Tampilkan postingan dengan label celoteh penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh penulis. Tampilkan semua postingan

Berharap RidhoMU





Jodoh itu antara rezeki dan usaha. Aku beranggapan seperti itu. Entah apakah orang lain sama?
Ya, ketika kita mampu berdoa kenapa tidak? Yang pasti diiringi dengan usaha. Banyak yang berusaha mencari sendiri dan banyak juga yang minta ditaarufkan melalui perantara teman. Atau bahkan tak ingin dicari tapi datang sendiri. Wallahu’alam.


Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya. Ada yang beranggapan status pekerjaan jauh lebih baik, ada yang derajat keluarga bahkan tak banyak beranggapan agama jauh lebih baik.
Aku tak pernah meragukan tentang ini. Karena belajar dari pengalaman dan kajian yang sering kudengar. Agama adalah sumber utama, meski begitu ada beberapa factor lainnya.
Tapi kenapa orang menikah takut miskin? Sedangkan miskin datang tak mungkin begitu saja tanpa sebab. Bukankah kehendakNya jauh lebih ajaib? Ya, ketakutan inilah yang mendera semua orang tua. Mungkin.

Jika, kita sudah berharap lelaki terbaik adalah dia, tapi ibu bapakmu tak pernah menyetujui apa daya. Ridho Allah tergantung ridho orang tua.
Percayalah, bahagia itu selalu ada. Dengan bersyukur dan bagaimana kita mau menyadari setiap pemberiannya meski sedikit. Secara sederhana kita mendefinisikan cinta adalah urusan hati. Tapi bagiku, cinta adalah rasa yang berserak terbagi-bagi dalam jumlah tak terhitung. Mencintai bukanlah satu ditambah satu sama dengan dua.
Mencintai adalah satu dibagi satu juta jiwa. Meski mencintai sejatinya 1 dibanding 1. Allah dan Allah. Maka akan terjadi cinta yang besar tak terhingga.
Perasaanmu dan perasaanku mungkin sama. Tapi takdir berkata beda, kita pun tak lagi sama. Kita berbeda. Dalam hati yang tegar.

Lalu, apakah harus menujumu? Mempercayaimu? Meninggalkan ridho terbaik Mu?
Kita tak boleh menyalahkan takdir, meski harapan yang datang nun jauh di sana berjuang mendatangi kita dengan segenap hati. Dengan tangan terbuka memberi harapan indah. Dengan memikul jawaban yang kelak dipertanggungjawabkan.

Hanya ada sabar. Bukan benci terhadap seseorang yang tak menyetujui keputusan.
Dan aku sadar, otakku bukanlah wadah angan-angan tempat menabung masa depan. Hingga aku tak mampu merengkuh semua harapan. Ini hanya ekspetasiku saja yang terlalu berlebihan menyikapi sebuah rasa yang hadir tiba-tiba.
Biarlah resah ini tergusar, tak berserak dan akulah yang jadi pemenangnya. Memenangkan atas KuasaMu bukan mengelukan resah yang tak berpenghuni.

Kekuatan doa adalah yang paling mujarab. Meski tidak semua do’a selalu dikabulkan.
Busana yang tertutup melindungi diriku, adalah bentuk kepatuhanku kepada Tuhan dan kedua orang tuaku. Orang tua adalah pintu utama menuju ridhoMu. Menjaga kehormatan diriku sendiri, bahkan keluarga. Bukan sebuah pencitraan untuk menutupi kekurangan. Tetapi menutupi kesempurnaan yang telah diberikan.
Aku yakin, setiap keyakinan yang kuharapkan bukan semata-mata berujung akal pendek. Melainkan proses menuju kebaikan. Kita memang tak boleh terlalu berharap pada manusia. Tetapi kita diwajibkan berharap kepada Allah meski kita tinggal menunggu KuasaNya.

Sabarlah, saat langkah semakin jauh dari jerih payahmu itu bukanlah titik henti, melainkan perhentian yang tertunda.
Selamat datang di negeri yang penuh kelapangan hati. Semoga ikhtiar dan keistiqomahan kita menjadi jalan terbaik menuju masa depan.
Ridho ALLAH tergantung kepada ridho orang tua, sesuai sabda Rosululloh: "Ridho ALLAH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:2

"Ketika banyak orang mengidolakan ibu karena kasih sayangnya yang tiada tara, saya justru mengagumi ibu saya karena beberapa kekurangan dan kelebihan padanya yang membuatku selalu ON FIRE" <-- searchgoogle.="" span="">

@AnnurShah
Sedang menunggu.... ^_^ uhuhuhuhu






Jodoh itu antara rezeki dan usaha. Aku beranggapan seperti itu. Entah apakah orang lain sama?
Ya, ketika kita mampu berdoa kenapa tidak? Yang pasti diiringi dengan usaha. Banyak yang berusaha mencari sendiri dan banyak juga yang minta ditaarufkan melalui perantara teman. Atau bahkan tak ingin dicari tapi datang sendiri. Wallahu’alam.


Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya. Ada yang beranggapan status pekerjaan jauh lebih baik, ada yang derajat keluarga bahkan tak banyak beranggapan agama jauh lebih baik.
Aku tak pernah meragukan tentang ini. Karena belajar dari pengalaman dan kajian yang sering kudengar. Agama adalah sumber utama, meski begitu ada beberapa factor lainnya.
Tapi kenapa orang menikah takut miskin? Sedangkan miskin datang tak mungkin begitu saja tanpa sebab. Bukankah kehendakNya jauh lebih ajaib? Ya, ketakutan inilah yang mendera semua orang tua. Mungkin.

Jika, kita sudah berharap lelaki terbaik adalah dia, tapi ibu bapakmu tak pernah menyetujui apa daya. Ridho Allah tergantung ridho orang tua.
Percayalah, bahagia itu selalu ada. Dengan bersyukur dan bagaimana kita mau menyadari setiap pemberiannya meski sedikit. Secara sederhana kita mendefinisikan cinta adalah urusan hati. Tapi bagiku, cinta adalah rasa yang berserak terbagi-bagi dalam jumlah tak terhitung. Mencintai bukanlah satu ditambah satu sama dengan dua.
Mencintai adalah satu dibagi satu juta jiwa. Meski mencintai sejatinya 1 dibanding 1. Allah dan Allah. Maka akan terjadi cinta yang besar tak terhingga.
Perasaanmu dan perasaanku mungkin sama. Tapi takdir berkata beda, kita pun tak lagi sama. Kita berbeda. Dalam hati yang tegar.

Lalu, apakah harus menujumu? Mempercayaimu? Meninggalkan ridho terbaik Mu?
Kita tak boleh menyalahkan takdir, meski harapan yang datang nun jauh di sana berjuang mendatangi kita dengan segenap hati. Dengan tangan terbuka memberi harapan indah. Dengan memikul jawaban yang kelak dipertanggungjawabkan.

Hanya ada sabar. Bukan benci terhadap seseorang yang tak menyetujui keputusan.
Dan aku sadar, otakku bukanlah wadah angan-angan tempat menabung masa depan. Hingga aku tak mampu merengkuh semua harapan. Ini hanya ekspetasiku saja yang terlalu berlebihan menyikapi sebuah rasa yang hadir tiba-tiba.
Biarlah resah ini tergusar, tak berserak dan akulah yang jadi pemenangnya. Memenangkan atas KuasaMu bukan mengelukan resah yang tak berpenghuni.

