Awalnya hanya sebuah status biasa, tapi penasaran itu mengerucutku pada ketidakpercayaan. Namun nyata banyak yang berujar demikian.
Tak tega, remuk redam, sedih, duka.
Darah berceceran begitu banyak saat mata ini menilik website Arrahmah tentang pembunuhan. Lama sekali saya tak menonton TV apalagi nonton berita. Dari kemarin saya sibuk dengan kerajinan tangan jadi tak fokus dengan keadaan berita.
Dua lelaki di duga teroris (buronan) mati tertembak oleh densus 88 saat melaksanakan sholat di masjid (Makasar).
Tegakah beberapa apsukan Densus 88 itu?
Jika si penembak adalah orang Islam bagaimana rasanya? ah peduli apa saya tentang agama saat seorang menyandang pembasmi teroris siap menyergap, memburu, melepaskan satu per satu luncuran besi panas.
Allah seandainya mereka murka, ijinkanlah suatu kebenaran tertampar dalam ingatannya. Aku tak peduli dia siapa? Tapi yang membuatku geram adalah ketika ia sedang benar-benar dalam keadaan sholat. Bisakah di selesaikan dengan cara benar?
Teman baca di link ini yah. arrahmah.
Teman baca di link ini yah. arrahmah.
Bagaimana caranya agar suara kita di perdengarkan mereka? Mari kita berdo'a agar Densus dibumi hanguskan.
Dia tak lagi bermoral, melainkan pasukan tak berakal. Seperti anak yang di perintah dengan kenakalannya.
Aku jadi teringat sosok Rosul hadir dimuka bumi lagi. Seandainya keadilan ini bisa ditegakkan? semua bisa diatasi dengan cara baik-baik.
Yang sedang sholat di bunuh. Yang sedang maksiat di legalkan dan dibiarkan.
Sungguh miris, yang berjanggut dan bercadar dianggap teroris. Yang belajar mencari ilmu Allah di anggap sesat dan so keminter.
Yang terbuka di pertontonkan yang tertutup di jauhkan. Yang lezat oleh mata di butakan akal pikiran
Yang terbuka di pertontonkan yang tertutup di jauhkan. Yang lezat oleh mata di butakan akal pikiran
Yang di maniskan budaya maksiat dan berlebihan.
Islam terbesar di Indonesia, lantas alurnya di negara ini tak ada kata menegakkan Syariah.
Islam terbesar di Indonesia, lantas alurnya di negara ini tak ada kata menegakkan Syariah.
Mari kita bersatu tak perlu memandang bulu, tegakkan syariah dan khilafah karena keyakinan itu mutlak bahwa Islam akan Jaya. Subhanallah.
Semoga kita senantiasa beristiqomah tidak sibuk memikirkan dunia yang fana.
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya
ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya
serta menyediakan azab yang besar baginya" (QS An Nisaa' [4]:93)
Awalnya hanya sebuah status biasa, tapi penasaran itu mengerucutku pada ketidakpercayaan. Namun nyata banyak yang berujar demikian.
Tak tega, remuk redam, sedih, duka.
Darah berceceran begitu banyak saat mata ini menilik website Arrahmah tentang pembunuhan. Lama sekali saya tak menonton TV apalagi nonton berita. Dari kemarin saya sibuk dengan kerajinan tangan jadi tak fokus dengan keadaan berita.
Dua lelaki di duga teroris (buronan) mati tertembak oleh densus 88 saat melaksanakan sholat di masjid (Makasar).
Tegakah beberapa apsukan Densus 88 itu?
Jika si penembak adalah orang Islam bagaimana rasanya? ah peduli apa saya tentang agama saat seorang menyandang pembasmi teroris siap menyergap, memburu, melepaskan satu per satu luncuran besi panas.
Allah seandainya mereka murka, ijinkanlah suatu kebenaran tertampar dalam ingatannya. Aku tak peduli dia siapa? Tapi yang membuatku geram adalah ketika ia sedang benar-benar dalam keadaan sholat. Bisakah di selesaikan dengan cara benar?
Teman baca di link ini yah. arrahmah.
Teman baca di link ini yah. arrahmah.
Bagaimana caranya agar suara kita di perdengarkan mereka? Mari kita berdo'a agar Densus dibumi hanguskan.
Dia tak lagi bermoral, melainkan pasukan tak berakal. Seperti anak yang di perintah dengan kenakalannya.
Aku jadi teringat sosok Rosul hadir dimuka bumi lagi. Seandainya keadilan ini bisa ditegakkan? semua bisa diatasi dengan cara baik-baik.
Yang sedang sholat di bunuh. Yang sedang maksiat di legalkan dan dibiarkan.
Sungguh miris, yang berjanggut dan bercadar dianggap teroris. Yang belajar mencari ilmu Allah di anggap sesat dan so keminter.
Yang terbuka di pertontonkan yang tertutup di jauhkan. Yang lezat oleh mata di butakan akal pikiran
Yang terbuka di pertontonkan yang tertutup di jauhkan. Yang lezat oleh mata di butakan akal pikiran
Yang di maniskan budaya maksiat dan berlebihan.
Islam terbesar di Indonesia, lantas alurnya di negara ini tak ada kata menegakkan Syariah.
Islam terbesar di Indonesia, lantas alurnya di negara ini tak ada kata menegakkan Syariah.
Mari kita bersatu tak perlu memandang bulu, tegakkan syariah dan khilafah karena keyakinan itu mutlak bahwa Islam akan Jaya. Subhanallah.
Semoga kita senantiasa beristiqomah tidak sibuk memikirkan dunia yang fana.
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya
ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya
serta menyediakan azab yang besar baginya" (QS An Nisaa' [4]:93)





