Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Sejarah dalam sakitmu, sakitku



Uh, kekesalan meluncur dari bibirnya. Bagaimana hari ini nona cantik? Sedang duduk karena kesakitan atau istirahat sejenak?

Senja kali ini sedang duduk menyentuh keypad di Hpnya. Pikirannya bercabang menjadi dua. Antara sakit dan memikirkan sakit hatinya. Ya, sakit fisik dan batin. 

Bicara masalah sakit setiap manusia pasti pernah merasakan sakit ya? Ah tidak seperti guruku waktu SD. Ia selalu bangga karena selalu sehat wal afiat bahkan menceritakannya di depan kelas. “Alhamdulillah Allah selalu memberikan kesehatan sama saya.” Ucapnya.

Grrrr… percayalah, Allah kan Maha Adil titik. 

Kemarin teman saya merasa sebal dengan orang lain dalam kondisi kesakitannya. Ia curhat mendadak melankolis kalau lagi sakit malah disindir, dijelek-jelekin eh dipuas-puasin tepatnya.
“sakit ya? Duh, kasian sakit belum sembuh-sembuh?”
Brrrr…. Jadi malah tambah emosi nih kawanku. Bukannya di doain malah diledekin. Panas dah kompor nyaris mleduk. Ya kan ini sindrom sakit. Jadi kalau diledek dikit jadi makin drop. 

I do believe 
Setiap kekuatan kita tak lain ada kekuatan terbaikNya Allah SWT. Allah takkan pernah memberikan beban yang sangat berat tanpa batas yang tak mampu kita genggam. Ya, sederhana saja saya berusaha menentramkan hatinya, meski aku pernah berada dalam pengaruh buruk mengingat masa lalu. 
Wah belum apa-apa udah tambah sakit. Coba menelisik ke belakang. Sambil melihat cuaca yang terang tepat matahari berada di ubun-ubun panas. Aku merasakan hal sama.

Jadi gak enaknya orang sakit tambah sakitnya dikatain (Kasian deh loe sakit! Baru kerja segitu aja udah sakit. Padahal Cuma duduk, gembeng penyakitan) koarrrrr… mulut apa pedang baru diasah buw..
Tajam banget bikin menyayat hati. Udah gitu ngomong dibelakang orangnya. Rrrr…racuun deh. :(

Prinsip.
Setiap mulut dan kehendak hati berada dalam Kendali prinsipnya. Mungkin saya seperti memiliki musuh, padahal saya biasa saja tak pernah mencoba menyuruh orang lain berbuat begitu. Ah, baru tahu kalau si dia kesal bin ilfiil. Alias happy aja ada orang demam penyakitan. 

Prinspku lagi dalam berbicara, berinteraksi mesti ada timbangannya. Ukuran, ya tepatnya begitu. Keseharian diri kita dihadapan orang, bertutur kata. Ya, sebagai muslimah yang mampu mengolah rasa pasti aku harus sadar merendah dihadapan Allah sama sajanya menjaga perasaan dihadapan orang lain. 
Manusia macam apa kalau ada orang sakit tambah dikasih virus sama racun. Heleh malah gak karuan.
Kawan sudahlah, biarlah orang lalu lalang menyampaikan salam maupun hinaan. Anggap saja semua seperti angin lalu. Cukup saja tersenyum untuk melepas beban sakit. Anggap saja ia terlalu naïf dalam mengkondisikan hatinya.
Ya seringkali sejarah berulang… ini sejarahku yang sudah ku kubur dalam-dalam, namun menyumbul lagi dalam sejarah hidupmu setelah beberapa tahun silam. Sejarah kita sama. Sama-sama paham bahwa hidup bukan hanya menyukai tapi belajar mengendalikan emosi dari para musuh di ujung jalan. 



Sejarah yang tak bisa terlupa adalah ketika kita senang mengenang masa lalu yang bisa membuat kita semakin kuat dan mendapatkan hikmah terbaik. @annur_karimah
Ibn Abbas r.a. berkata : Bersabda Rasulullah : Siapa yang menjenguk/menengok orang sakit yang belum tiba ajalnya, kemudian dibacakan do'a ini tujuh kali, pasti Allah menyembuhkannya dari itu penyakit. Yaitu : Asalullahal adhim, robbal arsyil adhim an-yasyfiyaka 7x. . (Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung. Tuhan yang mempunyai arasy yang besar, semoga Allah menyembuhkan engkau) (HR. Abu Dawud, Attirmidzy dan Alhakim).

Yaa muqollabulquluub tsabbatqolbii ‘ala diinikawahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.

sumber gambar : Tumblr


Uh, kekesalan meluncur dari bibirnya. Bagaimana hari ini nona cantik? Sedang duduk karena kesakitan atau istirahat sejenak?

Senja kali ini sedang duduk menyentuh keypad di Hpnya. Pikirannya bercabang menjadi dua. Antara sakit dan memikirkan sakit hatinya. Ya, sakit fisik dan batin. 

Bicara masalah sakit setiap manusia pasti pernah merasakan sakit ya? Ah tidak seperti guruku waktu SD. Ia selalu bangga karena selalu sehat wal afiat bahkan menceritakannya di depan kelas. “Alhamdulillah Allah selalu memberikan kesehatan sama saya.” Ucapnya.

Grrrr… percayalah, Allah kan Maha Adil titik. 

Kemarin teman saya merasa sebal dengan orang lain dalam kondisi kesakitannya. Ia curhat mendadak melankolis kalau lagi sakit malah disindir, dijelek-jelekin eh dipuas-puasin tepatnya.
“sakit ya? Duh, kasian sakit belum sembuh-sembuh?”
Brrrr…. Jadi malah tambah emosi nih kawanku. Bukannya di doain malah diledekin. Panas dah kompor nyaris mleduk. Ya kan ini sindrom sakit. Jadi kalau diledek dikit jadi makin drop. 

I do believe 
Setiap kekuatan kita tak lain ada kekuatan terbaikNya Allah SWT. Allah takkan pernah memberikan beban yang sangat berat tanpa batas yang tak mampu kita genggam. Ya, sederhana saja saya berusaha menentramkan hatinya, meski aku pernah berada dalam pengaruh buruk mengingat masa lalu. 
Wah belum apa-apa udah tambah sakit. Coba menelisik ke belakang. Sambil melihat cuaca yang terang tepat matahari berada di ubun-ubun panas. Aku merasakan hal sama.

Jadi gak enaknya orang sakit tambah sakitnya dikatain (Kasian deh loe sakit! Baru kerja segitu aja udah sakit. Padahal Cuma duduk, gembeng penyakitan) koarrrrr… mulut apa pedang baru diasah buw..
Tajam banget bikin menyayat hati. Udah gitu ngomong dibelakang orangnya. Rrrr…racuun deh. :(

Prinsip.
Setiap mulut dan kehendak hati berada dalam Kendali prinsipnya. Mungkin saya seperti memiliki musuh, padahal saya biasa saja tak pernah mencoba menyuruh orang lain berbuat begitu. Ah, baru tahu kalau si dia kesal bin ilfiil. Alias happy aja ada orang demam penyakitan. 

Prinspku lagi dalam berbicara, berinteraksi mesti ada timbangannya. Ukuran, ya tepatnya begitu. Keseharian diri kita dihadapan orang, bertutur kata. Ya, sebagai muslimah yang mampu mengolah rasa pasti aku harus sadar merendah dihadapan Allah sama sajanya menjaga perasaan dihadapan orang lain. 
Manusia macam apa kalau ada orang sakit tambah dikasih virus sama racun. Heleh malah gak karuan.
Kawan sudahlah, biarlah orang lalu lalang menyampaikan salam maupun hinaan. Anggap saja semua seperti angin lalu. Cukup saja tersenyum untuk melepas beban sakit. Anggap saja ia terlalu naïf dalam mengkondisikan hatinya.
Ya seringkali sejarah berulang… ini sejarahku yang sudah ku kubur dalam-dalam, namun menyumbul lagi dalam sejarah hidupmu setelah beberapa tahun silam. Sejarah kita sama. Sama-sama paham bahwa hidup bukan hanya menyukai tapi belajar mengendalikan emosi dari para musuh di ujung jalan. 



Sejarah yang tak bisa terlupa adalah ketika kita senang mengenang masa lalu yang bisa membuat kita semakin kuat dan mendapatkan hikmah terbaik. @annur_karimah
Ibn Abbas r.a. berkata : Bersabda Rasulullah : Siapa yang menjenguk/menengok orang sakit yang belum tiba ajalnya, kemudian dibacakan do'a ini tujuh kali, pasti Allah menyembuhkannya dari itu penyakit. Yaitu : Asalullahal adhim, robbal arsyil adhim an-yasyfiyaka 7x. . (Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung. Tuhan yang mempunyai arasy yang besar, semoga Allah menyembuhkan engkau) (HR. Abu Dawud, Attirmidzy dan Alhakim).