Kekuatan doa adalah yang paling mujarab. Meski tidak semua do’a selalu dikabulkan.
Busana yang tertutup melindungi diriku, adalah bentuk kepatuhanku kepada Tuhan dan kedua orang tuaku. Orang tua adalah pintu utama menuju ridhoMu. Menjaga kehormatan diriku sendiri, bahkan keluarga. Bukan sebuah pencitraan untuk menutupi kekurangan. Tetapi menutupi kesempurnaan yang telah diberikan.
Aku yakin, setiap keyakinan yang kuharapkan bukan semata-mata berujung akal pendek. Melainkan proses menuju kebaikan. Kita memang tak boleh terlalu berharap pada manusia. Tetapi kita diwajibkan berharap kepada Allah meski kita tinggal menunggu KuasaNya.

Sabarlah, saat langkah semakin jauh dari jerih payahmu itu bukanlah titik henti, melainkan perhentian yang tertunda.
Selamat datang di negeri yang penuh kelapangan hati. Semoga ikhtiar dan keistiqomahan kita menjadi jalan terbaik menuju masa depan.
Ridho ALLAH tergantung kepada ridho orang tua, sesuai sabda Rosululloh: "Ridho ALLAH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:2

"Ketika banyak orang mengidolakan ibu karena kasih sayangnya yang tiada tara, saya justru mengagumi ibu saya karena beberapa kekurangan dan kelebihan padanya yang membuatku selalu ON FIRE" <-- searchgoogle.="" span="">

@AnnurShah
Sedang menunggu.... ^_^ uhuhuhuhu


Tak ingin daun berserak

Bertemanlah kawan.
Teman, cukup sudahi sindiranmu

Dear, seseorang...
gak seharusnya curhat itu lewat fb benar? ah retoris sekali pernyataanku.
Tak ada yang ingin melihat daun berserak, daun berserak itu selalu dibersihkan lalu dibuang pada tong sampah.
sama halnya denganku. masalah hidup hanya ada dalam satu tempat bernama hati. tak perlu kau sebar melalui virus internet. Apalagi untuk konsumsi publik.
Kita bukan artis, kita bukan fenomena infotainment yang sembarangan buang daun hingga daun itu bertebangan.
Meskipun ku mengenalmu hanya sebatas teman biasa, bukan karena kita satu harokah atau beda harokah. Kau masih muda atau labil. 
Inilah masa menghargai. 
Kuharap dengar dan tenang. Meski dalam pertemanan selalu ada perselisihan kecil. Tapi ingat, sampaikan apa yang membuatmu benci dan merasa tindakanku bodoh. Katakanlah pada seseorang yang bersangkutan, bukan sembunyi tangan lempar batu dari belakang. 

“Teman-teman dekat pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

“Perumpamaan teman yang saleh dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka bisa jadi dia menghadiahkan parfumnya kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi, jika apinya tidak membakar bajumu maka kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Keadaan seseorang itu sangat terkait dengan agama teman dekatnya, karenanya hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud no. 4833, At-Tirmizi no. 2397, dan dinyatakan hasan olehnya)


Bertemanlah kawan.
Teman, cukup sudahi sindiranmu

Dear, seseorang...
gak seharusnya curhat itu lewat fb benar? ah retoris sekali pernyataanku.
Tak ada yang ingin melihat daun berserak, daun berserak itu selalu dibersihkan lalu dibuang pada tong sampah.
sama halnya denganku. masalah hidup hanya ada dalam satu tempat bernama hati. tak perlu kau sebar melalui virus internet. Apalagi untuk konsumsi publik.
Kita bukan artis, kita bukan fenomena infotainment yang sembarangan buang daun hingga daun itu bertebangan.
Meskipun ku mengenalmu hanya sebatas teman biasa, bukan karena kita satu harokah atau beda harokah. Kau masih muda atau labil. 
Inilah masa menghargai. 
Kuharap dengar dan tenang. Meski dalam pertemanan selalu ada perselisihan kecil. Tapi ingat, sampaikan apa yang membuatmu benci dan merasa tindakanku bodoh. Katakanlah pada seseorang yang bersangkutan, bukan sembunyi tangan lempar batu dari belakang. 

“Teman-teman dekat pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

“Perumpamaan teman yang saleh dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka bisa jadi dia menghadiahkan parfumnya kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi, jika apinya tidak membakar bajumu maka kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Keadaan seseorang itu sangat terkait dengan agama teman dekatnya, karenanya hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud no. 4833, At-Tirmizi no. 2397, dan dinyatakan hasan olehnya)


Detik-detik kepergian Ramadhan



Waktu masih menyisakan sedikit lagi meninggalkan Ramadhan. Ada yang sudah sibuk dengan persiapan mudik, ada yang sedang sibuk dengan pakaian baru, oleh-oleh, makanan seperti kue lebaran dan lain-lain.
Tetapi tidak dengan keluargaku yang masih biasa saja. Biasanya ramadhan tahun kemarin ibuku kelelahan menerima tawaran membuat rempeyek dan keripik tempe khas resep ibuku.
Kali ini tidak. Karena focus untuk ibadah.
Meski membuat rempek masih menjadi andalan keluarga kami untuk dimakan sendiri tapi setidaknya tidak kelelahan berlebihan dan mengganggu aktivitas ibadah.
Jujur tahun ini banyak yang terlewat dariku, tentang rutinnya hafalan qur’anku. Harusnya target tepat sasaran, tapi… sakit menghadang diriku. Sakit tenggorokan gegara rajin minum sirup dingin. 
Mau tak mau rajinnya tidur cepat. 

Melihat ramadhan kali ini ada yang mengalami kemajuan ada yang kejanggalan dan aneh. Terutama tayangan televisi yang kacau balau. Entah kenapa hamper setiap manusia menjadi PELAWAK. Terutama tayangan tak bermutu mengedepankan lawakan, tawa membahana yang tak bisa ditahan. 
Meski ada beberapa tayangan yang saya sukai di trans7 seperti Hafidz Qur’an internasional dan hafidz qur’an Indonesia, jazirah islam. Tayangan RCTI pun tak kalah menarik tentang kisah para sahabat nabi, dan kaki langit. Yang membumi adalah tokoh anak kecil bernama MUSA yang kini terkenal karena kehebatannya dalam menghafal al-qur’an hingga 29 juz diusianya yang baru selesai balita yakni 5 tahun lebih beberapa bulan. Allohu Akbar. Ma Shaa Allah.

Melihat tayangan di luar negeri tentang ISLAM di negeri asing menjadi sorotan yang menarik bagiku. Tapi ada yang berduka, menangis tak tahan dengan semua ulah tentara Israel. Kekejaman mereka membabi buta. Membunuh warga palestina yang tak berdoa di tengah bulan suci dan euphoria pesta demokrasi Indonesia.
Aku sedih, merasa harus menangis setiap berdoa untuk semua muslim penjuru di dunia.
Anehnya saat membuka beranda facebook banyak sekali yang mengupdate status tentang wanita yang berpolitik asal IsraEL menginginkan para ibu-ibu palestina dibunuh dan rumah-rumah warga dibumi haguskan agar tak ada lagi teroris.

Jadi? Selama ini mereka menganggap teroris? Bukankah yang teroris itu sebaliknya? Yang mengambil hak-hak kemanusian warga Palestina itu adalah teroris?
Jadi musuh kita umat islam adalah mereka yang selalu menganggap kita teroris. Haduh, Islam seburuk itu dimata mereka. Selalu saja kudengar cacian menghujam. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Adapun penafsiran yang pertama maka disebutkan dalam hadits Abdurrahman bin Sanah radhiallahu anhu dia berkata:
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)



Waktu masih menyisakan sedikit lagi meninggalkan Ramadhan. Ada yang sudah sibuk dengan persiapan mudik, ada yang sedang sibuk dengan pakaian baru, oleh-oleh, makanan seperti kue lebaran dan lain-lain.
Tetapi tidak dengan keluargaku yang masih biasa saja. Biasanya ramadhan tahun kemarin ibuku kelelahan menerima tawaran membuat rempeyek dan keripik tempe khas resep ibuku.
Kali ini tidak. Karena focus untuk ibadah.
Meski membuat rempek masih menjadi andalan keluarga kami untuk dimakan sendiri tapi setidaknya tidak kelelahan berlebihan dan mengganggu aktivitas ibadah.
Jujur tahun ini banyak yang terlewat dariku, tentang rutinnya hafalan qur’anku. Harusnya target tepat sasaran, tapi… sakit menghadang diriku. Sakit tenggorokan gegara rajin minum sirup dingin. 
Mau tak mau rajinnya tidur cepat. 

