Ibuku sayang ibuku malang


Teringat cerita tentang seorang kawan. Bahkan bukan sekedar cerita namun sudah menjadi bukti nyata secara kasat mata.
Banyak sebuah pengharapan di mata bundanya. Banyak sebuah keistimewaan disebuah mata bundanya.
Dia ingin anak-anaknya bisa sukses tidak seperti ibunya. Atau bahkan mengungguli ibunya.
Jika melihat penampilan akhwat sahabat fillah. Sungguh menentramkan hati. saling tersenyum karena mengasihi dan mencintai karena Alloh.

Perbekalan jalan dakwah belum tuntas hingga disini.
Ketika tergelincir arus bukan malah tersangkut melainkan terbawanya. naudzubillah.

Hanya ada satu kalimat jangan berhenti atau putus asa. Ketika ibunda tak bisa seperti kita. Mereka belum bisa menyempurnakan imannya. Ibunda belum bisa berpakaian seperti kita. Ibunda belum bisa menutup aurat seperti kita. Ibunda masih enggan menutupi rambutnya yang kian memutih.

Jika melihat di pedesaan masih sering ibu-ibu atau nenek-nenek memakai kebaya kumel serta tapi /kain / jarit kemudian menginang atau sirih.
Terkadang anaknya yang seorang akhwat lupa dengan kondisi keluarga tercinta bahkan seorang ibu.

Namun jika ia sudah berusaha memberitahukan belum ada hasilnya maka bersabarlah dan berdo'a. Namun aku belum melihat kegigihan kalian, bahkan rasa cinta kalian terhadapnya hingga terhadap Alloh. kadang kalian egois hanya mendoakan ampuni dosaku. Tapi tak berdo'a dengan bersimpuh penuh harap berikan hidayah kepada keluargaku. terutama ibuku adik-adik perempuanku dan semua umatmu.

Ibunda masih tetap berpegang teguh bahwa jilbab bukan segalanya. Tapi ibadahnya yang harus diperbanyak.
Maka dekatilah,nasehatilah dengan cara yang baik. Buatlah hatinya luluh begitu mendengar ucapan putrinya yang begitu kokoh memegang pedoman Al-qur'an.
Kita dituntut untuk Berilmu,bukan sekedar mendengar. Tapi Sami'na Wa Ato'na. (kami dengar dan kami taat)
Bukan hanya umat selain kerabat yang kita ajak kedalam ma'ruf namun kerabat dekat.

Teman blogger/ pembaca yang di rahmati ALloh subhanawallahu wa ta ala.
Masihkah diantara Ibunda atau adik perempuan kalian yang belum bisa kau raih tangannya?
Mari kita sama-sama berusaha tanpa patah semangat hingga akhir hayat.
Kita mungkin tak ingin terpisah jarak antara neraka dan surga. Maka berharaplah dengan Ilmu. Mari bawa bekal kita, mari cari bekal kita.
Bukan semata-mata kita sebagai insan hanya mencari kesenangan yang bersifat (hak saya, apa urusan anda). nauzubillah mindzalik.

Jika ibu sudah mau menuruti apa kata kita, mari buat dia menjadi pendengar suatu pengajian / taklim dan kita adalah sang penceramahnya.

Satu cara saling menyayangi.

Aku dulu pernah di ejek teman saat SD. Aku itu manja dengan ibuku.
terang saja, jika tidak siapa yang mampu membuatnya luluh mendengarkan ucapanku ketika ku ingin berada di sisinya hingga ke jannahNYA?
ketika aku mendahului menggunakan jilbab, dan ibuku mau mengikuti anjuranku siapa yang menyuruhku sebelumnya?
Allohlah jawabnya. Kemudian bagikan ilmu kita kepadanya. Diskusikan sesuatu yang bisa membuatnya tenang dan begitu semakin mencintaiNYA.

Manja-lah terhadap ibuMU.
Manja dalam artian Mandiri Jaga AmanatNYA,.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. AT-TAHRIM :6)



Ibuku sayang Ibuku malang
aku menyebutnya
karena tak terasa waktu menjawabnya
kau sungguh memang sedang malang di penghujung awang-awang

aku tak dapat merubah tetesan air matamu
menjadi kristal bening yang bersifat penenang jiwa
namun hanya do'a yang dapat ku panjatkan untukmu
ku ingin melihat kau sesuai dengan anjuran Alloh Subhana wa ta ala


Engkau akan dengan segera mendapati rentetan kasih sayang Allah yang tidak pernah engkau sangka-sangka sebelumnya.
Jadi, apa lagi yang kau tunggu? Bentangkanlah jilbabmu dan tutupilah cantikmu. Belajarlah menghargai dirimu sendiri dengan menjaga jilbabmu, maka dengan begitu orang lain pun akan ikut menghargai dirimu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya,

