Tampilkan postingan dengan label Coretan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan hati. Tampilkan semua postingan

Cerita Lebaran




Seperti biasanya, tak ada yang beda di kampungku Desa Mejasem Barat RW 01, Setelah sholat Idul Fitri di lapangan di dekat Masjid Baitussalam kami senantiasa berkumpul di halaman masjid untuk saling berjabatan tangan. Biasanya sekitar pukul 8.30 Wib. 
Enaknya saya tak perlu mampir dari rumah ke rumah tetangga. Langsung ngumpul jadi satu. Hal ini tidak dilakukan di RW lainnya kecuali RWku deh. 
Senangnya ya. Tapi tetap untuk yang bukan mahrom ana tidak salaman. :)
Meski kadang ada yang aneh ngeliatin ana gak mau salaman. Ah masalah banget sih :) 

Tak ada yang berubah sebelum salam-salaman banyak sekali para wanita bertabaruj ria, berhijab dengan gayanya masing-masing. Warna-warni dengan baju baru. Hem... aku tetap saja memakai baju lama, karena masih bagus. Menurutku baju lebaran itu hanya tradisi yang terlalu melenakan hingga lupa ibadah utamanya. 
Aku malah memilih membeli baju kapanpun kalau kumau dengan menggunakan uang gajiku. Sebelum lebaran aku memang sudah membeli kain lalu kujahit ke penjahit saja ada beberapa gamis untuk harian. Aku tak pernah membedakan mana yang untuk pergi dan untuk di rumah, asal nyaman dan sesuai dengan kebaikan sunnah yakni menutup aurat ini dan ini.

Ada berita bahagia pula karena sebentar lagi banyak yang walimah, termasuk sahabatku. Entahlah aku kapan :D

Aneh juga temanku yang menyusui sembarangan tak puasa dan tak membayar fidyah, apalagi menggantinya. 
Ada yang tetangga yang membayar fidyah tapi tak dihitung sesuai ilmu syari. Haduh....
Padahal kalau membyar fidyah tak mampu ya lebih baik mengganti, ini boro-boro mengganti mencari tahu ilmunya saja tak mau. Susah jadi Islam tak berilmu ya. 

Ada cerita menarik pula, puasa Ramadhan kali ini aku senang tidak diberi halangan oleh Allah SWT, Qadarullah 29 hari full. Wah kok bisa? banyak yang bertanya-tanya.
Bisa dong, kalau sudah takdir Allah? saya tinggal menyibukkan diri puasa sunnah lainnya tak memikirkan membayar puasa. Alhamdulillah.

Selamat IDUL FITRI 1435 H, TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM... 





Seperti biasanya, tak ada yang beda di kampungku Desa Mejasem Barat RW 01, Setelah sholat Idul Fitri di lapangan di dekat Masjid Baitussalam kami senantiasa berkumpul di halaman masjid untuk saling berjabatan tangan. Biasanya sekitar pukul 8.30 Wib. 
Enaknya saya tak perlu mampir dari rumah ke rumah tetangga. Langsung ngumpul jadi satu. Hal ini tidak dilakukan di RW lainnya kecuali RWku deh. 
Senangnya ya. Tapi tetap untuk yang bukan mahrom ana tidak salaman. :)
Meski kadang ada yang aneh ngeliatin ana gak mau salaman. Ah masalah banget sih :) 

Tak ada yang berubah sebelum salam-salaman banyak sekali para wanita bertabaruj ria, berhijab dengan gayanya masing-masing. Warna-warni dengan baju baru. Hem... aku tetap saja memakai baju lama, karena masih bagus. Menurutku baju lebaran itu hanya tradisi yang terlalu melenakan hingga lupa ibadah utamanya. 
Aku malah memilih membeli baju kapanpun kalau kumau dengan menggunakan uang gajiku. Sebelum lebaran aku memang sudah membeli kain lalu kujahit ke penjahit saja ada beberapa gamis untuk harian. Aku tak pernah membedakan mana yang untuk pergi dan untuk di rumah, asal nyaman dan sesuai dengan kebaikan sunnah yakni menutup aurat ini dan ini.

Ada berita bahagia pula karena sebentar lagi banyak yang walimah, termasuk sahabatku. Entahlah aku kapan :D

Aneh juga temanku yang menyusui sembarangan tak puasa dan tak membayar fidyah, apalagi menggantinya. 
Ada yang tetangga yang membayar fidyah tapi tak dihitung sesuai ilmu syari. Haduh....
Padahal kalau membyar fidyah tak mampu ya lebih baik mengganti, ini boro-boro mengganti mencari tahu ilmunya saja tak mau. Susah jadi Islam tak berilmu ya. 

Ada cerita menarik pula, puasa Ramadhan kali ini aku senang tidak diberi halangan oleh Allah SWT, Qadarullah 29 hari full. Wah kok bisa? banyak yang bertanya-tanya.
Bisa dong, kalau sudah takdir Allah? saya tinggal menyibukkan diri puasa sunnah lainnya tak memikirkan membayar puasa. Alhamdulillah.

Selamat IDUL FITRI 1435 H, TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM... 


Yang Berbeda



Alhamdulillah, Marhaban Ya Ramadhan
Sebentar lagi, memasuki tamu Agung nan Suci...
Bulan yang ditunggu-tunggu semua umat, bulan mulia penuh keberkahan nan cahaya.

Sedari dulu, saya selalu bahagia menanti bulan ini. Saya ini bertubuh kurus, well, saya jarang banget ngemil dan gak terlalu banyak makan berlebihan. Sekali kenyang, alhamdulillah. kalau doyan lanjut...

Tapi usai puasa ramadhan biasanya saya tambah kurusan. Jika diet termasuk program sukses.. hehee..
Tapi saya suka gemuk, karena gak usah dikatain "Cacingan" 
Lebeh banget sih!! Gemuk dikatain, kuyus juga. Hmm....

Ah, tinggalkan itu.
Aku ingin bercerita tentang berbeda dan perbedaan.
Indonesia adalah negara yang permisif, jika dilihat memang ramadhan tiba pun berbeda-beda. Ada yang lebih dulu, ada yang ketinggalan, ada yang sangat mendahului. Entahlah.

Dan selalu saja, aku ditanya tentang perbedaan. Dulu aku selalu tenang percaya pada metode pemerintahan yang menggunakan metode Hilal. Tapi, entah mengapa mendadak setelah ikut terseret jama'aah yang dulu menjadi Hisab.
Namun, sekarang kepercayaanku menjadi pada metode Hilal. Sebab, aku percaya hadist yang shahih dari Bukhari Muslim. Dan jika telaah siapakah Bukhari Muslim? Beliau adalah orang yang cerdas dan hadist yang ia hafal dan keluarkan bukan sembarangan hadist. Melainkan kebenaran yang bernilai.

“Berpuasalah karena melihatnya (hilal), berbukalah karena melihatnya (hilal), jika penglihatan kalian terhalang maka sempurnakan bulan Sya’ban jadi 30 hari” (HR. Bukhari 1909, Muslim 1081) 
Saya terdiam tanpa suara ketiga ada yang mengatakan Hisab itu benar, karena tidak ada bulan sya'ban 30 hari.
Saya tidak ingin beredebat Pak, silahkan kepercayaan bapak itu diwujudkan tanpa mempengaruhi kepercayaan saya. Saya tidak mungkin taqlid buta selalu. Dari awal bapak menyuruh saya sholat jum'at wajib bagi wanita. Namun saya tidak mau, saya memilih tetap melakukan sholat Dzuhur, karena memang saya hanya bisa melakukan sholat dzuhur pada waktu setelah bapak sholat Jum'at bukan?
Saya punya prinsip, karena saya juga menanyakan hal ini kepada ahlinya. Dan dibolehkan saja untuk bersholat Jum'at tapi tidak dipaksakan. Syukron Pak.

Perbedaan memang tidak ada yang baik, karena akan membuahkan pemikiran yang saling menyudutkan. Tapi, percayalah! Jika keyakinan itu sudah bersarang di hati bapak.
Sayapun demikian, mempercayai apa yang saya yakini dari beberapa ulama besar bahkan dalil-dalil yang sah. 

Hargai, hormati! Jangan menuduhkan keyakinan saya bernilai NOL.

Hilal bukan sekedar fenomena langit.



Alhamdulillah, Marhaban Ya Ramadhan
Sebentar lagi, memasuki tamu Agung nan Suci...
Bulan yang ditunggu-tunggu semua umat, bulan mulia penuh keberkahan nan cahaya.

Sedari dulu, saya selalu bahagia menanti bulan ini. Saya ini bertubuh kurus, well, saya jarang banget ngemil dan gak terlalu banyak makan berlebihan. Sekali kenyang, alhamdulillah. kalau doyan lanjut...

Tapi usai puasa ramadhan biasanya saya tambah kurusan. Jika diet termasuk program sukses.. hehee..
Tapi saya suka gemuk, karena gak usah dikatain "Cacingan" 
Lebeh banget sih!! Gemuk dikatain, kuyus juga. Hmm....

Ah, tinggalkan itu.
Aku ingin bercerita tentang berbeda dan perbedaan.
Indonesia adalah negara yang permisif, jika dilihat memang ramadhan tiba pun berbeda-beda. Ada yang lebih dulu, ada yang ketinggalan, ada yang sangat mendahului. Entahlah.

Dan selalu saja, aku ditanya tentang perbedaan. Dulu aku selalu tenang percaya pada metode pemerintahan yang menggunakan metode Hilal. Tapi, entah mengapa mendadak setelah ikut terseret jama'aah yang dulu menjadi Hisab.
Namun, sekarang kepercayaanku menjadi pada metode Hilal. Sebab, aku percaya hadist yang shahih dari Bukhari Muslim. Dan jika telaah siapakah Bukhari Muslim? Beliau adalah orang yang cerdas dan hadist yang ia hafal dan keluarkan bukan sembarangan hadist. Melainkan kebenaran yang bernilai.

“Berpuasalah karena melihatnya (hilal), berbukalah karena melihatnya (hilal), jika penglihatan kalian terhalang maka sempurnakan bulan Sya’ban jadi 30 hari” (HR. Bukhari 1909, Muslim 1081) 
Saya terdiam tanpa suara ketiga ada yang mengatakan Hisab itu benar, karena tidak ada bulan sya'ban 30 hari.
Saya tidak ingin beredebat Pak, silahkan kepercayaan bapak itu diwujudkan tanpa mempengaruhi kepercayaan saya. Saya tidak mungkin taqlid buta selalu. Dari awal bapak menyuruh saya sholat jum'at wajib bagi wanita. Namun saya tidak mau, saya memilih tetap melakukan sholat Dzuhur, karena memang saya hanya bisa melakukan sholat dzuhur pada waktu setelah bapak sholat Jum'at bukan?
Saya punya prinsip, karena saya juga menanyakan hal ini kepada ahlinya. Dan dibolehkan saja untuk bersholat Jum'at tapi tidak dipaksakan. Syukron Pak.

Perbedaan memang tidak ada yang baik, karena akan membuahkan pemikiran yang saling menyudutkan. Tapi, percayalah! Jika keyakinan itu sudah bersarang di hati bapak.
Sayapun demikian, mempercayai apa yang saya yakini dari beberapa ulama besar bahkan dalil-dalil yang sah. 

Hargai, hormati! Jangan menuduhkan keyakinan saya bernilai NOL.

Hilal bukan sekedar fenomena langit.