Yaa muqollabulquluub tsabbatqolbii ‘ala diinikawahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.

sumber gambar : Tumblr

Hikmah Wanita Perindu Surga





 Diriwayatkan oleh ‘atha’ bin Abi Rabah, dia berkata: 
“Telah berkata kepadaku Abdullah bin Abbas: “maukah engkau aku perlihat seorang wanita penghuni surga?” 
maka aku berkata : “tentu!”. 
Kemudian ‘Abdullah berkata: “Wanita hitam dia pernah mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu ia berkata: “ aku kena penyakit ‘usro’u (ayan/epilepsy), jikalau penyakitku kambuh auratku tersingkap. 
Maka do’akanlah kepada Allah agar sembuh penyakitku”. 
Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “jikalau aku do’akan kepada Allah, pasti kamu akan sembuh. Akan tetapi jikalau kamu sabar maka bagimu surga”.
 Maka wanita hitam itu berkata: “Ashbiru (aku akan sabar), akan tetapi do’akan kepada Allah agar tiap kali kambuh penyakitku, auratku tidak tersingkap”. 
Maka Nabi pun mendo’akannya sehingga tiap kali kambuh, Allah Ta’ala menjaga auratnya.

 

Untuk teman-temanku dan diriku,betapa perih kulit ini ketika ujian datang menyerang begitu hebat melalui pertahanan hijab syar;i kita. Tetaplah berdo'a ini tak seberapa...dibandingkan yang lainnya.

Sakit yang menggerogoti bukanlah hal yang biasa
tapi akan menjadi luar biasa bila kita tetap tabah, tawakal...
Ishbir ya ukhtina...
La tahzan...Innallaha Ma'ana


Wahai insan dunia penampilanmu tertutup rapat oleh kain-kain surga
Laksana kain sutera yang mahal di sekeliling tubuhmu memancarkan mutiara
Dan engkau begitu tegar menjalani kehidupan dunia
Semata-mata mencari rahasia terindah yakni Surga


Belajar dari Wanita Hitam pemetik surga... Insya Allah bersabar ya ukhtina...

 





 Diriwayatkan oleh ‘atha’ bin Abi Rabah, dia berkata: 
“Telah berkata kepadaku Abdullah bin Abbas: “maukah engkau aku perlihat seorang wanita penghuni surga?” 
maka aku berkata : “tentu!”. 
Kemudian ‘Abdullah berkata: “Wanita hitam dia pernah mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu ia berkata: “ aku kena penyakit ‘usro’u (ayan/epilepsy), jikalau penyakitku kambuh auratku tersingkap. 
Maka do’akanlah kepada Allah agar sembuh penyakitku”. 
Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “jikalau aku do’akan kepada Allah, pasti kamu akan sembuh. Akan tetapi jikalau kamu sabar maka bagimu surga”.
 Maka wanita hitam itu berkata: “Ashbiru (aku akan sabar), akan tetapi do’akan kepada Allah agar tiap kali kambuh penyakitku, auratku tidak tersingkap”. 
Maka Nabi pun mendo’akannya sehingga tiap kali kambuh, Allah Ta’ala menjaga auratnya.

 

Untuk teman-temanku dan diriku,betapa perih kulit ini ketika ujian datang menyerang begitu hebat melalui pertahanan hijab syar;i kita. Tetaplah berdo'a ini tak seberapa...dibandingkan yang lainnya.

Sakit yang menggerogoti bukanlah hal yang biasa
tapi akan menjadi luar biasa bila kita tetap tabah, tawakal...
Ishbir ya ukhtina...
La tahzan...Innallaha Ma'ana


Wahai insan dunia penampilanmu tertutup rapat oleh kain-kain surga
Laksana kain sutera yang mahal di sekeliling tubuhmu memancarkan mutiara
Dan engkau begitu tegar menjalani kehidupan dunia
Semata-mata mencari rahasia terindah yakni Surga


Belajar dari Wanita Hitam pemetik surga... Insya Allah bersabar ya ukhtina...

 

Pentingkah Karya Wisata untuk murid?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Hari ini saya ingin mengajak kembali pada dunia sekolah. Dunia yang selalu ada karya wisata disetiap tahunnya, terutama untuk siswa-siswi SMA. SMP, SD, TK juga, tapi kita lihat untuk SMA dulu.
Saya ingat akan pesan status bang tere liye
Ketika Guru ikut wisata maka mereka akan mendapatkan tiket gratis. Karena keuntungan yang diperoleh dari banyaknya siswa/siswi yang ikut. 
Perlu digaris bawahi memang jika ini ada unsur mengambil keuntungan. Oke secara manusia yang kaya raya mungkin tak masalah. Masalahnya adalah ketika unsur pemaksaan.
Contoh untuk adikku yang kini duduk di bangku kelas XI atau 2 SMA. Lagi-lagi setiap SMA di Kota Tegal selalu wisata ke BALI. Ada apa dengan BALI?
Dan kenyataannya ada pantai. Pantai maksiat yang terdapat BUGIL. Bukan begitu? Ya, kebanyakan dan itu menurut teman-temanku yang dulu juga ikut ke Bali. Bersyukur sekolahku dulu di SMA N 2 Tegal saat ke BALI  itu tidak mewajibkan bahkan tidak memberikan tugas lain.
Sedangkan adikku nanti jika tidak ke BALI Wajib ke JOGYA jika tidak ke pabrik buat proposal. UUD ujung-ujungnya Dana/ Duit. 
Sumber gambar : link
Kenapa wajib? Mereka anak-anak kerjanya kan belajar dan menodong minta uang buat kebutuhan sekolah. Sekarang orang tua yang cape cari kerja aja boro-boro bisa jalan-jalan /rekreasi dengan mengeluarkan pengeluaran yang tak terduga. Bahkan tidak semua orang / siswa-siswi itu mampu untuk membayar. 
Ada yang bilang BALI SURGANYA INDONESIA. Percaya? Bagi saya tidak, tapi sebaliknya. 
Mungkin keindahan alam pantai selalu menjadi pilihan para artis luar negeri dll. Tapi satu hal meskipun saya orang Indonesia. Wisata terbaik adalah ketika anak-anak mampu mengambil pelajaran dari wisatanya tersebut. 

Wisata ke museum, puncak tapi sekali lagi jangan memberatkan. 


Berikut Postingan Tere Liye
Jika sekolah kalian tetap mengadakan karya wisata, maka pastikan:

1. Tidak wajib, murid berhak menolak ikut.
2. Guru2 membayar sendiri kalau ikut.

Guru2 itu punya kehormatan profesi. Jika kalian tetap merasa guru berhak ikut tanpa membayar, kita berbeda langit dan bumi memahami masalah ini. Tidak akan ketemu. Silahkan gigit pendapat kalian jika kalian merasa itu benar.

*Tere Lije
Tidak ada yang melarang sekolah melakukan karya wisata / study tour. Silahkan. Tapi pastikan tidak wajib, memaksa, bahkan mengancam murid2.

Jika sekolah kalian tidak melakukan pemaksaan itu, baik secara halus maupun secara kasar, maka itu keren sekali. Pertahankan. 

Tidak ada alasan yg bisa membenarkan guru2 mewajibkan karya wisata kepada murid2nya. Tidak ada tapi, tapi, dan tapi. Pikirkanlah 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

*Tere Lije
Apakah murid2 jadi dirugikan jika karya wisata dihapuskan?

Saya kira kalau dibatalkan malah lebih baik. Guru2 tidak perlu repot menyiapkannya, tidak perlu ngomel bilang capek, tidak perlu mengeluarkan uang utk ikut membayar karya wisata (asumsi menjaga kehormatan, memilih bayar sendiri). Orang tua murid tidak harus menyiapkan uang jauh2 hari. Mau hanya 100ribu (apalagi jutaan), tetap saja itu uang yang dipungut.

Dibatalkan saja. Bila perlu dihapus total. Sesimpel itu. Nah, kalau mau tetap karya wisata, ajak murid2nya jalan kaki biar sehat melihat sekitar sekolah sdh lebih dari cukup. Lihat pasar, lihat kebun, lihat hutan. 

Atau memang karya wisata itu WAJIB sekali harus dilakukan? Jika tidak dilakukan maka ada kerugian besar? Murid2nya yg rugi? Atau guru2nya yang rugi? Coba dipikirkan.

*Tere Lije
Menulis kata2 motivasi di page ini mudah, semua orang suka. Tapi mengingatkan sesuatu, meluruskan sesuatu, sesopan apapun kalimatnya, tetap saja ada yang tersinggung.

