://yufid.com/ 
CARI KATA KUNCINYA, insya Allah terjawab sesuai dengan ajaran Rosul, jauh dari bid'ah.

sumber : http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-di-bulan-rajab



Mampir ke sini juga silahkan https://plus.google.com/+FelixSiauw1453/posts/YEEjzanGYqY

klik gambar lalu di zoom, akan terlihat dengan jelas. Insya Allah

Bismillahirrohmanirrohim. 
Lama tak mampir ke lapak saya sendiri. hem...
Kemarin baca status teman Facebook membahas atau share tentang bulan Rajab. 

Gak masalah kalau memang kurang pemahaman bulan Rajab, tapi sebaiknya kita cari bukti yang kuat sebelum share. 
Jika sebagai seorang teman, pasti inginnya memperbaiki dan meluruskan pemahaman yang salah.
Eh, pas lihat komentarnya waduh. Galak banget nih uztad. Saya gak tahu sih uztad siapa?

Tapi si uztad udah kayak kebakaran jenggot.
Teman-teman bisa lihat sendiri, tanggapannya bagaimana jika ada orang bertanya tentang status hadist yang kita share, hadistnya dhoif gak? 
eh malah dijawab dengan marah-marah.
Kan tinggal dijawab saja, cara halus. setahu saya uztad yang berpengalaman juga akan bijak dalam menanggapi ini. Eh malah disuruh ketemuan!

Mungkin biasa ya, orang komentar saling salah paham. Saya tergelitik saja bacanya, ingin share dan memberi masukkan terbaik. Agar kita hati-hati jangan gampang emosi jika ada pertanyaan baik atau menyudutkan.

Uztad kan guru, ditiru lan digugu.

Yuk, mari kita kaji sebentar

Mengkhususkan Berpuasa di Bulan Rajab

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

”Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban, jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.

Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Bahkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.” (Majmu’ Al Fatawa, 25/290-291)

Bahkan telah dicontohkan oleh para sahabat bahwa mereka melarang berpuasa pada seluruh hari bulan Rajab karena ditakutkan akan sama dengan puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana hal ini pernah dicontohkan oleh ’Umar bin Khottob. Ketika bulan Rajab, ’Umar pernah memaksa seseorang untuk makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan,

”Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan bulan Ramadhan.” (Riwayat ini dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 25/290 dan beliau mengatakannya shahih. Begitu pula riwayat ini dikatakan bahwa sanadnya shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Adapun perintah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam untuk berpuasa di bulan-bulan haram yaitu bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, maka ini adalah perintah untuk berpuasa pada empat bulan tersebut dan beliau tidak mengkhususkan untuk berpuasa pada bulan Rajab saja. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 25/291)

Imam Ahmad mengatakan, ”Sebaiknya seseorang tidak berpuasa (pada bulan Rajab) satu atau dua hari.” Imam Asy Syafi’i mengatakan, ”Aku tidak suka jika ada orang yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.” Beliau berdalil dengan hadits ’Aisyah yaitu ’Aisyah tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lainnya sebagaimana beliau menyempurnakan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. (Latho-if Ma’arif, 215)

Ringkasnya, berpuasa penuh di bulan Rajab itu terlarang jika memenuhi tiga point berikut.

  1. Jika dikhususkan berpuasa penuh pada bulan tersebut, tidak seperti bulan lainnya sehingga orang-orang awam dapat menganggapnya sama seperti puasa Ramadhan.
  2. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut adalah puasa yang dikhususkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagaimana sunnah rawatib (sunnah yang mengiringi amalan yang wajib).
  3. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut memiliki keutamaan pahala yang lebih dari puasa di bulan-bulan lainnya. (Lihat Al Hawadits wal Bida’, hal. 130-131. Dinukil dari Al Bida’ Al Hawliyah, 235-236
Perayaan Isro’ Mi’roj

Sebelum kita menilai apakah merayakan Isro’ Mi’roj ada tuntunan dalam agama ini ataukah tidak, perlu kita tinjau terlebih dahulu, apakah Isro’ Mi’roj betul terjadi pada bulan Rajab?

Perlu diketahui bahwa para ulama berselisih pendapat kapan terjadinya Isro’ Mi’roj. Ada ulama yang mengatakan pada bulan Rajab. Ada pula yang mengatakan pada bulan Ramadhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan, ”Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Abu Syamah mengatakan, ”Sebagian orang menceritakan bahwa Isro’ Mi’roj terjadi di bulan Rajab. Namun para pakar Jarh wa Ta’dil (pengkritik perowi hadits) menyatakan bahwa klaim tersebut adalah suatu kedustaan.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 274)

Setelah kita mengetahui bahwa penetapan Isro’ Mi’roj sendiri masih diperselisihkan, lalu bagaimanakah hukum merayakannya?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Tidak dikenal dari seorang dari ulama kaum muslimin yang menjadikan malam Isro’ memiliki keutamaan dari malam lainnya, lebih-lebih dari malam Lailatul Qadr. Begitu pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak pernah mengkhususkan malam Isro’ untuk perayaan-perayaan tertentu dan mereka pun tidak menyebutkannya. Oleh karena itu, tidak diketahui tanggal pasti dari malam Isro’ tersebut.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Begitu pula Syaikhul Islam mengatakan,

“Adapun melaksanakan perayaan tertentu selain dari hari raya yang disyari’atkan (yaitu idul fithri dan idul adha, pen) seperti perayaan pada sebagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal (yang disebut dengan malam Maulid Nabi), perayaan pada sebagian malam Rojab (perayaan Isro’ Mi’roj), hari ke-8 Dzulhijjah, awal Jum’at dari bulan Rojab atau perayaan hari ke-8 Syawal -yang dinamakan orang yang sok pintar (alias bodoh) dengan Idul Abror (ketupat lebaran)-; ini semua adalah bid’ah yang tidak dianjurkan oleh para salaf (sahabat yang merupakan generasi terbaik umat ini) dan mereka juga tidak pernah melaksanakannya.” (Majmu’ Fatawa, 25/298)

Ibnul Haaj mengatakan, ”Di antara ajaran yang tidak ada tuntunan yang diada-adakan di bulan Rajab adalah perayaan malam Isro’ Mi’roj pada tanggal 27 Rajab.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 275)

Catatan penting:

Banyak tersebar di tengah-tengah kaum muslimin sebuah riwayat dari Anas bin Malik. Beliau mengatakan, ”Ketika tiba bulan Rajab, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasa mengucapkan,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

”Allahumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya’ban wa ballignaa Romadhon [Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan].” Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Suniy dalam ’Amalul Yaum wal Lailah. Namun perlu diketahui bahwa hadits ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) karena di dalamnya ada perowi yang bernama Zaidah bin Abi Ar Ruqod. Zaidah adalah munkarul hadits (banyak keliru dalam meriwayatkan hadits) sehingga hadits ini termasuk hadits dho’if. Hadits ini dikatakan dho’if (lemah) oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif (218), Syaikh Al Albani dalam tahqiq Misykatul Mashobih (1369), dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam takhrij Musnad Imam Ahmad.

