Kaya Vs Miskin



Suasana hati sudah kian mendekat saja pada kepercayaan bahwa Surga itu dekat letaknya jika kita tahu arahnya.
Entahlah berapa kali ku dengar cerita yang menyayat hati.
Yah si Miskin yang tak bisa dan tak ingin terhina, namun apa jadinya jika selalu dihina. Bahkan menjadi bahan cemoohan. Atau direndahkan.
Ada kisah yang ku ambil dari kiriman sahabat (amie) Facebook.

SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS !!
Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,....tetap pada tunt...utannya, agar menjadi contoh bg warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus saya hukum. Saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda idak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU'.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini, lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Coba lihat, seandainya kita tetangga dari nenek tersebut. Apa kita tidak malu terhadap tetangga?
Kita lupa akan kehadiran sebuah harta yang sesungguhnya bukan milik kita seutuhnya. Bagaimana bisa kita membiarkan tetangga miskin kelaparan?
Bukankah ketika dinding kita berhimpitan dekat, dialah kerabat paling dekat ketika sanak saudara yang lain berjauhan?
Jika kita minta bantuan merekalah yang paling utama sebelum menilik keluarga jauh.

Kita rajin beribadah, menginfakkan sebagian kecil minimal 5% harta/gaji kita di sebuah yayasan, namun lupa akan hadirnya tetangga yang kekurangan.
Naudzubillah.....


lain cerita :

Belum lagi mendengar suara dari seorang perawat rumah sakit yang selalu lalu lalang mendatangi pasien. Ia begitu tega mengatakan dengan tanpa berpikir.
"Pasien miskin, di urusinnya belakangan. Sudah miskin tak punya uang ke rumah sakit"

Astaghfirullah...
Jika tangan ini mampu menggapai.... aku ingin bisa mengatakan stop ke rumah sakit. Cari obat-obatan herbal dan memohon kepada Alloh SWT.

Dan apakah kesuksesan seseorang dinilai dari kekayaan?
Dari jabatan?
Dari sebuah pendidikan tinggi?

Yah, dunia ini memang selalu unik dan dramatis. Ada-ada saja yang dijanjikan, namun berurusan lagi dengan sebuah kesadisan.

Saya heran, jika ada yang merasa sudah kaya. Bahkan seolah mampu membeli bumi dan seisinya.

"Dasar orang susah belagu, belum lagi jadi kaya tambah belagunya"

Stop.... apapun yang dilakukan si miskin, si susah, si sengsara. Patutkah lidah ini menjulur panjang di neraka dengan kobaran api mendidih?

Jangan lihat sekarang, lihat yang akan datang. Apakah 5 menit lagi kejadian yang tak ada di depan mata bisa berubah lebih baik lagi???

Jadi ingat kisah tentang si Miskin yang sakit dan tak memiliki uang untuk biaya pengobatan, datang seorang kaya (nonis) ia akhirnya membiayai si miskin, dan si miskin pun terbujuk untuk masuk ke dalam agamanya.

Siasat ini adalah dakwah bagi mereka, cara dakwah mereka yang seperti ini selalu di terapkan.
Namun, terkadang si kaya muslim lebih memilih "enggan" menolong si miskin padahal mereka ladang dakwah kita juga untuk menjadi pribadi yang mendekat dan bersyukur kepada Alloh.
Wallahu a'alam bisshowab.

Dunia ini tercipta bukan lain untuk menguji.. dan menguji per detiknya.
Satu detik kehilangan kendali kita pasti ingin mengulanginya lagi. Tapi waktu tak bisa terulang.


Kaya adalah sebuah ujian bagaimana kamu bisa menjadi seorang yang kaya namun selalu ingat akan bahwa semua titipanNYA.
Miskin adalah sebuah ujian bagaimana kamu bisa menjadi seorang yang sabar, tawakal dan berusaha gigih dengan mengingat Alloh SWT.

Segala sesuatunya pasti karena Alloh, karena tubuh ini milik Alloh.

“Maka hendaklah memuliakan tetangganya
Ta’ziyah ketika mereka mendapat musibah, mengucapkan selamat ketika mendapat kebahagiaan, menjenguknya ketika sakit, memulai salam dan bermuka manis ketika bertemu dengannya dan membantu membimbingnya kepada hal-hal yang bermanfaat dunia akherat serta memberi mereka hadiyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa (hati).” (H.R. Al-Bukhari, no. 6446 dan Muslim, no. 1050)

Walaupun Rosulullah adalah pribadi yang kaya hati dan kaya harta, namun Rosul selalu sederhana dan bersikap dermawan.