Melihat ramadhan kali ini ada yang mengalami kemajuan ada yang kejanggalan dan aneh. Terutama tayangan televisi yang kacau balau. Entah kenapa hamper setiap manusia menjadi PELAWAK. Terutama tayangan tak bermutu mengedepankan lawakan, tawa membahana yang tak bisa ditahan. 
Meski ada beberapa tayangan yang saya sukai di trans7 seperti Hafidz Qur’an internasional dan hafidz qur’an Indonesia, jazirah islam. Tayangan RCTI pun tak kalah menarik tentang kisah para sahabat nabi, dan kaki langit. Yang membumi adalah tokoh anak kecil bernama MUSA yang kini terkenal karena kehebatannya dalam menghafal al-qur’an hingga 29 juz diusianya yang baru selesai balita yakni 5 tahun lebih beberapa bulan. Allohu Akbar. Ma Shaa Allah.

Melihat tayangan di luar negeri tentang ISLAM di negeri asing menjadi sorotan yang menarik bagiku. Tapi ada yang berduka, menangis tak tahan dengan semua ulah tentara Israel. Kekejaman mereka membabi buta. Membunuh warga palestina yang tak berdoa di tengah bulan suci dan euphoria pesta demokrasi Indonesia.
Aku sedih, merasa harus menangis setiap berdoa untuk semua muslim penjuru di dunia.
Anehnya saat membuka beranda facebook banyak sekali yang mengupdate status tentang wanita yang berpolitik asal IsraEL menginginkan para ibu-ibu palestina dibunuh dan rumah-rumah warga dibumi haguskan agar tak ada lagi teroris.

Jadi? Selama ini mereka menganggap teroris? Bukankah yang teroris itu sebaliknya? Yang mengambil hak-hak kemanusian warga Palestina itu adalah teroris?
Jadi musuh kita umat islam adalah mereka yang selalu menganggap kita teroris. Haduh, Islam seburuk itu dimata mereka. Selalu saja kudengar cacian menghujam. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Adapun penafsiran yang pertama maka disebutkan dalam hadits Abdurrahman bin Sanah radhiallahu anhu dia berkata:
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)

Berkumpul, yang tak penting



Semalam, rasa sesalku benar-benar terjadi. Awalnya aku akan melintasi jalan raya, tapi entah mengapa ingin berbelok melewati rute jalanan perumahan. Padahal jalan pemukiman penduduk lebih cepat. Lurus saja lalu sampai rumah, tak perlu berkelok.

Tapi apa daya, aku sudah melaju cepat dengan sepeda miniku. Eh, tiba-tiba setelah mataku benar-benar melihat nyata di depanku ada gerombolan  bapak-bapak berdiri. Bahkan berdiri tepat di tengah, tidak mau minggir. Giliran dekat Ia baru minggir. Ku laju lagi ternyata di belakangnya ada beberapa kursi dan meja di tengah jalan. O.Oh... rem sepedaku blong, ini orang malah baru menyingkirkan saat aku hampir menabraknya.

Kesalku. Ini orang pikir jalan mbah buyutnya yah? #Tepokjidad. 

Entahlah, beberapa kali aku sesalkan sikap manusia yang sering memanfaatkan waktu malam untuk duduk santai dengan obrolan ditemani catur dan kopi. 
Para bapak-bapak ini seharusnya malah duduk dimajlis taklim atau membaca buku daripada begitu. 
EH, setiap manusia Islam memang harusnya begitu. Tapi ini justru sebaliknya.

Ngobrol-ngobrol tak penting, merusak pemandangan, membuat laju kendaraan menjadi parah. Saya harus berkoar. "AMIIT, PERMISI YA PAK" 

Begadang dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam membenci tidur sebelum Isya' dan bercengkerama (ngobrol) setelahnya kecuali dalam hal kebaikan. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh bercengkerama kecuali bagi orang yang shalat atau bepergian." (As-Suyuthi berkata, hadits ini hasan).

Gambar : Google. 


Semalam, rasa sesalku benar-benar terjadi. Awalnya aku akan melintasi jalan raya, tapi entah mengapa ingin berbelok melewati rute jalanan perumahan. Padahal jalan pemukiman penduduk lebih cepat. Lurus saja lalu sampai rumah, tak perlu berkelok.

Tapi apa daya, aku sudah melaju cepat dengan sepeda miniku. Eh, tiba-tiba setelah mataku benar-benar melihat nyata di depanku ada gerombolan  bapak-bapak berdiri. Bahkan berdiri tepat di tengah, tidak mau minggir. Giliran dekat Ia baru minggir. Ku laju lagi ternyata di belakangnya ada beberapa kursi dan meja di tengah jalan. O.Oh... rem sepedaku blong, ini orang malah baru menyingkirkan saat aku hampir menabraknya.

Kesalku. Ini orang pikir jalan mbah buyutnya yah? #Tepokjidad. 

Entahlah, beberapa kali aku sesalkan sikap manusia yang sering memanfaatkan waktu malam untuk duduk santai dengan obrolan ditemani catur dan kopi. 
Para bapak-bapak ini seharusnya malah duduk dimajlis taklim atau membaca buku daripada begitu. 
EH, setiap manusia Islam memang harusnya begitu. Tapi ini justru sebaliknya.

Ngobrol-ngobrol tak penting, merusak pemandangan, membuat laju kendaraan menjadi parah. Saya harus berkoar. "AMIIT, PERMISI YA PAK" 

Begadang dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam membenci tidur sebelum Isya' dan bercengkerama (ngobrol) setelahnya kecuali dalam hal kebaikan. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh bercengkerama kecuali bagi orang yang shalat atau bepergian." (As-Suyuthi berkata, hadits ini hasan).

Gambar : Google. 

Dialog Sepi

Masa lalu adalah kenangan
Masa depan adalah bayangan
Masa kini adalah hari ini

Lalu ku menujumu
Memintamu membutuhkanku
Aku sedang menunggu
Dan mencari dirimu, waktu.


credit

Waktu ini bulan November masehi
Aku masih tak perlu menengahi kemarin dan esok yang masih belum diintip waktu
Yang ku lakukan adalah perbaikan diri hari ini! Sekarang!

Biasanya aku mengejar mimpi
Memutuskan sendiri tanpa menengok senyuman hambar bak belati

Dan hari ini mengejar jati diri dengan memperbaiki diri
Memberikan amalan-amalan berarti untukku sendiri
Bahkan orang lain itupun merasakan yang sama
Membuka lembaran baru, menunggu hujan bernyanyi

Berterima kasih pada dialog sepi siang ini
Ku pilih doaku membahana terdengar di langit tertinggi

Semoga bulan ini penuh kejutan tentang semuanya
Yang baik-baik saja. Doamu jangan terlalu tinggi
Dan hati-hati, nanti kau harus siap jika Tuhan sudah mengabulkan doamu wahai jiwa
seperti kupu-kupu yang bermetamorfosis lalu cepat terbang kian kemari dengan warna indah dan menarik.