Demikian pembahasan kami mengenai amalan-amalan di bulan Rajab dan beberapa amalan yang keliru yang dilakukan di bulan tersebut. Semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah kepada kaum muslimin. Semoga Allah menunjuki kita ke jalan kebenaran.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Kalau ingin lebih penasaran lagi, cari di sini http://yufid.com/ 
CARI KATA KUNCINYA, insya Allah terjawab sesuai dengan ajaran Rosul, jauh dari bid'ah.

sumber : http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-di-bulan-rajab



Mampir ke sini juga silahkan https://plus.google.com/+FelixSiauw1453/posts/YEEjzanGYqY

klik gambar lalu di zoom, akan terlihat dengan jelas. Insya Allah

Merasa Nyaman

Terkadang aku lebih suka dan cocok bermain dengan orang yang lebih dewasa. Sebabnya dia bisa memberikanku pengarahan terbaik, bahkan saat2 silaturahim. Ah, senyumanku tak bisa menghilang begitu saja. Bahkan ketika kita harus berpisah untuk melanjutkan waktu-waktu yang sudah menunggu di sana. Berat sekali.
Ada harapan, senyuman yang indah dan sebuah kelegaan tersendiri. Nilai plusnya dia lebih banyak ilmu agamanya. Masya Allah.

Syukron atas nasehat yang memang harus terjalin  meski cuma sebulan sekali ketemunya, meski tak ada satu jam lamanya.






Terkadang aku lebih suka dan cocok bermain dengan orang yang lebih dewasa. Sebabnya dia bisa memberikanku pengarahan terbaik, bahkan saat2 silaturahim. Ah, senyumanku tak bisa menghilang begitu saja. Bahkan ketika kita harus berpisah untuk melanjutkan waktu-waktu yang sudah menunggu di sana. Berat sekali.
Ada harapan, senyuman yang indah dan sebuah kelegaan tersendiri. Nilai plusnya dia lebih banyak ilmu agamanya. Masya Allah.

Syukron atas nasehat yang memang harus terjalin  meski cuma sebulan sekali ketemunya, meski tak ada satu jam lamanya.






Hikmah Minoritas Muslim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Memandang negeri seberang, lalu menyeberangi lagi. Lalu menyisiri lagi. Mencari keberadaan wajah-wajah Islam di negeri mayoritas non muslim sudah menyedot perhatianku. Tayangan di TV "JAZIRAH ISLAM" ini membuatku tersenyum bahkan begitu bangga menjadi warga INDONESIA MUSLIM. 

Jika kita melihat dari negara satu ke negara lain, pasti ada yang berbeda. Bahkan kita bisa melihat ada beberapa daerah yang benar-benar muslimah sudah berhijab namun terpaksa kembali mengurai rambut dengan memakai kepala. Karena mereka dianggap berbahaya bagi daerah Mayoritas Nonis. 

Bahkan yang menarik perhatianku adalah lagi-lagi seorang jurnalis wanita nonis yang akhirnya ia menjadi mualaf dan berhijab. 
Ya, seperti kita tahu, hijab yang mereka kenakan hanya kerudung biasa yang di peniti lalu di lilit saja. Saya tetap salut, karena bagaimanapun Ia sudah berusaha menutup aurat dan tidak bersikap berlebihan dalam berpakaian. Karena tugasnya sebagai jurnalis meliput beberapa orang yang justru bukan muslim, itu bukan menjadi kendala. Bahkan ia sempat dicurigai beberapa orang hingga diintrogasi dari ujung kaki ke ujung kepala. Dan alhamdulillah, Islam selalu mengajarkan ilmu kepada manusia yang selalu mencari ilmu. Dia bebas untuk melanjutkan pekerjaannya kembali. Dan Allah bersama hamba2Nya yang taat.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang mayoritas muslim? berhijab itu bukanlah halangan bahkan sudah dibebaskan, dari mulai yang berkerudung biasa hingga cadar, Subhanallah ini menjadi hal yang luar biasa. Kita bebas memerankan diri ini sebagai hamba yang taat semata-mata karena kewajiban. 

Namun nyatanya? ini menjadi kendala bagi mereka yang justru muslim sejak kecil. Mereka yang minoritas berani mengambil resiko hijab jika ia dibenci. Lantas kita yang diberikan kebebasan? masih tak sanggup atau malu untuk menutup aurat?

Kalaupun tidak menutup aurat setidaknya kemajuan pada ilmu agama bisakah? tidak seimbang memang, tapi nyata di negeri Meksiko sana ibu-ibu modern meski mereka tidak menutup kepalanya, mereka masih berusaha meluangkan waktunya belajar Al-qur'an rutin, hingga mampu mengajarkannya pada anak-anak mereka. 

Bahkan di negeri sana, ada seornag jurnalis non muslim yang mengoleksi Al-qur'an hingga mengajak tetangga berbuka puasa bersama di rumahnya. Persis kayak kisahnya #Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman E.Z. lho.

Lantas tetangga kita, adik kita, kakak kita, saudara-saudara kita? nutup aurat ogah, ngaji katanya malas. Asikan nonton TV. hem...

TV Indonesia di tonton terus capek, banyak sinetron para pemainnya kan berkiblat barat.  Ikhtilat otomatis, ya sudah kita berkiblatnya nanti TV terus. 
Yuk kawan saudara-saudariku, kumpul sama orang islam belajar ilmu agama, saling melengkapi, saling menyayangi. 

Islam itu bukan agama saja, tapi sistem yang mengatur kehidupan kita di dunia untuk menuju kehidupan sesungguhnya di akhirat. Negeri Islam akan tegak, karena umatnya juga menegakkan bukan melumpuhkan. 

Yuk, semangat hijab yah. Mumpung masih di bumi Indonesia lho. 

Teman-teman nonton jazirah Islam juga ya. Semoga kalian bisa memetik hikmah Islam yang minoritas di negeri mayoritas non muslim. 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Q.S Fussilat ayat 30


Masih dalam bulan Ramadhan. 
Memetik hikmah dari tayangan yang baik, bukan yang tidak baik. Insha Allah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Memandang negeri seberang, lalu menyeberangi lagi. Lalu menyisiri lagi. Mencari keberadaan wajah-wajah Islam di negeri mayoritas non muslim sudah menyedot perhatianku. Tayangan di TV "JAZIRAH ISLAM" ini membuatku tersenyum bahkan begitu bangga menjadi warga INDONESIA MUSLIM. 

Jika kita melihat dari negara satu ke negara lain, pasti ada yang berbeda. Bahkan kita bisa melihat ada beberapa daerah yang benar-benar muslimah sudah berhijab namun terpaksa kembali mengurai rambut dengan memakai kepala. Karena mereka dianggap berbahaya bagi daerah Mayoritas Nonis. 

Bahkan yang menarik perhatianku adalah lagi-lagi seorang jurnalis wanita nonis yang akhirnya ia menjadi mualaf dan berhijab. 
Ya, seperti kita tahu, hijab yang mereka kenakan hanya kerudung biasa yang di peniti lalu di lilit saja. Saya tetap salut, karena bagaimanapun Ia sudah berusaha menutup aurat dan tidak bersikap berlebihan dalam berpakaian. Karena tugasnya sebagai jurnalis meliput beberapa orang yang justru bukan muslim, itu bukan menjadi kendala. Bahkan ia sempat dicurigai beberapa orang hingga diintrogasi dari ujung kaki ke ujung kepala. Dan alhamdulillah, Islam selalu mengajarkan ilmu kepada manusia yang selalu mencari ilmu. Dia bebas untuk melanjutkan pekerjaannya kembali. Dan Allah bersama hamba2Nya yang taat.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang mayoritas muslim? berhijab itu bukanlah halangan bahkan sudah dibebaskan, dari mulai yang berkerudung biasa hingga cadar, Subhanallah ini menjadi hal yang luar biasa. Kita bebas memerankan diri ini sebagai hamba yang taat semata-mata karena kewajiban. 