Tidak boleh sekolah mewajibkan 'karya wisata/study tour' bagi seluruh murid2. Bahkan kalaupun itu disepakati oleh rapat guru, wali murid, dll.

Murid berhak menolak ikut jika tidak bersedia. Dan dia harus dilindungi dari 'sanksi sosial' (seperti ijasah ditahan, dll) jika menolak ikut. 

*Tere Lije
**Secara massif sy akan terus mengguyur page ini dgn postingan tentang sekolah hingga beberapa hari ke depan. Kalian keliru paham jika merasa sy membenci guru2, saya bahkan menulis banyak buku ttg betapa mulianya seorang guru. 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

Maaf jika ada kesalahan kata atau menyinggung, karena memang tidak ada unsur demikian. 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Hari ini saya ingin mengajak kembali pada dunia sekolah. Dunia yang selalu ada karya wisata disetiap tahunnya, terutama untuk siswa-siswi SMA. SMP, SD, TK juga, tapi kita lihat untuk SMA dulu.
Saya ingat akan pesan status bang tere liye
Ketika Guru ikut wisata maka mereka akan mendapatkan tiket gratis. Karena keuntungan yang diperoleh dari banyaknya siswa/siswi yang ikut. 
Perlu digaris bawahi memang jika ini ada unsur mengambil keuntungan. Oke secara manusia yang kaya raya mungkin tak masalah. Masalahnya adalah ketika unsur pemaksaan.
Contoh untuk adikku yang kini duduk di bangku kelas XI atau 2 SMA. Lagi-lagi setiap SMA di Kota Tegal selalu wisata ke BALI. Ada apa dengan BALI?
Dan kenyataannya ada pantai. Pantai maksiat yang terdapat BUGIL. Bukan begitu? Ya, kebanyakan dan itu menurut teman-temanku yang dulu juga ikut ke Bali. Bersyukur sekolahku dulu di SMA N 2 Tegal saat ke BALI  itu tidak mewajibkan bahkan tidak memberikan tugas lain.
Sedangkan adikku nanti jika tidak ke BALI Wajib ke JOGYA jika tidak ke pabrik buat proposal. UUD ujung-ujungnya Dana/ Duit. 
Sumber gambar : link
Kenapa wajib? Mereka anak-anak kerjanya kan belajar dan menodong minta uang buat kebutuhan sekolah. Sekarang orang tua yang cape cari kerja aja boro-boro bisa jalan-jalan /rekreasi dengan mengeluarkan pengeluaran yang tak terduga. Bahkan tidak semua orang / siswa-siswi itu mampu untuk membayar. 
Ada yang bilang BALI SURGANYA INDONESIA. Percaya? Bagi saya tidak, tapi sebaliknya. 
Mungkin keindahan alam pantai selalu menjadi pilihan para artis luar negeri dll. Tapi satu hal meskipun saya orang Indonesia. Wisata terbaik adalah ketika anak-anak mampu mengambil pelajaran dari wisatanya tersebut. 

Wisata ke museum, puncak tapi sekali lagi jangan memberatkan. 


Berikut Postingan Tere Liye
Jika sekolah kalian tetap mengadakan karya wisata, maka pastikan:

1. Tidak wajib, murid berhak menolak ikut.
2. Guru2 membayar sendiri kalau ikut.

Guru2 itu punya kehormatan profesi. Jika kalian tetap merasa guru berhak ikut tanpa membayar, kita berbeda langit dan bumi memahami masalah ini. Tidak akan ketemu. Silahkan gigit pendapat kalian jika kalian merasa itu benar.

*Tere Lije
Tidak ada yang melarang sekolah melakukan karya wisata / study tour. Silahkan. Tapi pastikan tidak wajib, memaksa, bahkan mengancam murid2.

Jika sekolah kalian tidak melakukan pemaksaan itu, baik secara halus maupun secara kasar, maka itu keren sekali. Pertahankan. 

Tidak ada alasan yg bisa membenarkan guru2 mewajibkan karya wisata kepada murid2nya. Tidak ada tapi, tapi, dan tapi. Pikirkanlah 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

*Tere Lije
Apakah murid2 jadi dirugikan jika karya wisata dihapuskan?

Saya kira kalau dibatalkan malah lebih baik. Guru2 tidak perlu repot menyiapkannya, tidak perlu ngomel bilang capek, tidak perlu mengeluarkan uang utk ikut membayar karya wisata (asumsi menjaga kehormatan, memilih bayar sendiri). Orang tua murid tidak harus menyiapkan uang jauh2 hari. Mau hanya 100ribu (apalagi jutaan), tetap saja itu uang yang dipungut.

Dibatalkan saja. Bila perlu dihapus total. Sesimpel itu. Nah, kalau mau tetap karya wisata, ajak murid2nya jalan kaki biar sehat melihat sekitar sekolah sdh lebih dari cukup. Lihat pasar, lihat kebun, lihat hutan. 

Atau memang karya wisata itu WAJIB sekali harus dilakukan? Jika tidak dilakukan maka ada kerugian besar? Murid2nya yg rugi? Atau guru2nya yang rugi? Coba dipikirkan.

*Tere Lije
Menulis kata2 motivasi di page ini mudah, semua orang suka. Tapi mengingatkan sesuatu, meluruskan sesuatu, sesopan apapun kalimatnya, tetap saja ada yang tersinggung.

Tidak boleh sekolah mewajibkan 'karya wisata/study tour' bagi seluruh murid2. Bahkan kalaupun itu disepakati oleh rapat guru, wali murid, dll.

Murid berhak menolak ikut jika tidak bersedia. Dan dia harus dilindungi dari 'sanksi sosial' (seperti ijasah ditahan, dll) jika menolak ikut. 

*Tere Lije
**Secara massif sy akan terus mengguyur page ini dgn postingan tentang sekolah hingga beberapa hari ke depan. Kalian keliru paham jika merasa sy membenci guru2, saya bahkan menulis banyak buku ttg betapa mulianya seorang guru. 

"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."

Maaf jika ada kesalahan kata atau menyinggung, karena memang tidak ada unsur demikian. 

Anak-anak Negeri Yaman

Bismillahirrohmanirrohim..
 
Sumber gambar 1



Kisah nyata yang masyaAllah.

Apakah kalian pernah mengalami?

ketika masih sibuk membuka mushaf al quran di masjid tiba-tiba meluncur sebuah benda ke arah kalian. benda ini bukan sebuah peluru 7,62 mm dari senjata AK 47, bukan juga sebuah granat yang telah lepas kait pengamannya,akan tetapi sebuah sandal.

sandal milik seorang anak Yaman yang sedang bermain lempar-lemparan di masjid ketika mereka sedang ada dars.

kesal? marah? ingin membalas melempar mereka? sepertinya kalian harus mengurungkan niat itu,istighfar,sambil ngelus dada atau mereka akan menjadi jadi.

Apakah kalian pernah mengalami?

Ketika masih dikamar mandi umum, tiba-tiba mendarat sebuah gayung kaleng berisi air berasal dari kamar mandi sebelah,apesnya, air dalam gayung tumpah semua kebaju yang kalian pakai,tak lama setelah itu terdengar suara ketawa cekikikan anak-anak yaman.

kesal? marah? mau membalas melempar mereka? yang ada hanyalah ngedumel sendiri di kamar mandi atau mereka akan menjadi jadi.

Itu hanya sedikit kisah nyata yang pernah di alami ikhwah indonesia di Ma'bar Yaman, dan masih banyak kisah kenakalan dan "kebrutalan" anak-anak Yaman, mulai dari berkelahi ketika dars Syaikh sedang berlangsung hingga memanjat atap sakan yang terbuat dari seng sambil berlari-larian layaknya selebrasi mencetak gol,terbayang sudah,betapa gaduhnya suasana yang tinggal didalam sakan.

Hukuman untuk mereka sepertinya juga tidak ringan, sebuah 'asho yaitu tongkat kayu sebesar jempol orang dewasa yang selalu dipegang oleh mursyid.

'asho bisa mendarat di tangan, badan dan kaki mereka, tapi tidak pernah di bagian kepala.

itu kalau mereka tertangkap, kalau tidak, ya paling kejar2an sama mursyid. jangan salah,anak anak itu lebih gesit dan lincah. otomatis mereka lolos dengan mudahnya.

Pernah sekali aku merasakan 'asho, pas itu mursyid tidak sengaja memukul, terkena telapak kakiku, rasanya...hmmm lumayan. cukuplah bikin pincang berjalan beberapa detik. entah terbuat dari kayu apa itu.

Tapi semua itu hanyalah kenakalan anak-anak, tak lebih dari perbuatan seorang manusia yang belum baligh.