Kita Masih Sama





Apa yang kupikirkan tentang senja dan pagi yang selalu menyapaku. 
Seperti dandelion, rasanya aku juga ingin terbang dalam nuansa angin ditemani lembutnya hijau rerumputan.


Jujur,
Aku belum merasakan berpetualang
Dan aku masih kembali pulang

Masih indah yang sama, aku layak disebut bunga
Bunga yang senantiasa bermekaran setelah disiram
Bunga yang belum melayu dan terpetik

Dan sebagai bunga, matahari tak pernah memudarkan warna kulitku
Justru aku butuh,
tapi.... ada yang pudar sesaat kubertemu kalian

Bukan pada sebuah persimpangan,
hanya pada sebuah keganjalan benak kita masing-masing

Meragu, cukup lugu tapi merasa rindu yang tertipu
Oh, inikah aku dan dirimu?

Jika,
suatu saat kita bertemu lagi bukan ini yang terjadi, kuharap begitu
dengar, sejenak hatiku mendesir tawa dan tangis menyatu padu

Kita masih sama.....
kita masih tertawa terbahak-bahak saat melihat kelucuan
kita masih tersenyum saat merasa bahagia
kita masih emosi menggebu-gebu saat tuduhan dan kegoisan kita dipertanyakan

Kita sama bukan?
Ya, sama-sama manusia.
Aku tak pernah berubah, meski "IMAGE" selalu dibahas dalam setiap perbincangan

Menjaga image saat berada dalam masa yang menyulitkan?
Aku tidak merasa suci
bahkan mengkotakkan diri menjadi sok alim
Tapi perintah ini jauh lebih penting, takwa


Ah, entahlah.
Tapi, aku merasakan kita sama....
Aku berkerudung, kau juga
Bedanya . . . . Kau selalu menarik dan menggoda
sedangkan aku, seperti bunga yang layu dipagari duri . . .



“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26)





Apa yang kupikirkan tentang senja dan pagi yang selalu menyapaku. 
Seperti dandelion, rasanya aku juga ingin terbang dalam nuansa angin ditemani lembutnya hijau rerumputan.


Jujur,
Aku belum merasakan berpetualang
Dan aku masih kembali pulang

Masih indah yang sama, aku layak disebut bunga
Bunga yang senantiasa bermekaran setelah disiram
Bunga yang belum melayu dan terpetik

Dan sebagai bunga, matahari tak pernah memudarkan warna kulitku
Justru aku butuh,
tapi.... ada yang pudar sesaat kubertemu kalian

Bukan pada sebuah persimpangan,
hanya pada sebuah keganjalan benak kita masing-masing

Meragu, cukup lugu tapi merasa rindu yang tertipu
Oh, inikah aku dan dirimu?

Jika,
suatu saat kita bertemu lagi bukan ini yang terjadi, kuharap begitu
dengar, sejenak hatiku mendesir tawa dan tangis menyatu padu

Kita masih sama.....
kita masih tertawa terbahak-bahak saat melihat kelucuan
kita masih tersenyum saat merasa bahagia
kita masih emosi menggebu-gebu saat tuduhan dan kegoisan kita dipertanyakan

Kita sama bukan?
Ya, sama-sama manusia.
Aku tak pernah berubah, meski "IMAGE" selalu dibahas dalam setiap perbincangan

Menjaga image saat berada dalam masa yang menyulitkan?
Aku tidak merasa suci
bahkan mengkotakkan diri menjadi sok alim
Tapi perintah ini jauh lebih penting, takwa


Ah, entahlah.
Tapi, aku merasakan kita sama....
Aku berkerudung, kau juga
Bedanya . . . . Kau selalu menarik dan menggoda
sedangkan aku, seperti bunga yang layu dipagari duri . . .



“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26)

Doaku dalam hujan




Hujan menyibukkanmu untuk berdoa?

Dulu, kau hobi sekali makan ketika hujan. Tak ada makanan berarti seperti sedang kelaparan.
Hujan yang kini, hujan yang di sini
ku yakin harapanmu tak terbentur gelegar halilintar disana
dan takkan tersapu angin

Ku layak memuji rumput yang basah begitu bertahan hidup, seperti memuji diriku sendiri
karena ku tahu aku sadar akan doa terbaik di pertengahan hujan nopember

Maka bersyukurlah, untuk kesembuhan penyakit harimu dan hatimu

Karena aroma rinduk menjejak lebih berpijak pada riak yang dalam. 
’Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.


 Hujan adalah kesempatan terbaik untuk memanjatkan do’a.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun.”



Hujan menyibukkanmu untuk berdoa?

Dulu, kau hobi sekali makan ketika hujan. Tak ada makanan berarti seperti sedang kelaparan.
Hujan yang kini, hujan yang di sini
ku yakin harapanmu tak terbentur gelegar halilintar disana
dan takkan tersapu angin

Ku layak memuji rumput yang basah begitu bertahan hidup, seperti memuji diriku sendiri
karena ku tahu aku sadar akan doa terbaik di pertengahan hujan nopember

Maka bersyukurlah, untuk kesembuhan penyakit harimu dan hatimu

Karena aroma rinduk menjejak lebih berpijak pada riak yang dalam. 
’Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.


 Hujan adalah kesempatan terbaik untuk memanjatkan do’a.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun.”

Si Pengembara Cinta


aku belum pernah menyulap mimpi
tapi aku pernah menyulam mimpi
mengepakan sayap layaknya burung yang terbang kian kemari


PENGEMBARA CINTA

Aku melukiskannya dalam waktu cukup lama, kau tahu kenapa aku bisa bersuara dalam kanvas penuh cahaya ini. Ya, aku berdiri dibawah NaunganNya kawan. Hingga ku patut merealisasikan mimpi-mimpi dalam lembaran putih disini. Karena disini ada seorang perempuan bersemanyam  tersenyum sendiri.
Aku kenalkan khayalanku kawan, dia bernama CINTA dan PENGEMBARA adalah Tujuannya tapi berazzam cari Ridha Illahi. Percaya?

Aku sempat bersembunyi dalam rongga kepenatan, kehidupan gelap yang tak pernah membawaku dalam perubahan terindah. Bagiku hidupku itu hanya hitam dan putih tanpa menemukan warna lain karena memang aku belum menemukan orang yang memberi warna lain. Disaat itulah sebuah pundi-pundi harapan mencuat dalam deru menggebu.

Lidahku berkelakar hanya ingin menyebut namaNYA. Allah..Allah…I have a dream
Ingin rasanya tergegas menujumu, lalu berharap waktu jangan menghentikan langkahku. Pengembara cinta ini hanya ingin menjadi wanita berbakti sebagai Pengembara cinta yang menebarkan pesan kebaikan.
Berjuang dalam mencari jalan dakwah bersama para ukhti fillah, menjadi pengembara lalu mengamalkan sebuah bingkisan harapan dan doa. Mengenalkan persatuan islam beserta pada umatNya. Membimbing mereka dalam tarbiyah.

“hei, bagaimana jika misi kita ini pergi ke pulau minoritas dengan menjadi pengembara cinta? seperti petualangan jazirah islam di trans7 itu?” batinku mulai meletup-letup menyemangati diri.

Lalu siapa yang bisa menyahutiku ini? Kesibukkanku luar bisa ditaklukan waktu. Hari-hariku berujung murung hanya mendengar lewat sanubari rindu.

Pergi ke pulau minoritas maupun mayoritas beraksi dalam persatuan PENGEMBARA CINTA berbakti sosial terhadap sesama manusia dalam ikatan solidaritas.  Lalu berselancar ke negeri SYAM.

SYAM.
Maaf ku tulis dengan font besar.
NEGERINYA PARA NABI, siapa yang tak mau kesana? Hem, aku tunjuk jari lebih dulu.

Masjid Agung Damaskus

Syam merupakan negeri yang sering disebut di dalam Al-Qur’an dan Hadist nabi baik tersirat maupun tersurat. dalam surah Al-Anbiya ayat 71 dan kalimat kami berkati sekitarnya dalam surah Al-Isra ayat 1 adalah dengan negeri Syam.
4 jari ini berdiri di mana bendera ini pun ada 4. Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon. Disanalah tempat menetapnya iman ketika terjadi badai fitnah melanda dunia.
Pengembara cinta ingin sampai kesana bahkan menginjakkan kaki di Masjid Agung Damaskus. Tempat terindah yang ingin sekali ku kunjungi. Bagiku itu seperti langka seperti 4 pedang tertancam menghujam ke ulu hatiku.

Tentang negeri Syam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Pergilah ke Syam karena ia adalah bumi pilhan Allah, Dia memilih hamba-hamba terbaik-Nya untuk kesana. Jika kalian tidak mau maka pergilah ke Yaman kalian dan minumlah dari telaga-telaga kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya. [Al-Israa':1]

Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Dan coba saja siapa yang tak mau menginjakkan kakinya disana.

Mimbar putih penanda tempat dimana Husain bin Ali diadili Yazid bin Muawiyah dan lantai tinggi didepannya untuk menandai dimana tahanan Karbalā berdiri saat itu.
Salah seorang sahabat Rasulullah berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda, “Syam akan terbuka untuk kamu. Jika kamu diberi pilihan tempat tinggal, maka pilihlah tempat tinggal di kota yang bernama Damaskus. Ia adalah benteng Muslimin dari pertempuran dan kekuatan mereka bersumber dari sana di tempat yang bernama Ghuthah.” (HR. Ahmad no. 17470).

Abu Darda berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda, “Sesunguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud no. 4300).

Aku dengar negeri ini adalah negeri yang istimewa dimana masyarakatnya sangat unik dan sangat amat ramah. Mereka dalah orang-orang cerdas, ramah, rapi, bahkan syar'i. Meskipun aku tak tahu sesungguhnya.
  • Syam negeri orang-orang pilihan
  • Syam negeri orang-orang mu’min
  • Syam negeri para wali
  • Syam bumi kebaikan dan kebajikan
  • Cahaya iman tetap terpatri di Syam di waktu terjadi fitnah
  • Syam adalah takaran kebaikan dan keburukan dan tempat sekelompok umat Rasulullah yang beruntung hingga hari kiamat. 
  • Masih banyak yang lainnya yang membuatku merasakan ingin berada di sana. 

Singkat cerita, lalu ku ingin menerbangkan balon ke udara dimana ada khayalan tertinggiku.
  1. Berkelana menengok saudara minoritsas bersama ukhti fillah berkelena ke beberapa tempat tujuan dakwah, membagikan ilmu mengenalkan cintaNya.
  2. Berkelana ke negeri Syam melihat saudara seiman 
  3. Membagikan ilmu dan menjadi orang tua asuh bagi semua anak Indonesia yang kurang mampu. 
  4. Lalu mengenalkan pada dunia tentang tulisan kita akan cintaNya pada Sang Khalik. Yakni sebuah buku melalui cerita ingin ku sebarkan ke penjuru dunia. 
Fuih lelah, berlari-lari tanpa mengenal batas waktu. Pinjam baling-baling doraemonnya ku balikin dulu ya kawan. 

Ini hanyalah sebuah khayalan yang tanpa perlu dibuktikan, karena khayalan ini membutuhkan banyak materi dan pengorbanan waktu, yang jika ku bayangkan cukup sulit. Meski harapanku Berbeda dengan cita-cita yang justru harus mennjadi target untuk dipenuhi meski berjuang keras. Tapi semua bisa saja terjadi, meski ini bukan cita-cita menu wajib di proposal hidupku. 


doraemon tolong pinjamkan aku baling-baling bambumu
agarku dapat berputar mengeliligi dunia dalam laju tak terbatas waktu.