Kaya tak dilarang miskin pun tak dilarang, Namun Qonaah itu diwajibkan sebagai rasa syukur dan CintaNYa.

Menjadi pribadi yang kaya, bukan dinilai dari harta kekayaannya.

***


alhamdulillah dapat award lagi dari dua insan manusia yang sangat baik hatinya.

jazakumullah khairon katsiron..

media Robbani

Bunda / mbak mugniar


55 komentar:

  1. cerita pertama nur, baru kali baca nya...subhanallah...betapa baik si hakim, =)
    bener nur, kaya miskin itu ujian.tinggal kita mesti mampu menghadapi dan menjalani nya dengan baik
    insy allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..
      iyah,,, aku juga haru bacanya...
      rasanya ingin ku peluk si nenek. Aku jadi kangen nenekku hihi...

      SIP Ujian itu ya skrang ini...

      Hapus
  2. Sudah susah menjadi orang miskin, ditambah susah lagi dengan keadaan seperti itu, koq rasanya tidak adil ya..patut kita pertanyakan, dimanakah hati nurani kita???, yang kecil semakin dikucilkan, yang besar semakin dibenarkan..subhanallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb... bgtulah keadaan ssguhnya yg marak di negara kita.. nyuri sandal diperkarakan...

      Hapus
  3. Hukum di negara kita memang salah mba.
    miris. terharu juga sama sikap si hakim. jarang yaa hakim yg kayak gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga jarang liat yg bgtu...
      mdahan smw hakim bijaksana....

      Hapus
  4. Ikut terharu dengan tindakan sang hakim, sudah jarang kita temui hakim yang begitu ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga terharu ampe berkaca-kaca sendiri.. seblum baca isinya udah sedh duluan..

      Hapus
  5. Di saat akal dan pikiran sudah tidak normal, hal yang sekecil apapun bisa di permasalahkan. Jika sdh begitu, ada baiknya kita mendengarkan hati nurani kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener - bener bgd... kata2 yg bijak
      :D

      Hapus
  6. Sepertinya gambar awal itu buku Eko dari resist book ya? Wah, memang sih, tema yang beliau angkat selalu sesuai dengan penerbitnya, 'resist book'. Hehehe. :D

    Dan untuk artikel ini, sangat menonjok ulu hati saya, karena kurang peka terhadap poverty.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyeh.. gambarnya doank hehhe..

      isinya belum pernah baca sob.

      Hapus
  7. saya sungguh berharap sosok HAKIM MARZUKI itu adalah sosok nyata yang ada dalam setiap pengadilan di seluruh Indonesia...dan selamat ya atas perolehan award-nya...salam sukses selalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya bgdtuuuuu... sangat diharapkan :D

      Hapus
  8. semoga saja Hakim marzuki itu nyata adanya,bisa menjadi suri tauladan bagi para penegak hukum di negeri ini..

    BalasHapus
  9. Mantap sob.. Makasih artikelnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAMA2 MAKASIH..
      kembali kasih yah..

      Hapus
  10. saya baru tau kelanjutan cerita yg tentang hakim marzuki.. subhanallah :)

    BalasHapus
  11. subhanallah sangat menyentuh hati ceritanya...
    kita memang dilahirkan tidak ingin dalam keadaan miskin, jadi kemiskinan buka untuk dihina..

    tengkyu mbak Nur sharingnya:}

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... sama2 bang...

      sama2 sharing kan tujuan utama?
      mengamalkan dan mengamalkan bukan menyembunyikan hihii.. sok pinternya dakuh

      Hapus
  12. Assalaamu alaikum...

    Saya suka sekali postingannya mbak-sist, meski cerita tentang si nenek pencuri singkong pernah saya baca, namun mbak-sist menguraikannya dengan warna lain.

    Moga artikel ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, agar tidak lagi menghina sesama. Mempererat silaturrahmi lebih utama daripada memutuskannya. Terima kasih sudah mampir ke tempat saya ya....

    Happy blogging :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam....

      terimakasih kembali...