Yang tak ubahnya anak-anak pada umumnya,walaupun sudah berkelahi,jotos-jotosan,tendang-tendangan, kalo udah selesai ya selesai, tak terselip dendam dalam hatinya.

besoknya lagi kita lihat sudah saling bercanda kembali.

Memang, mendidik anak-anak yaman perlu perlakuan "spesial" dengan sedikit ayunan 'asho.

tapi jangan heran, anak-anak yaman juga di beri kelebihan spesial, ini merupakan fadhilah dari Allah Azza wa Jalla berupa kekuatan hafalan dan kecerdasan yang luar biasa,membuat kita berdecak kagum sambil berucap "Masyaa Allaah".

Akan banyak kalian temui anak-anak hafal al qur'an dalam waktu hitungan bulan saja. Asy Syaikh Al Imam sendiri menyelesaikan hafalan Al Quran dalam waktu 4 bulan saja,ada yang menyebutkan 6 bulan.

Hanya dengan sekali berdiri, mereka bisa menyetor puluhan hadits kepada syaikh ketika dars,lengkap dengan sanadnya.

Ingin mencoba mengetes hafalan ribuan syair Alfiyyah Ibnu Malik? mereka bisa membolak balik dari belakang ke depan.

mumtaz !
sumber gambar 2

Disebabkan keutamaan yang Allah berikan kepada Ahlul Yaman,Allah lembutkan qolbu mereka menerima kebenaran,di negeri dimana prinsip-prinsip ahlussunnah ditegakkan.

Dari Abu huroiroh beliau berkata : Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan hikmah ada pada yaman.[ HR. Bukhari-Muslim]

Sedikit mengulang kembali kisah shahabat Rasulullah, Abu Hurairah Abdurrahman Ibnu Shakhar,beliau berasal dari kabilah Ad Daus di Yaman yang hanya bertemu dengan Rasulullah selama 4 tahun akan tetapi beliau yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah.

Dan satu hal yang tidak terlepas dari mereka sebagai seorang anak adalah fitrah. fitrah mereka yang terjaga dan masih bersih menjadi faktor pendukung yang kuat.

Mata mereka terjaga dari penglihatan yang mengundang syahwat.bagaimana tidak,jika disini seorang wanita keluar rumah tanpa cadar saja sudah dianggap aib, aib bagi agama dan kabilahnya.

Telinga mereka terjaga dari musik dan lagu-lagu ,yang sejatinya hanya melalaikan,walaupun bersyairkan islami.

mereka lebih memilih hape cina dengan soundnya yang keras agar bisa mereka tenteng kemana-kemana sambil mendengarkan murottal Maher, Ghomidy, atau Sudais.

Itulah fitrah…masih bersih.

Fitrah mereka tak teracuni dengan dongeng fiktif penuh kebohongan. Dongeng khayalan yang hanya membuat anak-anak berandai-andai bisa menghilang,bisa terbang,dan bisa melakukan hal-hal ajaib lainnya. juga cerita-cerita yang tidak jelas kebenarannya.

Mereka lebih tahu kisah tentang kepemimpinan Rasulullah, kisah tentang kesetiaan Shahabat Tholhah bin Ubaidillah yang rela menerima 90 tusukan dan sasaran panah demi melindungi Rosulullah pada waktu perang Uhud.

Coba tanya ke mereka siapa panglima perang termuda?mereka akan menjawab Usamah bin Zaid,yang usianya belum melebihi dua puluh tahun pada waktu itu.

juga mereka lebih suka kisah tentang kesabaran dan semangat ulama Baqi bin Makhlad yang rela menempuh perjalanan ke negeri Hijaz selama 20 tahun dengan berjalan kaki demi mencari ilmu syar'i.

Fitrah mereka tak terkotori dengan cerita horor dan menyeramkan yang sejatinya hanya membuat ketakutan yang dibuat-buat sendiri,yang hanya membuat paranoid kemudian menjelma menjadi bermacam-macam pikiran absurd.

kejadian seseorang yang kesurupan jin disini menjadi semacam tontonan asyik buat mereka,sampai sampai Mursyid harus turun tangan untuk membubarkan mereka.

setiap ada jenazah yang selesai dimandikan dan dikafani,mereka sudah menunggu diluar dan tak sabar untuk melihatnya.

mereka melewati jalan ke arah markiz ratusan meter di malam gelap gulita tanpa penerangan sama sekali tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Begitulah,hingga akhirnya mereka tumbuh dewasa dengan fitrah yang masih bersih dengan bimbingan agama yang kuat.

kenakalan yang dulu ada menjadi sebuah kematangan jiwa dan keberanian. kebrutalan yang dulu ada menjadi kesetiaan dan kesabaran.

Seperti tidak berlebihan ketika ada seorang ikhwah indonesia yang saking jengkelnya dengan tingkah laku anak-anak berkata dengan guyon " biarin aja,kecil-kecil nakal,besarnya jadi 'Ulama itu...hehee "

Itulah FITRAH....

- Nas alullaha assalamah wal tsabaat 'ala rosyad.
25 Ramadhan 1434H, Ba'da Shubuh di ghurfah atas masjid, Ma'bar Yaman.
 
Satu lagi yang baru saya lihat cukup menakjubkan Masya Allah, melihat video ini. 
 
 


 
 
Sumber : Facebook dan Youtube.

Pelajaran Berharga lagi bagi kita, para penerus generasi terbaik aamiin. 
 
Annur El Karimah
Bismillahirrohmanirrohim..
 
Sumber gambar 1



Kisah nyata yang masyaAllah.

Apakah kalian pernah mengalami?

ketika masih sibuk membuka mushaf al quran di masjid tiba-tiba meluncur sebuah benda ke arah kalian. benda ini bukan sebuah peluru 7,62 mm dari senjata AK 47, bukan juga sebuah granat yang telah lepas kait pengamannya,akan tetapi sebuah sandal.

sandal milik seorang anak Yaman yang sedang bermain lempar-lemparan di masjid ketika mereka sedang ada dars.

kesal? marah? ingin membalas melempar mereka? sepertinya kalian harus mengurungkan niat itu,istighfar,sambil ngelus dada atau mereka akan menjadi jadi.

Apakah kalian pernah mengalami?

Ketika masih dikamar mandi umum, tiba-tiba mendarat sebuah gayung kaleng berisi air berasal dari kamar mandi sebelah,apesnya, air dalam gayung tumpah semua kebaju yang kalian pakai,tak lama setelah itu terdengar suara ketawa cekikikan anak-anak yaman.

kesal? marah? mau membalas melempar mereka? yang ada hanyalah ngedumel sendiri di kamar mandi atau mereka akan menjadi jadi.

Itu hanya sedikit kisah nyata yang pernah di alami ikhwah indonesia di Ma'bar Yaman, dan masih banyak kisah kenakalan dan "kebrutalan" anak-anak Yaman, mulai dari berkelahi ketika dars Syaikh sedang berlangsung hingga memanjat atap sakan yang terbuat dari seng sambil berlari-larian layaknya selebrasi mencetak gol,terbayang sudah,betapa gaduhnya suasana yang tinggal didalam sakan.

Hukuman untuk mereka sepertinya juga tidak ringan, sebuah 'asho yaitu tongkat kayu sebesar jempol orang dewasa yang selalu dipegang oleh mursyid.

'asho bisa mendarat di tangan, badan dan kaki mereka, tapi tidak pernah di bagian kepala.

itu kalau mereka tertangkap, kalau tidak, ya paling kejar2an sama mursyid. jangan salah,anak anak itu lebih gesit dan lincah. otomatis mereka lolos dengan mudahnya.

Pernah sekali aku merasakan 'asho, pas itu mursyid tidak sengaja memukul, terkena telapak kakiku, rasanya...hmmm lumayan. cukuplah bikin pincang berjalan beberapa detik. entah terbuat dari kayu apa itu.

Tapi semua itu hanyalah kenakalan anak-anak, tak lebih dari perbuatan seorang manusia yang belum baligh.

Yang tak ubahnya anak-anak pada umumnya,walaupun sudah berkelahi,jotos-jotosan,tendang-tendangan, kalo udah selesai ya selesai, tak terselip dendam dalam hatinya.

besoknya lagi kita lihat sudah saling bercanda kembali.

Memang, mendidik anak-anak yaman perlu perlakuan "spesial" dengan sedikit ayunan 'asho.

tapi jangan heran, anak-anak yaman juga di beri kelebihan spesial, ini merupakan fadhilah dari Allah Azza wa Jalla berupa kekuatan hafalan dan kecerdasan yang luar biasa,membuat kita berdecak kagum sambil berucap "Masyaa Allaah".

Akan banyak kalian temui anak-anak hafal al qur'an dalam waktu hitungan bulan saja. Asy Syaikh Al Imam sendiri menyelesaikan hafalan Al Quran dalam waktu 4 bulan saja,ada yang menyebutkan 6 bulan.