Namun nyatanya? ini menjadi kendala bagi mereka yang justru muslim sejak kecil. Mereka yang minoritas berani mengambil resiko hijab jika ia dibenci. Lantas kita yang diberikan kebebasan? masih tak sanggup atau malu untuk menutup aurat?

Kalaupun tidak menutup aurat setidaknya kemajuan pada ilmu agama bisakah? tidak seimbang memang, tapi nyata di negeri Meksiko sana ibu-ibu modern meski mereka tidak menutup kepalanya, mereka masih berusaha meluangkan waktunya belajar Al-qur'an rutin, hingga mampu mengajarkannya pada anak-anak mereka. 

Bahkan di negeri sana, ada seornag jurnalis non muslim yang mengoleksi Al-qur'an hingga mengajak tetangga berbuka puasa bersama di rumahnya. Persis kayak kisahnya #Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman E.Z. lho.

Lantas tetangga kita, adik kita, kakak kita, saudara-saudara kita? nutup aurat ogah, ngaji katanya malas. Asikan nonton TV. hem...

TV Indonesia di tonton terus capek, banyak sinetron para pemainnya kan berkiblat barat.  Ikhtilat otomatis, ya sudah kita berkiblatnya nanti TV terus. 
Yuk kawan saudara-saudariku, kumpul sama orang islam belajar ilmu agama, saling melengkapi, saling menyayangi. 

Islam itu bukan agama saja, tapi sistem yang mengatur kehidupan kita di dunia untuk menuju kehidupan sesungguhnya di akhirat. Negeri Islam akan tegak, karena umatnya juga menegakkan bukan melumpuhkan. 

Yuk, semangat hijab yah. Mumpung masih di bumi Indonesia lho. 

Teman-teman nonton jazirah Islam juga ya. Semoga kalian bisa memetik hikmah Islam yang minoritas di negeri mayoritas non muslim. 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Q.S Fussilat ayat 30


Masih dalam bulan Ramadhan. 
Memetik hikmah dari tayangan yang baik, bukan yang tidak baik. Insha Allah.

Ketika Berhijab Dimaknai "Cantik Religius"


Ketika Berhijab Dimaknai "Cantik Religius"

For some muslim women, life is never that simple. 
Ya, semua terasa (atau sengaja dibikin) complicated. Rumit! 
Saya ingat duluuuuu… jaman belum pakai Kerudung versi pribadi sebelum mengenakan Kerudung, dibujuk oleh teman-teman dengan banyak alasan. Salah satunya dari sisi praktis, rambut tidak perlu didandani habis ketika hendak keluar rumah, ke pesta khususnya. Tidak seperti kebanyakan wanita yang tidak mengenakan kerudung, kalau ke pesta semprotan hair spray bisa sampai ke mana-mana, belum jepitan di sana-sini, bahkan terkadang harus duduk bersabar didandani penata rambut di salon selama beberapa jam. Dengan kerudung, kita tidak butuh semua itu.

Itu ke pesta. Untuk kebutuhan harian, termasuk bersekolah atau bekerja, rambut pun ditata dengan hati-hati. Kan katanya rambut adalah mahkota wanita.

Itu dulu… Sekarang…?

Bahkan memakai Kerudung pun hampir sama rumitnya dengan menyanggul rambut. Butuh tutorial! Butuh sekian peniti dan jarum pentul beserta berbagai variasi aksesoris menarik! Kalau dulu sebagian besar wanita mendandani rambutnya dan mengenakan aksesoris untuk acara khusus, sekarang kepala wanita didandani dengan kerudung trendi berbagai model untuk berbagai kesempatan. Walhasil, sebelum dan sesudah berkerudung tabarruj alias berhias jalan terus. kerudung yang semestinya sangat praktis pun menjadi rumit dengan berbagai jepitan. Memang benar, bagi sebagian kaum perempuan, hidup tidak pernah sesederhana itu.

Saya teringat pernah berdiskusi dengan seorang kawan yang lama tidak pulang ke tanah air. Dia bilang, “Tetanggaku orang Pakistan bilang, ‘Indonesian is too advance muslim’.” Katanya, muslim Indonesia itu sangat (atau tepatnya terlalu) maju. 
Dari yang tidak ada diada-adakan. Sepanjang sesuatu itu diberi label ‘Islami’, maka sesuatu itu dianggap benar menurut ajaran Islam normatif. Ya… patut diakui sebagian muslim Indonesia memang sangat kreatif dan inovatif, hingga sesuatu yang sudah baku, dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang sama sekali baru, atau berbeda jauh dari aslinya. Seperti kerudung yang kini masuk ke dalam industri mode. Hingga kata-kata dijalin, dililit, diputar, disematkan atau yang semisalnya, bisa anda dapatkan di antara tutotial hijab yang bertebaran di internet.

Setan memang selalu punya cara. Ketika dia tidak mampu membendung semangat wanita muslimah untuk mengenakan jilbab, dihembuskannya ide ‘tampil cantik dengan berkerudung . ‘Pakai kerudung juga harus tetap terlihat modis dan menarik…’, atau ‘ Apa salahnya? Toh Rambut tetap tertutup…’, dan sekian bisikan lainnya. Akibatnya jilbab/hijab kehilangan esensinya. Alih-alih dari perintah berhijab agar wanita tidak menampakkan perhiasannya, kerudung malah menjadi perhiasan bagi wanita zaman sekarang, untuk memberi kesan ‘cantik religious’.

Tidak ada yang salah dengan semangat wanita muslimah mengenakan jilbab sekarang ini. Keasadaran akan kewajiban menutup aurat merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Yang perlu diluruskan ada kekeliruan pehaman akan kerudung itu sendiri. Jilbab adalah pakaian takwa, tidak dapat dinilai dengan timbangan mode dan trend. kerudung bukan sekedar kain yang ditutupkan di kepala dan membalut seluruh tubuh. kerudung tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kesan ‘cantik yang religius’. Maaf, bukan seperti itu. Mengenakan kerudung syar’i tidak membutuhkan tutorial rumit dengan kata-kata dililit, dijalin, disematkan dan seterusnya. Yang kita butuhkan adalah pengetahuan mengenai syarat-syarat kerudung syar’i, yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Maka dari itu perlu diketahui pengertian kerudung itu sendiri

Kerudung/Khimar: KAin yang menutupi kepala wanita dan diulirkan kainnya tutupi dada.

Jilbab/Jubah/Abaya/GAmis: Baju Luar yang longgar dan lapang yang tutupi seluruh tubuh.