Bukankah begitu hari ini?
Ar Raqiib Allah Maha Mengawasi 

Masa lalu adalah kenangan
Masa depan adalah bayangan
Masa kini adalah hari ini

Lalu ku menujumu
Memintamu membutuhkanku
Aku sedang menunggu
Dan mencari dirimu, waktu.


credit

Waktu ini bulan November masehi
Aku masih tak perlu menengahi kemarin dan esok yang masih belum diintip waktu
Yang ku lakukan adalah perbaikan diri hari ini! Sekarang!

Biasanya aku mengejar mimpi
Memutuskan sendiri tanpa menengok senyuman hambar bak belati

Dan hari ini mengejar jati diri dengan memperbaiki diri
Memberikan amalan-amalan berarti untukku sendiri
Bahkan orang lain itupun merasakan yang sama
Membuka lembaran baru, menunggu hujan bernyanyi

Berterima kasih pada dialog sepi siang ini
Ku pilih doaku membahana terdengar di langit tertinggi

Semoga bulan ini penuh kejutan tentang semuanya
Yang baik-baik saja. Doamu jangan terlalu tinggi
Dan hati-hati, nanti kau harus siap jika Tuhan sudah mengabulkan doamu wahai jiwa
seperti kupu-kupu yang bermetamorfosis lalu cepat terbang kian kemari dengan warna indah dan menarik.

Bukankah begitu hari ini?
Ar Raqiib Allah Maha Mengawasi 

Catatan Virus Merah Jambu

Bismillahirrohmanirrohim.
Siang ini saja, aku ingin bercengkrama dengan masa lalu. Catatan Virus Merah Jambu, bukan Terapi Virus Merah Jambu yang sebenarnya. 
Untuk edisi kali ini, sebagai pengingat diri dan mengingati diri semua ummahat agar kita tidak terjerumus maksiat. 
Jujur terkadang aku merasa pelik bahkan panik. Ya ini bukan sekedar "kebenaran belaka" ini hanya ada di dunia nyata. Tak pernah bisa jadi berada di dunia maya, mungkin yang pernah mengalami dunia maya?
Ah, aku sebenarnya tak pernah tertarik menengok masa lalu. Tapi aku merasa khawatir dengan masa kini yang datanganya terlalu pagi.Pagi-pagi kau sudah pamerkan aksimu, gayamu, kendaraan mewahmu, fuih sesak nafasku tuan. 
Aku sedang bicara apa sih?
Begini, ini tentang seseorang yang terjangkit virus merah jambu! Eitz siapa bilang virus merah jambu selalu berbinar-binar ataupun berbunga-bunga layaknya bunga-bunga di taman?
akhir-akhir ini aku selalu mencoba bersabar dalam menghadapi sifat si jambu merah ini. Tapi batas kenyamananku tak bisa ditolerir. Kya... harus diakhiri. 
Semoga.

Wahai hati tuan yang tak bernona
menunggu tanpa mengenal lelah
merasa yakin bersajak ria 
padahal nafas sudah terlihat jengah

Wahai hati yang tak bermajlis ilmu
singkirkan saja masa lalu
dia nona yang bersyair lurus tak menepi
jangan sakiti, baginya kamu tak berarti

idih apaan ini?
Aku sedang merasakan musibah kawan, kenapa? karena ada tuan tak tahu hati berprasangka baik. Dia tak pernah tersadar telah menyumbul diantara ribuan batu, ya dia bagaikan pasir sehingga batu kecil itu tertutupi batu. 
Kadang ia menggalau, tingkah lakunya bagai patah hati perkeping-keping terkena pisau belati. 
Tubuhnya merasa meronta sembari meraung-raung dalam ungkapan "galau" lalu ia posting dalam status tak tak mengenal masa.

Pernahkah merasa tersiksa?
Saya seringkali teman, diintimidasi perasaan bersalah terhadap bayang-bayang lelaki tak berbaik sangka kepada Allah SWT. Ah, bagaimana bisa menemakan ini sebuah penolakan yang tegas. Ketika kita tahu ada seseorang yang diam-diam mencoba mencuri hati kita dari sangkarnya?
Diam-diam bukannya tak tahu, tapi seperti terlihat bodoh merajai. Dulu saat jaman ababil SMA, tetanggaku juga diam-diam salah mengartikanku. Sikapku memang selalu ramah terhadap semua orang, tak disangka tak dingana diam-diam ku mulai mendengar lewat angkasa suara dia mengirimkan salam melalui satelit ruang bernamakan radio. 

LINK
Oh, dunia kemudian ada lagi yang akhirnya hingga detik ini tak mau kabur dari hadapanku. Ku sudah menolaknya pelan. Namun masih hadir diam-diam, ku acuhkan bukannya menghilang malah menjadi. Ku redam untuk berprasangka baik. Tapi tetap mendrama korea terjebak india. (Lari-larinya dibawah matahari terik panas pohonnya gersang bak di musim gugur) #nyesek tuan. 

Jika perasaan ini berubah ngefans kepadaku? sebaiknya buanglah. Saya tahu terkadang sosok tubuh manusia itu bisa jadi musibah bila keindahannya menarik perhatianmu. Tapi kenanglah aku ini tumbuh dari air yang hina, sama seperti tuan-tuan.
**

Dulu, ya aku mungkin sebelum behijab juga sama. menyukai seseorang tapi apa iya diriku sampai segila ini? Ditolak lantas aku masih berusaha cari make-up, cari bunga, cari batu; lalu timpuk dia biar melihatku?
Ku tahu, kau masih congak tuan, harusnya kau sadar diri. Disini merasa tersiksa.#tekanan batin.

Ku harapkan semoga kau cepat dapat jodoh. Jadi tak mengharapku dengan memperlihatkan keangkuhanmu agar dunia ini terlirik melihatmu. Jadinya melulu tersungut. Dan harapanku, ku bisa resign dari pekerjaanku dan menemukan waktu yang tak terbatas bukan hanya khayalan virus merah jambu.


Dengan tangis tak bekesudahan ku tahu galaunya itu berlebihan.
Sampai-sampai hatiku menggila ; pekik "dasar lelaki aneh"
Protective sekali terhadapku, selesai pulang berkelana kau mencuri waktu diam-diam untuk menengokku.
Hei, aku terhijabi, tuan pun harusnya sama.

Teruntuk ummahat.
Virus ini bahayanya luar biasa. virus komputerpun lewat. Virus ini kalau meradang dan kumat tak ada obat bisa jadi membuat semakin menggila, bahkan bunuh diri, depresi, stress, berangan-angan nyasar ke lapak orang pula.
Jadikanlah cintamu hanya PadaNYA sampai benar-benar ada yang halal.
Islam memang tidak melarang "jatuh cinta" tapi cintailah dulu Allah, baru bisa mencintai yang lain bukan?

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-Nissa : 30)

 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya……” (An-Nissa : 31)


Bismillahirrohmanirrohim.
Siang ini saja, aku ingin bercengkrama dengan masa lalu. Catatan Virus Merah Jambu, bukan Terapi Virus Merah Jambu yang sebenarnya. 
Untuk edisi kali ini, sebagai pengingat diri dan mengingati diri semua ummahat agar kita tidak terjerumus maksiat. 
Jujur terkadang aku merasa pelik bahkan panik. Ya ini bukan sekedar "kebenaran belaka" ini hanya ada di dunia nyata. Tak pernah bisa jadi berada di dunia maya, mungkin yang pernah mengalami dunia maya?
Ah, aku sebenarnya tak pernah tertarik menengok masa lalu. Tapi aku merasa khawatir dengan masa kini yang datanganya terlalu pagi.Pagi-pagi kau sudah pamerkan aksimu, gayamu, kendaraan mewahmu, fuih sesak nafasku tuan. 
Aku sedang bicara apa sih?
Begini, ini tentang seseorang yang terjangkit virus merah jambu! Eitz siapa bilang virus merah jambu selalu berbinar-binar ataupun berbunga-bunga layaknya bunga-bunga di taman?
akhir-akhir ini aku selalu mencoba bersabar dalam menghadapi sifat si jambu merah ini. Tapi batas kenyamananku tak bisa ditolerir. Kya... harus diakhiri. 
Semoga.