“Barang siapa di antara kalian mampu membuat perlindungan diri dari api Neraka meskipun hanya dengan sebiji kurma, maka lakukanlah.” (Hadits shahih. Lihat Shahih Al-Jaami’ (no. 6017). Dari jalan ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu)

Lakukan yah ikhwah fillah...
sambut kemenangan hati dengan bermandikan rasa cinta gelorakan semangat Jihad fii sabilillah

30 komentar:

  1. Betul itu, jika memang pinginnya ibunya berjilbab, dido'akan saja. Mudah2an Allah mengijabah do'a anak shalih(ah)
    ^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba,,, insya ALloh tak pernah putus beserta usaha... aamiin

      Hapus
    2. Aamiin.
      Ibu saya dulu malah menentang saya berjilbab. Tapi sekitar 8 thn terakhir beliau sudah berjilbab. Tapi dengan pemahamannya sendiri :)

      Hapus
  2. masya Allah..., benar banget, terkadang ada anak cewek yg kena hidayah tp ibux blom., klo dah gini maka tanggung jawabx lari ke yg sudah tau, mksdx yg sdh tau i2 wajib mendakwai sang bunda..., :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bgd akhi, dakwahnya kepada sang ibu. smoga kita smua bisa laksanakan dgn baik.
      Mimpi bertemu disurga...amin
      jazakallah

      Hapus
  3. aaaahh...jadi inget ibu >.<
    pengen ngajak ibu pake jilbab, tapi udah telat
    =}

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa ka, kok udah telat? Ibu udah gak ada yah say?

      Hapus
  4. Manja : Mandiri Jaga AmanatNYA, ... aku suka akronim ini. Makasih banyak ya. inspratif dna motivatif. jg mncerahkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. AMIN...
      ALHAMDULILLAH....

      ngasal aja itu akronimnya hee,,,

      Hapus
  5. Balasan
    1. bapak.... hihi ngawur..

      emaakkk aja yah hihi mba uswah nih

      Hapus
  6. Subhanallah Nur... semoga apa yang menjadi harapan dan doa nya segera dikabulkan, kaena hanya Allah lah yang bisa membolak-balikkan hati manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..alahmdulillah keluargaku sudah mba,, tinggal si kecil yg mau masuk SMA insya Alloh dia sudah siap.

      Hapus
  7. subhanallah.. ibuuuuuuuuu..
    maafkan aku :'(
    semoga aku bisa tetap menjaga amanah mu, ibu.
    cinta ibu :)
    makasi buat postingannya. keren..

    BalasHapus
  8. adek sama ibukku susah sangat dibilangin. . . mpe bingung mau gimana lagi. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok bingung sih Bos?? hihi

      gak boleh matiin kutu lHo klo bingung? hihi

      selama saudara mash hidup tak boleh bingung dan tersesat bahkan tak menemukan jalan keluar. Sampe ttk darah penghbisan hars mampu, apapun resikonya ttp bbrsaha. krena Dakwah wajib. (dakwah : mengajak kebaikan)

      Hapus
  9. wah mbak salut ulasannya,, jalan dakwah emang baikmya utk org2 terdekat kita ,terlebih2 ibu kita sendiri

    BalasHapus
  10. subhanallah mbak, menangis saya bacanya :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. sedia tisuu sayangku ukhtiku.. hehe

      Alhamdulillah tuk smuany.
      Saya juga hars menangis klo saya tidak bisa membantu iBu ke dalam jalan yg lurus..

      Hapus
  11. "Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat
    mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku
    yang tidak pernah putus."

    "Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada
    suamimu. Jangan egois begitu......masa engkau ingin anak yang sholehah
    hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. ...tentu mereka menjadi
    sholehah utama karena Allah, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan Allah."

    BalasHapus
    Balasan
    1. AAMIIN.

      Sya simpen nih do'anya .
      syukron

      Hapus
  12. "Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda."

    "Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa? prestige? atau....mode?....atau engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya. "

    BalasHapus
  13. "Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum."

    "Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat? Sementara engkau tahu Allah wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat Muhammad SAW."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Alloh...
      saya senyum bacanya sekaligus manggut2...

      benar sekali itu.

      aamiin.

      Hapus
  14. Subhanallah... luar biasa mbak, postingannya :D
    kereeen :)

    alhamdulillah ibu saya malah mendahului sya pke jilbab, hehe,, jdi sya yg ikut... Tapi skrg sya msih brusaha mnarik agar adik saya jga bsa ikutan brhijab

    BalasHapus

Komentar yang sopan
Kritiklah bila membangun bukan menjatuhkan
salam persaudaraan ^_^

 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template