Syaikh al-Albani rahimahullah, salah seorang ahli hadits abad ini, berdasarkan hasil penelitiannya terhadap nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menulis dalam bukunya – Jilbab Wanita Muslimah menurut al-Qur’an dan As-Sunnah – syarat-syarat jilbab syar’i itu sebagai berikut:

*Menutupi seluruh tubuh, selain bagian yang dikecualikan,

*Bukan untuk berhias,

*Tebal, tidak tipis,

*Longgar, tidak ketat,

*Tidak diberi wangi-wangian,

*Tidak menyerupai pakaian laki-laki,

*Tidak menyerupai wanita kafir,

* Bukan pakaian untuk kemasyhuran

Setiap poin diatas dijelaskan berdasarkan dalil-dalil yang sah, dan tidak ada tempat bagi jilbab-Kerudung berhias sebagaimana yang umum dipakai sebagian wanita muslimah saat ini. Ketika membahas mengenai poin kedua di atas, Syaikh Albani rahimahullah menukilkan ayat berikut:

“Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka…”
(QS an-Nur : 31)


Perhiasan yang dimaksud ada 3 :
1. Pakaian berlebihan, 
2. Penggunaan emas dll, 
3. Perhiasan untuk muka, kuku dan badan berlebihan. 

…dan beberapa dalil lainnya. Beliau menjelaskan bahwa secara umum ayat di atas mengandung larangan menghiasi pakaian yang dipakainya sehingga menarik perhatian laki-laki. Lebih lanjut beliau berkata bahwa perintah mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutup perhiasan wanita. Dengan demikian tidaklah masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita itu malah menjadi pakaian untuk berhias.

Saudariku, mari berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri. Apa arti jilbab buat kita dan untuk apa kita mengenakannya? Cukuplah jawaban itu pada diri masing-masing. Sungguh, keputusan untuk merubah penampilan secara total bukan seusatu yang mudah. Terlebih lagi jika lingkungan di sekitar kita tidak mendukung hal itu. Akan tetapi Allah akan memberikan pertolongan bagi orang yang bersungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan. Segala puji bagi Allah yang telah mendatangkan hidayah berupa kesadaran pada diri kita untuk mengenakan jilbab sebagai wujud ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah menambahkan hidayah-Nya bagi kita dan memudahkan kita menguatkan tekad untuk melaksanakan perintah berhijab, dengan hijab yang sempurna.

Wallahua'lam


Sumber: 
Tumblr dengan disunting beberapa kalimatnya oleh JIC dan ditambahkan beberapa kata oleh Annur.

Salam semangat Ramadhan, mari menuju jalan cahaya yang bermandikan surga. 
Agar setelah ramadhan pergi kita menjadi pribadi yang lebih baik. Tak akan terlaksana tanpa usaha dan tekad yang kuat. Biidznillah.

Annur El Karimah



Ketika Berhijab Dimaknai "Cantik Religius"

For some muslim women, life is never that simple. 
Ya, semua terasa (atau sengaja dibikin) complicated. Rumit! 
Saya ingat duluuuuu… jaman belum pakai Kerudung versi pribadi sebelum mengenakan Kerudung, dibujuk oleh teman-teman dengan banyak alasan. Salah satunya dari sisi praktis, rambut tidak perlu didandani habis ketika hendak keluar rumah, ke pesta khususnya. Tidak seperti kebanyakan wanita yang tidak mengenakan kerudung, kalau ke pesta semprotan hair spray bisa sampai ke mana-mana, belum jepitan di sana-sini, bahkan terkadang harus duduk bersabar didandani penata rambut di salon selama beberapa jam. Dengan kerudung, kita tidak butuh semua itu.

Itu ke pesta. Untuk kebutuhan harian, termasuk bersekolah atau bekerja, rambut pun ditata dengan hati-hati. Kan katanya rambut adalah mahkota wanita.

Itu dulu… Sekarang…?

Bahkan memakai Kerudung pun hampir sama rumitnya dengan menyanggul rambut. Butuh tutorial! Butuh sekian peniti dan jarum pentul beserta berbagai variasi aksesoris menarik! Kalau dulu sebagian besar wanita mendandani rambutnya dan mengenakan aksesoris untuk acara khusus, sekarang kepala wanita didandani dengan kerudung trendi berbagai model untuk berbagai kesempatan. Walhasil, sebelum dan sesudah berkerudung tabarruj alias berhias jalan terus. kerudung yang semestinya sangat praktis pun menjadi rumit dengan berbagai jepitan. Memang benar, bagi sebagian kaum perempuan, hidup tidak pernah sesederhana itu.

Saya teringat pernah berdiskusi dengan seorang kawan yang lama tidak pulang ke tanah air. Dia bilang, “Tetanggaku orang Pakistan bilang, ‘Indonesian is too advance muslim’.” Katanya, muslim Indonesia itu sangat (atau tepatnya terlalu) maju. 
Dari yang tidak ada diada-adakan. Sepanjang sesuatu itu diberi label ‘Islami’, maka sesuatu itu dianggap benar menurut ajaran Islam normatif. Ya… patut diakui sebagian muslim Indonesia memang sangat kreatif dan inovatif, hingga sesuatu yang sudah baku, dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang sama sekali baru, atau berbeda jauh dari aslinya. Seperti kerudung yang kini masuk ke dalam industri mode. Hingga kata-kata dijalin, dililit, diputar, disematkan atau yang semisalnya, bisa anda dapatkan di antara tutotial hijab yang bertebaran di internet.

Setan memang selalu punya cara. Ketika dia tidak mampu membendung semangat wanita muslimah untuk mengenakan jilbab, dihembuskannya ide ‘tampil cantik dengan berkerudung . ‘Pakai kerudung juga harus tetap terlihat modis dan menarik…’, atau ‘ Apa salahnya? Toh Rambut tetap tertutup…’, dan sekian bisikan lainnya. Akibatnya jilbab/hijab kehilangan esensinya. Alih-alih dari perintah berhijab agar wanita tidak menampakkan perhiasannya, kerudung malah menjadi perhiasan bagi wanita zaman sekarang, untuk memberi kesan ‘cantik religious’.

Tidak ada yang salah dengan semangat wanita muslimah mengenakan jilbab sekarang ini. Keasadaran akan kewajiban menutup aurat merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Yang perlu diluruskan ada kekeliruan pehaman akan kerudung itu sendiri. Jilbab adalah pakaian takwa, tidak dapat dinilai dengan timbangan mode dan trend. kerudung bukan sekedar kain yang ditutupkan di kepala dan membalut seluruh tubuh. kerudung tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kesan ‘cantik yang religius’. Maaf, bukan seperti itu. Mengenakan kerudung syar’i tidak membutuhkan tutorial rumit dengan kata-kata dililit, dijalin, disematkan dan seterusnya. Yang kita butuhkan adalah pengetahuan mengenai syarat-syarat kerudung syar’i, yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Maka dari itu perlu diketahui pengertian kerudung itu sendiri

Kerudung/Khimar: KAin yang menutupi kepala wanita dan diulirkan kainnya tutupi dada.

Jilbab/Jubah/Abaya/GAmis: Baju Luar yang longgar dan lapang yang tutupi seluruh tubuh.

Syaikh al-Albani rahimahullah, salah seorang ahli hadits abad ini, berdasarkan hasil penelitiannya terhadap nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menulis dalam bukunya – Jilbab Wanita Muslimah menurut al-Qur’an dan As-Sunnah – syarat-syarat jilbab syar’i itu sebagai berikut:

*Menutupi seluruh tubuh, selain bagian yang dikecualikan,

*Bukan untuk berhias,

*Tebal, tidak tipis,

*Longgar, tidak ketat,

*Tidak diberi wangi-wangian,

*Tidak menyerupai pakaian laki-laki,

*Tidak menyerupai wanita kafir,

* Bukan pakaian untuk kemasyhuran

Setiap poin diatas dijelaskan berdasarkan dalil-dalil yang sah, dan tidak ada tempat bagi jilbab-Kerudung berhias sebagaimana yang umum dipakai sebagian wanita muslimah saat ini. Ketika membahas mengenai poin kedua di atas, Syaikh Albani rahimahullah menukilkan ayat berikut:

“Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka…”
(QS an-Nur : 31)


Perhiasan yang dimaksud ada 3 :
1. Pakaian berlebihan, 
2. Penggunaan emas dll, 
3. Perhiasan untuk muka, kuku dan badan berlebihan. 