Hei berkhayalan yang baik, layaknya merindukan pelangi tanpa perlu ada bekas hujan memayungi hatimu. 


“Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea”


aku belum pernah menyulap mimpi
tapi aku pernah menyulam mimpi
mengepakan sayap layaknya burung yang terbang kian kemari


PENGEMBARA CINTA

Aku melukiskannya dalam waktu cukup lama, kau tahu kenapa aku bisa bersuara dalam kanvas penuh cahaya ini. Ya, aku berdiri dibawah NaunganNya kawan. Hingga ku patut merealisasikan mimpi-mimpi dalam lembaran putih disini. Karena disini ada seorang perempuan bersemanyam  tersenyum sendiri.
Aku kenalkan khayalanku kawan, dia bernama CINTA dan PENGEMBARA adalah Tujuannya tapi berazzam cari Ridha Illahi. Percaya?

Aku sempat bersembunyi dalam rongga kepenatan, kehidupan gelap yang tak pernah membawaku dalam perubahan terindah. Bagiku hidupku itu hanya hitam dan putih tanpa menemukan warna lain karena memang aku belum menemukan orang yang memberi warna lain. Disaat itulah sebuah pundi-pundi harapan mencuat dalam deru menggebu.

Lidahku berkelakar hanya ingin menyebut namaNYA. Allah..Allah…I have a dream
Ingin rasanya tergegas menujumu, lalu berharap waktu jangan menghentikan langkahku. Pengembara cinta ini hanya ingin menjadi wanita berbakti sebagai Pengembara cinta yang menebarkan pesan kebaikan.
Berjuang dalam mencari jalan dakwah bersama para ukhti fillah, menjadi pengembara lalu mengamalkan sebuah bingkisan harapan dan doa. Mengenalkan persatuan islam beserta pada umatNya. Membimbing mereka dalam tarbiyah.

“hei, bagaimana jika misi kita ini pergi ke pulau minoritas dengan menjadi pengembara cinta? seperti petualangan jazirah islam di trans7 itu?” batinku mulai meletup-letup menyemangati diri.

Lalu siapa yang bisa menyahutiku ini? Kesibukkanku luar bisa ditaklukan waktu. Hari-hariku berujung murung hanya mendengar lewat sanubari rindu.

Pergi ke pulau minoritas maupun mayoritas beraksi dalam persatuan PENGEMBARA CINTA berbakti sosial terhadap sesama manusia dalam ikatan solidaritas.  Lalu berselancar ke negeri SYAM.

SYAM.
Maaf ku tulis dengan font besar.
NEGERINYA PARA NABI, siapa yang tak mau kesana? Hem, aku tunjuk jari lebih dulu.

Masjid Agung Damaskus

Syam merupakan negeri yang sering disebut di dalam Al-Qur’an dan Hadist nabi baik tersirat maupun tersurat. dalam surah Al-Anbiya ayat 71 dan kalimat kami berkati sekitarnya dalam surah Al-Isra ayat 1 adalah dengan negeri Syam.
4 jari ini berdiri di mana bendera ini pun ada 4. Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon. Disanalah tempat menetapnya iman ketika terjadi badai fitnah melanda dunia.
Pengembara cinta ingin sampai kesana bahkan menginjakkan kaki di Masjid Agung Damaskus. Tempat terindah yang ingin sekali ku kunjungi. Bagiku itu seperti langka seperti 4 pedang tertancam menghujam ke ulu hatiku.

Tentang negeri Syam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Pergilah ke Syam karena ia adalah bumi pilhan Allah, Dia memilih hamba-hamba terbaik-Nya untuk kesana. Jika kalian tidak mau maka pergilah ke Yaman kalian dan minumlah dari telaga-telaga kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya. [Al-Israa':1]

Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Dan coba saja siapa yang tak mau menginjakkan kakinya disana.

Mimbar putih penanda tempat dimana Husain bin Ali diadili Yazid bin Muawiyah dan lantai tinggi didepannya untuk menandai dimana tahanan Karbalā berdiri saat itu.
Salah seorang sahabat Rasulullah berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda, “Syam akan terbuka untuk kamu. Jika kamu diberi pilihan tempat tinggal, maka pilihlah tempat tinggal di kota yang bernama Damaskus. Ia adalah benteng Muslimin dari pertempuran dan kekuatan mereka bersumber dari sana di tempat yang bernama Ghuthah.” (HR. Ahmad no. 17470).

Abu Darda berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda, “Sesunguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud no. 4300).

Aku dengar negeri ini adalah negeri yang istimewa dimana masyarakatnya sangat unik dan sangat amat ramah. Mereka dalah orang-orang cerdas, ramah, rapi, bahkan syar'i. Meskipun aku tak tahu sesungguhnya.
  • Syam negeri orang-orang pilihan
  • Syam negeri orang-orang mu’min
  • Syam negeri para wali
  • Syam bumi kebaikan dan kebajikan
  • Cahaya iman tetap terpatri di Syam di waktu terjadi fitnah
  • Syam adalah takaran kebaikan dan keburukan dan tempat sekelompok umat Rasulullah yang beruntung hingga hari kiamat. 
  • Masih banyak yang lainnya yang membuatku merasakan ingin berada di sana. 

Singkat cerita, lalu ku ingin menerbangkan balon ke udara dimana ada khayalan tertinggiku.
  1. Berkelana menengok saudara minoritsas bersama ukhti fillah berkelena ke beberapa tempat tujuan dakwah, membagikan ilmu mengenalkan cintaNya.
  2. Berkelana ke negeri Syam melihat saudara seiman 
  3. Membagikan ilmu dan menjadi orang tua asuh bagi semua anak Indonesia yang kurang mampu. 
  4. Lalu mengenalkan pada dunia tentang tulisan kita akan cintaNya pada Sang Khalik. Yakni sebuah buku melalui cerita ingin ku sebarkan ke penjuru dunia. 
Fuih lelah, berlari-lari tanpa mengenal batas waktu. Pinjam baling-baling doraemonnya ku balikin dulu ya kawan. 

Ini hanyalah sebuah khayalan yang tanpa perlu dibuktikan, karena khayalan ini membutuhkan banyak materi dan pengorbanan waktu, yang jika ku bayangkan cukup sulit. Meski harapanku Berbeda dengan cita-cita yang justru harus mennjadi target untuk dipenuhi meski berjuang keras. Tapi semua bisa saja terjadi, meski ini bukan cita-cita menu wajib di proposal hidupku. 


doraemon tolong pinjamkan aku baling-baling bambumu
agarku dapat berputar mengeliligi dunia dalam laju tak terbatas waktu.


Hei berkhayalan yang baik, layaknya merindukan pelangi tanpa perlu ada bekas hujan memayungi hatimu. 


“Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea”

Harapan Baru

Duhai Hati 
Biar Sendiri, tetaplah berteguh hati. Tetap Berdiri.
Kita atau aku,
Begini saja ku katakan aku.

Hari ini aku sedang berharap menjadi lebih baik
Aku bukan orang baik-baik
jadi hati-hatilah mengenalku, jangan asal baik
ya, cuma sedang berusaha menjadi lebih baik
meski belum sempat menjadi yang terbaik.
Tapi
bagaimana akan menjadi lebih baik kalau diriku tak baik-baik?
Asal hatiku baik-baik dan berusaha membaik
moga akhirnya baik-baik saja,
Allooh itu Maha Baik
dan semoga mendapatkan yang baik paling terbaik
Insya Allooh.

Antara do'a yang baik maka Allooh akan berikan yang baik, lebih baik lagi.
berulang-ulang lebih asik.
Yuk, kawanku yang baik


Terbayang betapa bahagianya bila kita menjadi orang yang baik hati,
 yang benar-benar baik sampai kelubuk hati terdalam. (AA. GYM)


Hello September 
My Sweetheart 


Duhai Hati 
Biar Sendiri, tetaplah berteguh hati. Tetap Berdiri.
Kita atau aku,
Begini saja ku katakan aku.

Hari ini aku sedang berharap menjadi lebih baik
Aku bukan orang baik-baik
jadi hati-hatilah mengenalku, jangan asal baik
ya, cuma sedang berusaha menjadi lebih baik
meski belum sempat menjadi yang terbaik.
Tapi
bagaimana akan menjadi lebih baik kalau diriku tak baik-baik?
Asal hatiku baik-baik dan berusaha membaik
moga akhirnya baik-baik saja,
Allooh itu Maha Baik
dan semoga mendapatkan yang baik paling terbaik
Insya Allooh.

Antara do'a yang baik maka Allooh akan berikan yang baik, lebih baik lagi.
berulang-ulang lebih asik.
Yuk, kawanku yang baik


Terbayang betapa bahagianya bila kita menjadi orang yang baik hati,
 yang benar-benar baik sampai kelubuk hati terdalam. (AA. GYM)


Hello September 
My Sweetheart 


Mengeja Jeda

Tak perlu ku tanyakan sebuah kisah tentang kita
tentang jeda yang harusnya memang terjadi
karena jeda memberikan waktu untuk lebih terjaga
LINK GBR
Siang ini ada seklumit cerita kita menyeruak dalam ingatanku. Ah, rasanya ini tetap akan terjaga batinku kala itu.
Ku merengut sambil mengigit bibir bawahku sambil menatap layar monitor yang membuatku jenuh.
Jenuh?
Hem, ku rasa demikian. Entahlah bagaimana bisa aku mengajukan satu pertanyaan atau menganggu lewat satu kata. Via SMS?
Via facebook? Twitter?
ah dunia maya lagi.. terkesan egois membuang pulsa untuk menyampaikan kata "SELAMAT PAGI"
Yah, pagi ini kita memang masih selamat bukan?
Tunggu dulu, aku menyaksikan ada sesuatu dalam diriku dan dirimu. Masih tentang sebuah jawaban yang terlalu pelik untuk terlontar dari bibir manismu.

Disini, 
Disaat kita duduk bersama, menemui titik rindu, candu tawa, wajah berseri-seri. 
Aih, sejak kapan gadis satu ini menyembunyikan wajah paling bahagianya? dengan pipi kemerahan lalu cepat tertiup angin tanpa bekas.
"Tersenyumlah hatiku tanpa tersisa rasa kecewa” batinku sembari berpikir jernih. 
Entahlah kapan tiba saatnya aku atau kita bisa menemui rangkaian kata tanpa jeda. Ku rasa itu mustahil untuk saat ini. 
Ku tahu engkau enggan menceritakan apa yang telah terjadi wahai putri senja, tak ada yang tersisa selain kata “hentikan, ku mohon jangan bahas ini”
Aku terdiam sejenak seperti mendera lara lama. Hanya senyuman getir bertengger dalam suasana menyanyup redup. Hemm, tunggu dulu, mungkin aku terlalu ingin tahu banyak bahkan lebih dan ini akan membuat terkesan bodoh, atau bisa jadi karena gadis bermata sayup ini memang begitu cemburu.
Ayo, hatiku tetaplah jujur jika cemburu meski tanpa imbulan benci dan dengki bahkan iri. Aku justru bahagai mendengar berita darimu layaknya langit tanpa mencerah, karena mimpimu sebentar lagi terkabul.
**

Sejenak, waktu terhenti suasana mencair beku dan kaku, lenganku setidaknya terasa ringan saat ada yang menjeda melewati senja. 
“Hei, menyentuh hati sang putri malu itu terlalu sensitif, sadarlah gadis bermata sayup”
Hanya ada cerita yang akan menyisakan sejuta kenangan bahkan beribu khayalan tanpa luka terpendam, semoga demikian.
Inilah akhirnya harus ku akhiri, sebelum semua bersih dengan meninggalkan luka. Putri malu akan selalu menyimpan rahasia hingga ku tahu akan ku ketahui semuanya di akhir cerita. 