      Hapus
  13. hhhmmm. .. . . T_T. .. .

    apa sih arti sebuah kemiskinan. . .. apakah "miskin" hanya ditujukan kepada mereka yang tak punya harta benda. . .??? atau seperti apa. .. ??? kayaknya harus perlu mengkaji ulang tentang arti sebuah "kemiskinan"..

    menurutku yang miskin itu adalah mereka yang memandang orang sebelah mata karena tak punya harta benda. malah justru mereka itulah yang "miskin" akal dan budi pekerti, tak punya hati nurani. dan jangan terlalu bangga karena punya banyak harta. bersyukurlah bagi mereka yang punya label "kaya", ungkapan "kaya" ada karena ada yang "miskin".

    malem an. . . hhhmmmmm. . kirain dah ngilang entah kemana. . .. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak ngilang kok bang Tabah.. wah skrng ganti nama nih...
      hihiihi

      Hapus
    2. kan biar an gak bingung panggilnya hehehehehe. . .

      tu kan an pasti belom baca yang ini ya. . . http://s-segar.blogspot.com/2012/03/ingin-ku-kembali-memelukmu.html

      Hapus
    3. tu kan sibuk lagi. . . :(

      Hapus
  14. kekayaan yg sejati berasal dari hati n iman. Memang terlalu sayang, jika kekayaan seorang muslim tidak dijadikan sebagai media dakwah melalui harta yang dimilikinya. Kadang, yg membuat miris hati... mereka berbondong2 u/ mendirikan masjid yang megah (meski masjidny sepi jamaah n entahlah hati mereka apa berkata sebuah keikhlasan) pdhl tetangga di lingkunganny bnyk yg miskin. satu hal pun yg bikin terenyuh, ketika sebagian mereka berkata;'Mereka itu orang malas makanya jadi miskin begitu!.' (???)

    hmm, semuanya kembali kepada diri sendiri. semoga Allah memperkenankan kekayaan ini u/ membantu antar sesama.

    salam blogger^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. emoga Allah memperkenankan kekayaan ini u/ membantu antar sesama.
      aamiin..

      Hapus
  15. walaupun kita miskin tapi kita melarat...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hppppt :-P

      SI PEnding ini sllu saja melarat...
      mntang2 lari akhirnya sekarat ahahha

      huz..huz... jgn pernah mrasa miskin dan melarat jika kita slalu bersyukur

      - Yang Sering Lupa Itu "BERSYUKUR".

      Hapus
  16. Assalamu'alaikum, aku pernah baca kisah itu di salah satu teman dari Malaysia. Dengan bersyukur, kita bisa kaya. :)

    BalasHapus
  17. Assalamu'alaikum
    Buzzz buzzz buzzz

    Dari sisi laen kita tinggal di negri yg kaya raya banyak tambang minyak, emas, batubara dll, tapi kekayaan itu semua untuk siapa yach.

    kekayaan yg sejati berasal dari hati n iman

    Salam Madu juga Sengat

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam... lebah madu... yang menyengat
      setuju..

      Hapus
  18. masyaAllah..
    sebenarnya nggak ada bedanya kaya dan miskin tapi sekarang jurang pemisahnya semakin besar ya :(

    BalasHapus
  19. Ttg nenek itu, saya juga pernah baca di FB kisahnya. Koq bisa lolos dari media ya?

    Oya, terimakasih ya awardnya sudah dipajang. Semoga pertemanan kita kekal ya :)

    BalasHapus
  20. cerita yg hakim i2 menarik sekali.., tp sy gk terekspos oleh media...,btw soal org miskin ada hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman yg artix,

    “Wahai Muhammad, jika engkau shalat, ucapkanlah do’a: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin, wa an taghfirolii wa tarhamanii, wa idza arodta fitnata qowmin fatawaffanii ghoiro maftuunin. As-aluka hubbak wa hubba maa yuhibbuk wa hubba ‘amalan yuqorribu ilaa hubbik (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu SUPAYA BISA MENCINTAI ORANG MISKIN,

    ada pula hadits lain, yg artix,

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

    "Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat " (HR. Muslim).

    & msh ada bbrp hadits tntng keutamaan mencintai org miskin..., smg hadits diatas bs memberi motivasi kpd kita.

    btw, soal kalimat yg ini,

    'miskin pun tak dilarang', ini keliru cz islam menganjurkan ummatx tuk bekerja keras, sesuai hadits, yg artix...