…dan beberapa dalil lainnya. Beliau menjelaskan bahwa secara umum ayat di atas mengandung larangan menghiasi pakaian yang dipakainya sehingga menarik perhatian laki-laki. Lebih lanjut beliau berkata bahwa perintah mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutup perhiasan wanita. Dengan demikian tidaklah masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita itu malah menjadi pakaian untuk berhias.

Saudariku, mari berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri. Apa arti jilbab buat kita dan untuk apa kita mengenakannya? Cukuplah jawaban itu pada diri masing-masing. Sungguh, keputusan untuk merubah penampilan secara total bukan seusatu yang mudah. Terlebih lagi jika lingkungan di sekitar kita tidak mendukung hal itu. Akan tetapi Allah akan memberikan pertolongan bagi orang yang bersungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan. Segala puji bagi Allah yang telah mendatangkan hidayah berupa kesadaran pada diri kita untuk mengenakan jilbab sebagai wujud ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah menambahkan hidayah-Nya bagi kita dan memudahkan kita menguatkan tekad untuk melaksanakan perintah berhijab, dengan hijab yang sempurna.

Wallahua'lam


Sumber: 
Tumblr dengan disunting beberapa kalimatnya oleh JIC dan ditambahkan beberapa kata oleh Annur.

Salam semangat Ramadhan, mari menuju jalan cahaya yang bermandikan surga. 
Agar setelah ramadhan pergi kita menjadi pribadi yang lebih baik. Tak akan terlaksana tanpa usaha dan tekad yang kuat. Biidznillah.

Annur El Karimah


Mengapa Allah menyuruh kita berpuasa?

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah Para sahabat  Islam. Kita telah memasuki dan tengah melaksanakan shaum dibulan Ramadhan, bulan mulia, bulan dimana pahala amal-amal dilipat-gandakan, bulan dimana didalamnya telah diturunkan (permulaan) Al Qur'an.
 
Dalam catatan kita kali ini, saya ingin membahas :

 Mengapa Allah menyuruh kita untuk berpuasa dibulan Ramadhan ini..??? 
Apa yang Di Kehendaki Allah dari ibadah puasa yang kita lakukan ini ???  

Yuk,! Kita mengulasnya bersama-sama,cukup dengan bahasa yang sederhana saja, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua apalagi hari ini adalah hari awal puasa semoga hal ini bisa kita ingat untuk satu bulan kedepan dan seterusnya.

 
Di dalam AL-Quran,Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman pada surat Al-Baqarah 183 :
يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقونَ
 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. 2 Al-Baqarah 183)
 
Dari ayat diatas kita dapat pahami bahwa Allah menghendaki dilaksanakannya berpuasa agar kita menjadi Insan yang Bertaqwa !.. Tapi tentu menjadi pertanyaan bagi kita bersama.. Yang bagaimanakah Taqwa itu ??? .Mengenai ini, ada suatu riwayat yang tertulis dalam tafsir Ibn Kathir yang mudah-mudahan dapat memberikan gambaran secara mudah kepada kita tentang apa itu taqwa, yaitu perbincangan antara Umar bin Khattab r.a dan Ubay bin Ka'ab r.a.

-------
Pada suatu ketika Umar bin Khattab r.a. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang taqwa...
Ubay bin Ka’ab menjawab, “Bukankah Anda pernah melewati jalan yang penuh duri…?
“Ya…”, jawab Umar bin Khattab.
“Apa yang Anda lakukan saat itu…?” kata Ubay bin Ka’ab.
“Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. kata Umar bin Khattab.
“Itulah TAQWA…!” jawab Ubay bin Ka’ab.
 
Dari sini kita sudah dapat memahami bahwa Hakikat dari Taqwa adalah kehati-hatian. Kehati-hatian dalam menetapi jalan yang telah di tetapkan Allah,Ketentuan-ketentuan yang telah di gariskan Allah. Dan berhati-hati serta memelihara diri agar jangan sampai terkena hal-hal yang mengakibatkan dirinya keluar dari apa-apa yang bisa "memungkinkan" dirinya mendapat murka Allah,!..Seperti layaknya kita sedang melewati jalan yang penuh duri dan kita sangat berhati-hati dalam melangkah agar tidak mengenai duri itu.. Begitulah "implementasi" taqwa dalam kehidupan ini.
 
Dan inilah yang dikehendaki Allah dari tujuan kita berpuasa, bahwa kita akan menjadi orang yang seperti itu.. agar menjadi orang yang berhati-hati dalam melangkah dalam hidup ini ! agar jangan sampai terjatuh kepada hal-hal yang diri kita terkena dosa dan kesalahan..dan selalu waspada bahkan dari hal-hal yang kecil sekalipun karena takut akan Murka Allah. Itulah takwa..  dan di bulan Ramadhan inilah kita didik dan dilatih untuk menjadi insan yang "bertakwa" dan diharapkan akan terus berkelanjutan sampai akhir hayat kita...
 
Dan perlu kita lihat juga!, dalam Al-baqarah 183 diatas, Allah telah memanggil kita/semua yang Ia suruh untuk melaksanakan kewajiban puasa dengan kata "Hai orang-orang yang beriman ...." !!! 
Jadi apakah kita hanya berdiam diri saja mendengar seruan ini ?? Apakah tidak senangkah hati kita ketika Allah memanggil "Hai orang-orang yang beriman ...." !!! Kita tidak akan mendatangi seruan tersebut ?!?! ..
 
Seandainya saja orang yang sangat kita Hormati menyeru dan memberikan tugas kepada kita..Apa yang kita lakukan para Sahabat ??? .. Tentu kita akan menjalankan tugas itu dengan penuh kehati-hatian dan dengan rasa tanggung jawab yang Penuh...
 
BEGITU JUGA DENGAN PUASA! Allah telah menyeru kita, memanggil kita.. dan menugaskan akan suatu kewajiban.. agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa ..tidak-kah kita akan menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan penuh kehati-hatian ????
Dia bukan-lah seorang Pejabat,.ataupun Presiden tapi DIA adalah Tuhan Seru sekalian alam. Marilah kita datangi seruan ini sebaik-baiknya. Dengan penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakannya. Sebagai Perintah dari Tuhan- Alam semesta ini .Pencipta-ku dan Pencipta-mu !yang mana kita semua kelak akan menemui-Nya.. Insya Allah, tujuan yang dikehendaki "..agar kamu bertakwa,"  akan terwujud serta menghasilkan ... Itulah yang diharapkan dari didikan di bulan Ramadhan ini.....
 
Selamat berbuka bagi yang telah masuki waktunya...
 
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki...
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [Syarah Hisnul Muslim, bab Dua’ ‘inda Ifthari ash-Shaim, hadits no. 176).


Kalau ada anak kecil bertanya tentang puasa itu apa? kenapa harus puasa?