Hanya dengan sekali berdiri, mereka bisa menyetor puluhan hadits kepada syaikh ketika dars,lengkap dengan sanadnya.

Ingin mencoba mengetes hafalan ribuan syair Alfiyyah Ibnu Malik? mereka bisa membolak balik dari belakang ke depan.

mumtaz !
sumber gambar 2

Disebabkan keutamaan yang Allah berikan kepada Ahlul Yaman,Allah lembutkan qolbu mereka menerima kebenaran,di negeri dimana prinsip-prinsip ahlussunnah ditegakkan.

Dari Abu huroiroh beliau berkata : Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan hikmah ada pada yaman.[ HR. Bukhari-Muslim]

Sedikit mengulang kembali kisah shahabat Rasulullah, Abu Hurairah Abdurrahman Ibnu Shakhar,beliau berasal dari kabilah Ad Daus di Yaman yang hanya bertemu dengan Rasulullah selama 4 tahun akan tetapi beliau yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah.

Dan satu hal yang tidak terlepas dari mereka sebagai seorang anak adalah fitrah. fitrah mereka yang terjaga dan masih bersih menjadi faktor pendukung yang kuat.

Mata mereka terjaga dari penglihatan yang mengundang syahwat.bagaimana tidak,jika disini seorang wanita keluar rumah tanpa cadar saja sudah dianggap aib, aib bagi agama dan kabilahnya.

Telinga mereka terjaga dari musik dan lagu-lagu ,yang sejatinya hanya melalaikan,walaupun bersyairkan islami.

mereka lebih memilih hape cina dengan soundnya yang keras agar bisa mereka tenteng kemana-kemana sambil mendengarkan murottal Maher, Ghomidy, atau Sudais.

Itulah fitrah…masih bersih.

Fitrah mereka tak teracuni dengan dongeng fiktif penuh kebohongan. Dongeng khayalan yang hanya membuat anak-anak berandai-andai bisa menghilang,bisa terbang,dan bisa melakukan hal-hal ajaib lainnya. juga cerita-cerita yang tidak jelas kebenarannya.

Mereka lebih tahu kisah tentang kepemimpinan Rasulullah, kisah tentang kesetiaan Shahabat Tholhah bin Ubaidillah yang rela menerima 90 tusukan dan sasaran panah demi melindungi Rosulullah pada waktu perang Uhud.

Coba tanya ke mereka siapa panglima perang termuda?mereka akan menjawab Usamah bin Zaid,yang usianya belum melebihi dua puluh tahun pada waktu itu.

juga mereka lebih suka kisah tentang kesabaran dan semangat ulama Baqi bin Makhlad yang rela menempuh perjalanan ke negeri Hijaz selama 20 tahun dengan berjalan kaki demi mencari ilmu syar'i.

Fitrah mereka tak terkotori dengan cerita horor dan menyeramkan yang sejatinya hanya membuat ketakutan yang dibuat-buat sendiri,yang hanya membuat paranoid kemudian menjelma menjadi bermacam-macam pikiran absurd.

kejadian seseorang yang kesurupan jin disini menjadi semacam tontonan asyik buat mereka,sampai sampai Mursyid harus turun tangan untuk membubarkan mereka.

setiap ada jenazah yang selesai dimandikan dan dikafani,mereka sudah menunggu diluar dan tak sabar untuk melihatnya.

mereka melewati jalan ke arah markiz ratusan meter di malam gelap gulita tanpa penerangan sama sekali tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Begitulah,hingga akhirnya mereka tumbuh dewasa dengan fitrah yang masih bersih dengan bimbingan agama yang kuat.

kenakalan yang dulu ada menjadi sebuah kematangan jiwa dan keberanian. kebrutalan yang dulu ada menjadi kesetiaan dan kesabaran.

Seperti tidak berlebihan ketika ada seorang ikhwah indonesia yang saking jengkelnya dengan tingkah laku anak-anak berkata dengan guyon " biarin aja,kecil-kecil nakal,besarnya jadi 'Ulama itu...hehee "

Itulah FITRAH....

- Nas alullaha assalamah wal tsabaat 'ala rosyad.
25 Ramadhan 1434H, Ba'da Shubuh di ghurfah atas masjid, Ma'bar Yaman.
 
Satu lagi yang baru saya lihat cukup menakjubkan Masya Allah, melihat video ini. 
 
 


 
 
Sumber : Facebook dan Youtube.

Pelajaran Berharga lagi bagi kita, para penerus generasi terbaik aamiin. 
 
Annur El Karimah

Hikmah Minoritas Muslim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Memandang negeri seberang, lalu menyeberangi lagi. Lalu menyisiri lagi. Mencari keberadaan wajah-wajah Islam di negeri mayoritas non muslim sudah menyedot perhatianku. Tayangan di TV "JAZIRAH ISLAM" ini membuatku tersenyum bahkan begitu bangga menjadi warga INDONESIA MUSLIM. 

Jika kita melihat dari negara satu ke negara lain, pasti ada yang berbeda. Bahkan kita bisa melihat ada beberapa daerah yang benar-benar muslimah sudah berhijab namun terpaksa kembali mengurai rambut dengan memakai kepala. Karena mereka dianggap berbahaya bagi daerah Mayoritas Nonis. 

Bahkan yang menarik perhatianku adalah lagi-lagi seorang jurnalis wanita nonis yang akhirnya ia menjadi mualaf dan berhijab. 
Ya, seperti kita tahu, hijab yang mereka kenakan hanya kerudung biasa yang di peniti lalu di lilit saja. Saya tetap salut, karena bagaimanapun Ia sudah berusaha menutup aurat dan tidak bersikap berlebihan dalam berpakaian. Karena tugasnya sebagai jurnalis meliput beberapa orang yang justru bukan muslim, itu bukan menjadi kendala. Bahkan ia sempat dicurigai beberapa orang hingga diintrogasi dari ujung kaki ke ujung kepala. Dan alhamdulillah, Islam selalu mengajarkan ilmu kepada manusia yang selalu mencari ilmu. Dia bebas untuk melanjutkan pekerjaannya kembali. Dan Allah bersama hamba2Nya yang taat.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang mayoritas muslim? berhijab itu bukanlah halangan bahkan sudah dibebaskan, dari mulai yang berkerudung biasa hingga cadar, Subhanallah ini menjadi hal yang luar biasa. Kita bebas memerankan diri ini sebagai hamba yang taat semata-mata karena kewajiban. 

Namun nyatanya? ini menjadi kendala bagi mereka yang justru muslim sejak kecil. Mereka yang minoritas berani mengambil resiko hijab jika ia dibenci. Lantas kita yang diberikan kebebasan? masih tak sanggup atau malu untuk menutup aurat?

Kalaupun tidak menutup aurat setidaknya kemajuan pada ilmu agama bisakah? tidak seimbang memang, tapi nyata di negeri Meksiko sana ibu-ibu modern meski mereka tidak menutup kepalanya, mereka masih berusaha meluangkan waktunya belajar Al-qur'an rutin, hingga mampu mengajarkannya pada anak-anak mereka. 

Bahkan di negeri sana, ada seornag jurnalis non muslim yang mengoleksi Al-qur'an hingga mengajak tetangga berbuka puasa bersama di rumahnya. Persis kayak kisahnya #Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman E.Z. lho.

Lantas tetangga kita, adik kita, kakak kita, saudara-saudara kita? nutup aurat ogah, ngaji katanya malas. Asikan nonton TV. hem...

TV Indonesia di tonton terus capek, banyak sinetron para pemainnya kan berkiblat barat.  Ikhtilat otomatis, ya sudah kita berkiblatnya nanti TV terus. 
Yuk kawan saudara-saudariku, kumpul sama orang islam belajar ilmu agama, saling melengkapi, saling menyayangi. 

Islam itu bukan agama saja, tapi sistem yang mengatur kehidupan kita di dunia untuk menuju kehidupan sesungguhnya di akhirat. Negeri Islam akan tegak, karena umatnya juga menegakkan bukan melumpuhkan. 

Yuk, semangat hijab yah. Mumpung masih di bumi Indonesia lho. 

Teman-teman nonton jazirah Islam juga ya. Semoga kalian bisa memetik hikmah Islam yang minoritas di negeri mayoritas non muslim. 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Q.S Fussilat ayat 30


Masih dalam bulan Ramadhan. 
Memetik hikmah dari tayangan yang baik, bukan yang tidak baik. Insha Allah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Memandang negeri seberang, lalu menyeberangi lagi. Lalu menyisiri lagi. Mencari keberadaan wajah-wajah Islam di negeri mayoritas non muslim sudah menyedot perhatianku. Tayangan di TV "JAZIRAH ISLAM" ini membuatku tersenyum bahkan begitu bangga menjadi warga INDONESIA MUSLIM. 