    "Tidak ada seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan Nabi Daud 'alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya." (HR. Bukhari)

    wallahu a'lam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukron atas komentarnya... saya mash belajar, belum tahu menahu hadist dan ayatnya.. smwnya sudah terlengkapi si akhi.

      makash banyak stdaknya slelu ada ayatnya krna kita wajib mengamlkan ayatnya.
      keep smile..

      salam ukhuwah..

      Hapus
    2. kita sama2 belajar.., org tau gk selamax akan tau mulu.., & org tdk tau pun gk selamax akan tdk tau mulu.. :)

      salam ukhuwah.., barakallahu fiikum

      Hapus
  21. postingan yang sangat menarik :)
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. :)

    BalasHapus
  22. Wahh..menarik juga artikelnya untuk di baca...
    Semoga jadi motivasi diri..

    BalasHapus
  23. kembali hadir untuk menyambung silaturohim sesama blogger. salam sukses selalu sob... ;)

    BalasHapus
  24. Bila demikian, sungguh betapa pentingnya berbagi itu ya, Mbak. Bahkan, bila kita termasuk orang miskin pun, masih penting untuk bisa berbagi kepedulian dan perhatian kepada sesama.

    Ohya, selamat atas awardnya ya, Mbak.

    BalasHapus
  25. cieeehhh,,,namaku ikut eksis uyy,,, :P
    hihihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..
      si amoy curly nih..

      iye dunk.. gara2 kamu nih haha :p

      Hapus
  26. sayang aku berada di kubu berkucupan jadi tidak ikut dalam pertempuran ini kawan hihihihi.www.hanggarps.blogspot.com

    BalasHapus
  27. hikmahnya bisa aku mengerti tapi sayangnya cerita tentang hakim dan nenek pencuri adalah hoax :)

    bisa dibuktikan dgn googling

    BalasHapus
  28. Saya pernah membaca artikel cerita nenek itu di FB teman saya...rasanya tak kuasa menahan tangis melihat "kebobrokan" penegakkan hukum di negri ini...Sebenarnya ga cuma masalah nenek itu, masalah yg laen pun tak kalah hebatnya..(pencuri piring, bawang, sandal jepit, dll)..
    Ya..Alloh ampunilah dosa2 pemimpin kami di negri ini..
    Mbak Annur terimakasih sdh berkunjung ke blog saya..ana ijin follow blog ant ya??? di tunggu follow baliknya.. syukron :)

    BalasHapus
  29. terharu bacanya mba ...
    tapi beginilah hukum di negara kita ini
    semuanya bisa dibeli dengan uang
    yg koruptor bisa bebas...
    sedangkan rakyatnya banyak yang kelaparan
    miris sekali

    BalasHapus
  30. miris jika melihat orang miskin tapi diperlakukan gak adil jika berobat,
    selamat pagi :)

    BalasHapus
  31. Assalamualaikum wrb,saya Pujiono saya mau ucapkan terima kasih kepada blog ini, maaf sebelumnya saya hanya berbagi pengalaman khususnya untuk teman yang sedang dalam kesusahan,dulu saya pengusaha yang terbilang sukses dibidang properti tidak lama kemudian saya ditipu oleh teman saya semua asset saya hilang,saya mulai pusing dan hampir bunuh diri,hutang saya menumpuk keluarga pun menghina saya ,tetapi saya coba buka internet dan saya melihat nomor dari Ki Prana, saya coba telpon, awalnya saya ragu dengan solusi yang diberikan tapi saya coba beranikan diri mengikuti apa yang Aki berikan,syukur Alhamdulillah sekarang saya kembali seperti dulu,sekarang saya bisa bangun usaha kembali,semua hutang saya lunas terima kasih Aki,sumpah demi Allah ini pengalaman pribadi saya,bagi teman2 yang mau lepas dari beban silahkan Hub Ki Prana insya Allah akan diberi solusi, ini khusus bagi yang mau bantuan Aki silahkan hub langsung nomor Ki Prana di nomor 082393011727 semoga teman2 bisa seperti saya,salam persaudaraan wassalam…..


    BalasHapus

Komentar yang sopan
Kritiklah bila membangun bukan menjatuhkan
salam persaudaraan ^_^

 
Catatan Annurshah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template