Jika si orang tua cukup mampu menjawab dan di rasa anak kecil itu mampu menangkap dengan baik. Maka jelaskanlah dengan cara yang baik dan rendah hati. Saya yakin jika ibu yang baik pasti jawabannya baik juga :).


PUASA UNTUK MENJAGA KESEHATAN TUBUH KITA


Selain bulan Ramadhaan—dan itu artinya selama 11 bulan lainnya—tubuh kita terus-menerus mengunyah makanan tanpa henti. Bayangkan, 11 bulan. Ibaratnya mesin, maka organ-organ pencernaan dalam tubuh kita itu dipakai secara konstan, bahkan untuk mengunyah makanan yang tidak kita butuhkan, hanya sekadar kita inginkan saja.

Nah, puasa Ramadhan jelas memberikan jeda yang cukup untuk tubuh sejenak berhenti. Walaupun faktanya kita juga masih mengonsumsi makanan dan minuman di malam hari, namun jumlahnya niscaya tidak akan sebanyak jika makan atau minum di siang hari. Katakanlah, kita harus sudah istirahat tidur beberapa jam setelah buka.

Ketika kita berpuasa dalam jumlah hari yang konstan, ini memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat, membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Puasa Ramadhan ini juga memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Selain itu juga menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengapa bisa begitu?

Pada minggu pertama puasa, belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. Ini tidak akan terjadi jika kita melakukan puasa yang tidak reguler dan tidak terus-menerus.

Manfaat lainnya dari puasa adalah menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh.

Pada saat puasa, kita sudah dianjurkanuntuk bersabar dan berusaha menahan amarah. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal, sehingga irama hidup lebih harmonis. Puasa juga bermanfaat meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.

Di samping itu, puasa dapat meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan itu akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya. Misalnya, panca indra menjadi lebih tajam. Nah, itulah rahasia di balik keajaiban puasa Ramadhan kita. Beberapa hari lagi puasa Ramadhan ini akan segera berakhir. Jangan sampai kita melewatkannya.

Refrensi :

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah Para sahabat  Islam. Kita telah memasuki dan tengah melaksanakan shaum dibulan Ramadhan, bulan mulia, bulan dimana pahala amal-amal dilipat-gandakan, bulan dimana didalamnya telah diturunkan (permulaan) Al Qur'an.
 
Dalam catatan kita kali ini, saya ingin membahas :

 Mengapa Allah menyuruh kita untuk berpuasa dibulan Ramadhan ini..??? 
Apa yang Di Kehendaki Allah dari ibadah puasa yang kita lakukan ini ???  

Yuk,! Kita mengulasnya bersama-sama,cukup dengan bahasa yang sederhana saja, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua apalagi hari ini adalah hari awal puasa semoga hal ini bisa kita ingat untuk satu bulan kedepan dan seterusnya.

 
Di dalam AL-Quran,Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman pada surat Al-Baqarah 183 :
يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقونَ
 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. 2 Al-Baqarah 183)
 
Dari ayat diatas kita dapat pahami bahwa Allah menghendaki dilaksanakannya berpuasa agar kita menjadi Insan yang Bertaqwa !.. Tapi tentu menjadi pertanyaan bagi kita bersama.. Yang bagaimanakah Taqwa itu ??? .Mengenai ini, ada suatu riwayat yang tertulis dalam tafsir Ibn Kathir yang mudah-mudahan dapat memberikan gambaran secara mudah kepada kita tentang apa itu taqwa, yaitu perbincangan antara Umar bin Khattab r.a dan Ubay bin Ka'ab r.a.

-------
Pada suatu ketika Umar bin Khattab r.a. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang taqwa...
Ubay bin Ka’ab menjawab, “Bukankah Anda pernah melewati jalan yang penuh duri…?
“Ya…”, jawab Umar bin Khattab.
“Apa yang Anda lakukan saat itu…?” kata Ubay bin Ka’ab.
“Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. kata Umar bin Khattab.
“Itulah TAQWA…!” jawab Ubay bin Ka’ab.
 
Dari sini kita sudah dapat memahami bahwa Hakikat dari Taqwa adalah kehati-hatian. Kehati-hatian dalam menetapi jalan yang telah di tetapkan Allah,Ketentuan-ketentuan yang telah di gariskan Allah. Dan berhati-hati serta memelihara diri agar jangan sampai terkena hal-hal yang mengakibatkan dirinya keluar dari apa-apa yang bisa "memungkinkan" dirinya mendapat murka Allah,!..Seperti layaknya kita sedang melewati jalan yang penuh duri dan kita sangat berhati-hati dalam melangkah agar tidak mengenai duri itu.. Begitulah "implementasi" taqwa dalam kehidupan ini.
 
Dan inilah yang dikehendaki Allah dari tujuan kita berpuasa, bahwa kita akan menjadi orang yang seperti itu.. agar menjadi orang yang berhati-hati dalam melangkah dalam hidup ini ! agar jangan sampai terjatuh kepada hal-hal yang diri kita terkena dosa dan kesalahan..dan selalu waspada bahkan dari hal-hal yang kecil sekalipun karena takut akan Murka Allah. Itulah takwa..  dan di bulan Ramadhan inilah kita didik dan dilatih untuk menjadi insan yang "bertakwa" dan diharapkan akan terus berkelanjutan sampai akhir hayat kita...
 
Dan perlu kita lihat juga!, dalam Al-baqarah 183 diatas, Allah telah memanggil kita/semua yang Ia suruh untuk melaksanakan kewajiban puasa dengan kata "Hai orang-orang yang beriman ...." !!! 
Jadi apakah kita hanya berdiam diri saja mendengar seruan ini ?? Apakah tidak senangkah hati kita ketika Allah memanggil "Hai orang-orang yang beriman ...." !!! Kita tidak akan mendatangi seruan tersebut ?!?! ..
 
Seandainya saja orang yang sangat kita Hormati menyeru dan memberikan tugas kepada kita..Apa yang kita lakukan para Sahabat ??? .. Tentu kita akan menjalankan tugas itu dengan penuh kehati-hatian dan dengan rasa tanggung jawab yang Penuh...
 
BEGITU JUGA DENGAN PUASA! Allah telah menyeru kita, memanggil kita.. dan menugaskan akan suatu kewajiban.. agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa ..tidak-kah kita akan menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan penuh kehati-hatian ????
Dia bukan-lah seorang Pejabat,.ataupun Presiden tapi DIA adalah Tuhan Seru sekalian alam. Marilah kita datangi seruan ini sebaik-baiknya. Dengan penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakannya. Sebagai Perintah dari Tuhan- Alam semesta ini .Pencipta-ku dan Pencipta-mu !yang mana kita semua kelak akan menemui-Nya.. Insya Allah, tujuan yang dikehendaki "..agar kamu bertakwa,"  akan terwujud serta menghasilkan ... Itulah yang diharapkan dari didikan di bulan Ramadhan ini.....
 
Selamat berbuka bagi yang telah masuki waktunya...
 
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki...
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [Syarah Hisnul Muslim, bab Dua’ ‘inda Ifthari ash-Shaim, hadits no. 176).


Kalau ada anak kecil bertanya tentang puasa itu apa? kenapa harus puasa?

Jika si orang tua cukup mampu menjawab dan di rasa anak kecil itu mampu menangkap dengan baik. Maka jelaskanlah dengan cara yang baik dan rendah hati. Saya yakin jika ibu yang baik pasti jawabannya baik juga :).