Jika kita melihat dari negara satu ke negara lain, pasti ada yang berbeda. Bahkan kita bisa melihat ada beberapa daerah yang benar-benar muslimah sudah berhijab namun terpaksa kembali mengurai rambut dengan memakai kepala. Karena mereka dianggap berbahaya bagi daerah Mayoritas Nonis. 

Bahkan yang menarik perhatianku adalah lagi-lagi seorang jurnalis wanita nonis yang akhirnya ia menjadi mualaf dan berhijab. 
Ya, seperti kita tahu, hijab yang mereka kenakan hanya kerudung biasa yang di peniti lalu di lilit saja. Saya tetap salut, karena bagaimanapun Ia sudah berusaha menutup aurat dan tidak bersikap berlebihan dalam berpakaian. Karena tugasnya sebagai jurnalis meliput beberapa orang yang justru bukan muslim, itu bukan menjadi kendala. Bahkan ia sempat dicurigai beberapa orang hingga diintrogasi dari ujung kaki ke ujung kepala. Dan alhamdulillah, Islam selalu mengajarkan ilmu kepada manusia yang selalu mencari ilmu. Dia bebas untuk melanjutkan pekerjaannya kembali. Dan Allah bersama hamba2Nya yang taat.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang mayoritas muslim? berhijab itu bukanlah halangan bahkan sudah dibebaskan, dari mulai yang berkerudung biasa hingga cadar, Subhanallah ini menjadi hal yang luar biasa. Kita bebas memerankan diri ini sebagai hamba yang taat semata-mata karena kewajiban. 

Namun nyatanya? ini menjadi kendala bagi mereka yang justru muslim sejak kecil. Mereka yang minoritas berani mengambil resiko hijab jika ia dibenci. Lantas kita yang diberikan kebebasan? masih tak sanggup atau malu untuk menutup aurat?

Kalaupun tidak menutup aurat setidaknya kemajuan pada ilmu agama bisakah? tidak seimbang memang, tapi nyata di negeri Meksiko sana ibu-ibu modern meski mereka tidak menutup kepalanya, mereka masih berusaha meluangkan waktunya belajar Al-qur'an rutin, hingga mampu mengajarkannya pada anak-anak mereka. 

Bahkan di negeri sana, ada seornag jurnalis non muslim yang mengoleksi Al-qur'an hingga mengajak tetangga berbuka puasa bersama di rumahnya. Persis kayak kisahnya #Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman E.Z. lho.

Lantas tetangga kita, adik kita, kakak kita, saudara-saudara kita? nutup aurat ogah, ngaji katanya malas. Asikan nonton TV. hem...

TV Indonesia di tonton terus capek, banyak sinetron para pemainnya kan berkiblat barat.  Ikhtilat otomatis, ya sudah kita berkiblatnya nanti TV terus. 
Yuk kawan saudara-saudariku, kumpul sama orang islam belajar ilmu agama, saling melengkapi, saling menyayangi. 

Islam itu bukan agama saja, tapi sistem yang mengatur kehidupan kita di dunia untuk menuju kehidupan sesungguhnya di akhirat. Negeri Islam akan tegak, karena umatnya juga menegakkan bukan melumpuhkan. 

Yuk, semangat hijab yah. Mumpung masih di bumi Indonesia lho. 

Teman-teman nonton jazirah Islam juga ya. Semoga kalian bisa memetik hikmah Islam yang minoritas di negeri mayoritas non muslim. 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Q.S Fussilat ayat 30


Masih dalam bulan Ramadhan. 
Memetik hikmah dari tayangan yang baik, bukan yang tidak baik. Insha Allah.

Ambilah Kesempatan


sumber : Google

Dalam sebuah kelas pelatihan, saya mengambil selembar kertas polos kemudian menggunting-guntingnya menjadi beberapa bagian. Ada guntingan besar ada juga yang kecil. Tapi jumlahnya sengaja saya buat tak sama dengan jumlah peserta dalam kelas itu, dua puluh orang. 

Kemudian saya meminta kepada peserta untuk mengambil masing-masing satu guntingan kertas yang tersedia di meja depan. "Silahkan ambil satu!" demikian instruksi yang saya berikan.
Dapat diduga, ada yang antusias maju dengan gerak cepat dan mengambil bagiannya, ada yang berjalan santai, ada juga yang meminta bantuan temannya untuk mengambilkan. Dua tiga orang bahkan terlihat bermalasan untuk mengambil, mereka berpikir toh semuanya kebagian guntingan kertas tersebut. 

Hasilnya? Empat orang terakhir tak mendapatkan guntingan kertas. Delapan orang pertama ke depan mendapatkan guntingan besar-besar, yang berjalan santai dan yang meminta diambilkan harus rela mendapatkan yang kecil.

Lalu saya katakan kepada mereka, "Inilah hidup! Kamu ambil kesempatan yang tersedia atau kamu akan kehilangan kesempatan itu. Jika kamu tak melakukannya, akan banyak orang lain yang melakukannya."

Pagi ini di kereta saya mendapati seorang wanita hamil yang berdiri agak jauh. Saya sempat berpikir bahwa orang yang paling dekat lah yang `wajib' memberinya tempat duduk. Tapi sedetik kemudian saya bangun dan segera memanggil ibu itu untuk duduk. Ini perbuatan baik, jika saya tak mengambil kesempatan ini orang lainlah yang melakukannya. Dan belum tentu esok hari saya masih memiliki kesempatan seperti ini.

Soal rezeki misalnya, saya percaya ia tak pernah datang sendiri menghampiri orang-orang yang lelap tertidur meski matahari sudah terik. "Bangun pagi, rezekinya dipatok ayam tuh!" Orang tua dulu sering berucap seperti itu. Dan entah kenapa hingga detik ini saya tak pernah bisa menyanggah ucapan orangtua perihal rezeki itu. Saya percaya bahwa orang-orang yang lebih cepat berupaya meraihnya lah yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Sementara mereka yang bersantai-santai atau bahkan bermalas-malasan, ada kemungkinan kehabisan rezeki.

Saya sering mendengar teman saya berkomentar negatif tentang apa yang dikerjakan orang lain, "Ah, kalau cuma tulisan begini sih saya juga bisa melakukannya" atau "Saya bisa melakukan yang lebih baik dari orang itu". Kepadanya saya katakan, saya yakin kamu bisa melakukannya. Masalahnya, sejak tadi saya hanya melihat kamu terus berbicara dan tak melakukan apa pun.

Sementara orang-orang di luar sana langsung berbuat tanpa perlu banyak bicara. Buktikan, jika kita sanggup! Terus berbicara dan mengomentari hasil kerja orang lain tidak akan membuat kita diakui keberadaannya. Hanya orang-orang yang berbuatlah yang diakui keberadaannya. 

Kepada peserta di kelas pelatihan tersebut saya jelaskan, simulasi tadi juga berlaku untuk urusan ibadah. Saya tidak berhak mengatakan bahwa orang yang lebih tepat waktu akan mendapatkan pahala lebih besar, karena itu hak Allah dan juga tergantung dengan kualitas ibadahnya itu sendiri.

Tapi bukankah setiap orang tua akan lebih menyukai anaknya yang tanggap dan cepat menghampiri ketika dipanggil ketimbang anak lainnya yang menunda-nunda? Jika demikian, buatlah Allah suka kepada kita dengan kesigapan. Bisa jadi, suka menjadi awal dari cinta-Nya untuk kita. Semoga.


Sumber : ->> artikelmotivasi.blogspot.com/ 

Saat membaca ini, kayaknya wajib share hehe... 
Hari gini gak ambil kesempatan positif, duh pasti rugi banget. 
Belajar dari cerita diatas yuk. 


sumber : Google

Dalam sebuah kelas pelatihan, saya mengambil selembar kertas polos kemudian menggunting-guntingnya menjadi beberapa bagian. Ada guntingan besar ada juga yang kecil. Tapi jumlahnya sengaja saya buat tak sama dengan jumlah peserta dalam kelas itu, dua puluh orang. 

Kemudian saya meminta kepada peserta untuk mengambil masing-masing satu guntingan kertas yang tersedia di meja depan. "Silahkan ambil satu!" demikian instruksi yang saya berikan.
Dapat diduga, ada yang antusias maju dengan gerak cepat dan mengambil bagiannya, ada yang berjalan santai, ada juga yang meminta bantuan temannya untuk mengambilkan. Dua tiga orang bahkan terlihat bermalasan untuk mengambil, mereka berpikir toh semuanya kebagian guntingan kertas tersebut. 