Wahai hati tuan yang tak bernona
menunggu tanpa mengenal lelah
merasa yakin bersajak ria 
padahal nafas sudah terlihat jengah

Wahai hati yang tak bermajlis ilmu
singkirkan saja masa lalu
dia nona yang bersyair lurus tak menepi
jangan sakiti, baginya kamu tak berarti

idih apaan ini?
Aku sedang merasakan musibah kawan, kenapa? karena ada tuan tak tahu hati berprasangka baik. Dia tak pernah tersadar telah menyumbul diantara ribuan batu, ya dia bagaikan pasir sehingga batu kecil itu tertutupi batu. 
Kadang ia menggalau, tingkah lakunya bagai patah hati perkeping-keping terkena pisau belati. 
Tubuhnya merasa meronta sembari meraung-raung dalam ungkapan "galau" lalu ia posting dalam status tak tak mengenal masa.

Pernahkah merasa tersiksa?
Saya seringkali teman, diintimidasi perasaan bersalah terhadap bayang-bayang lelaki tak berbaik sangka kepada Allah SWT. Ah, bagaimana bisa menemakan ini sebuah penolakan yang tegas. Ketika kita tahu ada seseorang yang diam-diam mencoba mencuri hati kita dari sangkarnya?
Diam-diam bukannya tak tahu, tapi seperti terlihat bodoh merajai. Dulu saat jaman ababil SMA, tetanggaku juga diam-diam salah mengartikanku. Sikapku memang selalu ramah terhadap semua orang, tak disangka tak dingana diam-diam ku mulai mendengar lewat angkasa suara dia mengirimkan salam melalui satelit ruang bernamakan radio. 

LINK
Oh, dunia kemudian ada lagi yang akhirnya hingga detik ini tak mau kabur dari hadapanku. Ku sudah menolaknya pelan. Namun masih hadir diam-diam, ku acuhkan bukannya menghilang malah menjadi. Ku redam untuk berprasangka baik. Tapi tetap mendrama korea terjebak india. (Lari-larinya dibawah matahari terik panas pohonnya gersang bak di musim gugur) #nyesek tuan. 

Jika perasaan ini berubah ngefans kepadaku? sebaiknya buanglah. Saya tahu terkadang sosok tubuh manusia itu bisa jadi musibah bila keindahannya menarik perhatianmu. Tapi kenanglah aku ini tumbuh dari air yang hina, sama seperti tuan-tuan.
**

Dulu, ya aku mungkin sebelum behijab juga sama. menyukai seseorang tapi apa iya diriku sampai segila ini? Ditolak lantas aku masih berusaha cari make-up, cari bunga, cari batu; lalu timpuk dia biar melihatku?
Ku tahu, kau masih congak tuan, harusnya kau sadar diri. Disini merasa tersiksa.#tekanan batin.

Ku harapkan semoga kau cepat dapat jodoh. Jadi tak mengharapku dengan memperlihatkan keangkuhanmu agar dunia ini terlirik melihatmu. Jadinya melulu tersungut. Dan harapanku, ku bisa resign dari pekerjaanku dan menemukan waktu yang tak terbatas bukan hanya khayalan virus merah jambu.


Dengan tangis tak bekesudahan ku tahu galaunya itu berlebihan.
Sampai-sampai hatiku menggila ; pekik "dasar lelaki aneh"
Protective sekali terhadapku, selesai pulang berkelana kau mencuri waktu diam-diam untuk menengokku.
Hei, aku terhijabi, tuan pun harusnya sama.

Teruntuk ummahat.
Virus ini bahayanya luar biasa. virus komputerpun lewat. Virus ini kalau meradang dan kumat tak ada obat bisa jadi membuat semakin menggila, bahkan bunuh diri, depresi, stress, berangan-angan nyasar ke lapak orang pula.
Jadikanlah cintamu hanya PadaNYA sampai benar-benar ada yang halal.
Islam memang tidak melarang "jatuh cinta" tapi cintailah dulu Allah, baru bisa mencintai yang lain bukan?

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-Nissa : 30)

 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya……” (An-Nissa : 31)


Daun di pekaranganku


Awalnya ku mengenalmu dengan sebutan tumbuhan 
Lantas ku biarkan kau tumbur liar
Namun sekarang kau begitu berarti dan menguntungkan 

Entahlah apa yang ada di dalam pikiranku kala itu melihat daun gingseng jawa yang meliar di rumahku. Lantas ku sebut bunga /pohon tahi lalat. Karena bunganya mengeluarkan bulatan kecil yang di dalamnya terdapat serbuk hitam seperti wijen, terdengar aneh, tapi unuk yang sudah pernah melihatnya tidak aneh lagi. 
Saat itu aku sering memangkasnya bahkan berkali-kali. Tetapi ibuku bilang untuk jangan dipangkas karena tanaman ini berkhasiat, bisa jadi obat bahkan untuk cah tumis atau pengganti daun sawi hijau untuk merebus mie.

Kali itu pikiranku tertuju pada mie rebus plus telur kesukaanku. Aku pun langsung praktek untuk mewujudkan rasa laparku. Caranyapun mudah seperti mencampurkan daun gingseng disaat bersamaan dengan mie rebus. 

Kemudian aku pun mulai berselancar manfaat apa saja pada : Daun Ginseng
Search Goggle disebuah website daun gingseng mengatakan : 
Daun ginseng ini adalah tanaman perdu yang tumbunya semi menjalar dan bisa mencapai tinggi 60 cm. Daunnya oval berwarna hijau mengkilat.
Berbunga majemuk dengan kelopak berwarna merah muda. Tanaman sangat mudah dikembangbiakan, baik dengan biji maupun stek batang. Asal medianya gembur, cukup humus dan tidak tergenang air, tanaman ini bisa tumbuh subur. Daun ginseng juga cantik di tanam dalam pot sebagai tanaman hias karena bentuk daun dan bunganya menarik.
Daun ginseng ternyata sangat cocok ditumis, dibuat cah (dimasak dengan sedikit air) atau sebagai campuran sayur bening atau sup. Rasanya lezat dengan tekstur lembut dan agak sedikit berlendir.
Belum ada penelitian yang pasti tentang manfaat daun ginseng, namun secara turun temurun daunya dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh. Sejauh ini baru diketahui bahwa di dalam bagian daun ginseng ternyata mengandung vitamin A yang cukup tinggi, serat, dan bermacam-macam mineral penting lainnya yang berfungsi meningkatkan stamina dan sebagai antioksidan bagi tubuh manusia.
Tapi jika diteliti lebih dalam lagi, ternyata ada satu bagian dari tanaman ginseng yang agak terlewatkan, yaitu daun ginseng. Khasiat daun ginseng ternyata tidak kalah dengan khasiat yang ada di dalam akar ginseng. 
**


DAUN SIRIH

Satu lagi, yang membuatku mulai tak kehabisan ide. Saat itu tumbuhan daun sirih hijau mulai merambat dan semakin banyak. Alhamdulillah bisa mengobati sakit mata, bisa untuk keputihan dan berbagai macam kegunaan.
Berhubung saat itu ibuku sedang ingin mencoba membuat keripik. Hemm, tak bisa terbayangkan untuk makan keripik daun sirih. Pasti rasanya huek, pahit dan anyir.
Ibuku tak kehabisan ide pastinya, Ia memang kreatif kalau soal memasak yang berbau gorengan. Kalau kue ya beliau bukan ahlinya. Ide itu menjalar dipikirannya karena Ia harus memberikan menu baru di arisan PKK RT. Menunya bisa sebuah artikel kesehatan atau yang lainnya, tapi untuk kali ini adalah masakan. Jadi gak ada cara lain selain membuat kreasi baru yang bermanfaat.
Caranya sangat mudah dan kaya khasiat.