PUASA UNTUK MENJAGA KESEHATAN TUBUH KITA


Selain bulan Ramadhaan—dan itu artinya selama 11 bulan lainnya—tubuh kita terus-menerus mengunyah makanan tanpa henti. Bayangkan, 11 bulan. Ibaratnya mesin, maka organ-organ pencernaan dalam tubuh kita itu dipakai secara konstan, bahkan untuk mengunyah makanan yang tidak kita butuhkan, hanya sekadar kita inginkan saja.

Nah, puasa Ramadhan jelas memberikan jeda yang cukup untuk tubuh sejenak berhenti. Walaupun faktanya kita juga masih mengonsumsi makanan dan minuman di malam hari, namun jumlahnya niscaya tidak akan sebanyak jika makan atau minum di siang hari. Katakanlah, kita harus sudah istirahat tidur beberapa jam setelah buka.

Ketika kita berpuasa dalam jumlah hari yang konstan, ini memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat, membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Puasa Ramadhan ini juga memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Selain itu juga menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengapa bisa begitu?

Pada minggu pertama puasa, belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. Ini tidak akan terjadi jika kita melakukan puasa yang tidak reguler dan tidak terus-menerus.

Manfaat lainnya dari puasa adalah menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh.

Pada saat puasa, kita sudah dianjurkanuntuk bersabar dan berusaha menahan amarah. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal, sehingga irama hidup lebih harmonis. Puasa juga bermanfaat meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.

Di samping itu, puasa dapat meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan itu akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya. Misalnya, panca indra menjadi lebih tajam. Nah, itulah rahasia di balik keajaiban puasa Ramadhan kita. Beberapa hari lagi puasa Ramadhan ini akan segera berakhir. Jangan sampai kita melewatkannya.

Refrensi :

Welcome Ramadhan





“Bertakwalah pada Allah Rabb kalian, laksanakanlah shalat limat waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat dari harta kalian, taatilah penguasa yang mengatur urusan kalian, maka kalian akan memasuki surga Rabb kalian.” (HR. Tirmidzi no. 616 dan Ahmad 5: 262. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, Syaikh  Al Albani menshahihkan hadits ini).






“Bertakwalah pada Allah Rabb kalian, laksanakanlah shalat limat waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat dari harta kalian, taatilah penguasa yang mengatur urusan kalian, maka kalian akan memasuki surga Rabb kalian.” (HR. Tirmidzi no. 616 dan Ahmad 5: 262. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, Syaikh  Al Albani menshahihkan hadits ini).


Li­fe is so beautiful

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan didalam telur akan berakhir....
Tapi... Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam,maka kehidupan baru telah lahir...
hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

Allah.Swt tidak pernah menjanjikan bahwa:

- Langit itu selalu biru
- Bunga selalu mekar
- Mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi:
- Pelangi .....disetiap badai
- Senyum .....disetiap air mata
- Berkat .......disetiap­ cobaan
- Jawaban .....disetiap doa

Jangan pernah menyerah,terus berjuanglah,"Li­fe is so beautiful"

- Hidup adalah tantangan,....H­adapilah
- Hidup adalah anugerah,.... Terimalah
- Hidup adalah tugas,.........­.selesaikanlah
- Hidup adalah cita2,.........­..capailah
- Hidup adalah misteri,.......­.singkapkanlah
- Hidup adalah kesempatan,..am­billah
- Hidup adalah lagu,..........­..nyanyikanlah
- Hidup adalah janji,.........­...penuhilah
- Hidup adalah keindahan,...be­rsyukurlah
- Hidup adalah teka-teki,.....­pecahkanlah
1 hal yg buat kita bahagia adalah cinta
1 hal yg buat kita tambah dewasa adalah masalah
1 hal yg buat kita hancur adalah....putus­ asa
1 hal yg buat kita maju adalah....usaha
1 hal yang buat kita kuat adalah....DOA

Asal nyomot tapi maknanya dalam. Diambil dari status FB ukhti fillah.

Pagi yang cerah untuk jiwa yang MerinduNYA.
Lama juga saya gak nongol dan gak mampir ke rumah baca teman blog. 

Maaf ya, karena saya sedang fokus menulis untuk buku. Jadi sementara hiatus. :)


^_^ Assalamu'alaikum,
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan didalam telur akan berakhir....
Tapi... Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam,maka kehidupan baru telah lahir...
hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

Allah.Swt tidak pernah menjanjikan bahwa:

- Langit itu selalu biru
- Bunga selalu mekar
- Mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi:
- Pelangi .....disetiap badai
- Senyum .....disetiap air mata
- Berkat .......disetiap­ cobaan
- Jawaban .....disetiap doa

Jangan pernah menyerah,terus berjuanglah,"Li­fe is so beautiful"

- Hidup adalah tantangan,....H­adapilah
- Hidup adalah anugerah,.... Terimalah
- Hidup adalah tugas,.........­.selesaikanlah
- Hidup adalah cita2,.........­..capailah
- Hidup adalah misteri,.......­.singkapkanlah
- Hidup adalah kesempatan,..am­billah
- Hidup adalah lagu,..........­..nyanyikanlah
- Hidup adalah janji,.........­...penuhilah
- Hidup adalah keindahan,...be­rsyukurlah
- Hidup adalah teka-teki,.....­pecahkanlah
1 hal yg buat kita bahagia adalah cinta
1 hal yg buat kita tambah dewasa adalah masalah
1 hal yg buat kita hancur adalah....putus­ asa
1 hal yg buat kita maju adalah....usaha
1 hal yang buat kita kuat adalah....DOA

Asal nyomot tapi maknanya dalam. Diambil dari status FB ukhti fillah.

Pagi yang cerah untuk jiwa yang MerinduNYA.
Lama juga saya gak nongol dan gak mampir ke rumah baca teman blog. 

Maaf ya, karena saya sedang fokus menulis untuk buku. Jadi sementara hiatus. :)


^_^ Assalamu'alaikum,

Peristiwa Subuh


Peristiwa Subuh : Raihan 

Tabuh Berbunyi Gemparkan Malam Sunyi
Berkumandang Suara Azan
Mandayu Memecah Sunyi
Selang Seli Sahutan Ayam

Tapi Insan Kalaupun Hanya Ada
Mata Yang Celik Dipejam Lagi
Hatinya Penuh Benci
Berdengkurlah Kembali
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Suara Insan Di Alam Mimpi

Ayuh Bangunlah
Tunaikan Perintah Allah
Sujud Mengharap Keredhaan-Nya
Bersyukurlah Bangkitlah Segera
Moga Mendapat Keredhaan-Nya
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Setiap Pagi Setiap Hari

Tabuh Berbunyi Gemparkan Malam Sunyi
Berkumandang Suara Azan
Mandayu Memecah Sunyi
Selang Seli Sahutan Ayam

Tapi Insan Kalaupun Hanya Ada
Mata Yang Celik Dipejam Lagi
Hatinya Penuh Benci
Berdengkurlah Kembali
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Suara Insan Di Alam Mimpi

Ayuh Bangunlah
Tunaikan Perintah Allah
Sujud Mengharap Keredhaan-Nya
Bersyukurlah Bangkitlah Segera
Moga Mendapat Keredhaan-Nya
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Setiap Pagi Setiap Hari