LINK GBR
Dan aku akan merindukan senja yang larut dalam jingga kehangatan. 
Biarkan kataku, wajahku menjauh dengan ini kita menjeda menjadi indah. Karena lembah cinta akan menghampirinya. 
Dan pergilah…pergilah kau aku takkan mengusikmu karena hanya angin yang akan mengganggu kerinduanmu, meski begitu hamparan menghijau akan bergoyang dimana ada bunga yang turut bertebangan, bunga itu dandelion. Dan anggaplah dandelion itu diriku, yang sesungguhnya ingin selalu mewarnai harimu. 
Meski ini begitu tidak mungkin. 
Air mataku akan turut menyemai protes, jika kau pergi tanpa suara. Karena aku harus menjeda rasa ingin tahuku. 


Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil 
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Lirik By : Opick 

Tak perlu ku tanyakan sebuah kisah tentang kita
tentang jeda yang harusnya memang terjadi
karena jeda memberikan waktu untuk lebih terjaga
LINK GBR
Siang ini ada seklumit cerita kita menyeruak dalam ingatanku. Ah, rasanya ini tetap akan terjaga batinku kala itu.
Ku merengut sambil mengigit bibir bawahku sambil menatap layar monitor yang membuatku jenuh.
Jenuh?
Hem, ku rasa demikian. Entahlah bagaimana bisa aku mengajukan satu pertanyaan atau menganggu lewat satu kata. Via SMS?
Via facebook? Twitter?
ah dunia maya lagi.. terkesan egois membuang pulsa untuk menyampaikan kata "SELAMAT PAGI"
Yah, pagi ini kita memang masih selamat bukan?
Tunggu dulu, aku menyaksikan ada sesuatu dalam diriku dan dirimu. Masih tentang sebuah jawaban yang terlalu pelik untuk terlontar dari bibir manismu.

Disini, 
Disaat kita duduk bersama, menemui titik rindu, candu tawa, wajah berseri-seri. 
Aih, sejak kapan gadis satu ini menyembunyikan wajah paling bahagianya? dengan pipi kemerahan lalu cepat tertiup angin tanpa bekas.
"Tersenyumlah hatiku tanpa tersisa rasa kecewa” batinku sembari berpikir jernih. 
Entahlah kapan tiba saatnya aku atau kita bisa menemui rangkaian kata tanpa jeda. Ku rasa itu mustahil untuk saat ini. 
Ku tahu engkau enggan menceritakan apa yang telah terjadi wahai putri senja, tak ada yang tersisa selain kata “hentikan, ku mohon jangan bahas ini”
Aku terdiam sejenak seperti mendera lara lama. Hanya senyuman getir bertengger dalam suasana menyanyup redup. Hemm, tunggu dulu, mungkin aku terlalu ingin tahu banyak bahkan lebih dan ini akan membuat terkesan bodoh, atau bisa jadi karena gadis bermata sayup ini memang begitu cemburu.
Ayo, hatiku tetaplah jujur jika cemburu meski tanpa imbulan benci dan dengki bahkan iri. Aku justru bahagai mendengar berita darimu layaknya langit tanpa mencerah, karena mimpimu sebentar lagi terkabul.
**

Sejenak, waktu terhenti suasana mencair beku dan kaku, lenganku setidaknya terasa ringan saat ada yang menjeda melewati senja. 
“Hei, menyentuh hati sang putri malu itu terlalu sensitif, sadarlah gadis bermata sayup”
Hanya ada cerita yang akan menyisakan sejuta kenangan bahkan beribu khayalan tanpa luka terpendam, semoga demikian.
Inilah akhirnya harus ku akhiri, sebelum semua bersih dengan meninggalkan luka. Putri malu akan selalu menyimpan rahasia hingga ku tahu akan ku ketahui semuanya di akhir cerita. 

LINK GBR
Dan aku akan merindukan senja yang larut dalam jingga kehangatan. 
Biarkan kataku, wajahku menjauh dengan ini kita menjeda menjadi indah. Karena lembah cinta akan menghampirinya. 
Dan pergilah…pergilah kau aku takkan mengusikmu karena hanya angin yang akan mengganggu kerinduanmu, meski begitu hamparan menghijau akan bergoyang dimana ada bunga yang turut bertebangan, bunga itu dandelion. Dan anggaplah dandelion itu diriku, yang sesungguhnya ingin selalu mewarnai harimu. 
Meski ini begitu tidak mungkin. 
Air mataku akan turut menyemai protes, jika kau pergi tanpa suara. Karena aku harus menjeda rasa ingin tahuku. 


Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil 
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Lirik By : Opick 

Welcome Ramadhan





“Bertakwalah pada Allah Rabb kalian, laksanakanlah shalat limat waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat dari harta kalian, taatilah penguasa yang mengatur urusan kalian, maka kalian akan memasuki surga Rabb kalian.” (HR. Tirmidzi no. 616 dan Ahmad 5: 262. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, Syaikh  Al Albani menshahihkan hadits ini).






“Bertakwalah pada Allah Rabb kalian, laksanakanlah shalat limat waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat dari harta kalian, taatilah penguasa yang mengatur urusan kalian, maka kalian akan memasuki surga Rabb kalian.” (HR. Tirmidzi no. 616 dan Ahmad 5: 262. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, Syaikh  Al Albani menshahihkan hadits ini).


Seteduh Dandelion

 
Dalam penantian rindu lagi masih terbayang sebuah kisah yang tergambar indah dalam memori otakkku.
Randa tapak atau disebut dandelion. Bunga itu menggambarkan tentang gadis yang berselimut rindu. Putih dan ringkih namun indah. Meski tak seindah melati yang mewangi bahkan tersohor.
Kau tahu pemuda yang nyaris mengaburkanmu membawamu terbang bak debu bertebangan. Nyaris saja tersentuh, tapi pemuda itu tak mau menyentuhnya. Seakan tahu sinyal itu, terlihat dari gerik tubuhnya dari sorotan matanya yang teduh. Ia mulai menyadari takkan mau mengganggumu lagi.

Tapi, hamparan luas tak mampu menjadikan senandung merdu untuk menutup lukanya dulu. Ditengah kerisauan, ada saja yang membuatnya kalut dan merasa cemburu. Di semak-semak, tak terdengar bahkan kadang tak terlihat. Dan lebih parahnya tak peduli siapa namanya dalam semak belukar yang bernuansa memutih.


Senja merona memerah seakan mulai menyurutkan niat berkabungnya. Cakrawala dibatas senja mengubah nuansa rindunya. Beralih menjadi sunyi namun tetap tak memadamkan rinai-rinai kerinduan. Apabila malam Ia menyambutnya dengan hangat. Dandelion yang apabila pagi cemburu, tak percaya diri bahkan meraung menangis dalam selimut putih itu kini bersemayam dalam remang rembulan. Bahagianya bermekaran karena tak satupun mengenalinya.
Kau tahu kenapa ku beri Ia sebutan dandelion?
Ia termanis, terindah dalam semak-semak tak terpedaya. Raut wajahnya yang teduh itu sedang dirundung rindu. Karena kali ini rindunya masih dalam penantian setelah kegagalan dalam mengikat rindu.
Ia menitipkan rindunya pada Angin, pada sinar pagi yang hangat.Ia paham betul sedang tak dicintai seperti bunga yang lainnya.
Pernik hari, pernik hari, mengolah rindu dalam pusaran waktu yang tepat bukan terjebak pada keadaan dan waktu. Karena ruang kosong itu masih butuh cahaya dan angin yang lebih segar.
Perasaanmu merasa tak ada yang berani menyentuh terlalu dalam hatimu, meski batinmu merasakan ada. Nyatanya belum bisa mencairkan bias itu.
Meski suatu hari nanti, akan ada yang menatapmu sendu, Meski ada yang menatapmu pilu, Meski ada yang menatapmu beradu dalam rindu. Tatapan ceria, tatapan bahagia, tatapan meragu lagi. Sudahilah dandelion kau pasti akan meraih hati yang indah.
Sebahagia daun yang tak pernah membenci angin meski Ia tetap berserakan terbang kesana kemari hingga tak tahu kemana lajunya terhenti.

Ketika jam merangkak pukul 9 malam. Waktunya menguap aku tersungkur dalam lelappnya malam. Tak ada alasan untuk bersyukur dan mensyukuri ini semua dandelion.
“hanya pada DIA semua bermuara” gumamku dalam hati sembari menyimpulkan senyum, lalu memejamkan mata.


Hidup harus dimengerti meski tak ada satupun yang mengerti keadaanmu.

Hidup harus dipahami meskipun sebaliknya.

Aku akan menjaga perasaanku seperti dandelion.




 
 
Annur El Karimah masih dalam penantian rindu lagi. 
Dandelion menemani dalam bisik rindu. 7-Juni-2013
 
sumber gambar : tumblr


 
Dalam penantian rindu lagi masih terbayang sebuah kisah yang tergambar indah dalam memori otakkku.
Randa tapak atau disebut dandelion. Bunga itu menggambarkan tentang gadis yang berselimut rindu. Putih dan ringkih namun indah. Meski tak seindah melati yang mewangi bahkan tersohor.
Kau tahu pemuda yang nyaris mengaburkanmu membawamu terbang bak debu bertebangan. Nyaris saja tersentuh, tapi pemuda itu tak mau menyentuhnya. Seakan tahu sinyal itu, terlihat dari gerik tubuhnya dari sorotan matanya yang teduh. Ia mulai menyadari takkan mau mengganggumu lagi.

Tapi, hamparan luas tak mampu menjadikan senandung merdu untuk menutup lukanya dulu. Ditengah kerisauan, ada saja yang membuatnya kalut dan merasa cemburu. Di semak-semak, tak terdengar bahkan kadang tak terlihat. Dan lebih parahnya tak peduli siapa namanya dalam semak belukar yang bernuansa memutih.


Senja merona memerah seakan mulai menyurutkan niat berkabungnya. Cakrawala dibatas senja mengubah nuansa rindunya. Beralih menjadi sunyi namun tetap tak memadamkan rinai-rinai kerinduan. Apabila malam Ia menyambutnya dengan hangat. Dandelion yang apabila pagi cemburu, tak percaya diri bahkan meraung menangis dalam selimut putih itu kini bersemayam dalam remang rembulan. Bahagianya bermekaran karena tak satupun mengenalinya.
Kau tahu kenapa ku beri Ia sebutan dandelion?
Ia termanis, terindah dalam semak-semak tak terpedaya. Raut wajahnya yang teduh itu sedang dirundung rindu. Karena kali ini rindunya masih dalam penantian setelah kegagalan dalam mengikat rindu.
Ia menitipkan rindunya pada Angin, pada sinar pagi yang hangat.Ia paham betul sedang tak dicintai seperti bunga yang lainnya.
Pernik hari, pernik hari, mengolah rindu dalam pusaran waktu yang tepat bukan terjebak pada keadaan dan waktu. Karena ruang kosong itu masih butuh cahaya dan angin yang lebih segar.
Perasaanmu merasa tak ada yang berani menyentuh terlalu dalam hatimu, meski batinmu merasakan ada. Nyatanya belum bisa mencairkan bias itu.
Meski suatu hari nanti, akan ada yang menatapmu sendu, Meski ada yang menatapmu pilu, Meski ada yang menatapmu beradu dalam rindu. Tatapan ceria, tatapan bahagia, tatapan meragu lagi. Sudahilah dandelion kau pasti akan meraih hati yang indah.
Sebahagia daun yang tak pernah membenci angin meski Ia tetap berserakan terbang kesana kemari hingga tak tahu kemana lajunya terhenti.