KERIPIK DAUN SIRIH


LINK GAMBAR


Bahan :

  1. Kumpulkan lembaran daun sirih secukupnya kalau bisa pilih daun yang masih muda jangan terlalu tua apalagi sangat tua. Kira-kira 25 lembar /30 lembar (tergantung pada bumbu /adonan yang tersedia).
  2. Bahan bumbu
  3. 3 butir bawang putih
  4. 3 butir kemiri
  5. Sejumput ketumbar
  6. Batang serai 1
  7. garam secukupnya
  8. 1/4 kg tepung beras
  9. 3 sendok tepung kanji atau 3 sendok tepung Hun Kwee
  10. 1 butir telur


Cara membuat :
  1. Haluskan bumbu kecuali tepung, telur dan daun sirih. Kemudian dimasukkan ke adonan tepung.
  2. Cuci daun sirih kemudian rendam air kapur sirih sebentar saja, rebus selama 2-3 menit jangan lupa diberi garam, kemudian  keringkan/jemur. 
  3. Setelah kering, masukkan daun sirih ke dalam adonan tepung lalu goreng. Tiriskan dan keripik daun sirih siap dihidangkan dan disantap.
Untuk masalah rasa, jangan ditanya lagi. Enak pastinya gurih sesuai dengan porsi bumbunya cukup.
Bagaimana anda mau mencoba? silahkan. 

Manfaat Keripik Daun sirih yang langsung saya cari di google : 
Sirih mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman yang bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran.

Bahkan, daunnya mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida Albicans, bersifat analgesik atau meredakan rasa nyeri, mengandung tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.

^_^

Ada banyak cara kita memanfaatkan tumbuhan yang terkesan liar. 
Namun Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu yang tak bermanfaat bagi kita. Dan jika semua halal sesuai dengan cara terbaik, maka hasilnyapun akan baik. 


Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. [Thaahaa:53]

Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, Supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, Dan kebun-kebun yang lebat. [An-Naba': 14-16]

Tegal, 15 September 2013

Characters 4146 no spaces
728 words

Refrensi :

***

Tulisan ini diikutkan “GiveAway Aku dan Pohon”  
blognya mb Murtiyarini






Awalnya ku mengenalmu dengan sebutan tumbuhan 
Lantas ku biarkan kau tumbur liar
Namun sekarang kau begitu berarti dan menguntungkan 

Entahlah apa yang ada di dalam pikiranku kala itu melihat daun gingseng jawa yang meliar di rumahku. Lantas ku sebut bunga /pohon tahi lalat. Karena bunganya mengeluarkan bulatan kecil yang di dalamnya terdapat serbuk hitam seperti wijen, terdengar aneh, tapi unuk yang sudah pernah melihatnya tidak aneh lagi. 
Saat itu aku sering memangkasnya bahkan berkali-kali. Tetapi ibuku bilang untuk jangan dipangkas karena tanaman ini berkhasiat, bisa jadi obat bahkan untuk cah tumis atau pengganti daun sawi hijau untuk merebus mie.

Kali itu pikiranku tertuju pada mie rebus plus telur kesukaanku. Aku pun langsung praktek untuk mewujudkan rasa laparku. Caranyapun mudah seperti mencampurkan daun gingseng disaat bersamaan dengan mie rebus. 

Kemudian aku pun mulai berselancar manfaat apa saja pada : Daun Ginseng
Search Goggle disebuah website daun gingseng mengatakan : 
Daun ginseng ini adalah tanaman perdu yang tumbunya semi menjalar dan bisa mencapai tinggi 60 cm. Daunnya oval berwarna hijau mengkilat.
Berbunga majemuk dengan kelopak berwarna merah muda. Tanaman sangat mudah dikembangbiakan, baik dengan biji maupun stek batang. Asal medianya gembur, cukup humus dan tidak tergenang air, tanaman ini bisa tumbuh subur. Daun ginseng juga cantik di tanam dalam pot sebagai tanaman hias karena bentuk daun dan bunganya menarik.
Daun ginseng ternyata sangat cocok ditumis, dibuat cah (dimasak dengan sedikit air) atau sebagai campuran sayur bening atau sup. Rasanya lezat dengan tekstur lembut dan agak sedikit berlendir.
Belum ada penelitian yang pasti tentang manfaat daun ginseng, namun secara turun temurun daunya dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh. Sejauh ini baru diketahui bahwa di dalam bagian daun ginseng ternyata mengandung vitamin A yang cukup tinggi, serat, dan bermacam-macam mineral penting lainnya yang berfungsi meningkatkan stamina dan sebagai antioksidan bagi tubuh manusia.
Tapi jika diteliti lebih dalam lagi, ternyata ada satu bagian dari tanaman ginseng yang agak terlewatkan, yaitu daun ginseng. Khasiat daun ginseng ternyata tidak kalah dengan khasiat yang ada di dalam akar ginseng. 
**


DAUN SIRIH

Satu lagi, yang membuatku mulai tak kehabisan ide. Saat itu tumbuhan daun sirih hijau mulai merambat dan semakin banyak. Alhamdulillah bisa mengobati sakit mata, bisa untuk keputihan dan berbagai macam kegunaan.
Berhubung saat itu ibuku sedang ingin mencoba membuat keripik. Hemm, tak bisa terbayangkan untuk makan keripik daun sirih. Pasti rasanya huek, pahit dan anyir.
Ibuku tak kehabisan ide pastinya, Ia memang kreatif kalau soal memasak yang berbau gorengan. Kalau kue ya beliau bukan ahlinya. Ide itu menjalar dipikirannya karena Ia harus memberikan menu baru di arisan PKK RT. Menunya bisa sebuah artikel kesehatan atau yang lainnya, tapi untuk kali ini adalah masakan. Jadi gak ada cara lain selain membuat kreasi baru yang bermanfaat.
Caranya sangat mudah dan kaya khasiat.

KERIPIK DAUN SIRIH


LINK GAMBAR


Bahan :

  1. Kumpulkan lembaran daun sirih secukupnya kalau bisa pilih daun yang masih muda jangan terlalu tua apalagi sangat tua. Kira-kira 25 lembar /30 lembar (tergantung pada bumbu /adonan yang tersedia).
  2. Bahan bumbu
  3. 3 butir bawang putih
  4. 3 butir kemiri
  5. Sejumput ketumbar
  6. Batang serai 1
  7. garam secukupnya
  8. 1/4 kg tepung beras
  9. 3 sendok tepung kanji atau 3 sendok tepung Hun Kwee
  10. 1 butir telur


Cara membuat :
  1. Haluskan bumbu kecuali tepung, telur dan daun sirih. Kemudian dimasukkan ke adonan tepung.
  2. Cuci daun sirih kemudian rendam air kapur sirih sebentar saja, rebus selama 2-3 menit jangan lupa diberi garam, kemudian  keringkan/jemur. 
  3. Setelah kering, masukkan daun sirih ke dalam adonan tepung lalu goreng. Tiriskan dan keripik daun sirih siap dihidangkan dan disantap.
Untuk masalah rasa, jangan ditanya lagi. Enak pastinya gurih sesuai dengan porsi bumbunya cukup.
Bagaimana anda mau mencoba? silahkan. 

Manfaat Keripik Daun sirih yang langsung saya cari di google : 
Sirih mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman yang bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran.

Bahkan, daunnya mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida Albicans, bersifat analgesik atau meredakan rasa nyeri, mengandung tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.