Hasilnya? Empat orang terakhir tak mendapatkan guntingan kertas. Delapan orang pertama ke depan mendapatkan guntingan besar-besar, yang berjalan santai dan yang meminta diambilkan harus rela mendapatkan yang kecil.

Lalu saya katakan kepada mereka, "Inilah hidup! Kamu ambil kesempatan yang tersedia atau kamu akan kehilangan kesempatan itu. Jika kamu tak melakukannya, akan banyak orang lain yang melakukannya."

Pagi ini di kereta saya mendapati seorang wanita hamil yang berdiri agak jauh. Saya sempat berpikir bahwa orang yang paling dekat lah yang `wajib' memberinya tempat duduk. Tapi sedetik kemudian saya bangun dan segera memanggil ibu itu untuk duduk. Ini perbuatan baik, jika saya tak mengambil kesempatan ini orang lainlah yang melakukannya. Dan belum tentu esok hari saya masih memiliki kesempatan seperti ini.

Soal rezeki misalnya, saya percaya ia tak pernah datang sendiri menghampiri orang-orang yang lelap tertidur meski matahari sudah terik. "Bangun pagi, rezekinya dipatok ayam tuh!" Orang tua dulu sering berucap seperti itu. Dan entah kenapa hingga detik ini saya tak pernah bisa menyanggah ucapan orangtua perihal rezeki itu. Saya percaya bahwa orang-orang yang lebih cepat berupaya meraihnya lah yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Sementara mereka yang bersantai-santai atau bahkan bermalas-malasan, ada kemungkinan kehabisan rezeki.

Saya sering mendengar teman saya berkomentar negatif tentang apa yang dikerjakan orang lain, "Ah, kalau cuma tulisan begini sih saya juga bisa melakukannya" atau "Saya bisa melakukan yang lebih baik dari orang itu". Kepadanya saya katakan, saya yakin kamu bisa melakukannya. Masalahnya, sejak tadi saya hanya melihat kamu terus berbicara dan tak melakukan apa pun.

Sementara orang-orang di luar sana langsung berbuat tanpa perlu banyak bicara. Buktikan, jika kita sanggup! Terus berbicara dan mengomentari hasil kerja orang lain tidak akan membuat kita diakui keberadaannya. Hanya orang-orang yang berbuatlah yang diakui keberadaannya. 

Kepada peserta di kelas pelatihan tersebut saya jelaskan, simulasi tadi juga berlaku untuk urusan ibadah. Saya tidak berhak mengatakan bahwa orang yang lebih tepat waktu akan mendapatkan pahala lebih besar, karena itu hak Allah dan juga tergantung dengan kualitas ibadahnya itu sendiri.

Tapi bukankah setiap orang tua akan lebih menyukai anaknya yang tanggap dan cepat menghampiri ketika dipanggil ketimbang anak lainnya yang menunda-nunda? Jika demikian, buatlah Allah suka kepada kita dengan kesigapan. Bisa jadi, suka menjadi awal dari cinta-Nya untuk kita. Semoga.


Sumber : ->> artikelmotivasi.blogspot.com/ 

Saat membaca ini, kayaknya wajib share hehe... 
Hari gini gak ambil kesempatan positif, duh pasti rugi banget. 
Belajar dari cerita diatas yuk. 

Kaya Vs Miskin



Suasana hati sudah kian mendekat saja pada kepercayaan bahwa Surga itu dekat letaknya jika kita tahu arahnya.
Entahlah berapa kali ku dengar cerita yang menyayat hati.
Yah si Miskin yang tak bisa dan tak ingin terhina, namun apa jadinya jika selalu dihina. Bahkan menjadi bahan cemoohan. Atau direndahkan.
Ada kisah yang ku ambil dari kiriman sahabat (amie) Facebook.

SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS !!
Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,....tetap pada tunt...utannya, agar menjadi contoh bg warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus saya hukum. Saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda idak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU'.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini, lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Coba lihat, seandainya kita tetangga dari nenek tersebut. Apa kita tidak malu terhadap tetangga?
Kita lupa akan kehadiran sebuah harta yang sesungguhnya bukan milik kita seutuhnya. Bagaimana bisa kita membiarkan tetangga miskin kelaparan?
Bukankah ketika dinding kita berhimpitan dekat, dialah kerabat paling dekat ketika sanak saudara yang lain berjauhan?
Jika kita minta bantuan merekalah yang paling utama sebelum menilik keluarga jauh.

Kita rajin beribadah, menginfakkan sebagian kecil minimal 5% harta/gaji kita di sebuah yayasan, namun lupa akan hadirnya tetangga yang kekurangan.
Naudzubillah.....


lain cerita :

Belum lagi mendengar suara dari seorang perawat rumah sakit yang selalu lalu lalang mendatangi pasien. Ia begitu tega mengatakan dengan tanpa berpikir.
"Pasien miskin, di urusinnya belakangan. Sudah miskin tak punya uang ke rumah sakit"

Astaghfirullah...
Jika tangan ini mampu menggapai.... aku ingin bisa mengatakan stop ke rumah sakit. Cari obat-obatan herbal dan memohon kepada Alloh SWT.

Dan apakah kesuksesan seseorang dinilai dari kekayaan?
Dari jabatan?
Dari sebuah pendidikan tinggi?

Yah, dunia ini memang selalu unik dan dramatis. Ada-ada saja yang dijanjikan, namun berurusan lagi dengan sebuah kesadisan.

Saya heran, jika ada yang merasa sudah kaya. Bahkan seolah mampu membeli bumi dan seisinya.

"Dasar orang susah belagu, belum lagi jadi kaya tambah belagunya"

Stop.... apapun yang dilakukan si miskin, si susah, si sengsara. Patutkah lidah ini menjulur panjang di neraka dengan kobaran api mendidih?

Jangan lihat sekarang, lihat yang akan datang. Apakah 5 menit lagi kejadian yang tak ada di depan mata bisa berubah lebih baik lagi???

Jadi ingat kisah tentang si Miskin yang sakit dan tak memiliki uang untuk biaya pengobatan, datang seorang kaya (nonis) ia akhirnya membiayai si miskin, dan si miskin pun terbujuk untuk masuk ke dalam agamanya.

Siasat ini adalah dakwah bagi mereka, cara dakwah mereka yang seperti ini selalu di terapkan.
Namun, terkadang si kaya muslim lebih memilih "enggan" menolong si miskin padahal mereka ladang dakwah kita juga untuk menjadi pribadi yang mendekat dan bersyukur kepada Alloh.
Wallahu a'alam bisshowab.

Dunia ini tercipta bukan lain untuk menguji.. dan menguji per detiknya.
Satu detik kehilangan kendali kita pasti ingin mengulanginya lagi. Tapi waktu tak bisa terulang.


Kaya adalah sebuah ujian bagaimana kamu bisa menjadi seorang yang kaya namun selalu ingat akan bahwa semua titipanNYA.
Miskin adalah sebuah ujian bagaimana kamu bisa menjadi seorang yang sabar, tawakal dan berusaha gigih dengan mengingat Alloh SWT.

Segala sesuatunya pasti karena Alloh, karena tubuh ini milik Alloh.

“Maka hendaklah memuliakan tetangganya”
Ta’ziyah ketika mereka mendapat musibah, mengucapkan selamat ketika mendapat kebahagiaan, menjenguknya ketika sakit, memulai salam dan bermuka manis ketika bertemu dengannya dan membantu membimbingnya kepada hal-hal yang bermanfaat dunia akherat serta memberi mereka hadiyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa (hati).” (H.R. Al-Bukhari, no. 6446 dan Muslim, no. 1050)

Walaupun Rosulullah adalah pribadi yang kaya hati dan kaya harta, namun Rosul selalu sederhana dan bersikap dermawan.

Kaya tak dilarang miskin pun tak dilarang, Namun Qonaah itu diwajibkan sebagai rasa syukur dan CintaNYa.

Menjadi pribadi yang kaya, bukan dinilai dari harta kekayaannya.

***


alhamdulillah dapat award lagi dari dua insan manusia yang sangat baik hatinya.

jazakumullah khairon katsiron..

media Robbani

Bunda / mbak mugniar




Suasana hati sudah kian mendekat saja pada kepercayaan bahwa Surga itu dekat letaknya jika kita tahu arahnya.
Entahlah berapa kali ku dengar cerita yang menyayat hati.
Yah si Miskin yang tak bisa dan tak ingin terhina, namun apa jadinya jika selalu dihina. Bahkan menjadi bahan cemoohan. Atau direndahkan.
Ada kisah yang ku ambil dari kiriman sahabat (amie) Facebook.

SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS !!
Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,....tetap pada tunt...utannya, agar menjadi contoh bg warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus saya hukum. Saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda idak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU'.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini, lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Coba lihat, seandainya kita tetangga dari nenek tersebut. Apa kita tidak malu terhadap tetangga?
Kita lupa akan kehadiran sebuah harta yang sesungguhnya bukan milik kita seutuhnya. Bagaimana bisa kita membiarkan tetangga miskin kelaparan?
Bukankah ketika dinding kita berhimpitan dekat, dialah kerabat paling dekat ketika sanak saudara yang lain berjauhan?
Jika kita minta bantuan merekalah yang paling utama sebelum menilik keluarga jauh.

Kita rajin beribadah, menginfakkan sebagian kecil minimal 5% harta/gaji kita di sebuah yayasan, namun lupa akan hadirnya tetangga yang kekurangan.
Naudzubillah.....


lain cerita :

Belum lagi mendengar suara dari seorang perawat rumah sakit yang selalu lalu lalang mendatangi pasien. Ia begitu tega mengatakan dengan tanpa berpikir.
"Pasien miskin, di urusinnya belakangan. Sudah miskin tak punya uang ke rumah sakit"

Astaghfirullah...
Jika tangan ini mampu menggapai.... aku ingin bisa mengatakan stop ke rumah sakit. Cari obat-obatan herbal dan memohon kepada Alloh SWT.

Dan apakah kesuksesan seseorang dinilai dari kekayaan?
Dari jabatan?
Dari sebuah pendidikan tinggi?

Yah, dunia ini memang selalu unik dan dramatis. Ada-ada saja yang dijanjikan, namun berurusan lagi dengan sebuah kesadisan.

Saya heran, jika ada yang merasa sudah kaya. Bahkan seolah mampu membeli bumi dan seisinya.

"Dasar orang susah belagu, belum lagi jadi kaya tambah belagunya"

Stop.... apapun yang dilakukan si miskin, si susah, si sengsara. Patutkah lidah ini menjulur panjang di neraka dengan kobaran api mendidih?

Jangan lihat sekarang, lihat yang akan datang. Apakah 5 menit lagi kejadian yang tak ada di depan mata bisa berubah lebih baik lagi???

Jadi ingat kisah tentang si Miskin yang sakit dan tak memiliki uang untuk biaya pengobatan, datang seorang kaya (nonis) ia akhirnya membiayai si miskin, dan si miskin pun terbujuk untuk masuk ke dalam agamanya.

Siasat ini adalah dakwah bagi mereka, cara dakwah mereka yang seperti ini selalu di terapkan.
Namun, terkadang si kaya muslim lebih memilih "enggan" menolong si miskin padahal mereka ladang dakwah kita juga untuk menjadi pribadi yang mendekat dan bersyukur kepada Alloh.
Wallahu a'alam bisshowab.

Dunia ini tercipta bukan lain untuk menguji.. dan menguji per detiknya.
Satu detik kehilangan kendali kita pasti ingin mengulanginya lagi. Tapi waktu tak bisa terulang.


Kaya adalah sebuah ujian bagaimana kamu bisa menjadi seorang yang kaya namun selalu ingat akan bahwa semua titipanNYA.
Miskin adalah sebuah ujian bagaimana kamu bisa menjadi seorang yang sabar, tawakal dan berusaha gigih dengan mengingat Alloh SWT.

Segala sesuatunya pasti karena Alloh, karena tubuh ini milik Alloh.

“Maka hendaklah memuliakan tetangganya”
Ta’ziyah ketika mereka mendapat musibah, mengucapkan selamat ketika mendapat kebahagiaan, menjenguknya ketika sakit, memulai salam dan bermuka manis ketika bertemu dengannya dan membantu membimbingnya kepada hal-hal yang bermanfaat dunia akherat serta memberi mereka hadiyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa (hati).” (H.R. Al-Bukhari, no. 6446 dan Muslim, no. 1050)

Walaupun Rosulullah adalah pribadi yang kaya hati dan kaya harta, namun Rosul selalu sederhana dan bersikap dermawan.

Kaya tak dilarang miskin pun tak dilarang, Namun Qonaah itu diwajibkan sebagai rasa syukur dan CintaNYa.

Menjadi pribadi yang kaya, bukan dinilai dari harta kekayaannya.

***


alhamdulillah dapat award lagi dari dua insan manusia yang sangat baik hatinya.

jazakumullah khairon katsiron..

media Robbani

Bunda / mbak mugniar


Kata bergelut emosi




Sudah sepantasnya jika harus menjaga lidah dan perbuatan. bukan sekedar kita ingin dinilai secara perbuatan tapi hati masih keruh.

Kemarin gak sadar aku membelokkan diri di pertigaan karena dibelakangku terlihat sepeda yang ditunggangi seorang bapak-bapak tua. Tepatnya kakek-kakek. Terlihat begitu lelet alias lama saat mengendarai sepedanya. Sedangkan aku mencari celah agar bisa membelokkan sepedaku dengan cepat.
Si kakek malah meleng dan berteriak-teriak sambil menghentikan sepedanya.
Dan kenalah aku di caci maki,

Gobl%#%#%kkk
Bang^$%$

semua bahasa kotor yang tak asing menancap di telingaku. Ya mungkin inilah cacian yang ku dengar dari mulut seorang kakek kepadaku. Dia marah esmosi. Ya aku salah karena aku tak bisa memahami kau yang berjalan sangat menepi sehingga membuat jalan semakin sempit.

Tapi kejadian ini bukan hanya menderaku. Mungkin orang lain juga sama ketika mengalami kesalahan sedikit dimaki dengan begitu hinanya.

Belum lagi ketika aku sedang menunggangi mobil nebeng teman. Dia ku lihat emosi sekali saat mulai di depannya berjalan dengan lambat dan akhirnya hampir bersenggolan antara mobil yang disampingnya. Dan keluarlah kata-kata kotor yang melayang ditancapkan kepada yang dianggapnya sudah mengusik kesabarannya.


Tanpa sadar ketika lidah /lisan tak dapat dijaga akan membuat kerusakan atau bahkan kesalahpaham yang menjerumus.

Terkadang ketika sedang emosi yang tadinya tak pernah berkata kasar dan kotor. Harus keluar dari mulutnya karena emosi telah membuncah. Padahal ia tidak berfikir siapa pengendali hati sesungguhnya.

Maukah kau dikasari dengan perkataan hina?

Banyak kejadian seperti ini, yang sudah mendarah daging. Naudzubillahi mindzalik.

setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi mungkar ( memerintahkan kebaikan, melarang kemungkaran) dan Dzikrullah Azza wa Jalla (mengingat Allah Azza wa Jalla). (HR Tirmidzi)





Sudah sepantasnya jika harus menjaga lidah dan perbuatan. bukan sekedar kita ingin dinilai secara perbuatan tapi hati masih keruh.

Kemarin gak sadar aku membelokkan diri di pertigaan karena dibelakangku terlihat sepeda yang ditunggangi seorang bapak-bapak tua. Tepatnya kakek-kakek. Terlihat begitu lelet alias lama saat mengendarai sepedanya. Sedangkan aku mencari celah agar bisa membelokkan sepedaku dengan cepat.
Si kakek malah meleng dan berteriak-teriak sambil menghentikan sepedanya.
Dan kenalah aku di caci maki,

Gobl%#%#%kkk
Bang^$%$

semua bahasa kotor yang tak asing menancap di telingaku. Ya mungkin inilah cacian yang ku dengar dari mulut seorang kakek kepadaku. Dia marah esmosi. Ya aku salah karena aku tak bisa memahami kau yang berjalan sangat menepi sehingga membuat jalan semakin sempit.

Tapi kejadian ini bukan hanya menderaku. Mungkin orang lain juga sama ketika mengalami kesalahan sedikit dimaki dengan begitu hinanya.

Belum lagi ketika aku sedang menunggangi mobil nebeng teman. Dia ku lihat emosi sekali saat mulai di depannya berjalan dengan lambat dan akhirnya hampir bersenggolan antara mobil yang disampingnya. Dan keluarlah kata-kata kotor yang melayang ditancapkan kepada yang dianggapnya sudah mengusik kesabarannya.


Tanpa sadar ketika lidah /lisan tak dapat dijaga akan membuat kerusakan atau bahkan kesalahpaham yang menjerumus.

Terkadang ketika sedang emosi yang tadinya tak pernah berkata kasar dan kotor. Harus keluar dari mulutnya karena emosi telah membuncah. Padahal ia tidak berfikir siapa pengendali hati sesungguhnya.

Maukah kau dikasari dengan perkataan hina?

Banyak kejadian seperti ini, yang sudah mendarah daging. Naudzubillahi mindzalik.

setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi mungkar ( memerintahkan kebaikan, melarang kemungkaran) dan Dzikrullah Azza wa Jalla (mengingat Allah Azza wa Jalla). (HR Tirmidzi)


 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template