Ketika jam merangkak pukul 9 malam. Waktunya menguap aku tersungkur dalam lelappnya malam. Tak ada alasan untuk bersyukur dan mensyukuri ini semua dandelion.
“hanya pada DIA semua bermuara” gumamku dalam hati sembari menyimpulkan senyum, lalu memejamkan mata.


Hidup harus dimengerti meski tak ada satupun yang mengerti keadaanmu.

Hidup harus dipahami meskipun sebaliknya.

Aku akan menjaga perasaanku seperti dandelion.




 
 
Annur El Karimah masih dalam penantian rindu lagi. 
Dandelion menemani dalam bisik rindu. 7-Juni-2013
 
sumber gambar : tumblr


Kekerasan di Sekolah

Mungkin bukan hal yang aneh dan awam bagi kita melihat kekerasa dalam sekolah. Dari mulai pendidikan yang menerapkan senior berbaku hantam dengan junior. Kemudian Guru mulai memukul anak didiknya yang nakal dan bandel. 
Intinya bukan hal yang tak biasa lagi.

Suatu hari aku membaca tulisan di serambi facebook. Tentang Guru di Negara Tirai Bambu yakni China. 
Guru TK menampar muridnya 120 kali.

Aku pun sempat shock dan mulai membayangkan jika aku di posisi siswa/siswi TK tersebut. Dan ternyata dugaanku benar saat melihat Video itu berlangsung. 


Jika anda / teman-teman melihatnya pasti tak kuasa menahan sedih. 
Entahlah mengapa seorang guru tega berbuat kasar kepada anak didiknya.

Eh tapi saya pernah merasakan kekerasan itu. What? apa? saya seorang perempuan bagaimana bisa?
Sebenarnya bukan hanya saya saja. Melainkan lebih dari lima orang mungkin hampir separuh kelas. 
Saat SMP contohnya. 
Saya tidak berangkat Pramuka saat jum'at sore. Dan ternyata setengah murid dari 40 lebih siswa itu  tidak berangkat. Alhasil kami mendapatkan sanksi. 
Tahu pegangan serokan tempat sampah, yang terbuat dari plastik?
Guru Olah raga ku tak memandang bulu. Ia pun memukul bagian dada belakang kami hingga 3 kali dengan sangat keras. Aku pun menangis. Dan ternyata memerah. Anehnya hanya aku yang menangis. Mereka perempuan menahan rasa sakitnya. Atau aku kebagian rasa pesutan yang sangat sakit. Sehingga aku hingga sekarang masih ingat kejadian itu. 

Belum lagi saat bulan puasa. Lagi-lagi Guru olah ragaku Tempramentalnya membuncah bergejolak. 
Ah, andai saja.
Ceritanya memang tak pernah di duga sebelumnya. 
Saat kami tidak berangkat sekolah di awal bulan puasa. Kami mendapatkan sanksi belajar di luar kelas. Ada beberapa siswa di kelas lain pun demikian. Anehnya hanya 3 orang saja di kelasku. 
Saat itu aku pun duduk sedikit berbincang-bincang di luar bersama teman sebangku ku yang sama-sama membolos dan di hukum.

Kemudian dari arah barat ia berjalan mendekati kami. Kami berdua pun tak peduli karena kami sedang memegang buku sembari melirik wajahnya. Namun apa yang terjadi guru gemuk itu menendang pantat temanku. Aku terhenyak dan terdiam tak bisa berkata-kata.
Temanku yang seorang perempuan itu pun tak bisa berontak. Semua mata anak-anak langsung menuju pada kami.
Ini memang aneh. Tak bisa dibuktikan kesalahannya. Namun mengapa secara tiba-tiba dia menendang. Mungkin ini bergurau. Tapi kebiasaannya itu menjadi tidak baik. Secara tidak sadar dia telah melukai hati temanku.

Ada cerita lain pula. Seorang guru di tegur muridnya saat di restoran. Sang murid masih ingat bekas tamparan hebat yang mengenainya.
Murid tersebut sekarang menjadi seorang ABRI. Sang guru pun tampak malu, karena ia menegurnya dengan melontarkan "Masih Ingat dengan saya bu? yang dulu nakal dan di tampar ibu?"

Aih, bagaimana perasaan kita ini? jika guru-guru tersayang bersifat keras seperti itu.

Semoga guru-guru kita adalah guru-guru yang terbaik. Sepertinya takkan habis membicarakan tentang kekerasan atau watak guru yang terkadang menyebalkan. Maaf ini hanya guru yang saya anggap bersifat Pemarah, bukan guru yang baik hatinya.
Karena saya yakin guru yang baik, akan selalu di kenang. Bahkan selalu di ingat kata-kata dan nasihatnya.

“Hendaklah engkau bersikap lembut. Karena tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu, kecuali pasti memperindahnya. Dan tidaklah kelembutan itu tercabut dari sesuatu, kecuali pasti memperjeleknya.” (HR. Muslim no. 2594)
Maksudnya, hendaklah engkau bersikap lembut dengan berlemah lembut kepada siapa pun yang ada di sekitarmu, sederhana dalam segala sesuatu dan menghukum dengan bentuk yang paling ringan dan paling baik. (Faidhul Qadir, 4/334)
Dalam riwayat dari Jarir bin Abdillah z, Rasulullah SAW, bersabda:

“Barangsiapa yang terhalang dari kelembutan, dia akan terhalang dari kebaikan.” (HR. Muslim no. 2592)
Ada cara yang lebih baik jika kita sadar. Sesadar-sadarnya.

Annur El Karimah mengigat beberapa tragedi kekerasan dalam sekolah.
Mungkin bukan hal yang aneh dan awam bagi kita melihat kekerasa dalam sekolah. Dari mulai pendidikan yang menerapkan senior berbaku hantam dengan junior. Kemudian Guru mulai memukul anak didiknya yang nakal dan bandel. 
Intinya bukan hal yang tak biasa lagi.

Suatu hari aku membaca tulisan di serambi facebook. Tentang Guru di Negara Tirai Bambu yakni China. 
Guru TK menampar muridnya 120 kali.

Aku pun sempat shock dan mulai membayangkan jika aku di posisi siswa/siswi TK tersebut. Dan ternyata dugaanku benar saat melihat Video itu berlangsung. 


Jika anda / teman-teman melihatnya pasti tak kuasa menahan sedih. 
Entahlah mengapa seorang guru tega berbuat kasar kepada anak didiknya.

Eh tapi saya pernah merasakan kekerasan itu. What? apa? saya seorang perempuan bagaimana bisa?
Sebenarnya bukan hanya saya saja. Melainkan lebih dari lima orang mungkin hampir separuh kelas. 
Saat SMP contohnya. 
Saya tidak berangkat Pramuka saat jum'at sore. Dan ternyata setengah murid dari 40 lebih siswa itu  tidak berangkat. Alhasil kami mendapatkan sanksi. 
Tahu pegangan serokan tempat sampah, yang terbuat dari plastik?
Guru Olah raga ku tak memandang bulu. Ia pun memukul bagian dada belakang kami hingga 3 kali dengan sangat keras. Aku pun menangis. Dan ternyata memerah. Anehnya hanya aku yang menangis. Mereka perempuan menahan rasa sakitnya. Atau aku kebagian rasa pesutan yang sangat sakit. Sehingga aku hingga sekarang masih ingat kejadian itu. 

Belum lagi saat bulan puasa. Lagi-lagi Guru olah ragaku Tempramentalnya membuncah bergejolak. 
Ah, andai saja.
Ceritanya memang tak pernah di duga sebelumnya. 
Saat kami tidak berangkat sekolah di awal bulan puasa. Kami mendapatkan sanksi belajar di luar kelas. Ada beberapa siswa di kelas lain pun demikian. Anehnya hanya 3 orang saja di kelasku. 
Saat itu aku pun duduk sedikit berbincang-bincang di luar bersama teman sebangku ku yang sama-sama membolos dan di hukum.

Kemudian dari arah barat ia berjalan mendekati kami. Kami berdua pun tak peduli karena kami sedang memegang buku sembari melirik wajahnya. Namun apa yang terjadi guru gemuk itu menendang pantat temanku. Aku terhenyak dan terdiam tak bisa berkata-kata.
Temanku yang seorang perempuan itu pun tak bisa berontak. Semua mata anak-anak langsung menuju pada kami.
Ini memang aneh. Tak bisa dibuktikan kesalahannya. Namun mengapa secara tiba-tiba dia menendang. Mungkin ini bergurau. Tapi kebiasaannya itu menjadi tidak baik. Secara tidak sadar dia telah melukai hati temanku.

Ada cerita lain pula. Seorang guru di tegur muridnya saat di restoran. Sang murid masih ingat bekas tamparan hebat yang mengenainya.
Murid tersebut sekarang menjadi seorang ABRI. Sang guru pun tampak malu, karena ia menegurnya dengan melontarkan "Masih Ingat dengan saya bu? yang dulu nakal dan di tampar ibu?"

Aih, bagaimana perasaan kita ini? jika guru-guru tersayang bersifat keras seperti itu.

Semoga guru-guru kita adalah guru-guru yang terbaik. Sepertinya takkan habis membicarakan tentang kekerasan atau watak guru yang terkadang menyebalkan. Maaf ini hanya guru yang saya anggap bersifat Pemarah, bukan guru yang baik hatinya.
Karena saya yakin guru yang baik, akan selalu di kenang. Bahkan selalu di ingat kata-kata dan nasihatnya.

“Hendaklah engkau bersikap lembut. Karena tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu, kecuali pasti memperindahnya. Dan tidaklah kelembutan itu tercabut dari sesuatu, kecuali pasti memperjeleknya.” (HR. Muslim no. 2594)
Maksudnya, hendaklah engkau bersikap lembut dengan berlemah lembut kepada siapa pun yang ada di sekitarmu, sederhana dalam segala sesuatu dan menghukum dengan bentuk yang paling ringan dan paling baik. (Faidhul Qadir, 4/334)
Dalam riwayat dari Jarir bin Abdillah z, Rasulullah SAW, bersabda:

“Barangsiapa yang terhalang dari kelembutan, dia akan terhalang dari kebaikan.” (HR. Muslim no. 2592)
Ada cara yang lebih baik jika kita sadar. Sesadar-sadarnya.

Annur El Karimah mengigat beberapa tragedi kekerasan dalam sekolah.

Pangeran tidurku

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Mimpiku 
Mungkinkah kaulah tulang rusukku?
Adakah nyata dalam menunggu
Yang ku tahu kau tercipta untukku.


6 Desember 2012

Ini tentang mimpi, rasanya masih terasa manis karena baru semalam aku merasakannya. Walau sekejap tapi tak pernah ku duga sebelumnya. Terang saja, mimpi tak bisa di rekayasa apalagi di binasakan begitu saja. 