^_^

Ada banyak cara kita memanfaatkan tumbuhan yang terkesan liar. 
Namun Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu yang tak bermanfaat bagi kita. Dan jika semua halal sesuai dengan cara terbaik, maka hasilnyapun akan baik. 


Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. [Thaahaa:53]

Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, Supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, Dan kebun-kebun yang lebat. [An-Naba': 14-16]

Tegal, 15 September 2013

Characters 4146 no spaces
728 words

Refrensi :

***

Tulisan ini diikutkan “GiveAway Aku dan Pohon”  
blognya mb Murtiyarini





Kesalahan Terindah

Gbr

Siapa dia? Datang tanpa permisi pula!
Tanpa cacat ia bercerita tentang rasa
Tanpa berpikir ia memberi asa

Di puncak harapan dan tujuan kau sebut itu aku
Disisi lain aku tersenyum menggetir rindu

Perlahan ini mengerikan sekali, bagiku
Sebuah nama dari seberang samudera menghampiriku
Menyentuh alam bawah sadarku, kau hadir dalam urat lamunku
Yang saat itu ku kemas dalam bentuk doa serta harapan dalam mimpiku

Sajak demi sajak berjibaku dalam ingatanku
Tersadar episode demi episode menjejak
Memangkas namamu dari kenangan masa lalu
Setengah diriku seperti menghilang, sesak

Cinta sederhana tanpa tatap muka
Lalu kau menyuruhku bergegas lebih dulu
Berbelit-belit bahasa rendah hati sebagai tafsir pengungkap rindu
Dan sesederhana itu kau mengusir rinduku, yang sudah menunggu


Maaf aku begitu membenci diriku sendiri
Berat sekali berpesan singkat tuk pergi
Seperti pukulan dari langit, lagi
Memahamimu, seperti rindu tak berpenghuni 

Lagi! Mimpi berkali-kali 
Tanpa kesengajaan kita karena ruang ini selalu sepi
Dan ku torehkan rasa maaf menjadi pengobat hati
Bukan kepada dirimu yang berjarak selamat pagi 
Tapi pada Tuhan Semesta yang memayungi diri ini
Allooh Maha Memberi

GBR
“kesalahan terindah adalah saat kau cepat menyadarinya, bukan berlarut-larut dalam kehinaan” Annur El Karimah




Lagi senang menyadari saja, semoga  memberi pelajaran berharga atas ingatanku yang cepat pulih.

Jumu’ah Mubarak 
23 Syawal 1434 H



Gbr

Siapa dia? Datang tanpa permisi pula!
Tanpa cacat ia bercerita tentang rasa
Tanpa berpikir ia memberi asa

Di puncak harapan dan tujuan kau sebut itu aku
Disisi lain aku tersenyum menggetir rindu

Perlahan ini mengerikan sekali, bagiku
Sebuah nama dari seberang samudera menghampiriku
Menyentuh alam bawah sadarku, kau hadir dalam urat lamunku
Yang saat itu ku kemas dalam bentuk doa serta harapan dalam mimpiku

Sajak demi sajak berjibaku dalam ingatanku
Tersadar episode demi episode menjejak
Memangkas namamu dari kenangan masa lalu
Setengah diriku seperti menghilang, sesak

Cinta sederhana tanpa tatap muka
Lalu kau menyuruhku bergegas lebih dulu
Berbelit-belit bahasa rendah hati sebagai tafsir pengungkap rindu
Dan sesederhana itu kau mengusir rinduku, yang sudah menunggu


Maaf aku begitu membenci diriku sendiri
Berat sekali berpesan singkat tuk pergi
Seperti pukulan dari langit, lagi
Memahamimu, seperti rindu tak berpenghuni 

Lagi! Mimpi berkali-kali 
Tanpa kesengajaan kita karena ruang ini selalu sepi
Dan ku torehkan rasa maaf menjadi pengobat hati
Bukan kepada dirimu yang berjarak selamat pagi 
Tapi pada Tuhan Semesta yang memayungi diri ini
Allooh Maha Memberi

GBR
“kesalahan terindah adalah saat kau cepat menyadarinya, bukan berlarut-larut dalam kehinaan” Annur El Karimah




Lagi senang menyadari saja, semoga  memberi pelajaran berharga atas ingatanku yang cepat pulih.

Jumu’ah Mubarak 
23 Syawal 1434 H



Mengeja Jeda

Tak perlu ku tanyakan sebuah kisah tentang kita
tentang jeda yang harusnya memang terjadi
karena jeda memberikan waktu untuk lebih terjaga
LINK GBR
Siang ini ada seklumit cerita kita menyeruak dalam ingatanku. Ah, rasanya ini tetap akan terjaga batinku kala itu.
Ku merengut sambil mengigit bibir bawahku sambil menatap layar monitor yang membuatku jenuh.
Jenuh?
Hem, ku rasa demikian. Entahlah bagaimana bisa aku mengajukan satu pertanyaan atau menganggu lewat satu kata. Via SMS?
Via facebook? Twitter?
ah dunia maya lagi.. terkesan egois membuang pulsa untuk menyampaikan kata "SELAMAT PAGI"
Yah, pagi ini kita memang masih selamat bukan?
Tunggu dulu, aku menyaksikan ada sesuatu dalam diriku dan dirimu. Masih tentang sebuah jawaban yang terlalu pelik untuk terlontar dari bibir manismu.

Disini, 
Disaat kita duduk bersama, menemui titik rindu, candu tawa, wajah berseri-seri. 
Aih, sejak kapan gadis satu ini menyembunyikan wajah paling bahagianya? dengan pipi kemerahan lalu cepat tertiup angin tanpa bekas.
"Tersenyumlah hatiku tanpa tersisa rasa kecewa” batinku sembari berpikir jernih. 
Entahlah kapan tiba saatnya aku atau kita bisa menemui rangkaian kata tanpa jeda. Ku rasa itu mustahil untuk saat ini. 
Ku tahu engkau enggan menceritakan apa yang telah terjadi wahai putri senja, tak ada yang tersisa selain kata “hentikan, ku mohon jangan bahas ini”
Aku terdiam sejenak seperti mendera lara lama. Hanya senyuman getir bertengger dalam suasana menyanyup redup. Hemm, tunggu dulu, mungkin aku terlalu ingin tahu banyak bahkan lebih dan ini akan membuat terkesan bodoh, atau bisa jadi karena gadis bermata sayup ini memang begitu cemburu.
Ayo, hatiku tetaplah jujur jika cemburu meski tanpa imbulan benci dan dengki bahkan iri. Aku justru bahagai mendengar berita darimu layaknya langit tanpa mencerah, karena mimpimu sebentar lagi terkabul.
**

Sejenak, waktu terhenti suasana mencair beku dan kaku, lenganku setidaknya terasa ringan saat ada yang menjeda melewati senja. 
“Hei, menyentuh hati sang putri malu itu terlalu sensitif, sadarlah gadis bermata sayup”
Hanya ada cerita yang akan menyisakan sejuta kenangan bahkan beribu khayalan tanpa luka terpendam, semoga demikian.
Inilah akhirnya harus ku akhiri, sebelum semua bersih dengan meninggalkan luka. Putri malu akan selalu menyimpan rahasia hingga ku tahu akan ku ketahui semuanya di akhir cerita. 

LINK GBR
Dan aku akan merindukan senja yang larut dalam jingga kehangatan. 
Biarkan kataku, wajahku menjauh dengan ini kita menjeda menjadi indah. Karena lembah cinta akan menghampirinya. 
Dan pergilah…pergilah kau aku takkan mengusikmu karena hanya angin yang akan mengganggu kerinduanmu, meski begitu hamparan menghijau akan bergoyang dimana ada bunga yang turut bertebangan, bunga itu dandelion. Dan anggaplah dandelion itu diriku, yang sesungguhnya ingin selalu mewarnai harimu. 
Meski ini begitu tidak mungkin. 
Air mataku akan turut menyemai protes, jika kau pergi tanpa suara. Karena aku harus menjeda rasa ingin tahuku. 


Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil 
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Lirik By : Opick 

Tak perlu ku tanyakan sebuah kisah tentang kita
tentang jeda yang harusnya memang terjadi
karena jeda memberikan waktu untuk lebih terjaga
LINK GBR
Siang ini ada seklumit cerita kita menyeruak dalam ingatanku. Ah, rasanya ini tetap akan terjaga batinku kala itu.
Ku merengut sambil mengigit bibir bawahku sambil menatap layar monitor yang membuatku jenuh.
Jenuh?
Hem, ku rasa demikian. Entahlah bagaimana bisa aku mengajukan satu pertanyaan atau menganggu lewat satu kata. Via SMS?
Via facebook? Twitter?
ah dunia maya lagi.. terkesan egois membuang pulsa untuk menyampaikan kata "SELAMAT PAGI"
Yah, pagi ini kita memang masih selamat bukan?
Tunggu dulu, aku menyaksikan ada sesuatu dalam diriku dan dirimu. Masih tentang sebuah jawaban yang terlalu pelik untuk terlontar dari bibir manismu.

Disini, 
Disaat kita duduk bersama, menemui titik rindu, candu tawa, wajah berseri-seri. 
Aih, sejak kapan gadis satu ini menyembunyikan wajah paling bahagianya? dengan pipi kemerahan lalu cepat tertiup angin tanpa bekas.
"Tersenyumlah hatiku tanpa tersisa rasa kecewa” batinku sembari berpikir jernih. 
Entahlah kapan tiba saatnya aku atau kita bisa menemui rangkaian kata tanpa jeda. Ku rasa itu mustahil untuk saat ini. 
Ku tahu engkau enggan menceritakan apa yang telah terjadi wahai putri senja, tak ada yang tersisa selain kata “hentikan, ku mohon jangan bahas ini”
Aku terdiam sejenak seperti mendera lara lama. Hanya senyuman getir bertengger dalam suasana menyanyup redup. Hemm, tunggu dulu, mungkin aku terlalu ingin tahu banyak bahkan lebih dan ini akan membuat terkesan bodoh, atau bisa jadi karena gadis bermata sayup ini memang begitu cemburu.
Ayo, hatiku tetaplah jujur jika cemburu meski tanpa imbulan benci dan dengki bahkan iri. Aku justru bahagai mendengar berita darimu layaknya langit tanpa mencerah, karena mimpimu sebentar lagi terkabul.
**

Sejenak, waktu terhenti suasana mencair beku dan kaku, lenganku setidaknya terasa ringan saat ada yang menjeda melewati senja. 
“Hei, menyentuh hati sang putri malu itu terlalu sensitif, sadarlah gadis bermata sayup”
Hanya ada cerita yang akan menyisakan sejuta kenangan bahkan beribu khayalan tanpa luka terpendam, semoga demikian.
Inilah akhirnya harus ku akhiri, sebelum semua bersih dengan meninggalkan luka. Putri malu akan selalu menyimpan rahasia hingga ku tahu akan ku ketahui semuanya di akhir cerita. 

LINK GBR
Dan aku akan merindukan senja yang larut dalam jingga kehangatan. 
Biarkan kataku, wajahku menjauh dengan ini kita menjeda menjadi indah. Karena lembah cinta akan menghampirinya. 
Dan pergilah…pergilah kau aku takkan mengusikmu karena hanya angin yang akan mengganggu kerinduanmu, meski begitu hamparan menghijau akan bergoyang dimana ada bunga yang turut bertebangan, bunga itu dandelion. Dan anggaplah dandelion itu diriku, yang sesungguhnya ingin selalu mewarnai harimu. 
Meski ini begitu tidak mungkin. 
Air mataku akan turut menyemai protes, jika kau pergi tanpa suara. Karena aku harus menjeda rasa ingin tahuku. 


Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil 
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Lirik By : Opick 

Rahasia Langit I



Menatap langit senja nan merah menjulang tinggi
Bertabur awan yang berhias di langit
Ada harapan yang terpatri dalam kalbuku
Alloh kerlingkan harapan untuk mereka yang pupus harapan
Seperti diriku yang menanti awan silih berganti 

Aku wanita yang tak pernah berhenti menanti jawabMu
Aku yang menjadi teman burung-burung itu berkeliaran disaat pagi datang
Aku yang tak pernah lelah menunggu disudut sepi dan keramaian
Aku yang tak pernah lelah menatap langit bertaburan bintang
Syetan itu tak akan sanggup menyingkap tabir rahasia -Mu
Karena mereka bukanlah kawan manusia
Seperti layaknya berita duka kesedihan yang merajam
Namun berakhir pada satu titik kebahagiaan

Bukankah sekarang jadi lebih baik? Setelah menyerahkan  padaNYA
Bersenandung dalam qalbu tentang Pengaharapan PadaNYA
Tak perlu memendam perasaan luka dan duka
Karena itu akan menabur nestapa perasaan yang kian pelik
Dalam hamparan sajadah di setiap sujudku 

Dan seharusnya, 
Tak perlu ku menunggu senja
Dan tak perlu ku menunggu matahari terbenam di ufuk
Karena ku yakin semua menjadi rahasia terindah
Dibalik Rahasia Langit


Muhasabah dalam penantian di balik Rahasia Langit
Wassalaamu’alaikum 

Kangen sudah dengan isi novelku yang acak adul ini. Oh no, wanita bermata sendu ini teringat selalu.

“Berdoalah kepada Rabb-mu dengan tadharru (berendah diri) dan suara yang lembut” (QS Al-A’raf : 55) 

sumber gambar google 

Jumu'ah Mubarak...
Annur El Karimah



Menatap langit senja nan merah menjulang tinggi
Bertabur awan yang berhias di langit
Ada harapan yang terpatri dalam kalbuku
Alloh kerlingkan harapan untuk mereka yang pupus harapan
Seperti diriku yang menanti awan silih berganti 

Aku wanita yang tak pernah berhenti menanti jawabMu
Aku yang menjadi teman burung-burung itu berkeliaran disaat pagi datang
Aku yang tak pernah lelah menunggu disudut sepi dan keramaian
Aku yang tak pernah lelah menatap langit bertaburan bintang
Syetan itu tak akan sanggup menyingkap tabir rahasia -Mu
Karena mereka bukanlah kawan manusia
Seperti layaknya berita duka kesedihan yang merajam
Namun berakhir pada satu titik kebahagiaan

Bukankah sekarang jadi lebih baik? Setelah menyerahkan  padaNYA
Bersenandung dalam qalbu tentang Pengaharapan PadaNYA
Tak perlu memendam perasaan luka dan duka
Karena itu akan menabur nestapa perasaan yang kian pelik
Dalam hamparan sajadah di setiap sujudku 

Dan seharusnya, 
Tak perlu ku menunggu senja
Dan tak perlu ku menunggu matahari terbenam di ufuk
Karena ku yakin semua menjadi rahasia terindah
Dibalik Rahasia Langit


Muhasabah dalam penantian di balik Rahasia Langit
Wassalaamu’alaikum 

Kangen sudah dengan isi novelku yang acak adul ini. Oh no, wanita bermata sendu ini teringat selalu.

“Berdoalah kepada Rabb-mu dengan tadharru (berendah diri) dan suara yang lembut” (QS Al-A’raf : 55) 

sumber gambar google 

Jumu'ah Mubarak...
Annur El Karimah

 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template