Dengar suara lirik lagunya yang mendayu-dayu ditambah lagi penguatan rasa makna yang terkandung di dalamnya.  ^_^ 




Peristiwa Subuh : Raihan 

Tabuh Berbunyi Gemparkan Malam Sunyi
Berkumandang Suara Azan
Mandayu Memecah Sunyi
Selang Seli Sahutan Ayam

Tapi Insan Kalaupun Hanya Ada
Mata Yang Celik Dipejam Lagi
Hatinya Penuh Benci
Berdengkurlah Kembali
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Suara Insan Di Alam Mimpi

Ayuh Bangunlah
Tunaikan Perintah Allah
Sujud Mengharap Keredhaan-Nya
Bersyukurlah Bangkitlah Segera
Moga Mendapat Keredhaan-Nya
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Setiap Pagi Setiap Hari

Tabuh Berbunyi Gemparkan Malam Sunyi
Berkumandang Suara Azan
Mandayu Memecah Sunyi
Selang Seli Sahutan Ayam

Tapi Insan Kalaupun Hanya Ada
Mata Yang Celik Dipejam Lagi
Hatinya Penuh Benci
Berdengkurlah Kembali
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Suara Insan Di Alam Mimpi

Ayuh Bangunlah
Tunaikan Perintah Allah
Sujud Mengharap Keredhaan-Nya
Bersyukurlah Bangkitlah Segera
Moga Mendapat Keredhaan-Nya
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Setiap Pagi Setiap Hari




Dengar suara lirik lagunya yang mendayu-dayu ditambah lagi penguatan rasa makna yang terkandung di dalamnya.  ^_^ 



CARA 1 IKHLAS DALAM SHALAT MALAM




CARA 1

IKHLAS DALAM SHALAT MALAM

Wahai jiwa bersikaplah ikhlas, niscaya engkau akan merasa bebas

Dalam AL QURAN , Allah telah memberi tahu akan pentingnya ikhlas karena Allah memberi pengetahuan tentang ikhlas dan akibatnya jika tidak ikhlas

Az-Zumar (39) No. Ayat : : 65

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

39.65. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Di samping itu Rasulullah juga bersabda dari ABU hurairah r.a. :

Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya diniatkan untuk mengharap ridha Allah maka tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapat bagian di dunia, maka ia tidak akan mencium wangi surga pada hari kiamat nanti (HR. Ahmad dan Abu Daud dishahihkan oleh Al Bani dalam Shahih al Jami no.6159)

Amal yang baik hanya bisa tercapai dengan hati bersih, hati bersih bisa diraih dengan niat ikhlas.

Siapa yang membersihkan niatnya hatinya akan suci
Dan siapa mengotori niatnya maka hati akan kotor.

Ibnu AL Qayyim berkata, Keikhlasan adalah apa yang tidak diketahui oleh malaikat hingga dia menuliskannya, dan dia tidak diketahui oleh musuhnya hingga merusaknya, tidak merasa ujub(sombong) pelakunya, hingga dia mencarinya"

Ilmu bergantung amal, amal bergantung keikhlasan. Dan keikhlasan akan pemahaman Allah Azza Wa Jjala

AL Fudhail berkata, "Meninggalkan amal karena manusia termasuk Riya, sedang beramal karena manusia adalah syirik. Ikhlas adalah ketika Allah menjadikan sikapmu berada diantara keduanya".
Seberapa besar niat seorang hamba, semangatnya, itikadnya, dan keinginannya dalam mengerjakan kebaikan, maka sebesar itu pula pertolongan Allah akan turun kepada hamba-hambaNya sesuai dengan semangat, niat dan keinginan mereka. Dan kehinaan Allah juga akan turun bila niat yang buruk dan tidak bersih.

Allah meletakkan taufik pada wilayah yang tepat dan mendatangkan kehinaan pada momen yang tepat.

Allah Maha Mengetahui Yang Maha Bijaksana...

sumber : kembang anggrek Facebook.


NB : aku dulu pernah spt itu....
dan waktu SMP aku inget banget pengalaman tahajud ku ceritain ke temen ... trus temnku bilang klo sholat malam jangan cerita-cerita gak boleh!!
eh gak tahunya setelah beberapa bulan aku denger dia lagi cerita kalo dia rajin sholat malam dan asma ulhusna (duh orng pamer salah di ingetin bener, tapi teryta diri'a sendiri gak bis amenjaga lisannya) hehhehe....

Jangan RIYA... IBadah pada Allah orang lain gak perlu tahu! nah klo nutup aurat wajib! mesti tahu percuma ibadah gak mau nutup aurat!!



CARA 1

IKHLAS DALAM SHALAT MALAM

Wahai jiwa bersikaplah ikhlas, niscaya engkau akan merasa bebas

Dalam AL QURAN , Allah telah memberi tahu akan pentingnya ikhlas karena Allah memberi pengetahuan tentang ikhlas dan akibatnya jika tidak ikhlas

Az-Zumar (39) No. Ayat : : 65

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

39.65. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Di samping itu Rasulullah juga bersabda dari ABU hurairah r.a. :

Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya diniatkan untuk mengharap ridha Allah maka tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapat bagian di dunia, maka ia tidak akan mencium wangi surga pada hari kiamat nanti (HR. Ahmad dan Abu Daud dishahihkan oleh Al Bani dalam Shahih al Jami no.6159)

Amal yang baik hanya bisa tercapai dengan hati bersih, hati bersih bisa diraih dengan niat ikhlas.

Siapa yang membersihkan niatnya hatinya akan suci
Dan siapa mengotori niatnya maka hati akan kotor.

Ibnu AL Qayyim berkata, Keikhlasan adalah apa yang tidak diketahui oleh malaikat hingga dia menuliskannya, dan dia tidak diketahui oleh musuhnya hingga merusaknya, tidak merasa ujub(sombong) pelakunya, hingga dia mencarinya"

Ilmu bergantung amal, amal bergantung keikhlasan. Dan keikhlasan akan pemahaman Allah Azza Wa Jjala

AL Fudhail berkata, "Meninggalkan amal karena manusia termasuk Riya, sedang beramal karena manusia adalah syirik. Ikhlas adalah ketika Allah menjadikan sikapmu berada diantara keduanya".
Seberapa besar niat seorang hamba, semangatnya, itikadnya, dan keinginannya dalam mengerjakan kebaikan, maka sebesar itu pula pertolongan Allah akan turun kepada hamba-hambaNya sesuai dengan semangat, niat dan keinginan mereka. Dan kehinaan Allah juga akan turun bila niat yang buruk dan tidak bersih.

Allah meletakkan taufik pada wilayah yang tepat dan mendatangkan kehinaan pada momen yang tepat.

Allah Maha Mengetahui Yang Maha Bijaksana...

sumber : kembang anggrek Facebook.


NB : aku dulu pernah spt itu....
dan waktu SMP aku inget banget pengalaman tahajud ku ceritain ke temen ... trus temnku bilang klo sholat malam jangan cerita-cerita gak boleh!!
eh gak tahunya setelah beberapa bulan aku denger dia lagi cerita kalo dia rajin sholat malam dan asma ulhusna (duh orng pamer salah di ingetin bener, tapi teryta diri'a sendiri gak bis amenjaga lisannya) hehhehe....

Jangan RIYA... IBadah pada Allah orang lain gak perlu tahu! nah klo nutup aurat wajib! mesti tahu percuma ibadah gak mau nutup aurat!!
 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template