#Mimpiku.
 Saat itu aku tengah duduk sembari menyaksikan anak-anak terjun bebas di sungai. Sungai yang indah dan jernih layaknya kolam renang. Tepat sekali di pinggir sebuah rumah. 
Ku dapati itu sebelumnya saat aku masih mengenakan celana hitam, berkerudung orange dan berbaju panjang orange. Warna kerudung kesayanganku saat ini. Hampir saja kakiku masuk ke dalam rumah, sedangkan di teras dan ruang tamu tampak terisi beberapa lelaki dengan mengenakan kopiah/peci dan berbaju koko. Kebanyakan memakai sarung. Akhirnya ku memilih duduk di halaman rumah tetanggaku. Entah rumah siapa, dan aku juga tak merasakan itu rumahku. 
Tiba-tiba saja ada lelaki datang menghampiriku. Ia duduk persis berjarak 30 cm dari tempat dudukku. Aku terkesiap, dan jantungku seakan berdenyut kencang. "Ini bukan jarak yang ku inginkan" desisku cepat menunduk saat mata lelaki itu sesat memperhatikanku.
"Sedang menunggu?" 
"iya"
"sudah menikah?" tanyanya begitu tak ragu.
Lelaki berkaos hitam bercelana tentara dan mengenakan topi tentara itu membuatku semakin penasaran. Ada janggut yang membuatnya semakin manis.
"Duhai hati, ampunilah aku Ya Rabb" seketika aku tersipu malu saat ingin menjawabnya.

Tiba-tiba hujan turun begitu deras. Dan semua panik karena sedang berada di luar. Kemudian aku berlari masuk ke rumah tetanggaku. Tapi malang, aku melihat api diatas genteng. Aku cepat keluar mencari aman. Tidak seperti yang ku duga, ku pikir api biasa. Nyatanya ada api yang menjalar bersama derasnya hujan. 
Api itu menjalar menghanguskan pagar tembok di sisi ruas sepanjang jalan.
Beberapa orang menghambur tampak ketakutan. Dan semakin menjerit tak tertahkan saat api membaur bersama awan yang menghitam. 
"Astaghfirullah, api ada di mana-mana" saat itu batinku mulai gelisah. 
Ku takuti ini adalah kiamat nyata yang akan terjadi dan aku mengalaminya. Kita terpisahkan disini, sedangkan keluargaku tak tahu entah dimana.
Seketika angin mendesau kencang. Api-api itu menghilang cepat. Gerimis mulai tampak tenang. Air mataku yang membaur bersama hujan rasanya sudah bisa terhapuskan.

Saat kaki ini melangkah kembali ada seorang pria menarik tanganku. Ia berhasil melingkarkan dan menghimpit tangan kiriku. Aku tak tahu siapa, karena lelaki itu benar-benar misterius mengenakan baju serba hitam.
Lalu kemanakah lelaki yang menanyakan statusku sebelum hujan membasahi tanah?


Aku bertabrakan dengan seorang wanita tapi keadaanku masih bergandengan dengan seorang pria yang kemudian mengajakku ke cafe. 
Tiba-tiba ia mengalungkan sebuah kalung rantai berbandul bentuk love. begitu cepat aku tersadar saat ku melihat kalung itu telah melingkar di leherku. Tercenung dan aku tak bisa menerima saat lelaki bercelana tentara hijau itu terbangun dari duduknya yang sedari tadi duduk di meja yang berbeda dan tak jauh dari aku duduk.

Ia tampak marah sambil berjalan menuju keluar, aku menyadari dengan cepat. Lelaki itu bermata agak sipit berpostur tubuh tinggi. Namun wajahnya tertupi jaket hitam itu membuatku semakin penasaran.
Ku mengejarnya cepat sesaat hujan menembus kulitku.

Tepat jam 4 suara azan subuh berkumandang di iringi nyanyian hujan. Menyeruak dalam keheningan tidurku. 
Sayang, ini hanya mimpi. Aku bangkit duduk sambil menyadarkan ingatanku.

Kemanakah akan berlabuh? akankah dalam waktu dekat kau benar-benar menemani nyata tidurku? Semoga. 


Annur El Karimah, sedang terlelap bersama mimpi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Mimpiku 
Mungkinkah kaulah tulang rusukku?
Adakah nyata dalam menunggu
Yang ku tahu kau tercipta untukku.


6 Desember 2012

Ini tentang mimpi, rasanya masih terasa manis karena baru semalam aku merasakannya. Walau sekejap tapi tak pernah ku duga sebelumnya. Terang saja, mimpi tak bisa di rekayasa apalagi di binasakan begitu saja. 


#Mimpiku.
 Saat itu aku tengah duduk sembari menyaksikan anak-anak terjun bebas di sungai. Sungai yang indah dan jernih layaknya kolam renang. Tepat sekali di pinggir sebuah rumah. 
Ku dapati itu sebelumnya saat aku masih mengenakan celana hitam, berkerudung orange dan berbaju panjang orange. Warna kerudung kesayanganku saat ini. Hampir saja kakiku masuk ke dalam rumah, sedangkan di teras dan ruang tamu tampak terisi beberapa lelaki dengan mengenakan kopiah/peci dan berbaju koko. Kebanyakan memakai sarung. Akhirnya ku memilih duduk di halaman rumah tetanggaku. Entah rumah siapa, dan aku juga tak merasakan itu rumahku. 
Tiba-tiba saja ada lelaki datang menghampiriku. Ia duduk persis berjarak 30 cm dari tempat dudukku. Aku terkesiap, dan jantungku seakan berdenyut kencang. "Ini bukan jarak yang ku inginkan" desisku cepat menunduk saat mata lelaki itu sesat memperhatikanku.
"Sedang menunggu?" 
"iya"
"sudah menikah?" tanyanya begitu tak ragu.
Lelaki berkaos hitam bercelana tentara dan mengenakan topi tentara itu membuatku semakin penasaran. Ada janggut yang membuatnya semakin manis.
"Duhai hati, ampunilah aku Ya Rabb" seketika aku tersipu malu saat ingin menjawabnya.

Tiba-tiba hujan turun begitu deras. Dan semua panik karena sedang berada di luar. Kemudian aku berlari masuk ke rumah tetanggaku. Tapi malang, aku melihat api diatas genteng. Aku cepat keluar mencari aman. Tidak seperti yang ku duga, ku pikir api biasa. Nyatanya ada api yang menjalar bersama derasnya hujan. 
Api itu menjalar menghanguskan pagar tembok di sisi ruas sepanjang jalan.
Beberapa orang menghambur tampak ketakutan. Dan semakin menjerit tak tertahkan saat api membaur bersama awan yang menghitam. 
"Astaghfirullah, api ada di mana-mana" saat itu batinku mulai gelisah. 
Ku takuti ini adalah kiamat nyata yang akan terjadi dan aku mengalaminya. Kita terpisahkan disini, sedangkan keluargaku tak tahu entah dimana.
Seketika angin mendesau kencang. Api-api itu menghilang cepat. Gerimis mulai tampak tenang. Air mataku yang membaur bersama hujan rasanya sudah bisa terhapuskan.

Saat kaki ini melangkah kembali ada seorang pria menarik tanganku. Ia berhasil melingkarkan dan menghimpit tangan kiriku. Aku tak tahu siapa, karena lelaki itu benar-benar misterius mengenakan baju serba hitam.
Lalu kemanakah lelaki yang menanyakan statusku sebelum hujan membasahi tanah?


Aku bertabrakan dengan seorang wanita tapi keadaanku masih bergandengan dengan seorang pria yang kemudian mengajakku ke cafe. 
Tiba-tiba ia mengalungkan sebuah kalung rantai berbandul bentuk love. begitu cepat aku tersadar saat ku melihat kalung itu telah melingkar di leherku. Tercenung dan aku tak bisa menerima saat lelaki bercelana tentara hijau itu terbangun dari duduknya yang sedari tadi duduk di meja yang berbeda dan tak jauh dari aku duduk.

Ia tampak marah sambil berjalan menuju keluar, aku menyadari dengan cepat. Lelaki itu bermata agak sipit berpostur tubuh tinggi. Namun wajahnya tertupi jaket hitam itu membuatku semakin penasaran.
Ku mengejarnya cepat sesaat hujan menembus kulitku.

Tepat jam 4 suara azan subuh berkumandang di iringi nyanyian hujan. Menyeruak dalam keheningan tidurku. 
Sayang, ini hanya mimpi. Aku bangkit duduk sambil menyadarkan ingatanku.

Kemanakah akan berlabuh? akankah dalam waktu dekat kau benar-benar menemani nyata tidurku? Semoga. 


Annur El Karimah, sedang terlelap bersama mimpi

Alay sih?

Sesuai porsinya, jangan berlebihan  gambar di sini


Gak tahu mesti bahas apa tentang bahasa alay alias ULUY. Gak tahu aku kadang suka kelatahan karena adikku masih labil banget. 

Disana banyak pergaulan yang membuatnya mudah tak terdeteksi di mbah google, eh kok hehe...
Nada bicaranya itu lho, saya suka aneh.
Pernah saya dengar kata UNYU, saya pikir itu arti dari kata LUCU. Ternyata saya mencari di google artinya adalah anak penyu. Ada yang bilang bahasa kasar. Lha? selama ini saya mengartikan lucu?
Dijawab kepo banget sih. 
Lah, kan baru tahu. Kepo apa juga saya gak tahu. KEPO. KELAKUAN POLISI yang suka tanya kayak wartawan. Idih, gak setuju banget di sejajarin sama mereka! Kelakuan ya beda, tugasnya juga beda. Eh Ada polisi  lampu merah jangan gitu lho! hihi :P

Katanya juga berasal dari bahasa hokian
Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. 
Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu..
Lha emang saya nenek-nenek? Jawab lagi kepo!? gue pitis

Tapi Kadang saya mikir, cari definis /persamaan bahasa alias sinonim aja mesti buka kamus. Lebih baik saya belajar bahasa sinonim dulu yah. 

Tapi mau gak mau harus tahu, walau kita gak maksud buat mengucapkan biar bisa hati-hati gak malu-maluin pas kita dikatain.

Cuma iklan Ciuz itu bikin aku dongkol gak tahu kenapa yah?
Gak suka aja, jadi trensetter banget kan? Nanti kalau ngomong sama orang tua jawab begitu?
Ih, kalau anak ku udah saya nasehatin deh. 

Oh iya, kadang saya selalu lupa dengan bahasa yang sering saya sebut ULUY ini. Karena saya ngikut gak jelas. Cuma sekarang sih berusaha tahu dan cari tahu, biar hati-hati kamu???

Eh paling sebel, aku nerima sms pakai bahasa alay. EYD itu lho, gak jelas banget. Sampai saya ingin gak membalas. Pas balas sms si A, Pasti harus tanya itu singkatannya apa? artinya apa? 
Nanti tungguin balasan penjelasan. Baru saya balas. Gak deh, di bilang alay gak mau. 

Tapi kenyataan KaMU ALay Bgdth tyuzs mztix Ngap NuiCh?

Seandainya semua kartu SMSnya bayarnya per karakter. Mungkin gak ada orang lebay deh. SMS Sesingkat-singkatnya tapi PAHAM BIN BENER. 

Mengetik kata banget saja harus ada T dan H. Bikin mata saya merem melek deh. Iya kalau sekali aja, itu hampir setiap kata kadang dibuat aneh, tanda tanya kebaliklah. Bolehlah lucu sedikit gak perlu banyak titik!


Ibu guru almarhumahku pernah cerita malas balas sms anak-anak (murid) kadang di singkat gak jelas  :D

Menurut kamu bagaimana nih?? Ayolah minta pendapat terbaik, apalagi saya takutkan akan ada bahasa alay terbaru edisi 2013. 

Ibu saya gak tahu apa-apa masalah bahasa alay. Saya juga tak pernah kasih tahu. Kasian, untungnya jarang ngobrol sama anak alay. 



>_< Annur Edisi memikirkan kesalahan yang pernah saya ucapkan tidak tahu artinya malu. 

Apakah kamu termasuk  4 L 4 Y  

Repot deh,


Sesuai porsinya, jangan berlebihan  gambar di sini


Gak tahu mesti bahas apa tentang bahasa alay alias ULUY. Gak tahu aku kadang suka kelatahan karena adikku masih labil banget. 

Disana banyak pergaulan yang membuatnya mudah tak terdeteksi di mbah google, eh kok hehe...
Nada bicaranya itu lho, saya suka aneh.
Pernah saya dengar kata UNYU, saya pikir itu arti dari kata LUCU. Ternyata saya mencari di google artinya adalah anak penyu. Ada yang bilang bahasa kasar. Lha? selama ini saya mengartikan lucu?
Dijawab kepo banget sih. 
Lah, kan baru tahu. Kepo apa juga saya gak tahu. KEPO. KELAKUAN POLISI yang suka tanya kayak wartawan. Idih, gak setuju banget di sejajarin sama mereka! Kelakuan ya beda, tugasnya juga beda. Eh Ada polisi  lampu merah jangan gitu lho! hihi :P

Katanya juga berasal dari bahasa hokian
Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. 
Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu..
Lha emang saya nenek-nenek? Jawab lagi kepo!? gue pitis

Tapi Kadang saya mikir, cari definis /persamaan bahasa alias sinonim aja mesti buka kamus. Lebih baik saya belajar bahasa sinonim dulu yah. 

Tapi mau gak mau harus tahu, walau kita gak maksud buat mengucapkan biar bisa hati-hati gak malu-maluin pas kita dikatain.

Cuma iklan Ciuz itu bikin aku dongkol gak tahu kenapa yah?
Gak suka aja, jadi trensetter banget kan? Nanti kalau ngomong sama orang tua jawab begitu?
Ih, kalau anak ku udah saya nasehatin deh. 

Oh iya, kadang saya selalu lupa dengan bahasa yang sering saya sebut ULUY ini. Karena saya ngikut gak jelas. Cuma sekarang sih berusaha tahu dan cari tahu, biar hati-hati kamu???

Eh paling sebel, aku nerima sms pakai bahasa alay. EYD itu lho, gak jelas banget. Sampai saya ingin gak membalas. Pas balas sms si A, Pasti harus tanya itu singkatannya apa? artinya apa? 
Nanti tungguin balasan penjelasan. Baru saya balas. Gak deh, di bilang alay gak mau. 

Tapi kenyataan KaMU ALay Bgdth tyuzs mztix Ngap NuiCh?

Seandainya semua kartu SMSnya bayarnya per karakter. Mungkin gak ada orang lebay deh. SMS Sesingkat-singkatnya tapi PAHAM BIN BENER. 

Mengetik kata banget saja harus ada T dan H. Bikin mata saya merem melek deh. Iya kalau sekali aja, itu hampir setiap kata kadang dibuat aneh, tanda tanya kebaliklah. Bolehlah lucu sedikit gak perlu banyak titik!


Ibu guru almarhumahku pernah cerita malas balas sms anak-anak (murid) kadang di singkat gak jelas  :D

Menurut kamu bagaimana nih?? Ayolah minta pendapat terbaik, apalagi saya takutkan akan ada bahasa alay terbaru edisi 2013. 

Ibu saya gak tahu apa-apa masalah bahasa alay. Saya juga tak pernah kasih tahu. Kasian, untungnya jarang ngobrol sama anak alay. 



>_< Annur Edisi memikirkan kesalahan yang pernah saya ucapkan tidak tahu artinya malu. 

Apakah kamu termasuk  4 L 4 Y  

Repot deh,


Sindir Menyambar

SUMBER DISINI 


Apakah sulit mengartikan isyaratku?
sedangkan aku serta merta mencecar hatimu

tersudut dalam mengeja kata 
menyayat laksana pedang menghujam 

lidahku keluku
prasangka ku berdawai
dalam beranda
tak bersuara


Sedikit mengingatkan diri, AKU belum pernah melihat berandaku bersih nan suci.
Oh, sih? bisa? ngaco aja pikiranku. 
Sebenarnya hatiku akhir-akhir ini merasa tak tenang, kadang aku tersindir dengan kalimat yang membuatku merasa takut dan intropeksi. Tapi aku sadari sekali lagi ini bukan status sendiran tapi status renungan pengingat di Facebook maupun tweeter. 

Tapi yang lebih parah, aku pernah merasakan dan menghunus pedang itu tapi dengan makna kiasan yang tak bisa dimengerti. Kekesalanku saat itu memuncak, merasa tak nyaman dan tak ingin kembali dalam kebersamaan lagi seperti dulu, istilahnya tak bersahabat. 

Tapi aku juga pernah di sindir pake status yang bener-bener menunjuk ke arahku, kita emang pernah berselisih waktu SMA, tapi kita udah baikan dan di Fb semua baik-baik saja. Eh pas baca sindirannya itu lho, ketahuan dia masih tidak suka denganku kebaca deh. 

Hmm, ngomong-ngomong masalah sindiran nih, hati-hati deh. Niatnya kita emang kadang gak nyindir orang yang di wall, atau pertemanan tapi orang yang tidak ada hubungannya dengan Facebook. Terasa sekali kan, jika ini menyakitkan jika si empunya tahu.

Kita marah-marah dengan keluhan tak terduga. Di sini letak kesalahan kita, kenapa marah-marah di status umum. Harusnya kita bisa mengendalikan emosi bukan? Inilah adanya jejaring sosial, bisakah menahan hati atau menahan godaaan? sama saja **baca nafsu tak terkalahkan. :D

Yang lebih parahnya lagi, sebuah perteman yang terjalin dengan indah namun berakhir kisruh. Hanya karena kecemburuan, lama tak berjumpa sehingga kemajuan si A menjadi si B iri, lalu membuat status nasehat dan renungan. Untung sih, si penyidir gak keliatan emosi. Tapi kelihatan dan bisa di tebak dari permasalahan yang mengakar. 

Eh dalam ISLAM MENYINDIR ADA 2 TUJUAN DAN NIAT. NIAT KEBAIKAN DAN KEBURUKAN.
Cari sendiri di google yah, pasti tahulah kita kan udah pintar. Jangan bilang merasa bodoh oke, karena kita udah di kasih akal, walau ilmu belum sejajar. :D

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al-Hujurat:11).

Lho, aku bahas apaan sih?
Aku lagi di sindir sama Allah sekarang, katanya aku jarang mendekat. eh mendekat gimana? he, Aku mau mendekat dulu yah. Udah waktunya nih hafalan surat lagi. Merindu belajar bahasa arab. Semoga 

Ayo tingkatkan kedekatan kita tentang hal yang kelihatannya sepele, menjadi cambuk kehati-hatian kita dalam menitih setapak saja. Sama-sama mengingatkan diri sendiri dan semua. 
OKE >_<


SUMBER DISINI 


Apakah sulit mengartikan isyaratku?
sedangkan aku serta merta mencecar hatimu

tersudut dalam mengeja kata 
menyayat laksana pedang menghujam 

lidahku keluku
prasangka ku berdawai
dalam beranda
tak bersuara


Sedikit mengingatkan diri, AKU belum pernah melihat berandaku bersih nan suci.
Oh, sih? bisa? ngaco aja pikiranku. 
Sebenarnya hatiku akhir-akhir ini merasa tak tenang, kadang aku tersindir dengan kalimat yang membuatku merasa takut dan intropeksi. Tapi aku sadari sekali lagi ini bukan status sendiran tapi status renungan pengingat di Facebook maupun tweeter. 

Tapi yang lebih parah, aku pernah merasakan dan menghunus pedang itu tapi dengan makna kiasan yang tak bisa dimengerti. Kekesalanku saat itu memuncak, merasa tak nyaman dan tak ingin kembali dalam kebersamaan lagi seperti dulu, istilahnya tak bersahabat. 

Tapi aku juga pernah di sindir pake status yang bener-bener menunjuk ke arahku, kita emang pernah berselisih waktu SMA, tapi kita udah baikan dan di Fb semua baik-baik saja. Eh pas baca sindirannya itu lho, ketahuan dia masih tidak suka denganku kebaca deh. 

Hmm, ngomong-ngomong masalah sindiran nih, hati-hati deh. Niatnya kita emang kadang gak nyindir orang yang di wall, atau pertemanan tapi orang yang tidak ada hubungannya dengan Facebook. Terasa sekali kan, jika ini menyakitkan jika si empunya tahu.

Kita marah-marah dengan keluhan tak terduga. Di sini letak kesalahan kita, kenapa marah-marah di status umum. Harusnya kita bisa mengendalikan emosi bukan? Inilah adanya jejaring sosial, bisakah menahan hati atau menahan godaaan? sama saja **baca nafsu tak terkalahkan. :D

Yang lebih parahnya lagi, sebuah perteman yang terjalin dengan indah namun berakhir kisruh. Hanya karena kecemburuan, lama tak berjumpa sehingga kemajuan si A menjadi si B iri, lalu membuat status nasehat dan renungan. Untung sih, si penyidir gak keliatan emosi. Tapi kelihatan dan bisa di tebak dari permasalahan yang mengakar. 

Eh dalam ISLAM MENYINDIR ADA 2 TUJUAN DAN NIAT. NIAT KEBAIKAN DAN KEBURUKAN.
Cari sendiri di google yah, pasti tahulah kita kan udah pintar. Jangan bilang merasa bodoh oke, karena kita udah di kasih akal, walau ilmu belum sejajar. :D

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al-Hujurat:11).

Lho, aku bahas apaan sih?
Aku lagi di sindir sama Allah sekarang, katanya aku jarang mendekat. eh mendekat gimana? he, Aku mau mendekat dulu yah. Udah waktunya nih hafalan surat lagi. Merindu belajar bahasa arab. Semoga 

Ayo tingkatkan kedekatan kita tentang hal yang kelihatannya sepele, menjadi cambuk kehati-hatian kita dalam menitih setapak saja. Sama-sama mengingatkan diri sendiri dan semua. 
OKE >_<


Aku tak selalu mampu


Berawal dari sebuah rasa, aku mengetahui tentang sejumput asa
berawal dari sebuah kata, aku mengetahui sebuah kalimat pembuka
berawal dari yakin, aku pun mengetahui bahwa aku mampu
berakhir di sebuah tanda tanya besar, aku pun mengetahui untuk memberi sebuah tanda seru yang benar!


sumber gambar  disini


Tanda seru yang benar ku ungkapkan, 
bahwa aku sedang tidak dalam kondisi baik
bahwa aku merasa tidak mampu
bahwa aku merasa lelah
bahwa aku merasa manusia seutuhnya bukan robot.

Akhir-akhir ini saya jarang sekali berdialog tentang keadaan saya dengan Allah, (ungakapan dalam arti hanya saya saja yang tahu :D)

Ketika saya merasa mampu menghabiskan satu buku dalam semalam, bukan berarti esok hari saya jumpai keadaan saya yang sama. 
Hari ini saya merasakan lelah tak berdaya, dalam detiknya saya ingin sebuah SPASI besar melingkar dalam setiap otak yang menyalur kesebuah akal yakni pemikiran.
Bisakah mengenali saya sedikit saja walau dalam penglihatan/pandangan.
Anda melihat dengan hati dan akal, bahwa saya LELAH.
saya tidak seperti yang kemarin, bisa mengetik dalam waktu cepat
dan sekarang tangan dan jari-jemari saya merasa kaku tak berdaya.

Kini angin menyapa lembut, walau udara terasa panas dan pengap di kulitku.
Dan aku belajar dari sebuah janji Allah, ucapan Allah Insya Allah.
La hawla wala quwwata illa billah harusnya sudah melekat di ingatan dan hatiku. 
Sehingga aku tak mampu berkata Super woman. 

Maaf jika, tangan ini tak mampu mengunjungi rumah baca sobat blogger. banyak waktu yang menyitaku diluar sana. 

Ketika lelah, istirahatlah
ketika lemah, bangkitlah 
aku yakin akan bangkit dari sebuah rasa yang mendera kata tak mampu. 
Hamasah!



Berawal dari sebuah rasa, aku mengetahui tentang sejumput asa
berawal dari sebuah kata, aku mengetahui sebuah kalimat pembuka
berawal dari yakin, aku pun mengetahui bahwa aku mampu
berakhir di sebuah tanda tanya besar, aku pun mengetahui untuk memberi sebuah tanda seru yang benar!


sumber gambar  disini


Tanda seru yang benar ku ungkapkan, 
bahwa aku sedang tidak dalam kondisi baik
bahwa aku merasa tidak mampu
bahwa aku merasa lelah
bahwa aku merasa manusia seutuhnya bukan robot.

Akhir-akhir ini saya jarang sekali berdialog tentang keadaan saya dengan Allah, (ungakapan dalam arti hanya saya saja yang tahu :D)

Ketika saya merasa mampu menghabiskan satu buku dalam semalam, bukan berarti esok hari saya jumpai keadaan saya yang sama. 
Hari ini saya merasakan lelah tak berdaya, dalam detiknya saya ingin sebuah SPASI besar melingkar dalam setiap otak yang menyalur kesebuah akal yakni pemikiran.
Bisakah mengenali saya sedikit saja walau dalam penglihatan/pandangan.
Anda melihat dengan hati dan akal, bahwa saya LELAH.
saya tidak seperti yang kemarin, bisa mengetik dalam waktu cepat
dan sekarang tangan dan jari-jemari saya merasa kaku tak berdaya.

Kini angin menyapa lembut, walau udara terasa panas dan pengap di kulitku.
Dan aku belajar dari sebuah janji Allah, ucapan Allah Insya Allah.
La hawla wala quwwata illa billah harusnya sudah melekat di ingatan dan hatiku. 
Sehingga aku tak mampu berkata Super woman. 

Maaf jika, tangan ini tak mampu mengunjungi rumah baca sobat blogger. banyak waktu yang menyitaku diluar sana. 

Ketika lelah, istirahatlah
ketika lemah, bangkitlah 
aku yakin akan bangkit dari sebuah rasa yang mendera kata tak mampu. 
Hamasah!


Kaulah Bidadari




Bila bunga itu berguguran, aku mau yang terbaik. Yakni yang belum dipetik dan baru bermekaran.
Bahkan sudah ku pesan satu yang sedang menjelang waktu mekar. 

Saya membaca artikel dibawah ini betapa tidak terkejutnya, awalnya saya ditandai seorang akhwat di Facebook, karena dia termasuk akhwat yang pandai menulis saya beruntung bisa berteman dengannya. 




♥Agar Bidadari Cemburu Padamu....♥
[Setangkai Cindera Hati]

Untuk Para Wanita Solehah Pendamba Surga,
Pembuat Iri Bidadari dan Para Lelaki Yang Ingin Menikahi

“Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada ditempat yang aman. Di dalam taman -taman dan mata air – mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal,(duduk) berhadap-hadapan.Demikianlah…dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari bermata jeli”(QS. Ad Dukhan 51-54)

♥ Sebuah dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah SAW. 
Dialog ini merangkum sifat-sifat bidadari yang ingin kita kenali.Jika membacanya anda menjadi cemburu pada bidadari, maka tenanglah. Karena sungguh indah, bahwa dialog beliau berdua diakhiri dengan peyakinan bahwa wanita dunia lebih baik dan patut dicemburui oleh bidadari. Wanita dunia yang bagaimana?Simak Saja?

Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Salamah, bahwa ia Radhiyallahu’Anha berkata,”Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Alloh tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli…”

Beliau menjawab,”Bidadari yang kulitnya bersih,matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

Aku (ummu salamah) berkata lagi,”Jelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firmanNya: “Laksana mutiara yang tersimpan baik…”(QS. Al Waqi’ah 23)

Beliau menjawab,” Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia…”
Aku bertanya,” Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Alloh; “ Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik…”(QS Ar Rahman 70)

Beliau menjawab,” Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita”.

Aku bertanya lagi,” Jelaskan padaku firman Alloh: “ Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik…”(QS As Shaffat 49)

Beliau menjawab,” Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”

Aku bertanya lagi,” Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Alloh ; “Penuh cinta lagi sebaya umurnya…”(QS Al Waqi’ah 37)

Beliau menjawab,” Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban.Itulah yang dijadikan Alloh tatkala mereka sudah tahu, lalu Alloh menjadikan merka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

Aku bertanya,” Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?”

Beliau menjawab,” Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Aku bertanya,” Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

Beliau menjawab,”Karena Shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Alloh. Alloh meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.Mereka berkata,”Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Aku berkata,” Ya Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia.Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab,” Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata,”Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya…”

…Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (HR Ath Thabrani)

||Buku ini, Buku ini hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. 
Yang muda maupun yang telah kaya pengalaman hidup. 
Yang sudah mendampingi dan didampingi, juga yang sedang menanti.
Agar bidadari cemburu padamu....

Lalu para lelaki? 
Seharusnya mereka juga tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syari’at Allah. 
Menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, serta memberikan rasa nyaman sekaligus rasa aman. Ia, menjadikannya rusuk kiri. 
Dekat ke tangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk dicintai. 
Nah, buku ini Insya Allah membantu kita, memahami ‘sang kawan perjalanan. ^^

:::Sumber Buku:::
1. http://aniksofiyah.blogspot.com/2010/11/agar-bidadari-cemburu-padamu.html
2. http://proumedia.co.id/

YUSUF MANSYUR : ‎( PESAN PENDEK ) HIKMAH JODOH - Indah itu rahasia Allah, sekuat apa kita setia, selama apa kita menunggu, sekeras apa kita bersabar, sejujur apa kita menerima kekasih kita, jika ALLAH tidak menghendaki jodoh kita dengan calon kekasih kita. Kita tetap tidak akan bersamanya, think positive & terimalah takdirnya
Karena tulang rusuk dan pemiliknya tak akan pernah tertukar dan akan bertemu pada saatnya kelak, pada masa yang terbaik bagi diri kita.

Tertular virus Postingan sahabat blog, jadi bahas tentang Jodoh dan nikkah :D
Oh iya, insya Allah postingan tentang Jodoh juga akan hadir lagi, insya Allah untuk bulan ini satu postingan lagi. Berbeda versi pasti he... :D

Annur El Karimah





Bila bunga itu berguguran, aku mau yang terbaik. Yakni yang belum dipetik dan baru bermekaran.
Bahkan sudah ku pesan satu yang sedang menjelang waktu mekar. 

Saya membaca artikel dibawah ini betapa tidak terkejutnya, awalnya saya ditandai seorang akhwat di Facebook, karena dia termasuk akhwat yang pandai menulis saya beruntung bisa berteman dengannya. 




♥Agar Bidadari Cemburu Padamu....♥
[Setangkai Cindera Hati]

Untuk Para Wanita Solehah Pendamba Surga,
Pembuat Iri Bidadari dan Para Lelaki Yang Ingin Menikahi

“Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada ditempat yang aman. Di dalam taman -taman dan mata air – mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal,(duduk) berhadap-hadapan.Demikianlah…dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari bermata jeli”(QS. Ad Dukhan 51-54)

♥ Sebuah dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah SAW. 
Dialog ini merangkum sifat-sifat bidadari yang ingin kita kenali.Jika membacanya anda menjadi cemburu pada bidadari, maka tenanglah. Karena sungguh indah, bahwa dialog beliau berdua diakhiri dengan peyakinan bahwa wanita dunia lebih baik dan patut dicemburui oleh bidadari. Wanita dunia yang bagaimana?Simak Saja?

Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Salamah, bahwa ia Radhiyallahu’Anha berkata,”Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Alloh tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli…”

Beliau menjawab,”Bidadari yang kulitnya bersih,matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

Aku (ummu salamah) berkata lagi,”Jelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firmanNya: “Laksana mutiara yang tersimpan baik…”(QS. Al Waqi’ah 23)

Beliau menjawab,” Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia…”
Aku bertanya,” Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Alloh; “ Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik…”(QS Ar Rahman 70)

Beliau menjawab,” Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita”.

Aku bertanya lagi,” Jelaskan padaku firman Alloh: “ Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik…”(QS As Shaffat 49)

Beliau menjawab,” Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”

Aku bertanya lagi,” Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Alloh ; “Penuh cinta lagi sebaya umurnya…”(QS Al Waqi’ah 37)

Beliau menjawab,” Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban.Itulah yang dijadikan Alloh tatkala mereka sudah tahu, lalu Alloh menjadikan merka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

Aku bertanya,” Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?”

Beliau menjawab,” Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Aku bertanya,” Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

Beliau menjawab,”Karena Shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Alloh. Alloh meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.Mereka berkata,”Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Aku berkata,” Ya Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia.Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab,” Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata,”Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya…”

…Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (HR Ath Thabrani)

||Buku ini, Buku ini hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. 
Yang muda maupun yang telah kaya pengalaman hidup. 
Yang sudah mendampingi dan didampingi, juga yang sedang menanti.
Agar bidadari cemburu padamu....

Lalu para lelaki? 
Seharusnya mereka juga tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syari’at Allah. 
Menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, serta memberikan rasa nyaman sekaligus rasa aman. Ia, menjadikannya rusuk kiri. 
Dekat ke tangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk dicintai. 
Nah, buku ini Insya Allah membantu kita, memahami ‘sang kawan perjalanan. ^^

:::Sumber Buku:::
1. http://aniksofiyah.blogspot.com/2010/11/agar-bidadari-cemburu-padamu.html
2. http://proumedia.co.id/

YUSUF MANSYUR : ‎( PESAN PENDEK ) HIKMAH JODOH - Indah itu rahasia Allah, sekuat apa kita setia, selama apa kita menunggu, sekeras apa kita bersabar, sejujur apa kita menerima kekasih kita, jika ALLAH tidak menghendaki jodoh kita dengan calon kekasih kita. Kita tetap tidak akan bersamanya, think positive & terimalah takdirnya
Karena tulang rusuk dan pemiliknya tak akan pernah tertukar dan akan bertemu pada saatnya kelak, pada masa yang terbaik bagi diri kita.

Tertular virus Postingan sahabat blog, jadi bahas tentang Jodoh dan nikkah :D
Oh iya, insya Allah postingan tentang Jodoh juga akan hadir lagi, insya Allah untuk bulan ini satu postingan lagi. Berbeda versi pasti he... :D

Annur El Karimah


 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template